Bab 6

Keesokan paginya Aneska sudah bangun lebih awal. Dia sarapan seadanya seperti roti tawar dan sereal. Setelah sarapan dia bergegas untuk berangkat. Dia menarik kopernya keluar mes.

Pada saat dia keluar dari mes bertepatan dengan perawat berangkat kerja. Mereka menyapa Aneska dan Tiara yang melihat ada sosok temanya langsung berlari mengejar temannya.

"Anes." Teriak Tiara.

Aneska membalikkan badannya, temannya Tiara berlari dan begitu sudah dekat, dia langsung memeluk Aneska.

"Hati-hati ya." Ucap Tiara menangis

"Iya, sudah jangan menangis, aku tidak mati. Sudah nanti kamu terlambat." Ucap Aneska sambil melepaskan pelukan temannya dari tubuhnya.

"Kamu harus sering mengabariku. Jangan hilang dan jangan mati." Ucap Tiara.

"Hahaha, iya-iya sudah sana pergi." Usir Aneska.

Tiara melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan temannya. Aneska sudah berdiri di depan gerbang mes, dia sedang menunggu taksi online untuk mengantarnya ke stasiun.

Kurang lebih dia berdiri selama lima belas menit menunggu kehadiran taksi online. Akhirnya mobil berhenti tepat di depannya.

"Mbak Aneska." Tanya supir online.

"Iya pak." Ucap Aneska. Kemudian dia masuk kedalam mobil. Dan supir langsung membawanya ke stasiun sesuai tujuannya. Di dalam mobil Aneska mencoba mengirim pesan kepada dokter Arif.

Dok saya sudah berada di taksi menuju stasiun.

Selang beberapa menit dokter Arif membalas pesan Aneska.

Ok, nanti akan ada yang menghubungimu. Kamu hanya menunggu di stasiun.

Aneska membalas lagi.

Baik dok, apa boleh saya buka amplop ini.

Lama dia menunggu balasan dari dokter Arif.

Silahkan tapi jangan berkomentar apapun.

Setelah itu Aneska tidak membalas pesan dari dokter itu. Dia membuka resleting tasnya dan mengambil amplop putih itu. Dengan cepat dia membuka amplop itu.

Setelah membaca riwayat penyakit pasien Aneska hanya memicingkan matanya.

"Kenapa penyakit ini harus di rahasiakan sih dok. Aku sih bisa mengatasi pasien seperti ini." Gerutu Aneska sambil menyimpan kembali amplop itu ke dalam tas ranselnya.

Taksi sudah berhenti di stasiun. Dia menyerahkan beberapa lembar uang kepada supir taksi.

Aneska berdiri di depan stasiun dengan koper di dekat kakinya. Hampir satu jam dia berdiri tapi tidak ada yang menghubunginya. Panasnya matahari pagi menyinari tubuhnya membuatnya kehausan. Sambil menarik kopernya dia pergi ke warung yang berada di dalam stasiun.

Dia duduk di kursi warung. Di steling warung ada tulisan mie goreng, dia adalah peminat mie instan ketika melihat itu rasa laparnya langsung nongol.

"Lebih baik aku menunggu di sini. Tadi kata dokter Arif akan ada yang menghubungiku. Jadi lebih baik di sini sambil menikmati mie goreng." Gumamnya pelan.

"Bu, mie goreng satu sama satu botol air mineral." Ucap Aneska sedikit kencang. Karena dia berada di stasiun jadi kalau bicara harus dengan suara yang kencang.

"Baik mbak." Ucap si penjual.

Aneska terus memperhatikan kalau-kalau ada yang menghubunginya. Tapi belum ada satupun yang menghubunginya. Mie goreng sudah di hidangkan di depannya. Dia mengambil sendok berada di keranjang dan ketika hendak menyuapkan makanan ke dalam mulutnya ponselnya berdering, ada nomor asing di ponselnya.

"Ya halo." Ucap Aneska.

"Saya di perintahkan untuk menjemput anda." Ucap seorang pria dari ujung ponselnya.

"Sepuluh menit lagi bisa?" Ucap Aneska sambil melihat mie gorengnya dia seperti tidak tega dengan makanannya.

" Saya tidak bisa menunggu." Ucap pria itu. Aneska tidak menjawab dia langsung melahap makanannya tanpa menutup panggilan dari pria itu.

"Halo halo." Pria itu terus berbicara tapi Aneska tidak menjawabnya.

"Halo anda dengar tidak." Ucap pria itu kesal. Aneska tetap tidak menjawab dia sibuk dengan mienya.

Pria itu masuk ke dalam stasiun sambil meletakkan ponselnya ke telinganya. Dia berjalan menyusuri stasiun mencari keberadaan Aneska. Dan dia berhenti di salah satu warung. Pria itu memastikan kalau yang duduk di kursi adalah gadis yang dijemputnya. Dia ingat akan foto yang di kirim dokter Arif.

"Rupanya anda di sini. Kenapa tidak di jawab?" Ucap pria itu ketus.

Aneska melihat sosok pria di depannya. Kebetulan pria itu berdiri jadi dia melihat dari bawah sampai atas. Pria dengan setelan jas itu terlihat marah.

