Bab 2

Pagi ini Aneska tidak terlambat, dia datang lebih awal. Dan ibu ratu untuk julukan yang diberikannya kepada ibu Susan juga belum datang. Dia menyapa para perawat yang bekerja di shift malam. Mereka akan berganti shift ketika semua perawat sudah datang. Sebelum pergantian shift dia menyempatkan diri bertemu dengan pasien kesayangannya. Pasien itu bernama oma Nely dan di rawat di ruang VIP. Dia mengetuk pintu ruang rawat inap.

“Masuk.” Ucap seseorang dari dalam ruang rawat inap.

Aneska membuka pintu ruangan sambil memberikan senyuman kepada wanita sepuh itu.

“Pagi oma.” Sapa Anes.

“Pagi Anes.” Jawab Oma Nely.

“Bagaimana keadaan oma?”

“Sudah lebih baik.” Jawab oma Nely.

“Oma jadi keluar hari ini.” Tanya Anes.

“Jadi sayang, oma masih menunggu dokter visit.”

Aneska manggut-manggut sambil melihat isi ruangan rawat inap tersebut. Oma Nely memperhatikannya.

“Kenapa Nes?”

“ Eh enggak oma, apa keluarga oma tidak datang? Soalnya aku perhatikan oma selalu sendiri di kamar ini.”

“Ada Nes, cucu oma datang menjenguk setiap malam sepulang kerja dia menyempatkan waktunya untuk menjenguk oma.”

“Oh, mungkin karena aku masuk shift pagi jadi tidak pernah melihat kehadiran cucu oma.”

Ada suara pintu di buka, seorang pria masuk sambil tersenyum kepada oma Nely.

“Pagi oma.” Sapa pria itu sambil mengecup pipi wanita sepuh itu.

“Pagi sayang.” Ucap oma Nely.

“Nes kenalkan ini cucu oma, namanya Luky.” Ucap oma Nely.

Pria itu mengulurkan tangannya kehadapannya. Aneska menyambut tangan pria itu sambil tersenyum kik kuk.

Oh Tuhan ganteng banget.

Oma Nely memperhatikan sikap Aneska yang gugup, dia tersenyum melihat raut wajah Aneska yang malu-malu. Dia menyadari kesalahannya yang terus menggenggam tangan Luky. Aneska buru-buru melepaskan tangannya dari tangan pria di depannya.

“Maaf oma, saya harus kembali bersama teman yang lain, permisi.” Ucap Aneska sambil pura-pura melihat jam di pergelangan tangannya.

Oma Nely menganggukkan kepalanya. Wanita itu langsung meninggalkan oma dengan cucunya.

“Namanya Aneska, cantikkan.” Ucap oma Nely.

“Kenapa oma mengatakann itu kepadaku.” Tanya Luky.

“Luky sayang sampai kapan kamu sendiri, oma sudah tua. Sebelum Oma meninggal menikahlah.”

“Sstt, oma jangan berkata seperti itu.” Luky duduk di sebelah pinggir kasur.

“Oma tidak akan meninggal, aku ingin oma melihatku menikah dan punya bayi. Jangan pernah berkata seperti itu lagi.” Ucap Luky sambil memegang tangan omanya.

“Ya sudah menikahlah, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Mau sampai kapan kamu menyendiri.” Ucap oma.

“Iya oma, aku nanti akan menikah, ketika menemukan jodoh yang tepat.”

“Apa Aneska bukan jodoh yang tepat. Dia baik rajin cantik lagi. Dia sama seperti kamu belum mempunyai kekasih.”

“Oma.” Ucap Luky.

Dia tidak suka di jodohkan, walaupun dia mengakui kalau perawat tadi cantik. Tapi dia tetap belum memikirkan pernikahan.

Di ruang perawat.

Aneska sudah bergabung dengan teman seprofesinya. Ibu Susan selaku kepala perawat di bagian itu memberikan briefing kepada semua perawat yang masuk shift pagi. Setelah selesai briefing perawat mengambil posisinya masing-masing dengan mengecek para pasien di dalam ruang rawat inap.

Aneska, Tiara dan Aldo melakukan rutinitasnya dengan mengecek pasien dari tekanan darah, melihat botol infus sampai menanyakan keluhan yang di rasakan para pasien. Keluhan pasien akan di catat di buku dan akan diberitahukan kepada dokter setelah dokter visit.

Mereka berjalan beriringan kembali ke ruang perawat.

“Kamu dari mana saja tadi.” Tanya Tiara.

“Aku baru melihat oma Nely.”

“Oh.” Ucap Tiara singkat.

“Kamu tau tidak kalau oma Nely punya cucu gantengnya enggak ketulungan.” Ucap Aneska antusias.

“Udah tau.” Ucap Tiara.

Aneska melihat ke arah temannya sambil tetap berjalan.

“Kok kamu enggak bilang kalau oma punya cucu ganteng.” Tanya Anes.

“Ye, memang aku harus memberitahukan semuanya kepadamu.” Ucap Tiara sambil memonyongkan mulutnya.

