4. Salah Liat ?

Setelah penyergapan oleh polisi kepada tiga pria berbadan besar itu lingkungan tempat tinggal Rex dan Gama perlahan kembali kondusif. Warga yang semula ketakutan tiap kali melintas di sekitar lapangan bola pun kembali tenang.

" Jadi suara tanpa wujud itu beneran cuma gosip Rex...?" tanya Lilian.

" Iya Kak...," sahut Rex.

" Terus nasib tiga preman itu gimana ?. Apa hubungan mereka sama suara aneh itu...?" tanya Lilian tak mengerti.

" Mereka adalah dalang dari terror suara tanpa wujud itu Kak. Mereka bekerja sama untuk menerror warga supaya ga lagi main di lapangan bola itu. Caranya mereka nakutin warga pake suara aneh yang disampaikan melalui alat yang ditanam di tengah lapangan itu. Kalo warga ketakutan, lapangan itu bakal ditinggalin dan ga dimanfaatin lagi. Selanjutnya mereka menjual lahan itu ke seorang pengusaha yang katanya lagi nyari lahan untuk bikin taman bermain berbayar gitu Kak...," sahut Rex.

" Iiiihh..., ga ngerti deh sama cara berpikir mereka. Wong lahan milik negara kok diperjual belikan. Lagian apa mereka ga kasian sama warga. Kita ga bakal punya lahan lagi untuk tempat ngadain acara besar semacam pesta rakyat lagi dong kalo lahan itu dijual...," kata Lilian kesal.

" Yang ada di kepala mereka kan hanya uang. Jadi mana sempet mikirin kebahagiaan orang lain...," sahut Rex sambil mencibir.

" Terus Kamu dapat apaan dari Kepolisian ?. Kan Kamu sama Gama lumayan berjasa dalam membantu Polisi...," kata Lilian.

" Apaan sih Kakak. Aku sama Gama kan cuma kebetulan ada di sana...," sahut Rex merendah.

Dalam hati Lilian merasa bangga pada adiknya itu karena telah berhasil membantu polisi menguak misteri suara tanpa wujud yang menerror warga.

\=\=\=\=\=

Liburan semester kali ini dilalui Rex dan Lilian dengan berkunjung ke rumah sang nenek di Cirebon. Rusminah dengan senang hati menyetujui keinginan kedua cucunya itu. Apalagi ia juga sudah lama tak berkunjung ke rumah peninggalan almarhum suaminya itu.

Dan seperti biasa Gama akan selalu mengekor kemana pun Rex pergi. Meski pun Lilian sedikit kesal dengan tingkah Gama, namun Lilian tak keberatan saat Gama memaksa ikut.

" Wah, rumah Nenek besar banget. Masih terawat dan rapi...!" kata Gama saat pertama kali melihat rumah Rusminah.

Rusminah tersenyum mendengar ucapan Gama, sedangkan Rex dan Lilian nampak mencibir kesal karena tahu Gama sedang mencoba mencari perhatian sang nenek.

" Dasar penjilat...," gumam Lilian sambil melengos.

" Lian...," panggil Rusminah sambil menggelengkan kepala.

" Iya Nek, maaf...," sahut Lian salah tingkah.

" Ayo masuk...," ajak Rusminah sambil menggamit tangan Gama.

Gama pun mengangguk lalu menggandeng tangan Rusminah. Seorang wanita berkebaya bernama Tini membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk. Gama nampak takjub melihat isi dari rumah Rusminah.

" Wow, amazing...!" kata Gama antusias.

" Ck, apaan sih Lo. Ga usah sok nginggris deh...," kata Rex kesal hingga membuat Gama tertawa.

" Gimana, nyesel ya udah ikut ke sini ?. Ternyata rumah Nenek tuh ga seserem yang Lo bayangin. Ayah udah bayar orang buat menjaga rumah Nenek sekaligus membersihkannya...," kata Lilian sambil mendaratkan diri di kursi rotan yang ada di ruang tamu.

