Keesokan paginya Aneska sudah bangun lebih awal. Dia sarapan seadanya seperti roti tawar dan sereal. Setelah sarapan dia bergegas untuk berangkat. Dia menarik kopernya keluar mes.
Pada saat dia keluar dari mes bertepatan dengan perawat berangkat kerja. Mereka menyapa Aneska dan Tiara yang melihat ada sosok temanya langsung berlari mengejar temannya.
"Anes." Teriak Tiara.
Aneska membalikkan badannya, temannya Tiara berlari dan begitu sudah dekat, dia langsung memeluk Aneska.
"Hati-hati ya." Ucap Tiara menangis
"Iya, sudah jangan menangis, aku tidak mati. Sudah nanti kamu terlambat." Ucap Aneska sambil melepaskan pelukan temannya dari tubuhnya.
"Kamu harus sering mengabariku. Jangan hilang dan jangan mati." Ucap Tiara.
"Hahaha, iya-iya sudah sana pergi." Usir Aneska.
Tiara melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan temannya. Aneska sudah berdiri di depan gerbang mes, dia sedang menunggu taksi online untuk mengantarnya ke stasiun.
Kurang lebih dia berdiri selama lima belas menit menunggu kehadiran taksi online. Akhirnya mobil berhenti tepat di depannya.
"Mbak Aneska." Tanya supir online.
"Iya pak." Ucap Aneska. Kemudian dia masuk kedalam mobil. Dan supir langsung membawanya ke stasiun sesuai tujuannya. Di dalam mobil Aneska mencoba mengirim pesan kepada dokter Arif.
Dok saya sudah berada di taksi menuju stasiun.
Selang beberapa menit dokter Arif membalas pesan Aneska.
Ok, nanti akan ada yang menghubungimu. Kamu hanya menunggu di stasiun.
Aneska membalas lagi.
Baik dok, apa boleh saya buka amplop ini.
Lama dia menunggu balasan dari dokter Arif.
Silahkan tapi jangan berkomentar apapun.
Setelah itu Aneska tidak membalas pesan dari dokter itu. Dia membuka resleting tasnya dan mengambil amplop putih itu. Dengan cepat dia membuka amplop itu.
Setelah membaca riwayat penyakit pasien Aneska hanya memicingkan matanya.
"Kenapa penyakit ini harus di rahasiakan sih dok. Aku sih bisa mengatasi pasien seperti ini." Gerutu Aneska sambil menyimpan kembali amplop itu ke dalam tas ranselnya.
Taksi sudah berhenti di stasiun. Dia menyerahkan beberapa lembar uang kepada supir taksi.
Aneska berdiri di depan stasiun dengan koper di dekat kakinya. Hampir satu jam dia berdiri tapi tidak ada yang menghubunginya. Panasnya matahari pagi menyinari tubuhnya membuatnya kehausan. Sambil menarik kopernya dia pergi ke warung yang berada di dalam stasiun.
Dia duduk di kursi warung. Di steling warung ada tulisan mie goreng, dia adalah peminat mie instan ketika melihat itu rasa laparnya langsung nongol.
"Lebih baik aku menunggu di sini. Tadi kata dokter Arif akan ada yang menghubungiku. Jadi lebih baik di sini sambil menikmati mie goreng." Gumamnya pelan.
"Bu, mie goreng satu sama satu botol air mineral." Ucap Aneska sedikit kencang. Karena dia berada di stasiun jadi kalau bicara harus dengan suara yang kencang.
"Baik mbak." Ucap si penjual.
Aneska terus memperhatikan kalau-kalau ada yang menghubunginya. Tapi belum ada satupun yang menghubunginya. Mie goreng sudah di hidangkan di depannya. Dia mengambil sendok berada di keranjang dan ketika hendak menyuapkan makanan ke dalam mulutnya ponselnya berdering, ada nomor asing di ponselnya.
"Ya halo." Ucap Aneska.
"Saya di perintahkan untuk menjemput anda." Ucap seorang pria dari ujung ponselnya.
"Sepuluh menit lagi bisa?" Ucap Aneska sambil melihat mie gorengnya dia seperti tidak tega dengan makanannya.
" Saya tidak bisa menunggu." Ucap pria itu. Aneska tidak menjawab dia langsung melahap makanannya tanpa menutup panggilan dari pria itu.
"Halo halo." Pria itu terus berbicara tapi Aneska tidak menjawabnya.
"Halo anda dengar tidak." Ucap pria itu kesal. Aneska tetap tidak menjawab dia sibuk dengan mienya.
Pria itu masuk ke dalam stasiun sambil meletakkan ponselnya ke telinganya. Dia berjalan menyusuri stasiun mencari keberadaan Aneska. Dan dia berhenti di salah satu warung. Pria itu memastikan kalau yang duduk di kursi adalah gadis yang dijemputnya. Dia ingat akan foto yang di kirim dokter Arif.
"Rupanya anda di sini. Kenapa tidak di jawab?" Ucap pria itu ketus.
Aneska melihat sosok pria di depannya. Kebetulan pria itu berdiri jadi dia melihat dari bawah sampai atas. Pria dengan setelan jas itu terlihat marah.
