KREK!
Rania menoleh waspada, melihat ke dalam kegelapan hutan. Jantung nya berdegup kencang, ketakutan kian besar menghampiri hati nya.
KREK!
Gadis itu kembali menoleh kearah sumber suara, dia tidak melihat apapun, hanya suara yang dapat dia dengar.
Insting kewaspadaan mulai menyala, Rania membuat ancang ancang untuk berlari kencang.
"Ggrrr...." Suara Geraman hewan buas.
Rania menajamkan penglihatan nya, mata nya langsung terbelalak ketika melihat 3 ekor Serigala berjalan pelan menghadap kearah nya.
Ketiga hewan itu menatapnya penuh lapar, apalagi air liur yang terlihat mencuat dari bibir serigala itu.
"Se-serigala?" gumam Rania terbata karena takut.
Rania merasa sangat takut, apa yang dia takutkan terjadi. Seperti nya dia akan mati di cabik cabik oleh serigala liar itu.
"Awuuuuuuuu"
Lolongan serigala membuat Rania berteriak ketakutan, lalu gadis itu langsung memacu kaki nya untuk berlari kencang.
Dia mengabaikan rasa sakit yang ada di kaki nya.
"Bu Dila!!!! Pak Johan!!!!" teriak nya sambil terus berlari membela hutan di dalam ke gelapan.
_______
Di perkemahan, murid murid tampak terkejut ketika Bu Dila melakukan absen.
Ketika nama Rania di panggil, tidak terdengar sahutan dari gadis itu.
"Rania Anglina?" ulang Bu Dilla lagi.
"Bu, Rania tidak ada"sahut salah satu siswi.
"Huh? Kemana dia? Bukan nya tadi dia bersama kita pergi mendaki?"ucap pak Johan terkejut mendengar Rania tidak ada di dalam perkumpulan mereka.
"Sejak kita kembali, saya tidak melihat Rania di mana pun. Saya pikir dia bersama bapak dan ibu"ujar Baina, pria yang super pemberani.
"Jangan bilang, kalau Rania tertinggal di hutan"
"Huaaaa jangan sampai itu terjadi, Rania sangat takut gelap, dia pasti sangat ketakutan. Bu, pak ayo kita cari. Kasian Rania" ucap meli.
Meli adalah gadis yang paling peduli dengan teman teman nya, yang sama sama suka berpetualang. Dia pemberani, dan juga gampang sedih.
Pak Johan langsung bergegas mengecek tenda tenda siswi. Dia mencoba memastikan, apakah Rania benar benar tidak ada.
Lalu, pak Johan kembali ke perkumpulan dengan nafas terengah.
"Seperti nya dia benar benar tertinggal di hutan!"
"Apa?" Bu Dila langsung berdiri, dia sangat terkejut mendengar ucapan rekan nya.
"Rania tidak ada di mana pun, dia benar benar tidak ada" ucap pak Johan panik.
"Ya sudah, kita cari sekarang " Bu Dila langsung mengambil jaket dan senter nya dari dalam tas.
Namun, pak Johan menahan Bu Dila. Dia tidak ingin semua orang masuk ke dalam hutan.
"Tidak bu Dila, sebaiknya para siswi dan ibu tetap di tenda. "
"Tidak pak, saya harus ikut mencari Rania!" Kekeuh Bu Dila ingin ikut mencari Rania.
"Tidak bu, jika nanti Rania kembali. Dia menemukan orang di sini, lagi pula akan sangat bahaya jika wanita juga ikut. " Jelas pak Johan.
"Biarkan kami yang laki laki pergi mencari Rania ke dalam hutan" sambung nya.
Dengan berat hati, Bu Dila menuruti ucapan Pak Johan. Karena, ada benar nya juga apa yang pak Johan katakan.
"Baik lah, kami akan menunggu kalian di sini. Tolong temukan dia "
Pak Johan mengangguk pasti, lalu pergi membawa murid laki laki kembali ke dalam hutang untuk mencari Rania.
Sementara di dalam hutan, Rania berlari ketakutan. Lampu senter yang yang rusak masih ada di dalam genggaman nya.
Di dalam ke gelapan, Rania tanpa sadar melewati sebuah portal yang menjadi batas antara dunia manusia dan immortal.
Ketika langkah pertama Rania menginjak dunia immortal. Saat itu pula bumi dunia immortal terasa bergetar.
"Apa yang terjadi?" gumam Guntur. Dia merasakan sesuatu yang besar telah hadir .
"Apa kau juga merasakan nya Alpa?" tanya Guntur pada pria yang sudah tidak ada di samping nya.
"Alpa?"gumam nya melihat ke sana ke mari mencari keberadaan pria yang di panggil Alpa oleh nya.
Rania masih berlari, dia tidak tahu kemana arah dia pergi. Yang paling penting baginya saat ini, dia terhindar dari kejaran 3 serigala yang menakutkan itu.
Bruk!
Rania kembali terjatuh, dia berusaha untuk bangkit kembali. Tapi, kaki nya kembali terkilir. Sehingga Rania tidak bisa bergerak lagi.
"Sudah tidak ada harapan, mereka pasti akan memangsa ku" batin Rania.
Gadis itu menatap 3 serigala yang berhenti berlari, kemudian melangkah pelan kearah nya .
"Awuuuuu" serigala itu kembali melolong kuat, seakan akan mereka tengah bersorak gembira telah mendapatkan makanan lezat.