" Gue ga nyesel kok. Kirain rumah Nenek dibiarin terbengkalai dan ga terurus karena selama ini Nenek kan tinggal di Jakarta. Jadi wajar dong kalo Gue mikir rumah Nenek serem...," sahut Gama tak mau kalah.

" Tapi Lo kan jadi ga punya pengalaman seru di sini...," kata Lilian.

" Kita belum tau apa yang bakal terjadi. Siapa tau besok atau lusa Kita bisa nemuin sesuatu di sini...," sahut Gama santai.

" Cukup Anak-anak. Sekarang simpan tas Kalian di kamar. Lian, Kamu mau tidur sendiri atau tidur sama Nenek...?" tanya Rusminah.

" Tidur sama Nenek dong. Kakak kan penakut, mana berani tidur sendirian...," sindir Rex sambil melangkah ke dalam kamar diikuti Gama.

Rusminah dan Gama tersenyum mendengar ucapan Rex, sedangkan Lilian nampak mengerucutkan bibirnya.

" Ck, tau aja sih...," gumam Lilian dengan wajah merah.

" Ya udah gapapa. Tolong bawain tas Nenek sekalian ya Li, Nenek mau ke belakang dulu...," kata Rusminah.

" Ok Nek...," sahut Lilian sàmbil tersenyum.

Kemudian Rusminah pergi ke ruang makan untuk menemui Tini. Di sana terlihat Tini sedang sibuk menyiapkan makan siang.

" Masak apa Tin...?" tanya Rusminah.

" Pepes ikan pedes, sayur bening, empal daging, sama krupuk Mak...," sahut Tini dengan santun.

" Gitu ya, terus gimana kabarmu dan keluarga Tin...?" tanya Rusminah sambil menatap Tini lekat.

" Alhamdulillah baik Mak. Si Landung juga udah jarang ngamuk lagi sekarang...," sahut Tini sambil tersenyum.

" Syukur lah. Maaf kalo mendadak ke sini dan bikin Kamu repot ya Tin. Cucuku itu yang bikin rencana...," kata Rusminah.

" Gapapa Mak. Saya seneng kok denger Mak dan keluarga mau berkunjung. Tapi Mas Ramon sama Mbak Lanni ga ikut ya Mak...?" tanya Tini.

" Insya Allah Jum'at depan mereka nyusul ke sini. Ramon kan harus kerja dan Lanni juga harus nyiapin semua keperluan suaminya setiap hari...," sahut Rusminah.

" Gitu ya Mak...," kata Tini lirih dengan wajah sendu.

Rusminah pun mengalihkan pembicaraan karena tak ingin mengorek luka lama Tini. Tak lama kemudian Rex, Gama dan Lilian ikut bergabung di ruang makan untuk makan siang.

\=\=\=\=\=

Sore menjelang malam suasana di sekitar rumah Rusminah mulai terasa sepi dan mencekam. ltu karena letak rumah Rusminah memang sedikit berjauhan dengan tetangga. Dikelilingi kebun dan sawah milik keluarga besar Rusminah.

Kedua orangtua Rusminah memang berasal dari keluarga terpandang. Bukan keturunan bangsawan tapi keluarga yang cukup sukses pada masanya. Mereka memiliki banyak harta yang tak habis walau dipakai hingga tujuh turunan. Dan Rusminah masih bisa menikmati sisa kejayaan keluarganya dengan memiliki rumah besar dan tanah yang luas.

Rex dan Lilian nampak tak terganggu dengan kondisi itu. Tapi berbeda dengan Gama yang terlihat gelisah dan berkali-kali menoleh ke jendela yang menghadap ke sawah.

" Kenapa Gam, kok nengok ke jendela terus...?" tanya Rex.

" Mmm..., Lo sama Kak Lian ga ngerasa sesuatu yang aneh ya Rex...?" tanya Gama hati-hati.

