Di bawah sinar matahari yang melesat masuk melalui cela jendela, Adam duduk di kursi kebesaran nya.
Mata Adam menatap keluar jendela, melihat dedaunan pohon yang menghijau. Sementara pikiran nya melayang pada Mate nya. Belahan jiwa, jodoh yang sudah di takdir kan oleh moon goddess untuk dirinya.
Namun, entah apa rencana sang Dewi bulan. Jodoh yang di takdir kan untuk dirinya, malah tidak bisa dia bawa masuk ke pack (wilayah kekuasaan).
"Alpha!"
Adam tersentak dari lamunannya. Suara Guntur mengagetkan dirinya.
"Ada apa Guntur, kau datang terlalu tiba-tiba!" ucap Adam menatap Guntur kesal.
Guntur menunduk hormat, dia menyesali perbuatannya.
"Maaf Alpa" sesalnya.
Adam mengangguk pelan, menerima permintaan maaf dari sang Beta (wakil pemimpin).
"Bolehkah aku bertanya, kemana Alpa 2 hari yang lalu?"
Adam terdiam, pikiran nya kembali melayang pada Rania. Mate nya,calon Luna Golden pack.
"Alpa!" panggil Guntur lagi, karena Adam tak kunjung menjawabnya.
"Aku pergi ke dunia manusia!"
"Apa!" mata Guntur hampir copot, mulutnya terbuka lebar setelah mendengar jawaban pemimpi nya.
"Alpa, apa anda tidak bercanda? apa yang anda lakukan di sana alpa?"tanya Guntur penasaran.
"Sesuatu yang sangat penting, kehidupan pack ini bergantung padanya!"jawab Adam ambigu. Guntur tidak bisa menebaknya.
Namun, pria itu tidak mempermasalahkan hal itu. Dia percaya, apapun yang alpa nya lakukan, itu pasti demi kepentingan rakyat Goldenmoon pack.
"Oh iya Alpa, apa yang anda pikirkan soal getaran hebat itu?"
"Sebenarnya itu di akibatkan oleh seorang manusia menginjakkan kakinya ke dunia kita!" jelas Adam.
"Bagaimana mungkin seorang manusia bisa melakukan hal itu alpa. Apa pertahanan kita sudah melemah, atau malah dia manusia luar biasa. Sehingga mampu menggoyangkan dunia ini"
"Dia wanita yang hebat Guntur, dia memiliki pengaruh yang besar pada dunia kita. Terutama Goldenmoon pack!"
"Maksud alpa?" Guntur mengerut tidak mengerti.
"Dia adalah Luna kalian, wanita yang akan memimpin bangsa ini bersama ku" jawab Adam.
alang kepalang, Guntur kembali melongo di buatnya. Jawaban Adam sungguh membuat Guntur hampir pingsan.
"Alpa, apa Luna kami adalah seorang manusia?"
Adam menggeleng, sejujurnya dia juga tidak yakin soal ras Luna nya. Yang jelas di pikiran nya, dia sudah menemukan sang belahan jiwa.
"Kita lihat saja nanti, tolong kau rahasiakan ini dulu. Sampai aku bisa membawanya tinggal bersama kita" ucap Adam.
Guntur mengangguk pasti, tentu saja dia akan menjaga rahasia ini. Demi bangsa dan ras mereka.
Tuk! Tuk!!
Secara serempak Adam dan Guntur menoleh kearah pintu. Dengan anggukan kepala, Adam mempersilahkan prajurit nya masuk.
"Lapor Alpa, pack bagian timur telah di serang oleh Rogue" lapor warior tersebut.
"Apa!" Guntur menggeram, seketika kebuasan nya muncul.
Guntur sangat benci pada Rague, bangsa serigala yang tidak memiliki kelompok. Mereka adalah serigala liar yang tidak memiliki pemimpin. Tidak memiliki rumah untuk pulang.
Rogue merupakan serigala yang pack nya sudah hancur. Mereka yang berkeliaran karena tidak mau di pimpin oleh bangsa lain. Istilah nya pemberontak.
"Bumi hanguskan mereka! jangan sampai ada yang tersisa!" titah Adam.
"Nona muda ada di sana alpa" ucap warior itu lagi, seketika itu membuat darah Adam langsung mendidih. Begitu juga dengan Guntur.