Gila cakep banget kenapa aku di kelilingi para pangeran.
"Waktuku tidak banyak." Ucap pria itu sambil melipat tangannya dan meletakkan di dadanya.
"Tunggu sebentar lagi, mubazir kalau tidak di habiskan." Ucap Aneska yang sibuk dengan makanannya.
Pria itu langsung menarik lengannya.
"Apaan sih." Ucap Aneska kesal.
"Kamu bisa makan sepuasnya nanti. Tugas saya menjemputmu." Pria itu menarik lengan Aneska.
"Hey aku belum bayar." Ucap Aneska.
Pria itu melepaskan genggamannya dari lengan gadis itu. Aneska sibuk mengambil dompetnya dari dalam tas ranselnya. Pria yang berdiri di depannya terlihat kesal. Dia langsung mengambil dompet dari saku celananya. Dan mengambil uang seratus ribu dan meletakkan di atas meja. Dia tidak suka dengan wanita yang lamban dia lebih suka dengan wanita yang lincah.
"Ini buk." Ucap pria itu dan kembali menarik lengan Aneska.
"Mas kembaliannya." Ucap ibu warung teriak.
"Ambil saja."
"Hey sisanya masih banyak."
Pria itu tidak memperdulikan ucapan Aneska. Dia sudah menarik lengan Aneska dan membawa ke mobil. Mereka berhenti tepat di salah satu mobil mewah berwarna hitam.
"Wah keren banget mobilnya." Aneska mengelus body mobil itu. Sedangkan si pria sibuk memasukkan koper Aneska ke bagasi.
"Cepat masuk atau kamu mau mengelus mobil ini sampai malam." Sindir si pria.
Dengan mulut manyun Aneska masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi baris kedua. Pria itu langsung melajukan mobilnya.
"Kenapa kamu lama sekali, aku sudah berdiri satu jam." Gerutu Aneska.
Pria itu tidak menjawab hanya melirik dari kacamata hitamnya.
"Hai aku Aneska." Ucap Aneska sambil mengulurkan tangannya tapi pria itu tidak menjawab ataupun membalas uluran tangannya.
"Idih sombong amat, baru jadi supir sombongnya udah minta ampun." Ucap Aneska sambil menarik tangannya kembali.
"Kenapa kamu bisa berpikir kalau aku supir." Tanya si pria.
"Feeling aja mana mungkin seorang majikan menjemputku." Ucap Aneska jujur.
"Kamu kalau masih makan gaji enggak usah sombong deh." Sindir Aneska.
Pria itu diam, dia tidak ingin meladeni gadis itu. Perjalanan cukup jauh tanpa sadar Aneska tertidur.
Mobil melewati kawasan perbukitan kanan kiri banyak pepohonan hijau pemandangan yang cukup asri, tapi sayang Aneska tidak menyaksikan itu. Ketika mobil berhenti Aneska baru sadar dan terbangun.
"Sudah sampai ya." Ucap Aneska dengan suara khas bangun tidur.
Aneska mengucek matanya karena dia baru bermimpi kalau dia melihat sebuah istana. Dan sekarang istana itu telah ada di depannya.
"Apa aku baru bermimpi." Ucap Aneska.
"Turun." Perintah pria itu.
Aneska membuka pintu mobil dengan mata yang memandang sebuah bangunan menjulang tinggi dengan pilar-pilar yang sangat besar dan tinggi.
"Apa ini istana." Tanya Aneska.
Seorang pria paruh baya datang menurunkan kopernya.
"Iya ini istana, mulai sekarang kamu berkerja di sini." Ucap pria itu sambil masuk ke dalam di ikuti Aneska dari belakang.
Rumah itu lebih cocok di katakan sebuah istana karena bangunannya yang bukan mirip sebuah mansion pada umumnya, bangunan itu mempunyai sebuah arsiterktur kuno yang di bentuk seperti istana kerajaan. Karena itu semua pemilik dan penghuni rumah menyebutnya istana keluarga Bassam.
Aneska memperhatikan detail semua arsitektur dan furniture di dalamnya. Benar-benar seperti sebuah istana kerajaan.
"Tunggu di sini." Ucap pria itu sambil berlalu meninggalkannya.
"Gila benar, ternyata ada istana di sini. Tunggu aku sekarang ada di mana? Apa ini masih satu kota atau beda kota. Ah dasar **** kenapa aku tadi tertidur."
Terdengar suara tapak sepatu yang cukup nyaring semakin lama semakin mendekat.
"Ehem." Ucap seorang wanita paruh baya.
Aneska langsung menoleh kearah yang punya suara, di depannya telah duduk seorang wanita paruh baya dengan berpenampilan elegan.
Bersambung.
“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”
Ig. anita_rachman83
Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"
🌷🌷🌷
Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 180 Episodes
Comments
Kireina
pasty si oma
2022-03-21
0
Syifa Altafunnisa
sampai sini AQ masukin favorit nie Thor
2021-10-19
0
V3
kira² pasien nya punya riwayat sakit apa yaaaa, thor ?????
jangan² itu rumah nya pasien oma yg suka di kunjungi anes
2021-10-14
0