Bab 3

Setelah makan siang Aneska datang ke ruangan dokter Arif. Dia mengetuk pintu ruangan itu secara perlahan. Terdengar ada suara perintah dari dalam ruangan.

Aneskan membuka pintu ruangan secara perlahan sambil memasukkan sebagian kepalanya ke dalam ruangan itu.

"Masuk." Ucap dokter Arif yang sibuk dengan pekerjaannya. Dokter itu terlihat serius dengan terus menatap file di atas mejanya.

Aneska masih berdiri mematung. Dia mengagumi ciptaan Tuhan di depannya.

Oh Tuhan kalau seandainya aku jadi istrinya. Pasti aku akan menjadi wanita paling bahagia. Dan setiap hari pasti kami main dokter-dokteran.

"Aneska." Ucap dokter Arif menyadarkannya dari lamunan gilanya.

"Eh iya." Ucap Aneska gugup.

"Kamu melamun?"

"Iya dok, eh tidak." Aneska gugup. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya harus satu ruangan dengan dokter ganteng itu.

"Duduk." Ucap dokter Arif.

Aneska menarik kursi lebih jauh dari meja kerja dokter Arif. Dia merasa gugup jika harus dekat-dekat dengan dokter ganteng itu.

"Jauh sekali kamu menarik kursinya." Tanya dokter Arif.

"Social distancing dok." Ucap Anes pelan.

"Ok ok." Dokter Arif paham.

"Hemmm bagaimana cara ngomongnya ya." Ucap dokter Arif terlihat ragu.

Kenapa dia terlihat ragu, apa mungkin dokter Arif mau melamarku. Oh Tuhan semoga ini bukan mimpi.

"Kenapa dok, anda seperti kurang yakin. Apa anda khawatir kalau saya menolak anda." Anes menutup mulutnya.

Busyet ini mulut lancip banget. Ingat Anes jangan obral.

Dokter Arif menatap tajam wajah gadis di depannya. Dia masih mondar-mandir diruangannya dengan berkacak pinggang.

"Maaf dok, sampai kapan anda mondar-mandir seperti itu. Saya melihatnya capek." Aneska kembali menutup mulutnya yang suka asal dalam berbicara.

Dokter Arif duduk kembali ke kursinya. Dia menghembuskan nafasnya sebelum berbicara kepada gadis di depannya.

"Saya melakukan ini bukan mau mengasingkan kamu, tapi." Dokter Arif berat untuk mengatakan kepada Aneska. Tapi dia harus melakukannya.

Gadis itu masih menunggu dengan harap-harap cemas.

"Apa kamu mau saya pindah tugas kan." Ucap dokter Arif.

"Pindah tugas? Apa penempatannya sama dengan mbak Tami." Tanya Aneska.

Dokter Arif tidak menjawab dia mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Gaji yang di tawarkan empat kali lipat gaji di sini."

Di dalam pikirannya tempat baru ini pasti bareng temannya mbak Tami.

"Bagaimana." Tanya dokter Arif.

"Kalau boleh tau di rumah sakit apa saya bekerja dan siapa yang akan saya rawat." Tanya Aneska.

"Maaf untuk hal itu saya tidak bisa memberitahukan kepada kamu."

"Kok seperti itu dok. Bukannya kalau pindah tugas harus ada surat pindahnya. Dan nama rumah sakitnya. Tapi kenapa dokter seperti menutupi." Ucap Aneska berani.

"Baik menurut saya kamu menolak tawaran ini. Dan tawaran ini akan saya berikan ke perawat lain." Ucap dokter Arif tegas.

Aneska menimbang-nimbang tawaran yang di berikan kepadanya.

"Dok, bisa beri saya waktu satu hari untuk berpikir."

"Baiklah, saya beri kamu waktu satu hari."

Aneska keluar dari ruangan itu dengan pikiran yang bingung. Dia kembali ke ruang perawat, di mana ada temannya Tiara dan Aldo.

"Bagaimana? Apa kamu jadi di lamar dokter Arif." Tanya Tiara.

"Mana ada, aku itu bukan di lamar tapi mau di pindah tugaskan sama dia." Gerutu Anes.

"Wah bagus dong, kamu bisa kaya mendadak. Gajinya sama kan sama mbak Tami." Tebak Tiara.

"Iya sama."

"Ya udah terima saja. Kalau aku jadi dirimu langsung ku terima tawaran itu."

"Tapi menurutku lebih baik kamu pikirkan dulu. Kamu masih ragu kan." Tanya Aldo.

Aneska menganggukkan kepalanya.

"Ya sudah pikirkan dulu matang-matang, jangan terpengaruh dengan ucapan kami." Ucap Aldo.

Aneska setuju, dia harus memikirkan tawaran itu dengan matang agar tidak menyesal nantinya.

Sore hari waktunya para perawat shift pagi pulang. Aneska jalan beriringan dengan Tiara menuju mes mereka.

"Kenapa kamu terlihat murung." Tanya Tiara.

"Kenapa dokter Arif mau memindahkan ku. Apa dia tidak suka aku bekerja di rumah sakit itu." Ucap Aneska murung.

"Kamu orangnya perasa banget sih. Belum tentu yang kamu pikirkan itu benar. Bisa jadi memang ini rezekimu." Ucap Tiara.

