Bab 11

"Kembali ke kamarmu, jangan berkeliaran kemana-mana." Ucap ibu Tatik ketus.

Aneska manyun, padahal dia masih ingin ngobrol dengan oma Zulfa. Dia kembali ke kamarnya melewati beberapa ruangan dan dari jauh ada sosok wanita yang sedang marah dengan seseorang.

Dia bisa menebak kalau wanita itu sedang marah karena dari raut wajahnya terlihat.

"Mungkin itu Tanisa, karena penampilannya terlihat berkelas. Tapi kenapa dia terlihat marah-marah." Gumam Aneska.

"Lebih baik aku kembali ke kamar. Serem di mana-mana kamera." Gerutu Aneska sambil melihat sekilas ada seorang pria berdiri berhadap-hadapan dengan Tanisa.

Aneska kembali ke kamarnya untuk mencari aman. Di dalam kamar dia membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memandang langit-langit kamar. Dia mencoba mengingat semua ucapan oma Zulfa.

"Misteri apa yang tersimpan di dalam istana ini. Kalau memang aku akan merawat seseorang di lantai lima, tapi kenapa bu Tatik melarangku." Gumam Aneska.

Tanpa di sadarinya bulu kuduknya merinding.

"Duh kenapa jadi seram begini. Apa ada hantu di istana ini. Aduh aku paling takut sama yang namanya hantu." Gumam Aneska.

"Mbak Tami sepertinya tidak bekerja di sini. Kalau dia bekerja di sini, pasti aku bertemu dengannya."

"Kira-kira siapa yang akan aku rawat besok? Oma Zulfa tadi tidak menyebutkan nama suami nyonya Rona. Oh mungkin yang aku rawat tuan Bassam." Tanpa di sadari Aneska terlelap dia tertidur dengan pulasnya.

***

Di ruangan yang berbeda Tanisa marah dengan seorang pria yang bukan lain adalah suaminya yaitu Farid.

"Kamu apakan saham perusahaan kita di kota B." Ucap Tanisa ketus

"Maksud kamu apa?" Farid bicara dengan nada lebih tinggi dari istrinya.

"Aku tau kamu adalah orang di balik anjloknya saham kita di kota B, iya kan?" Ucap Tanisa marah.

"Kamu kalau ngomong hati-hati. Mana buktinya kalau aku dalang di balik itu semua." Ucap Farid marah.

"Memang aku belum ada bukti tapi aku akan mencari bukti, semenjak kamu memegang kendali semua perusahaan almarhum papi, nilai sahamnya mengalami penurunan. Aku akan bilang ke mami tentang hal ini." Ucap Tanisa sambil berlalu meninggalkan suaminya.

Farid mencengkram tangan Tanisa.

"Jangan kamu lakukan, kalau tidak rahasiamu akan aku bongkar." Ancam Farid sambil melepaskan cengkramannya dengan kasar.

POV Tanisa

Tanisa Bassam anak pertama dari tuan Bassam dan nyonya Rona. Dia menikah karena di jodohkan oleh maminya. Pernikahannya terjadi sebelum papinya tuan Bassam meninggal. Dua bulan setelah itu papinya meninggal.

Rumah tangganya bukanlah seperti rumah tangga pada umumnya yang penuh suka cita di dalamnya. Tapi rumah tangganya seperti neraka. Setiap hari terjadi pertengkaran. Dan pertengkaran itu tidak di ketahui nyonya Rona. Karena ketika di hadapan pihak keluarga mereka terlihat romantis.

Lambat laun belangnya Farid terlihat, ternyata Farid bukanlah pengusaha kaya raya. Perusahaanya di ambang kebangkrutan. Untuk membangkitkan sahamnya dia harus menikah dengan Tanisa.

Pernikahan Tanisa bukanlah karena cinta tapi karena perjodohan sang mama. Dan karena tidak adanya cinta di dalam rumah tangganya, Tanisa mencoba selingkuh dengan kekasihnya. Dan perbuatan Tanisa di ketahui suaminya. Suaminya tidak marah sama sekali dan berjanji tidak memberitahukan hal itu kepada nyonya Rona, asalkan Tanisa meminta maminya untuk menyerahkan kepemimpinan semua perusahaan Bassam kepadanya.

Tanisa berat untuk melakukannya, tapi dia juga takut akan hukuman yang diberikan maminya karena kesalahannya sendiri.

Tanisa diam, dia takut kalau rahasianya di bongkar sama suaminya sendiri. Farid meninggalkannya sendirian, dia menuju ruang makan keluarga Bassam yang terletak di lantai empat. Tanisa mengikuti suaminya. Dia menyesal harus merayu maminya untuk menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan sama suaminya. Karena dia tau lambat laun kekayaan keluarga Bassam akan lenyap jika masih di pimpin suaminya.

Di ruang makan semua keluarga sudah berkumpul, dari nyonya Rona, oma Zulfa, Aqilah dan Zidan. Hanya Abian yang tidak pernah kumpul di situ.

"Maaf kami terlambat." Ucap Farid sok ramah di depan semua keluarga istrinya.

"Duduklah, mami sudah sangat lapar." Ucap nyonya Rona.

Pelayan menarik kursi untuk Farid dan Tanisa. Mereka duduk saling bersebelahan. Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat romantis.

"Bagaimana perkembangan perusahaan minyak kita di kota A." Tanya nyonya Rona.

