Pria aneh

Ada tiba di rumah sakit Pack, dia melihat kondisi adik nya yang semakin melemah.

"Alpa" sambut Meli memberi hormat.

Adam tidak menghiraukan hal itu, dia langsung mendekati ranjang adik nya. memegang tangan adiknya yang tadi di pegang oleh Guntur.

"Alpa, tolong bantu Mate ku, tolong sembuhkan dia" mohon Guntur.

"Adit, bagaimana ini?" ucap Adam me mindlink wolf nya.

"Bangkitkan jiwa penyembuhan Mawar, dia akan menyembuhkan dirinya sendiri Adam!" jawab Adit di dalam pikiran Adam.

Adam pun mengangguk pelan, dia meminta Meli dan Guntur mengambil jarak dari mereka.

"Tolong menjauh lah!" titah Adam.

Setelah kedua orang itu menjauh, barulah Adam duduk di lantai, di samping adik nya. Dengan kedua tangan mereka saling menaut, Adam memejamkan mata dan membacakan mantra untuk membangkitkan energi dari dalam tubuh adiknya

Menjadi seorang Alpa yang paling di takuti, Adam wajib mengetahui segalanya. Papa dan Mama nya sudah menurunkan segala sesuatu yang akan berguna nantinya untuk Adam.

Selama 10 menit Adam terdiam dengan mulut komat kamit, akhirnya dia membuka mata dan melepaskan tangan adiknya.

Dia berdiri, melangkah mundur memberi jarak dari ranjang adiknya.

Beberapa saat kemudian, ranjang mawar mulai bergetar, cahaya kuning memancar dari dalam tubuhnya.

"Alpa.." ucap Guntur khawatir, dia takut terjadi sesuatu pada mate nya.

"Diam dan lihat saja!" ucap Adam menggeram. Membuat Guntur langsung terdiam.

Perlahan tubuh mawar terangkat keatas, cahaya kuning itu seakan menelan habis tubuh gadis itu.

Setelah mengambang ke udara, pelan pelan tubuh Mawar kembali turun dan cahayanya kuning mulai memudar secara perlahan.

Fyuuu...

Adam bernafas lega, adik nya sudah mulai membaik. Dia dapat merasakan hal itu.

"Eng..." lenguh Mawar menggeliat pelan.

Guntur langsung mendekati mate nya, meraih tangan mate nya, mengecupnya bertubi-tubi.

"Sayang, honey...Kamu dengar aku?" panggil Guntur mencoba menyadarkan mate nya.

"Sungguh luar biasa, adik Alpa mengapa tidak menjadi dokter saja?" kata meli takjub dengan apa yang baru saja dia lihat.

Adam menggeleng, Mawar tidak bisa menjadi seorang dokter. Kekuatan nya tidak bisa sering di gunakan. Energi mawar akan berkurang dan bisa saja mengancam nyawanya.

...----------------...

Kembali ke dunia manusia.

Setelah terkena hukuman, Rania kembali masuk ke dalam kelas. Dia terlihat sangat lelah, tubuh nya di basahi oleh keringat.

Baru beberapa menit duduk di dalam kelas, bel pun berbunyi, menandakan sekolah hari ini telah berakhir.

"Huh...Aku sangat lelah!" gumam nya.

Rania keluar dari ruang kelas dengan langkah gontai, tubuh nya terasa sangat lemas .

"Rania!!!" panggil Brain.

Rania tidak menoleh, dia sudah sangat lelah. Jadi, Brain lah yang berlari menghampiri dirinya.

"Hei, kamu marah sama aku?" tanya Brain.

Rania menggeleng pelan, dia tidak marah pada pria itu. Dia tidak punya alasan untuk marah.

"Lalu, kenapa kau seperti mengacuhkan aku"

"Tidak Brain, aku hanya lelah. Kau tahu? toilet di sekolah kita ini sangat luas dan kotor!" ungkap Rania.

Mereka berjalan beriringan keluar dari pekarangan sekolah. Rania berjalan menuju Halte, Brain pun mengikutinya.

"Rania, bagaimana kalau kita pergi ke Mall?"

Rania menghentikan langkahnya, dia mengeluarkan dompet dari dalam saku.

"Tidak perlu, kali ini aku yang akan mentraktir mu!" ucap Brain menahan tangan Rania yang hendak membuka dompetnya.