Gila cakep banget kenapa aku di kelilingi para pangeran.

"Waktuku tidak banyak." Ucap pria itu sambil melipat tangannya dan meletakkan di dadanya.

"Tunggu sebentar lagi, mubazir kalau tidak di habiskan." Ucap Aneska yang sibuk dengan makanannya.

Pria itu langsung menarik lengannya.

"Apaan sih." Ucap Aneska kesal.

"Kamu bisa makan sepuasnya nanti. Tugas saya menjemputmu." Pria itu menarik lengan Aneska.

"Hey aku belum bayar." Ucap Aneska.

Pria itu melepaskan genggamannya dari lengan gadis itu. Aneska sibuk mengambil dompetnya dari dalam tas ranselnya. Pria yang berdiri di depannya terlihat kesal. Dia langsung mengambil dompet dari saku celananya. Dan mengambil uang seratus ribu dan meletakkan di atas meja. Dia tidak suka dengan wanita yang lamban dia lebih suka dengan wanita yang lincah.

"Ini buk." Ucap pria itu dan kembali menarik lengan Aneska.

"Mas kembaliannya." Ucap ibu warung teriak.

"Ambil saja."

"Hey sisanya masih banyak."

Pria itu tidak memperdulikan ucapan Aneska. Dia sudah menarik lengan Aneska dan membawa ke mobil. Mereka berhenti tepat di salah satu mobil mewah berwarna hitam.

"Wah keren banget mobilnya." Aneska mengelus body mobil itu. Sedangkan si pria sibuk memasukkan koper Aneska ke bagasi.

"Cepat masuk atau kamu mau mengelus mobil ini sampai malam." Sindir si pria.

Dengan mulut manyun Aneska masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi baris kedua. Pria itu langsung melajukan mobilnya.

"Kenapa kamu lama sekali, aku sudah berdiri satu jam." Gerutu Aneska.

Pria itu tidak menjawab hanya melirik dari kacamata hitamnya.

"Hai aku Aneska." Ucap Aneska sambil mengulurkan tangannya tapi pria itu tidak menjawab ataupun membalas uluran tangannya.

"Idih sombong amat, baru jadi supir sombongnya udah minta ampun." Ucap Aneska sambil menarik tangannya kembali.

"Kenapa kamu bisa berpikir kalau aku supir." Tanya si pria.

"Feeling aja mana mungkin seorang majikan menjemputku." Ucap Aneska jujur.

"Kamu kalau masih makan gaji enggak usah sombong deh." Sindir Aneska.

Pria itu diam, dia tidak ingin meladeni gadis itu. Perjalanan cukup jauh tanpa sadar Aneska tertidur.

Mobil melewati kawasan perbukitan kanan kiri banyak pepohonan hijau pemandangan yang cukup asri, tapi sayang Aneska tidak menyaksikan itu. Ketika mobil berhenti Aneska baru sadar dan terbangun.

"Sudah sampai ya." Ucap Aneska dengan suara khas bangun tidur.

Aneska mengucek matanya karena dia baru bermimpi kalau dia melihat sebuah istana. Dan sekarang istana itu telah ada di depannya.

"Apa aku baru bermimpi." Ucap Aneska.

"Turun." Perintah pria itu.

Aneska membuka pintu mobil dengan mata yang memandang sebuah bangunan menjulang tinggi dengan pilar-pilar yang sangat besar dan tinggi.

"Apa ini istana." Tanya Aneska.

Seorang pria paruh baya datang menurunkan kopernya.

"Iya ini istana, mulai sekarang kamu berkerja di sini." Ucap pria itu sambil masuk ke dalam di ikuti Aneska dari belakang.

Rumah itu lebih cocok di katakan sebuah istana karena bangunannya yang bukan mirip sebuah mansion pada umumnya, bangunan itu mempunyai sebuah arsiterktur kuno yang di bentuk seperti istana kerajaan. Karena itu semua pemilik dan penghuni rumah menyebutnya istana keluarga Bassam.

Aneska memperhatikan detail semua arsitektur dan furniture di dalamnya. Benar-benar seperti sebuah istana kerajaan.

"Tunggu di sini." Ucap pria itu sambil berlalu meninggalkannya.

"Gila benar, ternyata ada istana di sini. Tunggu aku sekarang ada di mana? Apa ini masih satu kota atau beda kota. Ah dasar **** kenapa aku tadi tertidur."

Terdengar suara tapak sepatu yang cukup nyaring semakin lama semakin mendekat.

"Ehem." Ucap seorang wanita paruh baya.

Aneska langsung menoleh kearah yang punya suara, di depannya telah duduk seorang wanita paruh baya dengan berpenampilan elegan.

Bersambung.

“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”

Ig. anita_rachman83

Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"

🌷🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Terpopuler

Comments

Kireina

Kireina

pasty si oma

2022-03-21

0

Syifa Altafunnisa

Syifa Altafunnisa

sampai sini AQ masukin favorit nie Thor

2021-10-19

0

V3

V3

kira² pasien nya punya riwayat sakit apa yaaaa, thor ?????
jangan² itu rumah nya pasien oma yg suka di kunjungi anes

2021-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!