WHO ARE YOU?

Di tengah malam, tepat nya pukul 12 malam. Rania terbangun dari tidurnya. Dia mendengar suara lolongan serigala saling bersahutan.

"Ada apa ini?" gumam nya.

Karena rasa penasaran nya, Rania turun dari ranjang, kemudian berjalan pelan menuju ke balkon.

Gadis cantik itu mengintip dari balik gorden jendela.

"Oh God??"

Betapa terkejut nya Rania, saat melihat orang orang berlari kencang masuk ke dalam hutan.

Paling mengejutkan dirinya adalah, ketika melihat salah satu maid yang mengantar makan malam kepadanya tadi melompat tinggi, lalu beberapa detik kemudian dia berubah menjadi seekor serigala.

"Se-serigala?" Rania menutup mulut nya, dia tidak percaya dengan aoa yang baru saja dia lihat.

Di saat keterkejutan nya, Rania melihat kearah samping balkon. Di sana terlihat Adam tengah berdiri bersama Gamma. Entah apa yang mereka lakukan, yang pasti Rania melihat kedua pria itu menengadah keatas.

"Apa yang mereka lakukan?" pikir Rania. Dia masih memperhatikan mereka.

Awuuuuuu.....

Tiba-tiba Adam melolong seperti serigala. Lalu, beberapa detik kemudian. Adam berubah menjadi seekor serigala besar berwarna coklat keemasan.

Kedua mata Rania membola melihatnya.

"Bagaimana mungkin? dia bukan seorang manusia. Tapi, seekor serigala jadi jadian?"

Rania menggelengkan kepalanya,dia mencubit cubit tangan nya. Berharap dia sedang bermimpi dan ingin segera bangun.

Namun, sekeras apapun Rania berusaha. Dia tetap merasakan sakit ketika dia mencubit dirinya sendiri.Pertanda ini bukanlah mimpi.

"Jadi, serigala yang masuk ke dalam mimpi ku adalah dia? "

"Ah bukan, aku tidak bermimpi, tapi itu kenyataan! serigala itu juga yang menolong ku saat di tengah hutan kemarin" gumam Rania kembali mengingat kejadian kejadian aneh pada hidup nya.

Moment mengerikan yang selama ini dia anggap mimpi, hari ini dia meyakini kalau itu bukan lah mimpi, tapi nyata!.

Rania berlari masuk ke dalam kamar nya, dia menutup seluruh pintu saat tatapan mata nya bertemu dengan tatapan mata serigala besar itu.

"Dia melihat nya" Gumam Adit.

Gamma menoleh,dia melihat kearah balkon kamar alpa nya.

"Bagaimana ini alpa, Luna pasti akan terkejut dan ketakutan" ujar Gamma.

Adit tidak menjawab,dia melompat keatas balkon yang tinggi. Lalu, menggunakan kaki kuat nya, dia menendang pintu balkon.

Brak!

"Akkk!!! pergi! jangan ganggu aku!!" teriak Rania histeris.Dia melempar bantal dan semua barang barang yang ada di sekitarnya kearah serigala besar itu.

"Sayang!"

Deg.

Pergerakan Rania terhenti, dia terkejut mendengar suara serigala itu.

"Kau bisa berbicara?" serunya.

"Tentu sayang, aku bisa berbicara, bahkan aku bisa mengangkat tubuh mu seperti kuda" jawab Adit penuh percaya diri.

Rania cukup takjub, dia melupakan rasa takut nya pada Adit.

"Siapa kau?" tanya Rania.

Adit menyeringai pada Rania, memperlihatkan taring tajam yang meneteskan air liur berbisanya.

Bukan nya takut, Rania malah terkesima melihat nya.

"Siapa kau??" teriak Rania lagi.

Dengan gagah, Adit berdiri di bawah cahaya bulan yang menyelinap masuk ke dalam kamar melalu kaca jendela yang terbuka.

"Aku, Mate mu. Belahan jiwa mu yang gagah perkasa!"

"What? mengapa kau sama seperti Adam. Dia selalu mengatakan hal itu" dengus Rania kesal.

Mendengar jawaban Rania, membuat Adit berdecak kesal. Dia sangat tidak suka jika di samakan dengan Adam.

Sedangkan Adam, tertawa senang mendengar ucapan mate nya.