Rania terdiam, dia berpikir sejenak. Kemudian Rania mengangguk setuju.

Setelah kejadian di hutan waktu itu, pikiran Rania sering terganggu. Dia sangat butuh hiburan, seperti bermain di mall.

"Boleh!" gumam nya.

"Yeay!!!" sorak Brain kegirangan.

Mereka pun memindahkan haluan, menyebrang ke halte di depan sana.

Baru saja menyebrangi jalan, bus pun tiba. Rania dan Brain langsung menaiki bus.

"Aku senang, kamu senang" gumam Brain.

Rania hanya tersenyum membalas ucapan Brain. Dia tidak mau terlalu menanggapi apa yang Brain ucapkan.

Bukan nya memanfaatkan, Rania hanya ingin berteman, dan jika Brain sudah melampaui batas, maka Rania akan memberi jarak, dia tidak akan merespon.

Setiba nya di mall, ratu wajah Rania terlihat berseri. Dia hanya bahagia.

Ini lah yang dia inginkan, melepas segala kerumitan yang ada di pikiran nya.

Brain menarik tangan Rania menuju ke Timezone. Pusat permainan yang sangat Rania sukai.

"Ayo naik itu Rania!" tunjuk Brain pada ayunan tinggi.

Rania menoleh, lalu dia menggeleng kuat. Dia tidak berani naik ayunan yang mengayun tinggi. Dia takut kesialan menghampiri nya seperti di film film.

"Kau saja Brain, aku tidak mau!", tolak Rania.

"Yah, kalau begitu, aku juga tidak naik", ucap Brain.

Rania melihat ke kiri dan kanan, mencari permainan apa yang dia sukai.

"Eh mau kemana?" Brain ikut berlari mengejar Rania.

"Ayo bermain pump it up!" ucap Rania. Dia langsung naik dan menyuruh Brain menggesekkan card permainan, tadi Brain sudah mengisi saldo card itu.

Setelah melakukan pembayaran menggunakan card tadi,brain langsung bergabung dengan Rania.

Rania menari dengan lincah, kaki nya menginjak dengan sangat lincah lantai pump it .

Tak jauh dari sana, seseorang menatap tajam kearah Rania dan Brain. Dia mengeluarkan Geraman kecil sebagai tanda kemarahan nya.

"Dia vampir Adam, berani sekali dia mendekati mate kita!!!" Adit menggeram di dalam pikiran Adam.

"Diam lah Adit, kau membuat ku sakit kepala!"

"Aku tidak suka melihat nya Adam,cepat berganti sift dengan ku! aku ingin mencabik cabik peminum darah itu!" ucap Adit tidak sabaran.

Adam memejamkan matanya, berusaha menahan agar Adit tidak mengambil alih tubuhnya.

"Diam lah bodoh! kita tidak boleh gegabah. Ini dunia manusia, apa kau ingin membuat mate kita takut?"

"Terserah kau saja!" Adit memutuskan mindlink nya, dia merajuk pada Adam.

Fyuu

Adam bernafas lega, akhirnya Adit tenang. Dia menatap kearah mate nya yang masih tertawa bersama vampir itu.

Adam melihat ke sekeliling nya,dia mencari cara agar pria itu menjauh dari mate nya.

Adam melihat bola basket, senyum menyeringai terbit di bibir tebal nya.

"Ayo Brain, kalahkan aku!" sorak Rania tertawa senang. Brain sudah terlihat sangat lelah di buat nya.

Bug.

Sebuah bola basket mengenai tubuh Brain. Membuat pria itu terjungkal. Bukan Brain lemah, tapi dia hanya terkejut.

"Brain?"

Rania menghentikan permainan nya, dia menghampiri Brain.

"Kamu tidak apa apa?"

Brain menggeleng, dia baik baik saja.

Setelah membantu Brain berdiri, Rania menatap pria aneh yang berdiri di depan mereka sambil memegangi bola basketnya.

"Kau!" Rania berdiri di depan Adam, dia menatap marah pada pria itu.

Sedangkan pria itu malah bersikap santai. Dia suka ketika tatapan Rania tertuju padanya. Bukan pada vampir penghisap darah itu.

"Hai nona" sapa Adam tercengir. Rania mengerut, dia berpikir Adam adalah manusia yang tidak memiliki otak.

"Apa kau bodoh? kau tidak meminta maaf pada teman ku!"

