Waktu makan malam sudah tiba, suara lonceng terdengar cukup kencang di malam hari.
"Duh lapar." Ucap Aneska sambil memegang perutnya.
Dia harus menunggu sampai tengah malam, karena bantuan akan datang pada saat semua pekerja sudah tidur.
Para pekerja istana mulai menikmati makan malamnya, begitupun dengan keluarga Bassam juga menikmati makan malam mewahnya.
Semua keluarga terlihat hening, mereka menikmati makan malam tanpa ada obrolan sama sekali. Sampai nyonya Rona memulai pembicaraan.
"Kamu jadi mengadakan perjalanan bisnis." Tanya nyonya Rona sambil menikmati makanannya.
"Jadi mam." Jawab Farid.
"Tanisa kamu ajak kan." Tanya nona Rona lagi.
Farid tidak menjawab, dia tidak mungkin membantah ucapan mama mertuanya.
"Aku enggak ikut ma." Jawab Tanisa.
"Kenapa? Seharusnya kamu ikut, apa kamu tidak khawatir suamimu kepincut wanita lain." Ucap nyonya Rona.
Farid yang lagi makan langsung tersedak, tidak pernah dia mendengar mama mertuanya mengucapkan kata seperti itu. Di mata nyonya Rona menantunya selalu baik dan tidak pernah bertingkah.
"Kenapa? Apa kamu kaget mami ngomong seperti itu." Ucap nyonya Rona.
"Eh enggak kok mam, aku tau mami hanya bercanda, tidak mungkin aku kepincut cewek lain kalau ada bidadari di sampingku." Ucap Farid.
Tanisa merasa mau muntah, dia tau yang di ucapkan suaminya hanya palsu belaka untuk mengambil hati maminya.
Oma Zulfa beranjak dari kursinya.
"Mami mau ke mana." Tanya anaknya nyonya Rona.
"Mami mau tidur, capek berkebun tadi." Ucap oma Zulfa.
"Selamat tidur oma." Ucap cucu-cucunya.
"Selamat tidur sayang." Jawab oma Zulfa.
Wanita sepuh itu tidak tidur, oma Zulfa pergi ke dapur yang ada di lantai lima. Di dalam dapur ada dua chef yang sudah berkemas, mereka sudah selesai dengan kegiatannya. Tugas selanjutnya yaitu bersih-bersih dan di lakukan oleh pelayan.
Ketika oma masuk ke dapur salah satu chef bertanya.
"Maaf oma, apa ada yang bisa saya bantu." Tanya seorang chef.
"Apa masih ada makanan di sini." Tanya oma balik.
"Ada, tapi hanya ayam bakar sayur mayur ada di ruang makan." Ucap chef itu.
"Bungkus ayam bakar itu dan jangan lupa dengan nasinya." Perintah oma.
"Baik oma." Chef itu tidak banyak tanya, dia langsung membungkus pesanan oma Zulfa.
"Cake coklat juga ada, apa mau di bungkus juga." Tanya chef itu.
"Iya bungkus aja." Ucap oma.
Setelah di bungkus, oma membawa makanan itu ke dalam kamarnya. Dia harus menunggu sampai tengah malam untuk mengantar makanan itu pada Aneska.
Semua keluarga selesai dengan makan malamnya. Mereka kembali ke kamarnya masing-masing. Begitupun nyonya Rona juga kembali ke kamarnya.
"Saya mau bicara." Ucap Zidan.
"Ok." Ucap Farid sambil berjalan mengikuti Zidan. Zidan membawa Farid ke beranda yang ada di lantai lima.
"Ada apa." Tanya Farid.
"Kamu ngomong apa sama perawat baru itu." Tanya Zidan ketus.
"Hahaha, kamu memata-mataiku ya." Ucap Farid dengan senyum mengejek.
"Iya, kenapa kamu bilang kalau dia harus kabur dan hidupnya di pertaruhkan besok, maksud kamu apa!" Zidan marah.
"Memang seperti itu kan? Kamu tidak usah memungkiri kalau kenyataan hidupnya akan di pertaruhkan besok. Jadi enggak usah sok tidak tau dan menutup-nutupi." Ucap Farid sambil meninggalkan Zidan.
Zidan diam, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Memang semua perawat akan mempertaruhkan hidupnya di istana Bassam.
Hari sudah semakin larut, keadaan di dalam istana sudah sepi dari kegiatan para pelayan. Oma Zulfa menghubungi cucunya Ila.
"Ila kamu sudah tidur." Ucap oma dari ujung ponselnya.
"Belum oma." Ucap Ila.
"Sepertinya semua sudah tidur, ayo kita bergerak sekarang." Ucap oma.
"Tapi aku takut." Ucap Ila.
"Sudah serahkan sama oma, nanti oma yang lihat ruang monitor. Kamu yang antar makanan ke kamar Aneska." Ucap oma.
"Iya." Ucap Ila singkat.
Oma keluar dari kamarnya dan Ila juga keluar dari kamarnya. Wanita sepuh itu memberikan bungkus makanan untuk Aneska kepada cucunya.
Mereka jalan mengendap-ngendap. Masuk ke dalam lift. Setelah di lantai satu mereka berpencar, oma pergi ke ruang monitor, Ila pergi ke kamar Aneska. Oma sengaja mengaktifkan ponselnya agar Ila dapat mendengar perintah dari oma.
Tok tok tok oma mengetuk pintu ruangan monitor. Seorang pria membuka pintu itu.