"Apa? mate ku ada di sana??" gumam Guntur mengepalkan tinju nya.
Tampa di beri aba aba, Guntur sudah melesat pergi ke lokasi penyerangan.
"Lakukan perintah ku!", ucap Adam, dia juga melesat cepat mengikuti Guntur.
Mawar Wils, adalah saudara perempuan Adam wils. Mereka hanya tersisa berdua, semua keluarnya telah meninggal karena sebuah perang.
Adam sangat mencintai adik nya, dia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti adik nya. Termasuk Guntur, jika saja adik nya menangis karena Guntur, maka pria itu akan mati di tangan nya.
Beruntung nya, Guntur merupakan serigala yang sangat mencintai mate nya. Belahan jiwanya. Dia mencintai Mawar melebihi dia mencintai dirinya sendiri.
Sesampainya di bagian timur pack. Adam melihat beberapa Rogue masih terus melawan warior nya.
Sedangkan Mawar, terduduk di tanah menahan sakit di lengan nya.
Melihat adik nya meringis kesakitan, kemarahan Adam seketika langsung berkobar.
"Mati saja kau!!!!" teriaknya penuh amarah, hutan sebelah timur bergetar ketika mendengar teriakan Adam.
Pria itu melompat ke udara, seketika itu Adit mengambil alih tubuh nya.
Adam berubah menjadi serigala besar, dia mengejar dan mengoyak setiap lawan yang masih terlihat bernyawa .
Tidak menunggu waktu yang lama. Adam berhasil melumpuhkan semua musuh.
Seekor Serigala gagah, berdiri dengan kaki kaki yang Koko. Dada membusung, memperlihatkan bahwa dia adalah seorang serigala kuat dan pemimpin negeri Goldenmoon pack. Alpa dari berbagai pack lain nya.
"Mawar, bertahan lah. Aku akan membawa mu ke rumah sakit pack!" Guntur langsung menggendong mate nya, lalu melesat pergi membawa mate nya ke rumah sakit.
Guntur merasakan sakit yang sangat di tubuhnya. Dia tahu jika itu bukanlah dari tubuh nya, melainkan dari tubuh mate nya.
"Bersabarlah mate" gumam nya terus menguatkan sang belahan jiwa.
Mawar tidak menjawab, dia lebih memilih menutup mata dengan kening mengerut.
Sesampainya di rumah sakit pack.
"Dokter!!! Dokter!!!", teriak Guntur pada tabib yang sudah mereka panggil dengan panggilan dokter. Sama seperti di dunia manusia.
"Ada apa ini Beta? kenapa dia terluka Seperti ini?" ucap dokter Mel, dia terkejut melihat kondisi Mawar.
Gadis itu di baringkan di atas tempat tidur, dia langsung di periksa oleh dokter Meli.
Serah memeriksa Mawar, Meli menghampiri Guntur.
"Bagaimana Mate ku?" tanya Guntur dengan raut khawatir.
Meli menghela nafas dalam, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Karena mate nya terkena racun wolfsbane.
Wolfsbane adalah racun yang sangat berbahaya bagi manusia serigala. Mereka bisa mati jika terkena racun itu.
Penawar racun itu juga sangat sulit di temukan.
"Meli jawab! kenapa kamu diam saja!" Guntur menggoyang goyangkan bahu meli agar tersadar dari lamunannya.
"Eh iya Guntur, maaf"
"Apa yang terjadi pada mate ku!!" tanya Guntur kembali mengulang pertanyaan.
"Dia terkena wolfsbane!"
Deg.
Satu kata yang membuat jantung Guntur seakan berhenti berdetak. Dia perlahan mundur dan menggeleng.
"Lakukan sesuatu meli! aku tidak mau kehilangan kekasih ku, belahan jiwa ku!"
Guntur berlari menghampiri mate nya yang terbaring di atas ranjang rumah sakit. Dia menggenggam tangan Mawar, lalu mengecupnya berkali kali.
"Alpa, hanya dia yang bisa menyembuhkan adik nya Beta"
Tubuh Guntur langsung menegak, dia langsung menghubungi alpa nya melalui mindlink.
"Alpa, segera lah datang ke sini. Mate ku dalam bahaya" ucap Guntur dalam pikiran nya.
"Apa yang terjadi? aku akan segera ke sana!" jawab Adam, lalu dia memutuskan mindlink nya secara sepihak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments