Bab 5

Aneska masih terpesona dengan kegantengan dokter Arif.

"Anes." Ucap dokter Arif menyadarkan gadis di depannya.

"Eh iya dok." Ucap Aneska gugup.

"Ketika kamu berada di sana, peraturan harus kamu jalankan."

"Salah satunya apa dok." Tanya Aneska.

"Maaf Nes, saya tidak berhak mengatakannya kepadamu. Karena peraturan ini di buat untuk semua perawat yang akan bekerja di sana." Ucap dokter Arif.

"Maaf dok, sebenarnya saya bekerja di tempat seperti apa?" Ucap Aneska.

Dokter Arif diam.

"Kenapa dok? Apa terlalu berat untuk dokter mengatakan kepada saya. Atau semua perawat yang pindah ke sana juga dokter perlakukan seperti ini." Ucap Aneska.

"Maaf Nes, saya tidak bisa memberitahukan kepadamu. Untuk gaji tenang saja. Walaupun kamu akan di pindahkan dan mengingat belum satu bulan, gaji akan tetap di bayar full." Ucap dokter menjelaskan.

"Baik dok, lalu kapan saya mulai bekerja ke sana." Tanya Aneska.

"Besok saya akan mengirimkan alamatnya via chat." Dokter Arif mengambil sesuatu dari dalam laci meja, dia meyerahkan sebuah amplop putih kehadapan Anes.

"Apa ini dok." Tanya Aneska.

"Ini riwayat penyakit pasien. Dan kamu hanya boleh membukanya ketika sudah berada di sana." Ucap dokter Arif.

"Baik dok." Aneska mengambil amplop putih itu. Dia memandang amplop itu. Benda itu di rekatkan dengan lem.

"Saya akan datang ke sana paling lama sebulan sekali." Ucap dokter Arif.

"Sebulan sekali?"

"Iya, tapi kalau kamu mau saya bisa datang seminggu sekali." Ucap dokter Arif seperti ada rasa khawatir dengan gadis di depannya.

Heran kenapa dokter Arif datangnya sebulan sekali. Sebenarnya aku bekerja di tempat apa, kenapa bulu kudukku merinding seperti ini.

"Oh iya berapa nomor ponsel kamu." Tanya dokter Arif.

Aneska memberitahukan nomor ponselnya. Dokter itu menyimpan nomornya di dalam ponselnya. Kemudian pria di depannya langsung menghubunginya. Ponsel Aneska berdering.

"Itu nomor saya. Kamu bisa menghubungi saya kapanpun kamu mau." Ucap dokter Arif.

Aneska menyimpan nomor dokter Arif dengan memberikan nama di ponselnya dokter ganteng.

"Kamu boleh pulang lebih awal. Bersiaplah, besok pagi kamu akan berangkat dan tiba di sana sebelum tengah hari." Ucap dokter Arif.

Aneska beranjak dari kursinya dan hendak keluar dari ruangan itu. Kemudian dia membalikkan badannya.

"Dok, apa tempat saya bekerja ada di kota ini? Atau beda kota." Tanya Aneska.

Dokter itu diam, dia melihat wajah Aneska.

"Halo dokter? Anda melamun ya." Ejek Aneska

"Eh tidak." Ucap dokter Arif.

"Nanti malam akan saya kabari. Kamu bisa pulang sekarang dan mempersiapkan keperluan kamu dari sekarang. Dan jangan lupa kalau sudah sampai sana kabari saya."

"Baik dok." Ucap Aneska kemudian keluar dari ruangan itu.

Aneska kembali ke ruang perawat, Aldo dan Tiara menunggunya. Mereka melihat amplop di tangan temannya.

"Wah kamu sudah dapat gaji." Celetuk Tiara.

"Di pikiranmu uang saja. Apa tidak ada selain uang di pikiranmu." Ucap Anes.

"Heleh kamu pun sama, kamu menerima tawaran ini karena gajinya yang besar. Berarti kamu juga memikirkan uang." Ucap Tiara.

"Iya memang aku menerima tawaran ini karena nominalnya yang besar tapi ini bukan uang." Ucap Aneska sambil menunjukkan amplop pemberian dokter Arif kepada temannya.

Tiara dan Aldo melihat amplop putih itu.

"Apa isinya." Tanya Aldo.

"Kata dokter Arif, surat keterangan riwayat pasien." Ucap Anes.

"Kok di segel sih." Protes Tiara.

"Enggak tau, ini kan rahasia pasien. Kamu kan tau kode etik kita sebagai perawat." Ucap Anes.

"Iya-iya. Terus kapan surat ini kamu buka." Tanya Tiara.

"Menurut dokter Arif di buka ketika sudah sampai sana."

"Kapan kamu berangkat." Tanya Aldo.

"Besok pagi aku sudah berangkat, aku mau pulang sekarang mau beberes dulu." Ucap Aneska sambil mengambil barang-barangnya di ruang perawat.

Sebelum pulang Aneska memeluk temannya Tiara, dan juga menyalami Aldo.

"Hati-hati ya. Kasih kabar sama kami jangan hilang seperti mbak Tami." Ucap Tiara.

"Iya-iya aku akan mengabari kalian. Doakan semoga aku betah di tempat baru dan selalu di lindungi Allah." Ucap Aneska.

