Rania Menghilang

Pagi yang sangat cerah, Rania duduk santai di halte bus. Berkali kali dia melirik arlojinya . Dia pikir jam nya yang salah atau memang bus nya yang tidak ada.

Sudah 30 menit lama nya Rania menunggu, namun bus tak kunjung tiba.

Cittttt.....

Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan Rania.

gadis yang memakai seragam sekolah itu menatap was was. Dia memiliki firasat buruk.

"Kenapa mobil itu berhenti?" benak nya.

Benar saja, dua orang berbaju hitam keluar dari dalam mobil itu. Mereka berjalan cepat mendekati Rania.

Belum sempat Rania kabur, mereka sudah menangkap Rania dan memaksa gadis itu masuk ke dalam mobil.

Mereka mengeluarkan sapu tangan, menutup mulut dan hidung Rania hingga pingsan.

"Siapa mereka, mengapa mereka melakukan ini pada ku?" batin Rania sebelum gelap menguasai dirinya.

Rania pingsan, para penculik itu tersenyum senang. Mereka tidak perlu repot repot melawan rontahan Rania.

Di kamar nya, Adam bergerak gelisah. Sejak tadi, dia balik sama balik sini.

"Ada apa Adam?" tanya Adit di dalam pikiran nya .

"Entah lah Adit, aku merasa ada sesuatu yang terjadi. "

Adit mengangguk di dalam sana, dia juga merasakan hal yang sama dengan Adam.

Tiba-tiba Adam merasakan dada nya sesak, mulut dan hidung nya terasa seperti di tutup.

"Ada apa ini? kenapa aku merasakan sesak, dan lemas!" pikir Adam.

"Rania Adam! ini berasal dari mate kita!!" teriak Adit melompat lompat.

Adam memejamkan matanya, dia menetralkan dirinya terlebih dahulu. Baru setelah itu, dia mengambil ponselnya. Dia mencoba menghubungi Claudia.

Baru satu kali berdering, Claudia langsung menerima panggilan dari Adam.

"Salam Alpa" sapa Claudia hormat.

"Claudia, di mana Mate ku?", tanya Adam to the poin.

Claudia tercengang di tempat, alpa nya bertanya kepada dirinya di mana Rania, jawaban nya sudah jelas berada di sekolah.

"Sejak pukul 7.39 tadi Luna sudah berangkat ke sekolah alpa" jawab Claudia.

"Benarkah?"

"Iya alpa." jawab Claudia.

"Hmm". Adam memutuskan panggilan telfon nya, lalu dia segera bersiap. Dia akan pergi ke sekolah mate nya. Dia harus memastikan mate nya benar benar ada di sekolah.

Adam keluar dari pack, dia memanggil gamma untuk mengantar nya.

Mawar melihat kakak nya berjalan tergesa gesa keluar dari pack.

"Kak mau kemana?" tanya nya.

"Aku harus keluar mawar, kau tolong bersikap baik lah. Aku tidak bisa berlama lama meninggalkan mate ku di luar sana!"jelas Adam.

Mawar mengangguk mengerti, dia akan berusaha mengontrol Laura ketika kakak nya tidak ada.

Adam mengusap kepala adik tersayang nya, kemudian berlalu pergi.

Tidak butuh waktu lama, Adam dan Gamma tiba di sekolah Rania.

"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam pada Adam.

"Yah, saya ingin ke ruangan guru!" ucap Adam.

Meskipun dia adalah alpa dari segala Alpa. tetap saja Adam menggunakan etika di manapun. Dia tidak mau langsung ke kelas Rania, dia memilih menemui guru mate nya terlebih dahulu, sesuai prosedur sekolah.

"Oh baik lah pak. Mari saya antar" balas satpam tersebut, lalu menuntun Adam menuju ke ruangan guru.

Sedangkan gamma, lebih memilih tetap tinggal di parkiran.

Adam menemui guru Rania, dia meminta gurunya untuk memanggil Rania menemuinya.

"Maaf Bu, saya mengganggu waktunya"

"Tidak masalah pak, mau lama lama juga gak papa" jawab Bu guru genit, dia terpesona pada ketampanan Adam .

