Rania berhasil kabur dari gudang kumuh itu. Dia berlari di tengah hutan, bermodalkan cahaya rembulan sebagai penerangan matanya.
"Di mana ini sebenarnya?" gumamnya. Dia berputar, melihat ke sekeliling nya. Kemana dia harus pergi? di mana jalan keluar nya?.
Rania kembali teringat pada kejadian lalu, ketakutan kian menghampiri dirinya.
"Huh, bisa kah aku berharap kamu datang?"pikir nya. Dia berharap seseorang datang, pria yang selama ini dia benci. Tapi, entah mengapa saat ini Rania berharap dia datang menyelamatkan dirinya.
Rania terus berlari membelah hutan. Ranting pohon dan juga semak belukar terasa menggores di kulit kaki nya.
Saat ini, Rania masih mengenakan seragam sekolah. Rok selutut dengan kemeja putih, kotak kotak di bagian lengan pendeknya.
"Dingin nya" Rania memeluk tubuhnya sendiri, langkah nya kian lama semakin menekan. Dia sudah tidak sanggup berlari lagi.
"Kenapa hutan ini terlalu luas? aku tidak sanggup untuk berlari lagi"
Rania memilih duduk di salah satu akar pohon besar. Nafas nya terengah, mata nya terus menatap was was ke sekeliling nya.
Setelah cukup melepas penat, dia kembali melanjutkan langkah kakinya.
"Bibi, bantu aku...." teriak nya dalam hati.
Teg.
Sebuah kontak langsung berdetak di hati Claudia. Dia menemukan lokasi Adsila saat ini.
"Alpa, aku menemukan Luna. Dia memang berada di hutan itu. Di bagian timur hutan terlarang!" mindlink Claudia pada Adam.
Tanpa menjawab, Adam langsung menutup mindlink nya. Dia ingin fokus mencari mate nya.
"Bertahan lah sayang, aku akan tiba di sana. Menyelamatkan kamu!" batin Adam, Adit mendengarnya dan dia langsung menyela.
"Mate kita Adam! kita yang menyelamatkan nya. Bukan hanya diri mu!"
Adam memutar bola matanya,di situasi seperti ini, Adit masih sempat mendebat dirinya.
Sedangkan di gudang kumuh itu. Rombongan pria yang menangkap Rania terkejut melihat gudang telah kosong.
"Sial! dia kabur!" seru salah satu dari mereka.
"Apa? bagaimana mungkin!" sahut yang lain. Mereka langsung memeriksa gudang itu, mencari Rania yang mungkin bersembunyi di tempat lain.
Setelah memeriksa, ternyata wanita yang mereka Tawan benar benar sudah pergi.
"Dia sudah pergi, tapi aku yakin dia belum jauh!"
"Benar, aku juga berpikir begitu. Bau nya juga masih terasa pekat! sahut yang lain.
"Ayo kita cari!"seru satu nya lagi.
Mereka mengangguk kompak, lalu secara bersama mengikuti kemana arah aroma tubuh Rania.
"Itu Dia!!!" Seru salah satu dari pria itu yang melihat Rania.
Sontak saja, Rania terkejut dan semakin menambah kecepatan larinya.
"Mati aku, mereka mengejar ku!" pekik Rania dalam hati.
Gadis itu berlari tanpa memperdulikan rasa sakit dan perih di telapak kakinya. Sepatu yang dia kenakan sudah bolong terkena ranting pohon yang runcing.
"Tangkap dia!!!" seru mereka.
Bruk..
Tubuh Rania terpental, kaki nya tidak sengaja tersandung akar pohon.
Rania segera bangkit, namun dia tidak bisa kembali berlari. Kaki nya tiba tiba keram sebelah kanan.
Dia berbalik, menatap keempat pria itu yang sudah memelankan langkah kaki mereka.
"Hahaha...Mau lari kemana kau huh? kau pikir bisa kabur?" ucap salah satu pria yang berbadan besar.
Rania beringsut mundur, menyeret kakinya yang masih sangat keram.
Di dalam hatinya, Rania berharap mendengar sebuah bisikan lagi.
"Kenapa bisikan itu tidak muncul lagi??? Kenapa???" teriak nya dalam hati.
"Adam..Adam... Tolong aku" batin nya.
"Mau kemana kau huh?"
