Setelah pulang dari perkemahan itu, Rania menjalani kehidupan nya seperti semula.
Pergi dan pulang sekolah berjalan kaki. Jarak rumah dengan sekolah nya cukup jauh. Namun, karena rumah Rania lumayan dekat dengan halte, jadi dia bisa menggunakan bus untuk pergi ke sekolah.
Seperti saat ini, Rania baru saja pulang dari sekolah. Dia berjalan kaki menyusuri jalan setapak dari halte.
Sangat segar, udara yang Rania hirup sangat segar. Meskipun saat ini sudah pukul 3 sore. Namun, udara masih terasa segar dan bersih.
Pepohonan yang rimbun membuat udara tetap terjaga.
Di sepanjang jalan setapak, dan juga di sekitar rumah warga yang berjarak sangat jauh antar rumah ke rumah. Terdapat banyak pohon pohon besar.
Jika di lihat dari atas langit menggunakan drone, daerah tempat tinggal Rania terlihat seperti hutan, saking rimbun nya pohon pohon itu.
Awal nya, Rania berjalan dengan santai. Namun, lama kelamaan gadis itu melangkah lebih cepat
Dia merasa ada orang yang sedang mengikutinya.
Karena merasa penasaran, Rania berjalan dengan cepat, lalu dengan tiba tiba dia berbalik. Agar orang yang sedang mengikuti nya tidak sempat bersembunyi.
"Siapa di sana?" Seru nya.
Rania melirik ke sana kemari, tidak ada siapapun di sana. Hanya dia dan hembusan angin.
"Huh, apa ini perasaan ku saja?" Gumam nya.
Rania kembali melanjutkan langkah nya. Sebentar lagi dia akan tiba di rumah.
KREK.
Lagi dan lagi, dia mendengar suara grasak grusuk itu, membuat jantung nya berdegup kencang.
Dia berusaha mengabaikan nya, berusaha tetap tenang.
Semakin lama, grasak grusuk itu semakin terdengar. Membuat Rania semakin panik dan langsung berlari kencang tanpa menoleh ke belakang.
Rumah nya sudah terlihat.
KREK!
KREK!
"Akkhh!!!!"
Seekor kucing jatuh dari atas pohon, membuat Rania terkejut dan langsung berlari kencang.
Blam!
Rania langsung menutup pintu rumah nya dengan hempasan kuat, lalu menguncinya dari dalam.
Wanita paru baya yang sedang duduk di kursi, terkejut mendengar hempasan keras dari pintu.
Wanita itu menoleh kearah pintu, dia melihat keponakan nya tengah bersandar di pintu dengan nafas tersengal sengal.
Wanita itu menghampiri Rania, dia merasa cemas dan khawatir melihat kondisi keponakan nya yang terlihat seperti habis di kejar anjing.
Rania menoleh, dia masih sibuk menetralkan nafas nya. Rania tidak sempat menjawab pertanyaan dari bibi nya.
Claudia, wanita 45 tahun. Dia adalah bibi Rania, keluarga satu satunya yang Rania punya.
Claudia menuntun keponakan nya duduk di sofa, lalu dia mengambilkan Rania air minum.
"Nih, minum dulu" ucap Claudia sambil menyodorkan segelas air putih.
Rania menerima nya, lalu meneguk habis segelas air putih itu.
"Nak, apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti di kejar hantu begini?" tanya Claudia penasaran. Mata nya menatap keponakan nya khawatir.
"Ada seseorang yang mengikuti aku Bi, aku tidak tahu siapa, tapi aku merasa ada yang mengikuti ku" jelas Rania, nafas nya masih tersengal sengal.
"Siapa? Kenapa mereka mengikuti kamu?"
Rania menggeleng, dia juga tidak tahu siapa yang mengikutinya.
Claudia terdiam, dia berpikir keras. Siapa yang telah mengikuti keponakan nya.
"Bi, aku merasa sejak tersesat di hutan itu. Tubuh ku sedikit aneh"ucap Rania memberitahu bibi nya tentang apa yang dia rasakan pada bibi nya.
Claudia sudah tahu, namun dia berpura-pura tidak menanggapinya dengan baik.
"Mungkin karena kamu ke kelahan, atau karena efek kamu takut, dan trauma" sahut Claudia.
Rania mengangguk pelan, mungkin ucapan bibi nya ada benar nya juga.
"Ya sudah, kamu mandi dulu. Lalu kita akan makan bersama"
"Iya bi" jawab Rania patuh, dia segera berlalu pergi ke kamar nya.
Sedangkan Claudia termenung seorang diri di ruang tengah, dia mulai merasa khawatir dengan keponakan nya.