" Ga tuh, biasa aja...," sahut Lilian cepat.

" Emangnya Lo ngeliat apaan Gam...?" tanya Rex penasaran.

" Gue ngerasa ada yang ngintipin Kita dari jendela itu Rex...," sahut Gama gusar.

" Itu mah biasa Mas Gama. Di sini kan kalo malam sepi dan gelap. Saking gelapnya bayangan pohon pun bisa dikira hantu...," kata Tini.

" Masa sih. Tapi Gue yakin kalo itu bukan bayangan pohon...," gumam Gama sambil menyibak gorden jendela.

Gama pun menjerit saat melihat sosok berkain lusuh seperti guling tengah menempel di kaca jendela.

" Setaaannn...!" jerit Gama hingga membuat Rex dan Lilian terlonjak dari duduknya.

" Anjrit, ngagetin aja Lo...!" kata Rex sambil melempar majalah yang dibacanya kearah Gama.

" Set... setan Rex. Ada setan di jendela...," kata Gama sambil menunjuk jendela dengan tangan gemetar.

" Coba liat dulu Tin. Pasti Gama salah liat deh...," kata Rusminah menengahi.

Tini pun keluar rumah dan mengambil sebuah potongan kayu yang bersandar di samping jendela lalu memperlihatkan kepada semua orang.

" Cuma balok kok, Mas Gama salah liat tadi...," kata Tini sambil menahan tawa.

" Malu-maluin aja sih pake teriak segala...," gumam Lilian kesal.

Gama membisu. Masih terlihat jelas ketakutan di wajahnya dan itu membuat Rex iba. Rex pun menyodorkan gelas berisi air putih kepada Gama yang langsung meneguknya hingga tandas.

" Kalo gitu Saya pulang dulu ya Mak. Assalamualaikum..., " kata Tini sambil membawa balok keluar rumah.

" Wa alaikumsalam...," sahut semua orang bersamaan.

" Tutup pintunya dan siap-siap ke masjid ya Anak-anak...!" kata Rusminah.

" Siap Nek...!" sahut Rex dan Lilian bersamaan.

Gama pun mengekori Rex kemana pun hingga membuat Rex kesal. Namun Rex tak bisa berbuat apa-apa karena mengerti bagaimana perasaan Gama. Apalagi Rex juga sempat melihat sesuatu melintas di samping jendela tadi.