"Tidak! lepaskan aku. Aku tidak mau ikut kalian!" teriak Rania memberontak, saat mereka berusaha ingin menyeretnya pergi.
"Aku mohon datang lah!!! Tolong aku Adam! Adam! Adam!"
Awuuuuuuuu.
Bug.
Brak.
"Akhh.."
Seekor serigala besar tiba tiba muncul. Dia menghadang semua pria yang mendekati Rania.
"Grrrr" dia menggeram, menatap para pria yang tak lain dan tidak bukan merupakan vampir berdarah serigala.
Mereka adalah sebagian anggota Rogue. Tidak memiliki pemimpin dan tidak memiliki tempat untuk pulang.
Vampir berdarah serigala ini, tidak bisa berubah bentuk. Mereka hanya licik dan pintar mengadu domba. Tidak memiliki kekuatan khusus, bahkan mereka sangat mudah untuk di lumpuhkan.
Rania melihat serigala besar itu melawan pria jahat yang menculik nya.
Mata nya menyipit, ingatan nya melayang seperti pernah melihat serigala ini. Tapi di mana??
"Apa aku pernah melihat nya?"
Setelah mengalahkan keempat pria itu. Serigala besar yang tak lain adalah Adit, berbalik kearah Rania.
"Ada apa, mengapa dia berjalan ke arah ku??* panik nya.
Serigala besar itu menyeringai, memperlihatkan deretan gigi dan juga taring besar nya.
Hal itu membuat dia terlihat semakin menyeramkan.
Brak.
Rania jatuh terhenyak di tanah, dia sudah pasrah dengan kehidupan nya yang tidak pernah beruntung itu.
"Dia pasti ingin memakan aku yang semok ini" gumam nya, membuat Adam terkekeh di dalam sana mendengar lirihan mate nya.
"Dia lucu"gumam Adit. Dia terus mengikis jarak antara dirinya dan mate nya.
"Ja-ng.~"
Rania tergeletak di tanah, dia sudah tidak sadarkan diri.
Ketakutan nya membuat kegelapan menguasai dirinya.
"Kau menakutinya!" omel Adam
"Tidak, aku tidak bermaksud begitu!" sahut Adit. Dia mendekati Rania, mengendus aroma khas yang memabukkan dari tubuh mate nya.
Adit juga menjilati wajah mate nya, membuat wanita itu kembali tersadar.
"Di-dia maa..." Dia kembali pingsan, kali ini pingsan nya tidak bisa di bangunkan lagi. Sudah berkali kali Adit menjilatinya, namun Rania tetap tidak terbangun.
"Seperti nya dia benar-benar pingsan" ungkap Adam.
Akhirnya Adam dan Adit kembali berganti sift. Mereka berlari ke balik pohon besar, lalu berganti sift di sana.
Kini Adam keluar dari balik pohon besar itu. Lalu kembali mendekati mate nya.
Dengan hati hati dia menggendong mate nya, lalu dengan menggunakan kekuatan serigala nya, Adam melesat meninggalkan hutan.
"Alpa!" panggil Gamma saat melihat pemimpinnya keluar dari dalam hutan. Rania berada di dalam gendongan nya.
"Buka pintu nya!" tidak Adam.
Gamma langsung bergerak cepat membukakan pintu, agar Adam dengan mudah membaringkan Rania di dalam mobil.
Setelah mengetahui lokasi Rania, Adam langsung memerintahkan Gamma untuk mengambil mobil nyam Mereka tadi tidak menggunakan mobil karena terburu-buru untuk pergi.
Mereka pulang ke rumah Rania, tida membutuhkan waktu yang lama. Karena mereka menggunakan kekuatan magis.
Mencari Rania, mengapa terlalu lama?.
Hal itu di karenakan Rania tidak sadar. Kekuatan magis Gamma , Adam dan Claudia tidak bisa merasakan kehadiran Rania, maka nya mereka kesulitan menemukan Rania.
"Adam.. Tolong aku..." desis Rania dalam tidurnya, dia tiba-tiba memeluk lengan Adam.
"Dia mengharapkan kita yang menyelamatkan nya" ujar Adit .
"Bukan kita, tapi aku!"sela Adam, membuat hati Adit terasa panas.
"Terserah kau saja" gumam Adit. Dia malas melawan Adam, mereka tidak perlu bertengkar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments