Bab 19

Aneska masih di peluk Abian. Kepalanya berada di dada pria itu. Pria itu seperti tidak mau melepaskannya.

Gila tapi masih ingat gym, duh atletis banget.

Aneska bisa menebak kalau badan Abian ateltis, karena dadanya Abian mengganjal di pipinya.

Bagaimana cara melepaskan pelukannya. Aku udah enggak tahan sama baunya. Bisa-bisa sampai satu harian aku di peluknya.

Ada suara seseorang membuka pintu kamar. Dua penjaga masuk mengeluarkan ibu Tatik. Ketika penjaga membuka pintu kamar. Abian tidak bergeming sama sekali. Dia terbuai dengan aroma tubuh Aneska.

Setelah mengeluarkan bu Tatik, dua penjaga itu memegang tangan Abian dan memberi kode kepada Aneska untuk keluar dari kamar. Ketika melihat Aneska pergi. Abian berteriak.

"Vaniaaaaa." Teriak Abian.

Aneska sudah keluar dari kamar itu. Tapi penjaga memegang lengannya.

"Aku mau di bawa ke mana." Tanya Aneska bingung. Penjaga membawanya ke salah satu ruangan yang di dalamnya sudah ada nyonya Rona dan Zidan.

Ruangan itu bukan ruang monitor tapi ruangan itu seperti ruang baca. Karena ada begitu banyak buku yang tersusun rapi di rak buku. Rak itu menjulang tinggi sampai ke langit-langit ruangan. Aneska tertegun melihat ruangan itu. Ruangan itu sudah seperti perpustakaan.

"Duduk." Perintah nyonya Rona.

Aneska langsung duduk tepat di hadapan wanita paruh baya itu. Mereka hanya di batasi sebuah meja besar.

"Kenapa kamu memeluk Abian." Tanya nyonya Rona.

"Saya tidak sengaja melakukannya. Itu spontanitas saja." Ucap Aneska membela diri.

"Tapi saya tidak suka." Ucap nyonya Rona.

"Maaf nyonya saya tidak akan mengulanginya lagi. Tapi kalau saya masih mendapatkan pukulan dari Abian, jangan salahkan kalau saya memeluknya kembali." Jawab Aneska berani.

"Kamu!" Nyonya Rona menuding jarinya ke hadapan Aneska.

"Nyonya, anda yang minta perawat ini menyembuhkan tuan muda. Mungkin dengan seperti ini tuan Abian bisa sembuh." Bisik Zidan.

Mendengar penuturan Zidan, wanita paruh baya itu diam.

"Baik, aku izinkan kamu memeluknya dengan alasan untuk melindungi dirimu sendiri. Tapi kamu harus janji kepada saya."

"Jangan sampai kamu jatuh cinta kepada anakku dan sebaliknya. Kamu tidak boleh membuat Abian mencintaimu." Ucap nyonya Rona ketus.

Helo mak erot, gue enggak akan suka sama orang gila.

"Tenang saja, saya pastikan anak anda tidak akan suka sama saya, begitupun saya tidak akan menaruh hati sama Abian. Nyonya bisa memegang kata-kata saya." Ucap Aneska tegas.

"Baik saya pegang perkataan kamu." Jawab nyonya Rona.

Mendengar perkataan perawat itu, Zidan merasa sedikit lega. Tiba-tiba ada penjaga datang ke ruangan itu.

"Ada apa." Tanya Zidan cepat.

"Ada yang kesurupan." Ucap penjaga.

Zidan langsung bergerak keluar, semua ikut keluar istana, begitupun Aneska dia penasaran dengan ucapan penjaga.

Di luar istana tepatnya di dekat pohon yang terkenal angker itu. Seorang pria menangis dengan mengeluarkan suara wanita.

Suara tangisan itu seperti suara yang tadi malam di dengar Aneska.

"Wah itu memang kesurupan." Gumam Aneska pelan.

"Pak bagaimana cara mengeluarkan arwah yang ada di dalam diri parto." Ucap salah satu penjaga.

Zidan bingung, dia pun tidak tau cara mengeluarkan arwah.

"Kamu cari orang pintar." Perintah Zidan.

"Baik tuan." Ucap penjaga, dia berjalan beberapa langkah, kemudian kembali lagi.

"Maaf pak pintar apa ya." Tanya penjaga.

"Dasar oon, pintar...." Zidan belum sempat melanjutkan kalimatnya. Aneska sudah menimpali ucapannya.

"Pintar matematika." Timpal Aneska.

"Oh, carinya di mana." Tanya penjaga lagi.

"Di pasar." Bentak Zidan.

Penjaga hanya manggut, dia masih belum mengerti dengan maksud orang pintar yang di ucapkan Zidan.

"Dukun, kamu tau dukun." Ucap Zidan lagi kepada penjaga.

"Oh dukun tinggal bilang dukun saja kok muter-muter." Ucap penjaga.

Zidan mendengar ucapan penjaga itu. Dan dia kembali marah.

"Cepat!" Bentak Zidan.

"Tunggu." Ucap Aneska. Zidan melihat ke arah perawat itu.

"Coba kamu tanya dokter Arif, soalnya di rumah sakit pernah ada yang kesurupan dan kalau tidak salah di sembuhkan dengan seorang pasien." Ucap Aneska.