Rahang Adam mengeras, dia tidak suka melihat mate nya membela pria itu.

"Memang nya apa yang telah aku lakukan!" balas Adam balik marah.

"What??" Rania bedecih, dia tidak habis pikir ada manusia seperti pria di depan nya ini. Dia bahkan tidak merasa bersalah setelah membuat Brain terjatuh.

"Kau ini manusia atau bukan! kau sudah membuat teman ku terjatuh, apa kau tidak memiliki sedikit rasa bersalah?" emosi Rania semakin naik.

Adam melangkah mendekati Rania, tapi Brain lebih dulu menarik Rania ke belakang tubuh nya.

Adam tidak menyukai hal itu, dia menatap Brain dengan tatapan serigala. Warna bola matanya langsung berubah.

"Grrm..." geram Adam terdengar mengerikan di telinga Brain.

"Dia teman ku, jangan ganggu dia!" gumam Brain pelan. Dia tidak menantang, dia hanya ingin melerai pertengkaran itu.

"Ayo Rai, kita pergi" ucap Brain menarik Rania pergi.

"Kenapa kau membiarkan dia begitu saja, aku akan membuatnya meminta maaf!" geram Rania. Namun, Brain berusaha menenangkan nya.

"Sudah lah, kita lanjut main saja."

Huh..

Hati Rania masih gondok, dia berniat liburan tapi malah di ganggu oleh pria itu.

"Ayo main itu" Brain menarik tangan Rania menuju ke mesin capit.

"Wahh...Boneka nya cantik banget. Aku mau yang itu!!", ucap Rania menunjuk boneka serigala berwana coklat keemasan.

"Baiklah, mari kita capit!!"

"Ayo ayo ayo!!! sedikit lagi sedikit lagi!!" sorak Rania.

"Oke pas!!" ucap Rania lagi. Dia menyemangati Brain dan bersorak girang.

"Tekan tekan!!!" teriak nya.

Brain hendak menekan, tiba tiba seseorang menyenggol nya. Sehingga Capitan nya bergeser tidak tepat sasaran.

"Yahh!!"

Rania menatap taj pada pria yang tadi membuat dia emosi.

Tidak lagi, Rania tidak membiarkan pria itu lagi.

"Sudah Rania, ayo kita pergi" bujuk Brain. Namun, Rania tidak semudah itu mengalah.

"Tidak bisa lagi Brain, seperti nya dia sengaja menganggu kita!" ucapnya.

Adam yang berpura-pura main mesin capit di sebelah Brain, menoleh pada Rania.

"Ada apa?" tanya Adam pura pura tidak tahu.

"Kau bersikap bodoh!" dengus Rania.

"Heh gadis cantik, apa maksud ucapan mu. Kau selalu melihat ku sebagai pengganggu!"

"Kau memang pengganggu!" balas Rania cepat.

"Apa? aku tidak mengganggu kalian. Aku hanya main di sini, lagi pula ini kan tempat umum." ucap Adam.

"Tapi kau mengganggu kami!"

"Kami??", teriak Adit di dalam pikiran Adam, dia tidak terima mendengar mate nya mengklaim dirinya bersama pria lain.

Rania melihat satpam berpatroli, otak cerdasnya langsung membuahkan sebuah ide.

Brain melotot, saat melihat apa yang Rania lakukan.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Adam heran.

Rania tidak peduli, dia mematahkan salah satu pengarah mesin capit.

"Pak!? Pak!!!", teriak Rania memanggil satpam.

Kedua satpam yang sedang berpatroli langsung menoleh dan berjalan mendekati mereka.

"Ada apa ini?"tanya salah satu satpam.

"Pak, lihat lah. Pria ini merusak mesin ini. Dia tidak terima jika kami bermain lebih dulu?" ucap Rania mengarang cerita.

Adam terbelalak, dia di fitnah oleh mate nya sendiri.

"Tidak pak! itu bukan saya yang melakukan nya!" ucap Adam membela diri.

"Maaf pak, anda harus ikut dengan kami!" Kedua satpam itu langsung membawa Adam pergi

"Bye bye..." dengan bahagia nya Rania melambaikan tangan nya pada Adam.

"Kau memang cerdas" puji Brain mengangkat kedua jempol nya pada Rania.

Akhirnya mereka bisa bermain dengan sangat nyaman.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!