"Kembali ke kamarmu, jangan berkeliaran kemana-mana." Ucap ibu Tatik ketus.
Aneska manyun, padahal dia masih ingin ngobrol dengan oma Zulfa. Dia kembali ke kamarnya melewati beberapa ruangan dan dari jauh ada sosok wanita yang sedang marah dengan seseorang.
Dia bisa menebak kalau wanita itu sedang marah karena dari raut wajahnya terlihat.
"Mungkin itu Tanisa, karena penampilannya terlihat berkelas. Tapi kenapa dia terlihat marah-marah." Gumam Aneska.
"Lebih baik aku kembali ke kamar. Serem di mana-mana kamera." Gerutu Aneska sambil melihat sekilas ada seorang pria berdiri berhadap-hadapan dengan Tanisa.
Aneska kembali ke kamarnya untuk mencari aman. Di dalam kamar dia membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memandang langit-langit kamar. Dia mencoba mengingat semua ucapan oma Zulfa.
"Misteri apa yang tersimpan di dalam istana ini. Kalau memang aku akan merawat seseorang di lantai lima, tapi kenapa bu Tatik melarangku." Gumam Aneska.
Tanpa di sadarinya bulu kuduknya merinding.
"Duh kenapa jadi seram begini. Apa ada hantu di istana ini. Aduh aku paling takut sama yang namanya hantu." Gumam Aneska.
"Mbak Tami sepertinya tidak bekerja di sini. Kalau dia bekerja di sini, pasti aku bertemu dengannya."
"Kira-kira siapa yang akan aku rawat besok? Oma Zulfa tadi tidak menyebutkan nama suami nyonya Rona. Oh mungkin yang aku rawat tuan Bassam." Tanpa di sadari Aneska terlelap dia tertidur dengan pulasnya.
***
Di ruangan yang berbeda Tanisa marah dengan seorang pria yang bukan lain adalah suaminya yaitu Farid.
"Kamu apakan saham perusahaan kita di kota B." Ucap Tanisa ketus
"Maksud kamu apa?" Farid bicara dengan nada lebih tinggi dari istrinya.
"Aku tau kamu adalah orang di balik anjloknya saham kita di kota B, iya kan?" Ucap Tanisa marah.
"Kamu kalau ngomong hati-hati. Mana buktinya kalau aku dalang di balik itu semua." Ucap Farid marah.
"Memang aku belum ada bukti tapi aku akan mencari bukti, semenjak kamu memegang kendali semua perusahaan almarhum papi, nilai sahamnya mengalami penurunan. Aku akan bilang ke mami tentang hal ini." Ucap Tanisa sambil berlalu meninggalkan suaminya.
Farid mencengkram tangan Tanisa.
"Jangan kamu lakukan, kalau tidak rahasiamu akan aku bongkar." Ancam Farid sambil melepaskan cengkramannya dengan kasar.
POV Tanisa
Tanisa Bassam anak pertama dari tuan Bassam dan nyonya Rona. Dia menikah karena di jodohkan oleh maminya. Pernikahannya terjadi sebelum papinya tuan Bassam meninggal. Dua bulan setelah itu papinya meninggal.
Rumah tangganya bukanlah seperti rumah tangga pada umumnya yang penuh suka cita di dalamnya. Tapi rumah tangganya seperti neraka. Setiap hari terjadi pertengkaran. Dan pertengkaran itu tidak di ketahui nyonya Rona. Karena ketika di hadapan pihak keluarga mereka terlihat romantis.
Lambat laun belangnya Farid terlihat, ternyata Farid bukanlah pengusaha kaya raya. Perusahaanya di ambang kebangkrutan. Untuk membangkitkan sahamnya dia harus menikah dengan Tanisa.
Pernikahan Tanisa bukanlah karena cinta tapi karena perjodohan sang mama. Dan karena tidak adanya cinta di dalam rumah tangganya, Tanisa mencoba selingkuh dengan kekasihnya. Dan perbuatan Tanisa di ketahui suaminya. Suaminya tidak marah sama sekali dan berjanji tidak memberitahukan hal itu kepada nyonya Rona, asalkan Tanisa meminta maminya untuk menyerahkan kepemimpinan semua perusahaan Bassam kepadanya.
Tanisa berat untuk melakukannya, tapi dia juga takut akan hukuman yang diberikan maminya karena kesalahannya sendiri.
Tanisa diam, dia takut kalau rahasianya di bongkar sama suaminya sendiri. Farid meninggalkannya sendirian, dia menuju ruang makan keluarga Bassam yang terletak di lantai empat. Tanisa mengikuti suaminya. Dia menyesal harus merayu maminya untuk menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan sama suaminya. Karena dia tau lambat laun kekayaan keluarga Bassam akan lenyap jika masih di pimpin suaminya.
Di ruang makan semua keluarga sudah berkumpul, dari nyonya Rona, oma Zulfa, Aqilah dan Zidan. Hanya Abian yang tidak pernah kumpul di situ.
"Maaf kami terlambat." Ucap Farid sok ramah di depan semua keluarga istrinya.
"Duduklah, mami sudah sangat lapar." Ucap nyonya Rona.
Pelayan menarik kursi untuk Farid dan Tanisa. Mereka duduk saling bersebelahan. Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat romantis.
"Bagaimana perkembangan perusahaan minyak kita di kota A." Tanya nyonya Rona.
