Bab 10

Aneska semakin penasaran dengan cerita oma dan Serik.

"Maaf oma, saya masih belum mengerti, hukuman dan membela semua pekerja. Sebenarnya istana seperti apa ini." Ucap Aneska.

"Kamu tau kontrak kerja yang sudah kamu tanda tangani?" Ucap oma.

Aneska menganggukkan kepalanya.

"Kalau kamu melanggar peraturan itu maka hukuman yang akan di dapat." Ucap oma.

"Apa saja hukumannya." Tanya Aneska.

Oma Zulfa dan Serik saling pandang. Mereka tidak mau mengatakan tentang jenis hukuman yang di terima pekerja jika melanggar peraturan.

"Saran oma, jangan di langgar semua peraturan itu. Kamu dapat salinannya kan?" Ucap oma.

"Dapat." Ucap Aneska singkat.

"Nah baca dan hafalkan." Ucap oma.

"Hafalkan? Seperti mau ujian aja." Gerutu Aneska.

"Ya begitulah, daripada hukuman mendekatimu." Ucap oma.

"Baik oma, terima kasih atas sarannya."

Aneska teringat sesuatu tentang lantai lima.

"Maaf oma mengenai lantai lima, sebenarnya tempat apa itu." Ucap Aneska.

"Hemmm, lantai lima tempat kediaman keluarga Bassam. Semua kamar anak-anak Bassam ada di lantai lima. Hanya beberapa pelayan yang di izinkan untuk menginjakkan kaki di lantai itu. Tapi besok kamu juga akan menginjakkan kaki dilantai itu." Oma Zulfa tidak menceritakan semuanya. Menurutnya akan shock jika Aneska harus mendengar semua kejadian di istana itu.

"Oh seperti itu, tapi kenapa ibu Tatik melarangku menginjakkan kaki di lantai itu. Padahal aku akan bekerja di lantai itu." Ucap Aneska.

"Kamu akan tau besok, jangan terlalu percaya dengan Tatik, dia mata-mata untuk keluarga Bassam." Ucap Oma.

"Baik oma, terima kasih." Ucap Aneska lagi.

Dia ikut membantu oma untuk memetik bunga, bunga itu akan di letakkan di vas bunga dalam istana. Di sela-sela kegiatan itu, dia mulai bertanya lagi.

"Oma, ada berapa anggota keluarga Bassam." Ucap Aneska.

"Cucu oma ada tiga, dua perempuan dan satu laki-laki. Besok kamu akan bertemu dengan mereka."

"Yang bermain piano siapa? Dari penampilannya dia tidak seperti pelayan." Ucap Aneska.

"Oh kamu sudah bertemu dengan si bungsu." Ucap oma.

"Oh itu Ila anak nyonya Rona." Ucap Aneska.

"Iya, dia yang paling kecil. Nomor satu Tanisa Bassam, kedua Abian Bassam." Ucap Oma.

"Maaf oma saya banyak tanya. Apa teman saya Tami bekerja di sini juga." Tanya Aneska.

Oma berhenti dengan kegiatannya, wanita sepuh itu melihat ke arah Serik. Aneska memandangi dua wanita di depannya.

Teng nong teng nong.

"Waktunya makan siang, kalian harus segera ke ruang makan, kalau telat maka kalian tidak mendapatkan makanan." Ucap oma mengingatkan.

"Oma bagaimana? Apa oma tidak makan?" Ucap Aneska.

"Saya bisa makan kapan pun kalau kalau kalian tidak." Ucap oma.

"Baik oma kami pergi, besok saya ke sini lagi. Saya mau bertanya tentang semuanya." Ucap Aneska sambil berlalu meninggalkan taman.

Semua pekerja ikut keluar dari taman bunga, hanya oma saja yang masih berada di sana.

"Aneska, oma kasihan sama kamu. Tidak seharusnya kamu berada di sini." Gumam oma Zulfa.

Aneska mengimbangi jalan Serik yang begitu cepat. Wanita itu melangkahkan kaki lebih cepat dari Aneska.

"Serik tunggu." Ucap Aneska.

Dia dan Serik jalan beriringan.

"Menjauh dariku, kita sudah memasuki kawasan penuh kamera. Jangan terlihat akrab. Kalau tidak hukuman menanti kita." Ucap Serik merapatkan giginya agar tidak terlihat dari kamera kalau dia sedang berbicara dengan Aneska.

Aneska paham, dia melambatkan langkah kakinya. Dia berjalan sedikit menjauh dari Serik. Mereka sudah tiba di ruang makan. Ruang makan sudah di penuhi para pekerja. Aneska mengambil piring yang ada di atas meja. Dan memilih makanan yang menggugah seleranya.

Semua makanan yang di hidangkan terlihat lezat, Aneska memperhatikan para pekerja mengambil dua piring sekaligus. Mereka mengisi berbagai macam makanan di dalamnya.

Kenapa mereka seperti terlihat kelaparan.

Setelah mengisi piringnya dengan makanan, dia bergabung dengan para pekerja wanita. Dia tersenyum kepada para pekerja wanita yang duduk di samping dan depannya. Dia mulai paham dengan situasi di ruang makan yaitu tidak boleh berbicara.