Zidan mengikuti perintah perawat itu.

"Kamu tanya sama dia." Ucap Zidan menyerahkan ponselnya kepada Aneska. Panggilan terhubung.

"Ya halo." Ucap dokter Arif dari ujung ponselnya.

"Dokter ini saya Aneska." Ucap Aneska.

"Aneska." Mendengar suara Aneska dokter Arif merasa senang. Itu pertanda kalau perawatnya bisa mengatasi Abian.

Zidan yang berdiri tidak jauh dari Aneska sudah menatap perawat itu dengan tatapan mengintimidasi.

"Dokter saya mau tanya." Ucap Aneska menceritakan semuanya kepada dokter Arif.

Aneska hanya menjawab kata oh dan ya. Setelah itu panggilan terputus.

"Apa katanya." Ucap Zidan.

"Yang membantu mengeluarkan arwah itu namanya Zira, dia pernah jadi pasien di rumah sakit kami. Dia merupakan istri dari pemegang saham di rumah sakit kami yaitu tuan Ziko." Ucap Aneska.

"Kenapa kamu mutar-mutar, jadi apa jawabannya." Ucap Zidan marah.

"Katanya tidak mungkin menghubungi beliau." Ucap Aneska.

"Itu saja." Zidan kembali marah. Tidak berapa lama ada seorang pekerja datang menghampiri penjaga yang kesurupan. Dia membantu mengeluarkan arwah yang menempel pada tubuh penjaga.

"Nah itu ada." Gumam Aneska pelan. Akhirnya keadaan kembali aman. Dan waktu coffee time telah tiba, semua pekerja masuk ke dalam ruang makan.

Para pekerja memperhatikan bentuk wajah Aneska yang tidak ada tambahan babak belur. Tapi mereka kaget melihat bentuk wajah bu Tatik yang babak belur.

Walaupun ada rasa penasaran tapi mereka tetap tidak mau bertanya. Mereka hanya menyimpan rasa penasaran itu dalam hati.

Setelah makan beberapa potong kue. Ada seorang penjaga datang ke ruang makan dan menghampiri bu Tatik. Aneska mendengar sesuatu dari salah satu pekerja yang mengatakan seseorang sedang mendapatkan hukuman.

Setelah lonceng berbunyi. Aneska dan para pekerja meninggalkan ruang makan. Dia merasa penasaran dengan ucapan penjaga. Menyusuri taman dan berhenti di taman belakang.

Aneska melihat ada seseorang yang terduduk di tanah dan di kelilingi para penjaga. Aneska bisa menebak kalau yang mendapatkan hukuman itu seorang wanita. Karena terlihat dari rambutnya yang panjang.

Wanita itu di lempar bola kasti secara berulang. Dan dia tidak boleh bergerak sama sekali.

"Stop, dia bisa mati." Teriak Aneska sambil berlari mendekati wanita itu. Para penjaga tetap melempari bola ke wanita itu. Tubuh Aneska juga kena lemparan bola kasti.

"Mbak Tami." Ucap Aneska.

Tami kabur dari istana dan akhirnya dapat di temukan di tengah hutan. Karena dia sudah menyalahi aturan maka Tami mendapatkan hukuman.

"Stop, aku mohon stop." Ucap Aneska memohon. Zidan memerintahkan para penjaga untuk berhenti.

"Apa hak kamu memerintahkan kami untuk berhenti menghukum wanita itu." Ucap nyonya Rona.

"Nyonya tolong lepaskan, dia sudah cukup lemah." Ucap Aneska memohon.

"Baik saya akan melepaskannya dari hukuman tapi harus ada seseorang yang menggantikan posisinya." Ucap nyonya Rona.

"Aku yang akan menggantikan posisinya." Jawab Aneska lantang.

"Ok." Nyonya Rona memerintahkan kepada penjaga untuk melepaskan Tami dan meletakkan Aneska di tengah-tengah para penjaga.

"Nyonya, dia bisa mati. Apa nyonya lupa, kita memanggil dia ke sini untuk menyembuhkan tuan muda." Ucap Zidan.

"Biarkan dia menerima hukuman ini. Anggap saja ini hukuman untuknya karena telah memeluk anakku."

Bersambung.

Sosok Zira sengaja author masukkan sedikit ke cerita ini. Agar kalian tidak melupakan sosok tersebut.

Apa Aneska bisa selamat dengan hukuman itu? Penasaran?

Jangan lupa vote untuk kedua karya author "Menikah Karena Ancaman dan "Love of a Nurse"

Terpopuler

Comments

tukang nyimak

tukang nyimak

wkwkwkwkwk... aku ngakak bwt bu Tatik yg kena bogem mentah 🤣🤣🤣🤣

jujur aku sempet gk paham alurnya di beberapa bab
tp karena jiwa kesel ku nungguin si cwo nya gk nongol alhasil aku nyimak aja kali2 ada kejutan mustahil bakalan lanjut apa gudbay

ok.. ok.. komenku jg gk penting2 amat..
lanjutlah.. ✌✌👍🏼👍🏼

2023-01-14

0

cinta

cinta

aku ngakak ... pas si tatik di tarik brsama anezka , babak belur pula 🤣🤣🤣

2022-11-04

0

pinky_adja

pinky_adja

wes mak e ki angel²😑

2022-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!