Bab 9

Ibu Tatik menunjukkan kamar Aneska.

"Ini kamar kamu. Ingat jam dua belas siang waktunya makan siang." Ucap bu Tatik.

Aneska masuk ke kamarnya, ada satu tempat tidur dan lemari. Dan meja rias yang berada di pojok kamar. Ada beberapa helai pakaian di atas kasur itu.

"Bu, ini apa." Tanya Aneska.

"Itu seragam kamu." Ucap bu Tatik.

Aneska mengambil pakaian itu dan memperhatikan bentuk dan warnanya yang sama dengan para pelayan.

"Bu, ini bukannya seragam pelayan." Ucap Aneska lagi.

"Iya."

"Saya kan perawat bukan pelayan." Ucap Aneska.

"Pelayan dan perawat pakaiannya sama tidak ada perbedaan hanya pekerjaannya saja yang berbeda. Kenapa? Apa kamu tidak suka dengan seragam itu." Ucap bu Tatik sambil menunjuk ke arah seragam yang di pegang Aneska.

"Suka bu, tapi warnanya aja yang saya tidak suka." Ucap Aneska jujur.

"Kenapa dengan warnanya." Tanya bu Tatik ketus.

"Warna hitam cenderung panas, terus kami seperti mau ke pemakaman." Ucap Aneska jujur.

"Kamu ya, belum satu hari sudah buat saya kesal. Saya tidak meminta pendapatmu tentang seragam ini. Kalau saya mau bisa saja warna ini di ganti dengan warna yang lebih bagus seperti merah."

Aneska menahan tawanya, ingin sekali dia tertawa lepas tapi mengingat akan ada hukuman jika dia terus ngeyel. Maka dia memilih untuk menahan tawanya.

"Ya udah bu, saya pakai seragam ini saja. Kalau ada warna merah lebih bagus lagi." Sindir Aneska.

"Nanti saya pikirkan." Ucap bu Tatik judes.

Bu Tatik meninggalkan kamarnya Aneska.

"Bu, saya mulai bekerja kapan? Dan mana pasien yang akan saya rawat." Ucap Aneska dari depan pintu karena wanita paruh baya sudah meninggalkan kamarnya.

"Besok pagi kamu akan bertemu dengannya."

"Waktu makan siang masih lama, boleh saya berkeliling dan main di taman." Tanya Aneska.

"Hemmm, tapi ingat jangan ke lantai lima. Kamu hanya di perbolehkan sampai lantai empat. Bisa menggunakan tangga atau lift khusus pelayan." Ucap bu Tatik menjelaskan.

"Terima kasih bu." Ucap Aneska senang. Dia kembali ke kamarnya dan menyusun pakaiannya dalam lemari. Setelah rapi dia memanfaatkan waktu untuk berkeliling.

Dapur dan kamar pelayan berada di lantai satu, jadi dia berkeliling dulu di lantai satu. Pertama yang di lihatnya dapur. Dapur yang sangat besar di mana terdapat para chef di dalamnya. Mereka terlihat sibuk menyiapkan makanan untuk para pekerja dan keluarga Bassam.

"Aku teringat kampungku, biasanya kalau masak besar seperti ini pasti karena ada hajatan, hehehe." Aneska tertawa ringan.

Aneska meninggalkan dapur dan menuju lantai dua, di lantai dua terdapat ruang keluarga dan ada televisi dengan ukuran besar di situ. Dan ruang itu hanya untuk keluarga. Sedangkan ruang menonton untuk pekerja ada di lantai satu.

Kemudian dia naik ke lantai tiga dan naik ke lantai empat. Di lantai empat banyak ruangan-ruangan lainnya yang dia sendiri tidak tau ruangan apa saja itu. Karena ibu Tatik hanya membawanya untuk melihat tapi tidak membuka setiap ruangan.

Tiba-tiba ada salah satu pintu di buka. Sosok yang paling dingin yaitu Zidan. Pria itu menoleh ke arah Aneska.

"Ngapain kamu di sini." Tanya Zidan.

"Berkeliling." Ucap Aneska singkat.

"Kamu pikir ini di pasar. Seenaknya aja berkeliling." Ucap Zidan ketus.

"Ok aku ralat, bukan berkeliling tapi lagi bertamasya." Ucap Aneska sambil memonyongkan bibirnya ke arah Zidan. Pria itu ingin sekali memarahi gadis itu seperti yang sering dilakukannya kepada para pelayan tapi entah kenapa dia tidak melakukannya kepada gadis itu.

"Itu ruangan apa." Tanya Aneska sambil menunjuk ke arah ruangan di belakang Zidan.

"Kamu tau peraturan di sini." Ucap Zidan merapatkan giginya.

"Tidak boleh banyak bertanya dan berbicara." Ucap Aneska sambil manyun.

"Pintar, sekarang pergi aku tidak suka melihat kamu berkeliaran di sini. Mataku sakit, kamu seperti anak ayam yang kehilangan induknya."

"Iya aku anaknya kamu induk ayamnya." Ucap Aneska sambil pergi meninggalkan lantai empat.