"Oh bagus mam, banyak investor asing ingin menanam saham di perusahaan kita." Farid berbohong, dia tidak pernah mengetahui perkembangan perusahaan Bassam. Dia lebih fokus dengan perusahaanya. Untuk perusahaan Bassam, hanya asas untuk meraup keuntungan saja.
"Iya kan sayang." Ucap Farid kepada istrinya.
Tanisa hanya menganggukkan kepala.
Zidan merasa curiga dengan tingkah sepasang suami istri itu. Karena menurut informasi yang di dengarnya dari petugas yang memonitor semua kamera, kalau tadi telah terjadi pertengkaran antara sepasang suami istri itu. Dia belum memberitahukan hal itu kepada nyonya Rona, karena dia harus menyelidiki terlebih dahulu. Dan Zidan menaruh curiga kepada Farid tentang perusahaan Bassam di kota A, karena menurut informasi yang di dapatnya perusahaan itu mulai goyang.
"Mami aku ada perjalanan bisnis kurang lebih dua minggu." Ucap Farid sambil mengunyah makanannya.
"Baiklah, kamu urus semuanya dengan baik. Mami percayakan semuanya kepadamu." Ucap nyonya Rona. Tanisa yang lagi makan langsung tersedak.
"Uhuk-uhuk." Farid langsung sigap memberikan minum untuk istrinya. Dia harus terlihat sempurna di hadapan mertuanya.
"Sayang kamu kalau makan hati-hati." Ucap Farid sambil mengelus punggung istrinya.
Nyonya Rona senang, dia suka dengan perhatian yang di berikan Farid kepada anak sulungnya. Walaupun perhatian itu hanya kepura-puraan belaka.
"Bawa Tanisa bersamamu." Ucap nyonya Rona.
"Uhuk-uhuk." Sekarang Farid yang tersedak, dia tidak mau membawa istrinya secara dia bukan mengadakan perjalanan bisnis keluarga Bassam tapi dia mau mengembangkan perusahaanya sendiri.
Kebalikan dari Farid. Tanisa tidak memberikan perhatian kepada suaminya. Dia bersikap acuh tak acuh ketika suaminya tersedak.
"Tanisa." Ucap nyonya Rona.
"Iya mami." Ucap Tanisa cepat.
"Suami kamu lagi tersedak tapi kamu tidak memberikan perhatian kepadanya." Ucap nyonya Rona.
"Tidak apa-apa. Tanisa memang terlihat cuek tapi dia sangat perhatian denganku." Ucap Farid pura-pura membela istrinya.
Keluarga Basaam menikmati makan sianganya. Oma Zulfa mencoba membuka percakapan lagi.
"Mami dengar kamu memberi hukuman kepada anak baru itu." Ucap oma Zulfa.
"Dari mana mami tau? Apa tukang kebun itu yang bilang." Ucap nyonya Rona dengan suara sedikit tinggi.
"Bukan, tapi Tatik, tadi mami melihat Tatik dengan perawat itu. Mami tanyakan kepada Tatik apa yang terjadi, dia menjelaskan semuanya."
"Oh kita ada perawat baru. Semoga dia betah dan tidak bunuh diri." Timpal Farid sambil tersenyum mengejek.
Oma Zulfa mendengus kesal. Dia tidak suka dengan sikap Farid yang kadang kurang sopan kepadanya.
"Iya nyonya besar. Gadis itu akan di hukum karena terlalu banyak bicara." Ucap Zidan.
"Kenapa kalian sedikit-sedikit main hukum. Dia anak baru, belum ada satu hari tapi kalian sudah menghukumnya." Ucap oma Zulfa marah.
"Mami, peraturan di buat bukan untuk di langgar tapi untuk di patuhi. Mami tau kan itu." Ucap nyonya Rona.
"Hukuman apa yang kalian berikan kepadanya." Tanya oma.
"Tidak boleh makan malam." Jawab Zidan.
Oma Zulfa langsung beranjak dari kursinya.
"Kalian sungguh keterlaluan. Kalau sampai terjadi sesuatu dengannya, kalian akan oma laporkan sama polisi." Ucap oma sambil meninggalkan meja makan.
"Oma mau kemana?" Ucap Ila si bungsu.
"Oma mau ke taman. Napsu makan oma sudah hilang karena peraturan mami kalian yang gila." Ucap oma Zulfa sambil meninggalkan ruang makan.
Ila beranjak dari kursinya ingin menemani omanya. Tapi nyonya Rona sudah menggebrak meja makan.
Ila kembali duduk, dia sudah takut kalau maminya melakukan hal itu.
Keluarga kembali makan, hanya Ila yang tidak bisa menikmati makanannya. Setelah selesai makan keluarga kembali ke rutinitasnya masing-masing.
Bersambung.
“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”
Ig. anita_rachman83
Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 180 Episodes
Comments
Yulnani Tegal
tinggal bc aja apa slhnya kasian yg mikir sampe begadang..lagian ini mah tokoh fiksi semata tinggal ikutin alurnya..kalo g suka tinggalin g ush lanjut
2022-11-23
0
Sita Redjeki
Toba bodooh.bd ngatur pelayannya.tpi TDK dg menantunya
2022-11-13
0
Yuuna
ini kyaknya Tami mati kelaparan diistana ini nih.. mencurigakan 😂😂😂😂
2022-04-18
0