"Apa mereka sudah mulai mengetahui keberadaan Rania?"
"Tidak! Ini tidak bisa di biarkan, Rania dalam bahaya jika mereka mengetahuinya!" gumam Claudia mulai cemas dengan Rania.
Malam hari nya, Rania duduk di balkon kamar nya. Mata nya menatap jauh ke langit malam.
Di dalam pikiran Rania, berputar kembali kejadian aneh yang dia alami. Seperti mimpi, dia melihat seekor Serigala besar yang terlihat sangat mengagumkan.
Namun, penglihatan nya tidak terlalu jelas. Semuanya tampak samar samar, sehingga membuat Rania merasa kesal.
Kejadian di hutan itu terasa seperti misteri bagi Rania.
Bagaimana tidak?
Dia tersesat di hutan, dia bertemu dengan serigala liar. Dia pikir, dia tidak akan selamat. Serigala itu pasti akan memakan dirinya.
Namun, kenyataan nya tidak. Dia masih hidup, dan sehat. Meskipun kakinya sempat terkilir.
Rania merasa semua itu adalah mimpi. Tetapi, kata Bu guru dan juga teman teman nya. Dia memang benar benar tertinggal di hutan. Dia tidak di temukan di mana pun. Lalu, dengan tiba-tiba Bu guru menemukan dia sudah pingsan di dekat tenda.
Aneh bukan?
Bagaimana dia bisa selamat dari serigala itu, lalu bagaimana dia bisa tiba di perkemahan.
"Arrggg!!!", Erang Rania frustasi. Ini sungguh di luar nalar nya.
Di sela sela keputusasaan nya, Rania merasa ada orang yang sedang memperhatikan diri nya dari jauh.
Rania melihat ke bawah, ke halaman rumah nya. Dia tidak melihat siapapun di sana.
"Kenapa aku selalu merasa ada seseorang yang memperhatikan aku?"gumam nya.
Rania memeluk tubuhnya sendiri, dia merasakan dingin nya angin malam mulai menerpa kulit nya.
Rania pun pergi masuk ke dalam, dia menutup pintu balkon. Lalu, dia juga menutup kain gorden. Agar Seseorang tidak bisa melihat nya dari luar sana.
Rania pun naik keatas ranjang, berbaring terlentang menatap langit langit kamar.
"Lindungi aku tuhan, aku tidak mau sesuatu yang buruk mendekati Ku" doa Rania di dalam hati, sebelum dia memejamkan mata nya.
Di luar sana, Adam menatap kamar Rania dengan senyum manis nya. Dia merasa bahagia bisa melihat mate nya, meskipun hanya dari jauh.
Yah, yang mengikuti dan memperhatikan Rania adalah Adam. Dia terus mengawasi mate nya dari jauh.
Adam tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mate nya. Cukup serigala liar itu membuat Mate nya ketakutan.
Tidak lagi, Adam tidak akan membiarkan nya sendiri lagi.
Berbeda dengan manusia serigala lain nya, jika mereka sudah menemukan Mate nya, mereka menjadi overprotektif, membawa mate nya bersama nya.
Namun Adam, dia tidak bisa melakukan hal itu. Dia harus menahan dirinya, agar mate nya tetap aman. Setelah waktu nya telah tiba, maka dia akan membawa mate nya ikut bersama nya di mansion pack.
Senyum yang tadi terukir di bibir tebal Adam, kini berubah menjadi kerutan khawatir.
Adam merasakan kegelisahan yang mate nya rasakan.
"Apa kau merasakan nya Adam?" ujar Adit di dalam pikiran nya.
"Yah, aku merasakan nya Adit. Seperti nya Mate kita sedang gelisah"jawab Adam di dalam pikiran nya.
Adam pun memutuskan untuk menyelinap ke dalam kamar tidur Rania.
Dengan menggunakan kekuatan serigala nya, Adam berhasil masuk ke dalam. Dia menatap mate nya yang sedang tertidur di atas ranjang.
Kening Rania terlihat mengerut, tubuh nya juga bergerak gelisah.
"Seperti nya dia sedang bermimpi buruk" gumam Adam.
Pria itu segera menyentuh kening mate nya, Adam berusaha menghapus mimpi buruk dari tidur Rania.
Benar saja, perlahan gadis itu mulai tenang dan tidak gelisah lagi.
"Dia sangat cantik Adam" ungkap Adit.
"Yah, mate ku, calon Luna ku. Dia tentu sangat cantik"
Adam ikut berbaring di samping Rania, merengkuh tubuh sintal gadis itu masuk ke dalam pelukan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Author yang kece dong
lanjut kak
2022-11-15
0