"Hust! Hust!" Rania berusaha mengusir, dia melempar senter rusak ke arah serigala, berharap hewan predator itu takut dan pergi jauh dari nya.
"Grrrr..."
Bukan nya pergi, serigala itu malah semakin marah. Dan berlati kearah nya.
"Aaakkkkk!!!" Rania berteriak ketakutan, dia menutup mata nya ketika melihat serigala melompat kearah nya.
Bruk
Serigala itu tiba-tiba terlempar menubruk pohon besar, hingga tak bisa bergerak.
Seekor serigala besar muncul dengan tiba-tiba dan menghadang serigala yang hendak menyerang Rania.
"Grrr.." geram nya terdengar marah. Mata tajam nya menatap dua ekor serigala liar yang bersiap bertarung dengan nya.
"Awwuuuuu" dua ekor serigala liar itu secara bersamaan berlari menyerang serigala besar.
Namun, lagi lagi serigala liar dapat di kalah kan dengan muda oleh serigala besar.
Melihat dari ukuran tubuhnya, tentu ketiga serigala liar itu bukanlah tandingan nya .
Setelah berhasil mengalahkan ketiga serigala itu. Serigala besar yang memiliki bulu yang sangat tebal dan berwarna gold agak kecoklatan. Mendekati Rania. Dia mengendus endus tubuh Rania yang tengah terbaring di rerumputan.
"Grrrr....."
Serigala itu menggeram kesenangan setelah menghirup aroma wangi lavender yang mencuat dari tubuh Rania.
"Mate! Mate!" Teriak seseorang di dalam pikiran serigala itu. Membuat serigala menggeram kesal, dia merasa kepalanya berdenyut karena teriakan itu.
"Diam lah Adam! Kau membuat kepala ku sakit!" Dengus serigala itu kesal.
"Ayo berganti Adit! Aku ingin memeluk Mate ku!"
"Grr..." Serigala itu kembali menggeram kesal.
Serigala besar itu pergi ke balik pohon besar, dia berganti sift. Kini serigala bersar sudah berganti menjadi seorang pria tampan.
Pria itu keluar dari balik pohon besar, tubuh kekar nya terlihat sangat jelas, karena pria itu tidak mengenakan baju. Dia hanya mengenakan celana panjang saja.
Pria itu mendekati Rania, dia menggendong wanita yang masih pingsan.
"Kasian Mate" gumam nya membelai pipi tembam Rania.
"Bawa dia ke pack kita Adam!" seru Adit, di dalam pikiran Adam.
Namun, Adam menggeleng pelan. Dia tidak bisa membawa Rania pulang. Belum saat nya Mate nya tinggal bersama nya di golden pack.
"Seperti nya Mate kita tersesat, dia di ganggu oleh para Rogue"
"Yah, Adam para brandalan itu membuat Mate kita terluka" sahut Adit.
Adam wils, sosok manusia serigala yang paling kuat. Tidak ada yang bisa melawan dirinya. Tidak ada pula yang berani membantah nya.
Sedangkan Adit wils, serigala yang bersemayam di dalam diri Adam. Mereka adalah satu, Adam dan Adit,
Golden Pack merupakan daerah kekuasaan Adam, tidak ada yang berani menyerangnya. Jika mereka melakukan hal itu, maka mereka harus siap kehilangan nyawa.
Adam adalah pria yang bersama Guntur tadi, dia merasakan sesuatu yang luar biasa dan mencium aroma wangi menusuk ke Indra penciuman nya.
Ketika menyadari kalau itu adalah aroma dari mate nya, Adam langsung berlari mengikuti arah aroma itu berasal, meninggalkan Guntur tanpa berkata.
Adam memutuskan untuk mengembalikan Rania ke perkemahan. Dengan menggunakan kekuatan nya, Adam dan Rania tiba di perkemahan dengan sangat cepat.
Jika Rania terbangun, mungkin dia akan kembali pingsan melihat apa yang terjadi pada dirinya.
Setelah tiba di perkemahan manusia itu, Adam membaringkan Mate nya di atas rerumputan yang tiba-tiba tumbuh menjadi kasur untuk Rania.
Adam sengaja membuat keributan, untuk memancing perhatian manusia agar mengetahui Rania berada di sana.
Benar, Bu Dila menoleh ke arah belakang tenda. Dia mengerut, seperti melihat sosok wanita yang terbaring.
"Siapa di sana???" tanya Bu Dila dengan suara keras.
"Bu, itu Rania!" Pekik Meli ketika lampu senternya menerpa wajah Rania.
Mereka segera mendekati Rania, mengangkat tubuh Rania bersama sama masuk ke dalam tenda.
" Dia pingsan Bu" ucap meli setelah memeriksa Rania.
Bu Dila langsung mengusapkan Minya kayu putih ke tubuh Rania, dan berbagai macam cara untuk menyadarkan Rania.
Tak lama setelah itu, pak Johan dan murid laki-laki kembali dari hutan. Mereka tidak bisa menemukan Rania, dengan wajah menyesal pak Johan menemui Bu Dila.
Bersyukur Bu Dilla memberitahukan pak Johan, jika Rania telah kembali.
Setelah mendengar cerita Rania di pagi hari, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali pulang. Hutan itu tidak aman bagi mereka sekarang.
Perkemahan yang di rencanakan 1 minggu lamanya, terpaksa di percepat menjadi 2 hari saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Author yang kece dong
semangat 😍
2022-11-14
2