“Ya enggak sih, tapi apa salahnya info ke teman, hehehe.” Ucap Anes.

Aneska teringat sesuatu tentang pesan yang di terimanya dari mbak Tami.

“Coba kalian lihat ini.” Aneska menunjukkan ponselnya yang berisi pesan dari mbak tami. Kedua temannya membaca isi pesan tersebut.

Jangan pernah mengirimkan pesan apapun kepadaku, aku dalam keadaan baik. Dan jangan pernah menghubungiku.

Kedua temannya Tiara dan Aldo saling pandang.

“Kok mbak Tami mengirim pesan seperti ini.” Ucap Tiara.

“Itulah yang aku pikirkan, apa sebenarnya yang terjadi dengan mbak Tami. Karena pesan ini bukan seperti darinya.” Ucap Aneska.

“Iya, mbak Tami selalu lemah lembut dan tidak pernah berkata kasar. Dari kalimat ini bukan seperti keluar dari mulutnya.” Timpal Aldo.

“Kenapa aku memikirkan hal-hal yang aneh ya.” Ucap Tiara.

“Sama, aku juga memikirkan hal yang sama. Sepertinya telah terjadi sesuatu dengan mbak Tami. Tapi apa?”

Kedua temannya mengangkat bahunya. Mereka juga tidak bisa menebak apa yang sedang terjadi dengan mbak Tami.

Waktunya dokter visit. Ada beberapa dokter yang visit ke ruang rawat inap. Dokter yang visit bukan hanya satu tapi ada beberapa dokter. Mereka mengunjungi pasiennya masing-masing. Dokter bisa visit lebih dari satu pasien. Tapi ada juga hanya dengan satu pasien.

Beberapa dokter visit ke ruang rawat inap di dampingi beberapa perawat. Dan ada salah satu dokter yang juga visit yaitu dokter Arif.

Dokter Arif adalah Dokter spesialis dan pagi itu dia datang ke ruang perawat.

"Pagi dokter." Sapa para perawat.

Dokter yang tidak muda lagi itu duduk di kursi yang sudah di sediakan para perawat. Sebelum visit dia mengecek beberapa file pasiennya.

Kemudian dokter Arif melakukan visit dengan Aneska dan Aldo. Hanya dua perawat yang mengikutinya. Ada beberapa pasien yang dikunjunginya dengan mengecek kondisi pasien dan memastikan pasien sudah bisa pulang atau belum. Salah satu pasien dokter Arif adalah oma Nely.

"Pagi." Sapa dokter

"Pagi dokter." Sapa oma Nely.

Dokter Arif mengecek kondisi pasiennya. Setelah memastikan kondisi pasiennya sudah sembuh. Dokter itu mengizinkan pasiennya untuk pulang.

"Ibu sudah sembuh jadi sudah bisa pulang. Tapi ingat jangan terlalu capek. Tiga hari lagi kontrol." Ucap dokter Arif sambil menulis di berkas pasien.

Oma Nely mempunyai penyakit asma. Dia sering masuk rumah sakit gara-gara asmanya kambuh.

"Terima kasih dokter." Ucap oma Nely dan Luky cucunya.

Setelah dokter Arif mengunjungi semua pasiennya. Beliau kembali ke ruang perawat dengan di dampingi Aneska dan Aldo.

"Selesai jam makan siang kamu datang ke ruangan saya." Ucap dokter Arif.

"Saya dok?" Ucap Aneska sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Iya kamu." Ucap dokter Arif.

Setelah dokter Arif keluar dari ruang perawat. Tiara dan Aldo langsung menghampiri temannya.

"Suit suit mau di lamar dokter Arif nih." Goda Tiara.

"Sok tau." Ucap Aneska.

"Kamu kalau di lamar mau enggak?" Goda Aldo juga.

"Maulah, hahaha." Ucap Aneska diiringi gelak tawanya.

"Gayanya sok jual mahal tapi nyatanya tidak nolak." Ejek Tiara.

"Siapa juga yang nolak kalau di lamar dokter Arif. Walaupun usianya sudah kepala tiga lebih tapi ganteng tau, mandiri lagi." Ucap Aneska.

"Heran deh, kenapa dokter Arif belum menikah padahal usianya sudah tidak muda lagi." Ucap Tiara.

"Karena calon istrinya ada di sini." Ucap Aneska.

"Heleh semua kamu mau, cucu oma mau, dokter Arif juga. Kamu itu memang tidak laku apa lagi obral sih." Ledek Tiara.

"Hahaha, aku bukan obral ya. Yang mana melamar akan aku terima." Ucap Aneska.

Bersambung.

“ **Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”

Ig. anita_rachman83**

Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"

🌷🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀ᴅͨɪͧᴀᷡɴͨɴͣᴀᷡᴳᴿ🐅

𝐀⃝🥀ᴅͨɪͧᴀᷡɴͨɴͣᴀᷡᴳᴿ🐅

nes anes,

2023-01-03

0

Anni Zakiyani

Anni Zakiyani

spesialis apa

2022-11-12

0

Widy Erny

Widy Erny

seperti novel misteri, oke gue suka

2022-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!