"Aamiin, kami mendoakan yang terbaik buatmu." Ucap Aldo.

Setelah berpelukan dan pamit dengan teman-teman perawatnya. Aneska kembali ke mes dengan berjalan kaki. Sesampai di mes dia menyusun semua barang dan memasukkan semuanya ke dalam kopernya.

Waktu sudah petang tapi dokter Arif belum menghubunginya.

"Aku jadi pindah enggak sih, sampai sekarang alamat saja belum di share dokter Arif." Gerutu Aneska.

Selang dua jam ponselnya berdering.

"Hah video call? Mukaku lecek begini." Aneska langsung menjawab panggilan video call dari dokter Arif.

"Halo dokter." Ucap Aneska. Dokter Arif sedang berada di rumahnya itu terlihat ketika mereka melakukan video call.

"Ya halo. Aneska besok pagi kamu naik bis turun di stasiun sampai sana akan ada yang menjemputmu." Ucap dokter Arif.

"Baik dokter." Ucap Aneska.

Tapi dia masih ragu dan ingin bertanya siapa yang akan menjemputnya.

"Dokter kalau boleh tau siapa kira-kira yang menjemput saya." Tanya Aneska.

"Nanti supir akan menjemputmu, kamu tidak perlu khawatir foto kamu sudah saya kirim ke sana."

"Foto? Dari mana dokter dapat foto saya? Apa dokter diam-diam memotret saya." Tanya Aneska langsung.

"Anes anes foto yang saya kirim ke sana sebuah foto dengan ukuran tiga di kali empat dengan background warna merah."

"Hehehe maaf dok, saya pikir dokter pengagum saya dalam diam." Ucap Aneska tanpa malu.

"Hahaha, memang saya pengagummu." Ucap dokter Arif.

"Serius dokter." Tanya Aneska.

"Enggak usah di bahas. Kamu istirahat yang cukup jangan terlalu capek." Ucap dokter Arif menghindar.

"Selamat malam." Ucap dokter Arif kemudian panggilan terputus.

Aneska memandang langit-langit kamarnya agar matanya dapat terpejam tapi matanya tak kunjung mau terpejam. Ada rasa senang ketika dokter itu mengatakan sebagai pengagumnya.

"Apa benar dokter Arif mengagumiku, atau dia hanya bergurau kepadaku. Tapi kenapa dia seperti menghindar." Gumam Aneska.

Karena matanya tak kunjung mau di pejamkan. Dia mencoba menghubungi keluarganya melalui ponsel adiknya Cyra.

Panggilan terhubung.

"Halo dek." Ucap Aneska.

"Iya kak." Suara adiknya terdengar berat.

"Kamu lagi tidur?"

"Hemmm." Ucap adiknya.

"Ibu sama bapak udah tidur ya." Tanya Aneska lagi.

"Enggak tau, aku tadi pulang sore terus ketiduran." Jawab adiknya dari ujung ponselnya.

"Kemana saja kamu? Kok pulang sore? Bukannya seharusnya kamu pulang siang. Mana ada anak sekolah pulang sore." Ucap Aneska dengan mengajukan pertanyaan beruntun.

"Ah kakak ini, aku itu ada kegiatan ekskul di sekolah, jangan berpikiran yang aneh-aneh deh. Adikmu ini bisa jaga diri." Ucap Cyra.

"Iya kakak tau, tapi kamu harus tetap hati-hati. Coba mana bapak sama ibu, kakak mau bicara." Ucap Aneska.

Cyra keluar dari kamarnya. Dia mencari keberadaan ibu dan bapaknya.

"Kak sepertinya bapak sama ibu sudah tidur. Apa mau aku bangunkan." Tanya Cyra.

"Enggak usah, kakak cuma mau bilang saja kalau besok kakak pindah kerja."

"Pindah kerja? Jadi kakak tidak berkerja di rumah sakit lagi." Tanya Cyra.

"Kakak di pindahkan ke tempat yang lain, memang belum jelas tempat seperti apa kakak bekerja. Tapi menurut kakak pasti rumah sakit juga. Cuma yang mengherankan kalau rumah sakit kenapa bayarannya besar sekali." Ucap Aneska.

"Memangnya berapa gaji yang di tawarkan." Tanya adiknya.

"Empat bulan gaji kakak yaitu sebesar dua puluh juta." Ucap Aneska.

"Busyet besar banget gajinya.".

"Gede kan, makanya kakak ambil biar bisa melunasi hutang kita." Ucap Aneska.

"Iya kak, kakak jaga diri jangan lupa makan. Awas kalau makan mie instan terus. Aku kasih tau ibu entar." Ucap adiknya.

"Hust jangan bilang sama ibu kalau kakak senang makan mie instan, nanti bisa kena ceramah satu kali dua puluh empat jam." Ucap Aneska.

"Hahaha." Keduanya tertawa dan setelah percakapan itu panggilan terputus. Matanya Aneska sudah cukup berat dengan cepat dia langsung masuk ke alam mimpinya.

Bersambung.

“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”

Ig. anita_rachman83

Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"

🌷🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Terpopuler

Comments

Puteri Siliwangi

Puteri Siliwangi

lanjut Thor jngn lupa visual nya y😊🥰

2022-11-25

0

Krea25

Krea25

jadi penasaran

2022-05-20

0

이카

이카

deg degan saya sumpah

2022-03-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!