Selama makan siang, ruang makan itu senyap hanya terdengar sendok dan garpu yang saling berperang di dalam piring. Semua pekerja makan dengan lahapnya. Mereka memanfaatkan waktu setengah jam itu, untuk makan sepuasnya.

Setelah tiga puluh menit tanda lonceng berbunyi. Waktunya para pekerja membawa piring kotor dan gelas kotor ke dapur. Aneska mengikuti para pekerja lainnya.

Dari ujung ada ibu Tatik yang sedang berdiri di pojok dengan melipat kedua tangannya dan meletakkan di dadanya.

Semua para pekerja kembali ke rutinitasnya. Tapi tidak dengan Serik, dia di panggil ibu Tatik.

"Serik kenapa di panggil? Atau jangan-jangan dia mau di hukum karena berbicara kepadaku." Gumam Aneska.

Aneska mengikuti ibu Tatik dan Serik. Keduanya menuju sebuah ruangan. Dia mengikuti dengan cara mengendap-ngendap. Ketika pintu di tutup Aneska berdiri di depan pintu. Dia penasaran dengan keadaan Serik. Baru saja pintu di tutup kemudian di buka lagi.

Aneska yang berdiri di depan pintu gugup. Karena dia seperti ketahuan.

"Kamu mau menguping!" Bentak ibu Tatik.

"Enggak bu, saya kesasar." Ucap Aneska bohong sambil celingak celinguk seperti orang bingung.

"Masuk kamu." Ucap ibu Tatik ketus.

"Tapi." Belum selesai Aneska berbicara tangannya sudah di tarik ibu Tatik.

Di dalam ruangan terdapat layar seperti layar televisi. Layar itu di gunakan untuk memonitor para pekerja, dan ada beberapa orang yang bertugas untuk memantau kamera itu.

Aneska melihat sekeliling ruangan itu, ketika melihat ruangan itu dia baru percaya kalau kamera ada di mana-mana. Ibu Tatik membawanya ke ruangan lain yang ada di dalam ruang monitor.

Di dalam ruangan itu sudah ada nyonya Rona, Zidan dan Serik.

Aneska berdiri bersebelahan dengan Serik. Bu Tatik berdiri di belakang mereka. Dan di depannya ada nyonya Rona sendang duduk di kursi kebesarannya. Dan Zidan berdiri di sampingnya.

"Kamu menguping?" Ucap nyonya Rona.

"Enggak nyonya, saya kesasar." Ucap Aneska bohong.

"Kalau kamu kesasar kenapa kamu berdiri di depan pintu!" Ucap nyonya Rona marah.

"Oh saya melihat ibu Tatik masuk ke dalam ruangan ini. Jadi saya mau bertanya kepada beliau di mana letak kamar saya." Ucap Aneksa bohong.

Dua orang yang ada di hadapan Aneska dan Serik terlihat menakutkan. Tatap mata keduanya seperti ingin menelan mereka hidup-hidup.

"Apa yang kamu bicarakan sama si perawat." Tanya nyonya Rona kepada Serik.

Serik takut untuk berbicara.

"Oh dia hanya mengingatkan saya, kalau tidak boleh banyak bicara, benar kan?" Ucap Aneska membela Serik.

"Iya nyonya." Ucap Serik sambil menundukkan kepalanya.

"Baik kalau begitu kamu boleh keluar. Dan kamu masih tetap di sini." Ucap nyonya Rona.

Serik selamat dia aman dari hukuman, tinggal Aneska yang masih menunggu nasibnya.

"Kamu sepertinya tidak bisa di atur. Sudah di sebutkan peraturan di sini. Salah satunya tidak boleh bicara ataupun bertanya sama siapapun tapi kamu terus melanggarnya." Ucap Zidan marah.

"Ya maaf, habis saya belum terbiasa." Ucap Aneska berani.

Nyonya Rona berdiri dari kursinya.

"Kamu urus perawat ini." Ucap nyonya Rona sambil meninggalkan Aneska bersama bu Tatik dan Zidan.

Setelah nyonya Rona keluar yang mengambil alih Zidan.

"Sebagai hukumannya, kamu tidak mendapatkan makan malam." Ucap Zidan.

"Apa! Kenapa saya harus di hukum, apa tidak ada keringanan untuk saya." Ucap Aneska memohon.

"Tidak, itu hukuman yang paling ringan untukmu." Ucap Zidan sambil mengerakkan tangannya mengusir Aneska.

Ibu Tatik membawa gadis itu keluar dari ruangan.

"Anak baru tapi sudah banyak tingkah. Masih mending tidak di kasih makan." Gerutu ibu Tatik.

Bersambung.

Jangan lupa like, komen dan vote yang banyak.

🌷🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Terpopuler

Comments

dudu sinten-sinten

dudu sinten-sinten

perawat tp kok bego ya. kalo pelayan masih dimakalumi lah ya, anes kan perawat g pantes

2022-05-23

0

Amilia Indriyanti

Amilia Indriyanti

KEPO

2022-03-24

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

demo aja kalian semua

2022-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!