bersambung

Terpopuler

Comments

Sarita

Sarita

makanya sy itu males kalo pulkam hawanya serem aja gitu

2024-01-23

1

Kayla Azzahra

Kayla Azzahra

mulai serem

2023-01-04

1

May Yadi

May Yadi

sampe sini blm keliatan kidungnya,

2022-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. Gosip
2 2. Penyanyi tanpa wujud
3 3. Apaan Tuh ?
4 4. Salah Liat ?
5 5. Berseliweran
6 6. Hantu Landung ?
7 7. Kalimat Penentuan
8 8. Lega
9 9. Siapa Zada ?
10 10. Masa Lalu Tini
11 11. Teman Rex
12 12. Luka Zada
13 13. Terlibat ?
14 14. Jadi Tersangka
15 15. Salam Perpisahan
16 16. Dikejar Preman
17 17. Rencana Jahat
18 18. Lilian Kecewa
19 19. Selanjutnya
20 20. Mantan Sahabat
21 21. Salah Paham
22 22. Mungkin Jodoh ?
23 23. Menghindar
24 24. Terlambat
25 25. Datang
26 26. Boleh Numpang
27 27. Selidiki
28 28. Suara Yang Sama
29 29. Pasien Bernama Aura
30 30. Ditemenin Gama
31 31. Sebuah Nama
32 32. Kena Deh...
33 33. Bukan Dia
34 34. Ditangkap
35 35. Keluarga Dipo
36 36. Ruwet
37 37. Hanya Boneka
38 38. Liat Ruko
39 39. Ga Baik - Baik
40 40. Suara Itu Lagi
41 41. Cewek Di Bawah Pohon
42 42. Menyapa
43 43. Dia Lagi...
44 44. Mirip Rex
45 45. Inget Agus
46 46. Mengintai
47 47. Berkaitan kah ?
48 48. Membantu Satria
49 49. Hukuman
50 50. Dokter Aksara
51 51. Pingsan
52 52. Hampir Ditipu
53 53. Gamaa...!!
54 54. Sampe Jakarta
55 55. Menghindar Lagi
56 56. Hantunya Ada Dua
57 57. Konsultasi
58 58. Nurut
59 59. Kapok
60 60. Udah Punya
61 61. Mereka Adalah...
62 62. Gama Cemburu
63 63. Mantan Lilian
64 64. Lilian
65 65. Ledakan
66 66. Sedih Atau Senang ?
67 67. Ditelephon Polisi
68 68. Lilian dan Riko
69 69. Melapor...
70 70. Kios Baso
71 71. Pasangan Mesum
72 72. Reni Dan Hamidah
73 73. Buronan
74 74. Merekam
75 75. Bubuk Apa ?
76 76. Dua Bukti
77 77. Restu Urung
78 78. Meminta Kesempatan
79 79. Liat Brosur
80 80. Ngecek Rumah
81 81. Hantu Penunggu
82 82. Kenapa... ?
83 83. Ga Ingat
84 84. Meluruskan
85 85. Angko Datang
86 86. Anterin Gue Gam...
87 87. Bertemu Untuk Bersama
88 88. Tower Crane
89 89. Guling Bau ?
90 90. Gama Terluka
91 91. Menjenguk Gama
92 92. Tentang Cinta
93 93. Dilema
94 94. Ketemu Lagi
95 95. Nyaman...?
96 96. Pocong Itu Lagi
97 97. Namanya Martin
98 98. Pria Yang Sama ?
99 99. Berbunga-bunga
100 100. Gara-Gara Wafel
101 101. Saling Mendoakan
102 102. Makasih Wanita Misterius
103 103. Lakukan Saja !
104 104. Tolong Datang...
105 105. Akhirnya Tau...
106 106. Ternyata...
107 107. Dipercepat
108 108. Saahh...!
109 109. Gagal Fokus
110 110. Hari Pertama
111 111. Makhluk Apaan Tuh ?
112 112. Siluman Apa ?
113 113. Jadi Korban Juga
114 114. Cari Tempat Lain
115 115. Terbakar
116 116. Tak Pernah Ada
117 117. Pertanyaan Random
118 118. Pria Menangis
119 119. Mayat Di Dasar Danau
120 120. Jadi Tersangka
121 121. Sudahi Saja
122 122. Gusar
123 123. Ditangkap
124 124. Tak Sia-Sia
125 125. Elvira Hilang
126 126. Romansa ?