"Oh bagus mam, banyak investor asing ingin menanam saham di perusahaan kita." Farid berbohong, dia tidak pernah mengetahui perkembangan perusahaan Bassam. Dia lebih fokus dengan perusahaanya. Untuk perusahaan Bassam, hanya asas untuk meraup keuntungan saja.

"Iya kan sayang." Ucap Farid kepada istrinya.

Tanisa hanya menganggukkan kepala.

Zidan merasa curiga dengan tingkah sepasang suami istri itu. Karena menurut informasi yang di dengarnya dari petugas yang memonitor semua kamera, kalau tadi telah terjadi pertengkaran antara sepasang suami istri itu. Dia belum memberitahukan hal itu kepada nyonya Rona, karena dia harus menyelidiki terlebih dahulu. Dan Zidan menaruh curiga kepada Farid tentang perusahaan Bassam di kota A, karena menurut informasi yang di dapatnya perusahaan itu mulai goyang.

"Mami aku ada perjalanan bisnis kurang lebih dua minggu." Ucap Farid sambil mengunyah makanannya.

"Baiklah, kamu urus semuanya dengan baik. Mami percayakan semuanya kepadamu." Ucap nyonya Rona. Tanisa yang lagi makan langsung tersedak.

"Uhuk-uhuk." Farid langsung sigap memberikan minum untuk istrinya. Dia harus terlihat sempurna di hadapan mertuanya.

"Sayang kamu kalau makan hati-hati." Ucap Farid sambil mengelus punggung istrinya.

Nyonya Rona senang, dia suka dengan perhatian yang di berikan Farid kepada anak sulungnya. Walaupun perhatian itu hanya kepura-puraan belaka.

"Bawa Tanisa bersamamu." Ucap nyonya Rona.

"Uhuk-uhuk." Sekarang Farid yang tersedak, dia tidak mau membawa istrinya secara dia bukan mengadakan perjalanan bisnis keluarga Bassam tapi dia mau mengembangkan perusahaanya sendiri.

Kebalikan dari Farid. Tanisa tidak memberikan perhatian kepada suaminya. Dia bersikap acuh tak acuh ketika suaminya tersedak.

"Tanisa." Ucap nyonya Rona.

"Iya mami." Ucap Tanisa cepat.

"Suami kamu lagi tersedak tapi kamu tidak memberikan perhatian kepadanya." Ucap nyonya Rona.

"Tidak apa-apa. Tanisa memang terlihat cuek tapi dia sangat perhatian denganku." Ucap Farid pura-pura membela istrinya.

Keluarga Basaam menikmati makan sianganya. Oma Zulfa mencoba membuka percakapan lagi.

"Mami dengar kamu memberi hukuman kepada anak baru itu." Ucap oma Zulfa.

"Dari mana mami tau? Apa tukang kebun itu yang bilang." Ucap nyonya Rona dengan suara sedikit tinggi.

"Bukan, tapi Tatik, tadi mami melihat Tatik dengan perawat itu. Mami tanyakan kepada Tatik apa yang terjadi, dia menjelaskan semuanya."

"Oh kita ada perawat baru. Semoga dia betah dan tidak bunuh diri." Timpal Farid sambil tersenyum mengejek.

Oma Zulfa mendengus kesal. Dia tidak suka dengan sikap Farid yang kadang kurang sopan kepadanya.

"Iya nyonya besar. Gadis itu akan di hukum karena terlalu banyak bicara." Ucap Zidan.

"Kenapa kalian sedikit-sedikit main hukum. Dia anak baru, belum ada satu hari tapi kalian sudah menghukumnya." Ucap oma Zulfa marah.

"Mami, peraturan di buat bukan untuk di langgar tapi untuk di patuhi. Mami tau kan itu." Ucap nyonya Rona.

"Hukuman apa yang kalian berikan kepadanya." Tanya oma.

"Tidak boleh makan malam." Jawab Zidan.

Oma Zulfa langsung beranjak dari kursinya.

"Kalian sungguh keterlaluan. Kalau sampai terjadi sesuatu dengannya, kalian akan oma laporkan sama polisi." Ucap oma sambil meninggalkan meja makan.

"Oma mau kemana?" Ucap Ila si bungsu.

"Oma mau ke taman. Napsu makan oma sudah hilang karena peraturan mami kalian yang gila." Ucap oma Zulfa sambil meninggalkan ruang makan.

Ila beranjak dari kursinya ingin menemani omanya. Tapi nyonya Rona sudah menggebrak meja makan.

Ila kembali duduk, dia sudah takut kalau maminya melakukan hal itu.

Keluarga kembali makan, hanya Ila yang tidak bisa menikmati makanannya. Setelah selesai makan keluarga kembali ke rutinitasnya masing-masing.

Bersambung.

“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”

Ig. anita_rachman83

Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"

Terpopuler

Comments

Yulnani Tegal

Yulnani Tegal

tinggal bc aja apa slhnya kasian yg mikir sampe begadang..lagian ini mah tokoh fiksi semata tinggal ikutin alurnya..kalo g suka tinggalin g ush lanjut

2022-11-23

0

Sita Redjeki

Sita Redjeki

Toba bodooh.bd ngatur pelayannya.tpi TDK dg menantunya

2022-11-13

0

Yuuna

Yuuna

ini kyaknya Tami mati kelaparan diistana ini nih.. mencurigakan 😂😂😂😂

2022-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!