"Mungkin juga, tapi tadi pada saat di ruangan, dokter Arif terlihat bingung. Dia mau mengatakan tentang pemindahan tugas, ini saja harus drama dengan mondar-mandir di ruangan. Ayo coba kamu tebak kenapa dia harus mondar-mandir seperti itu. Padahal tinggal bilang saja kamu saya pindahkan ke tempat lain." Gerutu Aneska.

"Mungkin dia tidak mau melepaskanmu. Secara kamu perawat tercantik di rumah sakit ini." Puji Tiara.

"Makasih tapi aku enggak punya uang receh."

"Uang besar juga boleh." Ucap Tiara.

"Matre lo." Ejek Aneska.

Mereka sudah sampai mes dan berpisah ke blok masing-masing.

Di dalam kamarnya dia langsung membersihkan tubuhnya yang lengket karena seharian penuh sudah bekerja.

Setelah selesai mandi dia memikirkan tentang tawaran dari dokter Arif.

"Sebaiknya tidak aku terima, karena seingatku dokter Arif tidak mengatakan detail dan malah seperti menghindar." Gumam Aneska.

Dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi keluarganya.

"Halo ibu, bagaimana kabar ibu dan bapak di sana." Tanya Aneska.

"Alhamdulillah sehat nak, kamu sehat? Jangan menunda makan ya. Jangan makan mie instan." Ucap ibunya menasehati.

"Iya ibu sayang. Bapak mana?"

"Bapak masih kerja." Jawab ibunya.

"Bapak kerja apa sekarang bu?"

"Biasalah serabutan yang penting cukup untuk makan." Ucap ibunya.

"Bu, hutang kita di bank berapa juta lagi." Tanya Aneska.

"Kalau ibu enggak salah dengar lima puluh juta lagi." Ucap ibunya.

POV Aneska

Aneska Afia Mirza anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Chandani Cyra Mirza. Bapaknya bernama Mirza dan ibunya bernama Desi.

Aneska harus menerima kenyataan pahit kalau bapaknya kena phk. Dan pada saat itu dia masih melanjutkan pendidikan akademi keperawatan di ibu kota. Ketika bapaknya di phk dia memutuskan untuk menghentikan pendidikannya. Karena dia tau sangat berat biaya pendidikan. Dan menurutnya lebih baik dia bekerja agar bisa membantu ekonomi keluarga.Tapi bapaknya melarangnya untuk berhenti kuliah dengan alasan kalau masa pendidikannya sebentar lagi selesai. Dan hanya dia yang bisa di harapkan kelak.

Dengan keputusan yang sangat berat. Bapaknya menggadaikan sertifikat rumah ke bank. Dan uang dari pinjaman itu di gunakan untuk membiayai pendidikan Aneska sampai selesai. Dan sisanya untuk kebutuhan hidup.

Dan setelah Aneska mulai bekerja sebagai perawat dia yang membayar uang pinjaman itu ke bank. Karena hanya dia yang bisa di harapkan. Dengan gaji lima juta dia kirimkan empat juta untuk keluarganya dan sisanya untuk biaya hidupnya selama sebulan.

Aneska tidak pernah mengatakan kesusahannya kepada kedua orang tuanya. Dengan uang satu juta sebulan tidak akan cukup untuk membiayai kehidupannya di ibu kota. Jadi dia mengakali pagi dengan sarapan sereal, malam mie instan. Dan siang dia bisa makan sepuasnya di kantin rumah sakit. Karena itu merupakan fasilitas dari rumah sakit untuk tim medis.

"Ya sudah bu, salam sama Cyra dan bapak. Nanti aku ada rezeki akan aku lunasi semuanya." Ucap Aneska kemudian panggilan terputus.

Aneska memandang langit-langit kamarnya. Ada rasa bosan harus berkurung di kamar terus. Ketika libur kerja temannya sering mengajaknya pergi ke mall. Tapi dia selalu menolak dengan alasan capek. Memang dia capek. Tapi tidak di pungkiri ketika kaum hawa ke mall rasa capek itu pasti hilang.

Untuk menghemat uang dia harus makan seirit-iritnya. Bahkan lebih sering dia makan mie instan di bandingkan makan nasi. Dan syukurnya dia tetap sehat. Mungkin doa kedua orang tuanya yang membuatnya tetap sehat.

"Apa aku terima tawaran itu? Kalau aku terima setidaknya selama tiga bulan hutang keluargaku lunas dan aku bisa keluar dari situ. Tapi bagaimana kalau aku harus merawat pria genit. Atau orang gila." Gumam Aneska.

"Setidaknya aku bisa bertemu dengan mbak Tami."

Bersambung.

“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”

Ig. anita_rachman83

Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"

🌷🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Terpopuler

Comments

Mama Kastini

Mama Kastini

wah kak Anita Rachman ada di novel toon jg y, saya fans nya "Alex Smith dan kiran" di fizzo , mampir kesini Krn liat di IG nya kak Anita... wah bakal lbh rajin baca nih...

2022-07-22

0

Tita

Tita

Maaf ada yg tau judul novel tentang prempuan bernama indah yg di tugaskan untuk merawat pria dewasa dengan penyakit trauma masa kecil sewaktu di jepang ?

2022-07-09

0

Siti Mutmainah

Siti Mutmainah

pemindahan tugas gak jelas tapi gajinya gedhe, serem gak tuh😁

2022-04-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!