127 127. Misi Berakhir
128 128. Panti Asuhan
129 129. Hamil
130 130. Berita
131 131. Pria Tersenyum
132 132. Ramzi Ketemu
133 133. Kembali Bersama
134 134. Mirip ?
135 135. Ikatan Saudara
136 136. Ke Rumah Arini
137 137. Belum Lengkap
138 138. Kok Ada Tiga ?
139 139. Dua Dimensi Berbeda ?
140 140. Apa Salahku ?
141 141. Mengerti
142 142. Dugaan...
143 143. Pembicaraan Konyol
144 144. Menyapa Karsih
145 145. Firasat Buruk
146 146. Diam-diam
147 147. Semua Sedih
148 148. Tentang Hadini
149 149. Penasaran
150 150. Rex Siuman
151 151. Dukungan Keluarga
152 152. Sang Dokter
153 153. Maaf Zada...
154 154. Disandera
155 155. Terdiam
156 156. Mendadak Sembuh ?
157 157. Pake Kursi Roda
158 158. Teman Baik
159 159. Pemain Juga
160 160. Diringkus
161 161. Ga Menyangka
162 162. Dijemput Zada
163 163. Minta Cucu Menantu
164 164. Pertemuan Yang Unik
165 165. Ada Yang Ga Beres
166 166. Ditungguin Biawak
167 167. Segede Buaya
168 168. Ada apa Lagi...?
169 169. Ikut Tertawa
170 170. Media Santet
171 171. Dimana Anak Kami ?
172 172. Mengawasi Ari
173 173. Keluarga Siluman Biawak
174 174. Satu Tugas Lagi
175 175. Belum Ingin Menikah
176 176. Pria Bermahkota Biawak
177 177. Di Kamar Hotel
178 178. Iya, Aku Ikut...
179 179. Petunjuk Dari Nyai
180 180. Siluman Biawak Itu...
181 181. Bertemu Lagi
182 182. Mau Ngedate
183 183. Setengah Jam
184 184. Mengantar Pulang
185 185. Diajak Sarapan
186 186. Pengertian
187 187. Khawatir...
188 188. Pertengkaran
189 189. Kehilangan
190 190. Mengejar Bayangan
191 191. Menjenguk
192 192. Bertemu Keluarga
193 193. Akan Kembali...!
194 194. Mau Bunuh Diri ?
195 195. Linglung
196 196. Jejak Bau
197 197. Ada Apa Sih ?
198 198. Ga Bisa Nganter
199 199. Pilihan Elvira
200 200. Beda Dimensi
201 201. Wanita Berhati Iblis
202 202. Bukan Lampor
203 203. Mulai Ragu
204 204. Hantu Pengusung Keranda
205 205. Pesta Masa Lalu
206 206. Pria Seperti Ramon
207 207. Gagal Menjebak
208 208. Oh Gitu...
209 209. Bukan Modus Kan...?
210 210. Cewek Unik
211 211. Bukan Temen Gue
212 212. Ditunggu Janjinya
213 213. Bukan Pengganti
214 214. Ketemu Lilian
215 215. Bantuan Lanni
216 216. Kenapa Bukan Saya ?
217 217. Diajak Pergi
218 218. Lepas
219 219. Lanni Cerita
220 220. Dikejar Sepupu
221 221. Masih Tentang Shezi ?
222 222. Sombong Banget...
223 223. Udah Ketemu
224 224. Menyesal Plus Malu
225 225. Dipaksa Menjenguk
226 226. Menyelamatkan Shezi
227 227. Dipanggil Polisi
228 228. Liat Sekeliling
229 229. Kok Tega Banget
230 230. Ngeliat Juga...?!
231 231. Shezi Salah Paham
232 232. Masih Ngambek
233 233. Dimana Shezi ?
234 234. Kok Gitu Sih
235 235. Melamar Paksa
236 236. Pembukaan Klinik Aksara
237 237. Bukan Hukuman
238 238. Ziarah Makam
239 239. Kamu Bahagia...
240 240. Dikerjain Rex
241 241. Keluarga Baru
242 242. Temen Perempuan ?
243 243. Permintaan Ga Masuk Akal
244 244. Panggil Gaza
245 245. Berbeda...
Episodes