"Tentu saja Mate. Aku dan dia adalah satu. Adam adalah aku dan Aku adalah Adam. Dia versi manusia, dan aku versi serigala nya" jelas Adit terdengar malas.

"Aku tidak bisa percaya ini. Ternyata di dunia ini benar-benar ada manusia jadi jadian seperti ini" gumam Rania.

"Tentu Honey, semuanya ada di dunia nyata ini. Bukan hanya kami, masih banyak yang belum kau tahu"

"Benarkah?" Rania mendadak teringat dengan Brain. Mungkin brain juga bukan manusia.

"Yes Honey, di dunia ini bukan hanya manusia saja. Melainkan ada mahkluk lain yang juga menumpang hidup di dunia ini"

"Humm... Bagaimana dengan makhluk yang meminum darah?"

Adit terdiam, dia menatap wajah mate nya serius.

"Seperti Vampir maksud mu?" tebak Adit.

"Yah, apa mereka juga nyata?" sahut Rania.

"Tentu, mereka juga ada di dunia ini. Dan Teman mu yang selalu membuat ku ingin mematahkan tulang lehernya, juga adalah vampir!"

Deg

Jantung Rania berdegup cepat. Ternyata dugaan nya benar. Brain bukanlah manusia.

"Tapi, dia tidak memakan darah manusia. Dia sudah bertapa 50 tahun agar bisa meminum darah hewan saja" tambah Adit.

Rania mengangguk mengerti, akhirnya dia mengerti secara perlahan dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya.

Orang orang aneh yang selama ini dia temui, kemungkinan bukanlah manusia seperti dirinya.

Rania tersenyum, beberapa saat mengobrol dengan Adit. Membuat Rania tidak memiliki rasa takut lagi pada hewan buas itu.

Dia perlahan mendekati Adit, mengulurkan sebelah tangan nya untuk mengusap bagian wajah lebar Adit.

"Kau sangat besar, apakah kau pemimpin dari semua serigala di sini?" tanya Rania sambil mengusap bulu halus Adit.

Sentuhan lembut Rania, membuat Adit memejamkan matanya. Dia sangat menikmati sentuhan hangat itu. Ingin sekali Adit menggauli Rania saat ini juga.

Namun, serigala besar itu menahan nya. Dia ingin melakukan nya ketika mereka sudah menikah nanti.

"Aku adalah raja dari seluruh Alpa di sini, dan kau adalah ratunya. My Queen Luna " ucap Adit.

Rania tersenyum geli, dia berpikir jika Adit sedang menggombal dirinya.

"Waw, kau sangat pintar bergombal. Memangnya apa itu Alpa dan apa itu Luna. Aku tidak tahu, mengapa semuanya orang memanggil ku seperti itu!"

"Alpa adalah seorang pemimpin, jika di ibaratkan di dalam kerajaan, alpa itu sama dengan Raja. Karena aku adalah pemimpin dari segala bangsa dunia immortal. Karena itulah aku di beri gelar King Alpa Adam Wils. "

"Narsis!" cibir Adam dari dalam sana.

"Luna adalah pasangan Alpa honey. Dan kau menduduki posisi itu!" tambah Adit. Dia menjilati pipi Rania.

"Ihh Adit, geli!" lenguh Rania mencoba menghindari jilatan Adit.

Rania merasa nyaman bersama Adit. Dia memberanikan diri untuk memeluk serigala besar itu.

"Adit, aku penasaran. Mengapa kalian bisa berubah seperti itu? pasti itu sangat menyenangkan"

Adam terkekeh pelan, dia sangat gemas mendengar pertanyaan mate nya. Dia ingin berganti sift dengan Adit. Namun, serigala egois itu malah mengunci Adam, sehingga dia tidak bisa berganti sift.

"Biarkan aku menikmatinya dulu Adam!" dengus Adit di pikiran nya.

"Adit, aku masih bingung. Mengapa kalian memilih ku? mengapa tidak wanita lain?" Rania menatap mata tajam dan terlihat buas milik Adit.

"Kau adalah wanita berharga dan istimewa pilihan Dewi bulan, kau dan aku akan menjalani kehidupan hingga akhir hayat sweetie" jawab Adit, membuat Rania terbuai mendengar nya.

"Kau berbicara terlalu manis, berbeda dengan Adam" puji Rania. Dia tidak tahu jika Adam bisa mendengarnya dari dalam sana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!