"Oma, apa yang oma lakukan di sini." Tanya pria itu. Oma sengaja masuk ke dalam ruangan itu, di dalam ruangan itu ada dua orang yang berjaga.
Oma mencoba mengajak ngobrol dua pria itu, karena dari layar monitor cucunya sudah mau sampai ke kamar Aneska.
"Enggak oma cuma mau lihat-lihat saja, oma belum ngantuk jadi berkeliling." Ucap oma bohong.
"Kalian enggak buat kopi." Ucap oma basa-basi.
"Sudah tadi." Ucap salah satu pria.
"Nanti kalian mengantuk, kalau sudah ngantuk siapa yang jaga monitor." Ucap oma.
Keduanya saling pandang.
"Kamu yang buat kopinya, tadi kan aku udah." Ucap salah satu pria.
"Enggak takut." Ucap temannya.
"Ya udah temani sana." Ucap oma.
"Tapi siapa yang menjaga ruangan ini." Ucap pria itu.
"Apa kalian lupa kalau oma juga pemilik istana ini. Kalian bisa menitipkan kepada oma."
"Kami titip ya oma." Ucap kedua pria itu. Setelah keduanya pergi oma langsung berkata kepada Ila.
"Sekarang." Ucap oma.
Tok tok tok.
Aneska buru-buru membuka pintu kamarnya.
"Ini makanan dari oma, aku harus balik ke kamar." Ucap Ila menyerahkan bungkus makanan kepada Aneska dan langsung pergi meninggalkan perawat itu.
Ila kembali ke kamarnya, sedangkan oma masih menunggu di ruang monitor. Ketika oma menunggu kedua pria itu, Zidan masuk ke dalam ruang monitor.
"Oma, apa yang oma lakukan malam-malam di sini." Tanya Zidan.
"Oma tidak bisa tidur, jadi oma berkeliling." Ucap oma pura-pura.
"Mana kedua pria yang piket di sini." Tanya Zidan sambil menatap ke layar monitor.
"Mereka pergi ke dapur lagi buat kopi." Ucap oma.
"Kenapa harus berdua." Selidik Zidan
"Karena mereka takut. Jadi oma suruh keduanya pergi ke dapur dan sementara oma yang jaga ini." Ucap oma lagi.
Zidan curiga, karena tadi pada saat makan malam oma selesai lebih cepat dari yang lainnya dengan alasan capek dan ngantuk tapi sekarang oma berkata kalau dia tidak bisa tidur.
Zidan menatap lekat wajah oma sambil melipat kedua tangan di dadanya.
"Kenapa kamu melihat oma seperti itu." Ucap oma.
"Oma sedang merencanakan sesuatu." Ucap Zidan.
"Enggak." Ucap oma cepat.
Pintu ruangan di buka, ketika kedua pria itu kembali, Zidan keluar ruangan dengan langkah lebar. Oma mulai panik, dia mengikuti Zidan dari belakang.
Dan Zidan berhenti di depan kamar Aneska.
"Kenapa oma mengikutiku." Ucap Zidan.
"Kamu tidak boleh masuk ke dalam kamar seorang wanita, bisa terjadi sesuatu kalau kalian satu kamar berdua.
Oma Zulfa sengaja mengulur waktu agar Aneska menyelesaikan makannya.
Tok tok tok pintu kamar Aneska di ketuk Zidan.
"Apa Ila balik lagi." Gumam Aneska.
Dia sudah selesai makan, dan sudah membuang bungkusnya ke dalam tong sampah.
Ceklek Aneska membuka pintu kamarnya. Dia kaget ada Zidan dan oma di depan kamarnya. Pria itu langsung masuk ke dalam kamar Aneska di ikuti oleh oma.
Dia mencium bau makanan dan ada cake yang belum di sentuh sama sekali.
"Dari siapa ini." Tanya Zidan.
Aneska diam, oma yang menjawab.
"Dari oma, oma enggak mau dia kelaparan." Ucap oma jujur.
"Oma tau peraturannya kan." Ucap Zidan tegas.
"Peraturan gila, oma tidak pernah setuju dengan peraturan itu. Kalau kamu mau hukum, hukum oma jangan Aneska. Karena ini ide oma." Ucap oma berani.
Zidan mendengus kesal.
"Hemmm jangan oma ulangi lagi. Makan sepuasnya dan pastikan sampahnya kamu buang dengan baik." Ucap Zidan.
"Oma kita selamat." Ucap Aneska sambil memeluk Zidan. Pria itu bingung dan kaget karena mendapatkan pelukan dari seorang wanita.
"Maaf aku salah peluk." Ucap Aneska, dia seharusnya memeluk oma tapi tanpa disadarinya, dia langsung memeluk Zidan.
Aneska memeluk oma dan mengucapkan terima kasih kepada wanita sepuh itu. Ketika di peluk Aneska hatinya Zidan langsung berdesir, dia merasakan hal yang berbeda ketika dekat dengan perawat itu.
Bersambung.
Baca karya author yang lain ya "Menikah Karena Ancaman"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 180 Episodes
Comments
Ryta Maya
penisiran jg am. critaa apakah zidan atw laki yg dirumh sakit
2022-06-24
0
Yuuna
jurus jitu itu neska..mantap..pokoknya klo mas Zidan mrah2 kamu sosor aj..😁
2022-04-18
0
Rhini Putri
Sampai sini bekum jelass siapa tokoh utama laku2nya! Bertele tele
2022-03-24
0