Updated 245 Episodes

1
1. Gosip
2
2. Penyanyi tanpa wujud
3
3. Apaan Tuh ?
4
4. Salah Liat ?
5
5. Berseliweran
6
6. Hantu Landung ?
7
7. Kalimat Penentuan
8
8. Lega
9
9. Siapa Zada ?
10
10. Masa Lalu Tini
11
11. Teman Rex
12
12. Luka Zada
13
13. Terlibat ?
14
14. Jadi Tersangka
15
15. Salam Perpisahan
16
16. Dikejar Preman
17
17. Rencana Jahat
18
18. Lilian Kecewa
19
19. Selanjutnya
20
20. Mantan Sahabat
21
21. Salah Paham
22
22. Mungkin Jodoh ?
23
23. Menghindar
24
24. Terlambat
25
25. Datang
26
26. Boleh Numpang
27
27. Selidiki
28
28. Suara Yang Sama
29
29. Pasien Bernama Aura
30
30. Ditemenin Gama
31
31. Sebuah Nama
32
32. Kena Deh...
33
33. Bukan Dia
34
34. Ditangkap
35
35. Keluarga Dipo
36
36. Ruwet
37
37. Hanya Boneka
38
38. Liat Ruko
39
39. Ga Baik - Baik
40
40. Suara Itu Lagi
41
41. Cewek Di Bawah Pohon
42
42. Menyapa
43
43. Dia Lagi...
44
44. Mirip Rex
45
45. Inget Agus
46
46. Mengintai
47
47. Berkaitan kah ?
48
48. Membantu Satria
49
49. Hukuman
50
50. Dokter Aksara
51
51. Pingsan
52
52. Hampir Ditipu
53
53. Gamaa...!!
54
54. Sampe Jakarta
55
55. Menghindar Lagi
56
56. Hantunya Ada Dua
57
57. Konsultasi
58
58. Nurut
59
59. Kapok
60
60. Udah Punya
61
61. Mereka Adalah...
62
62. Gama Cemburu
63
63. Mantan Lilian
64
64. Lilian
65
65. Ledakan
66
66. Sedih Atau Senang ?
67
67. Ditelephon Polisi
68
68. Lilian dan Riko
69
69. Melapor...
70
70. Kios Baso
71
71. Pasangan Mesum
72
72. Reni Dan Hamidah
73
73. Buronan
74
74. Merekam
75
75. Bubuk Apa ?
76
76. Dua Bukti
77
77. Restu Urung
78
78. Meminta Kesempatan
79
79. Liat Brosur
80
80. Ngecek Rumah
81
81. Hantu Penunggu
82
82. Kenapa... ?
83
83. Ga Ingat
84
84. Meluruskan
85
85. Angko Datang
86
86. Anterin Gue Gam...
87
87. Bertemu Untuk Bersama
88
88. Tower Crane
89
89. Guling Bau ?
90
90. Gama Terluka
91
91. Menjenguk Gama
92
92. Tentang Cinta
93
93. Dilema
94
94. Ketemu Lagi
95
95. Nyaman...?
96
96. Pocong Itu Lagi
97
97. Namanya Martin
98
98. Pria Yang Sama ?
99
99. Berbunga-bunga
100
100. Gara-Gara Wafel
101
101. Saling Mendoakan
102
102. Makasih Wanita Misterius
103
103. Lakukan Saja !
104
104. Tolong Datang...
105
105. Akhirnya Tau...
106
106. Ternyata...
107
107. Dipercepat
108
108. Saahh...!
109
109. Gagal Fokus
110
110. Hari Pertama
111
111. Makhluk Apaan Tuh ?
112
112. Siluman Apa ?
113
113. Jadi Korban Juga
114
114. Cari Tempat Lain
115
115. Terbakar
116
116. Tak Pernah Ada
117
117. Pertanyaan Random
118
118. Pria Menangis
119
119. Mayat Di Dasar Danau
120
120. Jadi Tersangka
121
121. Sudahi Saja
122
122. Gusar
123
123. Ditangkap
124
124. Tak Sia-Sia
125
125. Elvira Hilang
126
126. Romansa ?
127
127. Misi Berakhir
128
128. Panti Asuhan
129
129. Hamil
130
130. Berita
131
131. Pria Tersenyum
132
132. Ramzi Ketemu
133
133. Kembali Bersama
134