"Bisa di bantu panggilkan Rania nya?"

"Oh bisa, sebentar yah" ucap Bu guru tak henti hentinya tersenyum.

"Kenapa Rania tidak pernah mengatakan kalau dia memiliki kakak setampan ini" pekik Bu guru dalam hati. Dia segera memanggil nama Rania melalui mic yang toa nya dada di depan kelas.

"Di tunggu yah pak, sebentar lagi dia pasti datang ke sini" ucap Bu guru kembali tersenyum malu.

Adam tersenyum canggung, dia merasa sedikit geli melihat ibu ibu genit seperti ini.

3 menit menunggu, ketua kelas Rania datang ke ruangan gurunya.

"Loh kok bukan Rania?" kaget Bu guru saat melihat murid lain yang datang ke ruangan nya.

"Maaf Bu, Rania hari ini gak masuk!"

Deg

Adam terkejut mendengar ucapan siswa sekelas dengan mate nya

Jika Rania tidak di sekolah, lalu kemana mate nya pergi?.

"Bagaimana mungkin, surat ijin nya tidak ada masuk!" ucap Bu guru juga kaget!

"Kemana dia pergi?" gumam Bu guru lagi, dia tahu Rania pasti juga tidak ada di rumah. Karena kakak nya juga ada di sini.

"Oh mungkin di rumah Bu, soal nya saya datang ke sini ingin memberi dia kejutan" ucap Adam beralasan, dia juga tidak mau membuat mate nya di kandang buruk.

"Oh begitu yah?" balas Bu guru tersenyum genit. Dia menyuruh anak murid nya untuk kembali ke kelas.

"Pergilah" usir Bu guru dengan senyum yang di buat buat pada murid nya agar segera pergi.

"Saya permisi Bu" ucap Adam juga, setelah anak murid itu pergi.

"loh kok cepat banget pak. Apa tida mau minum dulu?" tawar Bu guru.

"tidak terimakasih, saya mau bertemu dengan adik saya dulu" kata Adam, dia segera pergi dari sana. Lama lama berada di ruangan itu, membuat Adam merasa semakin pengap.

Adam kembali ke mobil, dia masuk dengan raut wajah khawatir.

"Bagaimana alpa? apa Luna baik baik saja?"

"tidak Gamma, dia tidak ada sekolah!"

"Terus, kemana kuna pergi?"ucap Gamma bertanya tanya.

Adam terdiam, seperti nya dia sedang berbicara dengan wolf nya.

"Kita ke rumah nya saja!" titah Adam setelah dia terdiam beberapa menit.

Gamma mengangguk, dia langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata.

10 menit mereka tiba di depan rumah besar Rania.

"Gila juga kamu" decak Adam.

Gamma hanya tersenyum membalasnya. Lalu mereka sama sama masuk ke dalam rumah Rania dengan langkah cepat.

Tanpa mengetuk pintu, Adam masuk ke dalam rumah Claudia.

"Alpa" gumam Claudia terkejut melihat Adam dan Gamma nya masuk ke dalam rumah.

"Claudia! Mate ku tidak ada di sekolah, aroma nya juga tidak tercium oleh ku!" jelas Adam, membuat Rania terkejut.

"Bagaimana bisa Alpa? "

"Aku juga tidak tahu, seperti nya sesuatu terjadi pada mate ku!" gumam Adam marah.

Claudia kembali terkejut, pantas dari tadi jantung nya berdegup kencang.

"Gunakan kekuatan mu! lacak keberadaan Luna!" ucap Gamma.

"Benar, lakukan sekarang. Aku tidak mau sesuatu terjadi pada mate ku!", sahut Adam menyetujui ucapan Gamma.

Claudia pun mengangguk, dia membawa Adam dan Gamma duduk di sofa, lalu dengan ketenangan Claudia mulai membacakan mantra untuk melacak keberadaan Keponakan nya.

Terpopuler

Comments

Shepty Ani

Shepty Ani

seruuu bgt

2023-01-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!