Zidan hanya menggelengkan kepalanya, belum pernah dia melihat ada seorang pekerja yang berani dengannya, tapi anak baru ini benar-benar membuatnya jengkel.

Aneska memilih bermain di taman. Rumput hijau terbentang luas dan banyak pepohonan besar di situ. Dia berjalan memutari istana itu, di bagian belakang ada sebuah bangunan yang transparan dari kejauhan terlihat kalau itu taman bunga. Aneska masuk ke dalam ruangan itu, berbagai jenis bunga ada di situ. Ada beberapa orang yang bekerja di situ, merawat semua tanaman itu. Karena pakaiannya berwarna hitam, bisa di pastikan semua orang yang berada di taman bunga adalah pekerja dengan tugas sebagai tukang kebun.

Sesuatu yang ganjil terlihat di matanya, ada seorang wanita sepuh sedang memotong beberapa bunga dan meletakkannya di dalam tempat khusus. Menurutnya wanita sepuh itu pasti senior karena tidak memakai seragam.

"Kamu orang baru di sini." Ucap wanita sepuh itu sambil tetap fokus dengan tanamannya.

Aneska melihat sekelilingnya, kira-kira siapa yang di ajak bicara oleh wanita sepuh itu.

"Apa ibu bicara sama saya." Ucap Aneska.

"Memangnya siapa lagi, hanya kamu yang paling dekat dengan saya." Ucap wanita sepuh itu tanpa melihat ke arah Aneska.

"Eh iya bu, saya orang baru." Ucap Aneska gugup.

"Ibu di bagian taman ya? Kalau saya di bagian khusus merawat pasien." Ucap Aneska.

"Bukan, saya tidak di bagian apapun."

"Maksud ibu apa." Aneska bingung.

"Panggil saya oma Zulfa, saya ibu dari Rona." Ucap wanita sepuh itu.

"Maafkan saya oma, saya tidak tau kalau anda pemilik dari istana ini. Jangan hukum saya karena saya banyak bertanya dan berbicara." Ucap Aneska panik.

"Hahaha, siapa yang mau menghukummu. Saya bukan seperti Zidan dan Rona."

"Oh syukurlah." Aneska mengelus dadanya.

Tapi jangan-jangan ini hanya sandiwara si oma, pura-pura akrab denganku.

"Maaf oma, saya harus kembali ke kamar." Aneska hendak pergi meninggalkan wanita sepuh itu, dia tidak mau cari masalah dengan pemiliknya.

"Apa kamu tidak mau dengar tentang kehidupan di istana ini." Ucap oma Zulfa.

Aneska menghentikan langkahnya, kemudian dia berbalik sambil melihat wanita sepuh itu. Memang dia penasaran dengan kehidupan istana yang seperti penjara. Dan penasaran dengan lantai lima. Tapi dia khawatir kalau ini hanya jebakan dari oma Zulfa.

"Kenapa? Apa kamu berpikir saya sama dengan anak saya." Ucap oma Zulfa.

Aneska menganggukkan kepalanya pelan.

"Hahaha, kamu bisa bertanya kepada tukang kebun di sini. Siapa yang lebih mengenal para pekerja dan lebih menganggap mereka semua manusia, coba kamu tanya kepada salah satu tukang kebun di sini." Ucap oma Zulfa.

Aneska terlihat ragu, oma Zulfa memanggil salah satu tukang kebunnya namanya Serik.

"Serik ke sini." Panggil oma Zulfa.

Seorang wanita yang umurnya kira-kira sama dengannya datang menghampiri mereka berdua.

"Serik, jelaskan siapa saya dan bagaimana perlakuan saya kepada para pekerja di sini." Perintah oma Zulfa

"Baik oma, oma Zulfa lebih akrab sama para pekerja, dan selalu menentang tentang peraturan di istana ini. Dan jika para pekerja mendapatkan hukuman, beliau yang selalu membela kami semua." Ucap Serik.

"Tapi saya tidak bisa membela mereka semua, karena faktor usia yang sudah sepuh." Ucap oma Zulfa.

"Maaf oma, saya tadi sempat berpikir untuk tidak bicara dengan oma karena peraturannya seperti itu." Ucap Aneska.

"Itu di istana, kalau di sini kami bebas berbicara, iya kan Serik." Ucap oma.

"Iya, kami tidak seperti orang bisu di sini. Kalau di istana kami harus menutup rapat mulut kami." Ucap Serik.

"Kenapa bisa seperti itu." Tanya Aneska.

"Karena tidak ada kamera di sini." Ucap Serik.

Bersambung.

“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”

Ig. anita_rachman83

Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"

🌷🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Terpopuler

Comments

Indra Listiana

Indra Listiana

thur . ampuun...di mn mn seorg yg kerja di tmpt ..hrs ikuti atur yg berlaku.. jg soal seragam .....

2023-06-25

0

𝐀⃝🥀ᴅͨɪͧᴀᷡɴͨɴͣᴀᷡᴳᴿ🐅

𝐀⃝🥀ᴅͨɪͧᴀᷡɴͨɴͣᴀᷡᴳᴿ🐅

bnyk cctv

2023-01-04

0

Puteri Siliwangi

Puteri Siliwangi

sopan santun nya gc ada

2022-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!