134. Mirip ?
135
135. Ikatan Saudara
136
136. Ke Rumah Arini
137
137. Belum Lengkap
138
138. Kok Ada Tiga ?
139
139. Dua Dimensi Berbeda ?
140
140. Apa Salahku ?
141
141. Mengerti
142
142. Dugaan...
143
143. Pembicaraan Konyol
144
144. Menyapa Karsih
145
145. Firasat Buruk
146
146. Diam-diam
147
147. Semua Sedih
148
148. Tentang Hadini
149
149. Penasaran
150
150. Rex Siuman
151
151. Dukungan Keluarga
152
152. Sang Dokter
153
153. Maaf Zada...
154
154. Disandera
155
155. Terdiam
156
156. Mendadak Sembuh ?
157
157. Pake Kursi Roda
158
158. Teman Baik
159
159. Pemain Juga
160
160. Diringkus
161
161. Ga Menyangka
162
162. Dijemput Zada
163
163. Minta Cucu Menantu
164
164. Pertemuan Yang Unik
165
165. Ada Yang Ga Beres
166
166. Ditungguin Biawak
167
167. Segede Buaya
168
168. Ada apa Lagi...?
169
169. Ikut Tertawa
170
170. Media Santet
171
171. Dimana Anak Kami ?
172
172. Mengawasi Ari
173
173. Keluarga Siluman Biawak
174
174. Satu Tugas Lagi
175
175. Belum Ingin Menikah
176
176. Pria Bermahkota Biawak
177
177. Di Kamar Hotel
178
178. Iya, Aku Ikut...
179
179. Petunjuk Dari Nyai
180
180. Siluman Biawak Itu...
181
181. Bertemu Lagi
182
182. Mau Ngedate
183
183. Setengah Jam
184
184. Mengantar Pulang
185
185. Diajak Sarapan
186
186. Pengertian
187
187. Khawatir...
188
188. Pertengkaran
189
189. Kehilangan
190
190. Mengejar Bayangan
191
191. Menjenguk
192
192. Bertemu Keluarga
193
193. Akan Kembali...!
194
194. Mau Bunuh Diri ?
195
195. Linglung
196
196. Jejak Bau
197
197. Ada Apa Sih ?
198
198. Ga Bisa Nganter
199
199. Pilihan Elvira
200
200. Beda Dimensi
201
201. Wanita Berhati Iblis
202
202. Bukan Lampor
203
203. Mulai Ragu
204
204. Hantu Pengusung Keranda
205
205. Pesta Masa Lalu
206
206. Pria Seperti Ramon
207
207. Gagal Menjebak
208
208. Oh Gitu...
209
209. Bukan Modus Kan...?
210
210. Cewek Unik
211
211. Bukan Temen Gue
212
212. Ditunggu Janjinya
213
213. Bukan Pengganti
214
214. Ketemu Lilian
215
215. Bantuan Lanni
216
216. Kenapa Bukan Saya ?
217
217. Diajak Pergi
218
218. Lepas
219
219. Lanni Cerita
220
220. Dikejar Sepupu
221
221. Masih Tentang Shezi ?
222
222. Sombong Banget...
223
223. Udah Ketemu
224
224. Menyesal Plus Malu
225
225. Dipaksa Menjenguk
226
226. Menyelamatkan Shezi
227
227. Dipanggil Polisi
228
228. Liat Sekeliling
229
229. Kok Tega Banget
230
230. Ngeliat Juga...?!
231
231. Shezi Salah Paham
232
232. Masih Ngambek
233
233. Dimana Shezi ?
234
234. Kok Gitu Sih
235
235. Melamar Paksa
236
236. Pembukaan Klinik Aksara
237
237. Bukan Hukuman
238
238. Ziarah Makam
239
239. Kamu Bahagia...
240
240. Dikerjain Rex
241
241. Keluarga Baru
242
242. Temen Perempuan ?
243
243. Permintaan Ga Masuk Akal
244
244. Panggil Gaza
245
245. Berbeda...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!