Bab 7

Pria yang menjemputnya berdiri di sebelah wanita paruh baya itu. Dan meletakkan setumpuk kertas di atas meja.

"Itu adalah peraturan yang harus kamu taati." Ucap wanita paruh baya itu.

Aneska memegang setumpuk kertas yang sudah di jilid. Dia membuka perlembar demi perlembar dalam keadaan berdiri.

"Gila ini peraturan tebal banget seperti skripsi saja." Gumam Aneska pelan.

"Kamu mau membaca sambil berdiri?" Ucap wanita paruh baya itu.

Aneska langsung duduk di kursi, dia membuka peraturan itu satu persatu. Kemudian meletakkannya kembali ke atas meja.

"Maaf bisa jelaskan semuanya kepada saya. Siapa anda dan apa saja pekerjaan yang harus saya lakukan." Ucap Aneska berani.

Wanita paruh baya itu menghela nafasnya.

"Saya adalah pemilik dari istana ini. Nama saya nyonya Rona Bassam." Kemudian wanita itu melirik pria yang ada di sebelahnya.

"Dia adalah Zidan, asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan saya." Ucap nyonya Rona.

Ternyata tebakkanku salah dia bukan seorang supir.

Wanita paruh baya itu berhenti berbicara, dia melihat lekat wajah gadis di depannya.

"Saya Aneska." Ucap Anes ramah.

"Maaf nyonya kalau boleh tau apa saja peraturan yang harus saya taati. Karena mengingat peraturan anda seperti skripsi, ops. Maaf peraturan anda sangat tebal. Jadi bisa beritahu poin-poinnya saja." Ucap Aneska.

Nyonya Rona melirik asisten pribadinya. Pria itu langsung paham.

"Peraturan yang pertama kamu tidak boleh menggunakan ponsel dan tidak boleh memberitahukan tentang semua hal yang ada di sini."

"Kenapa saya tidak boleh menggunakan ponsel?"

"Karena itu peraturan di sini." Ucap Zidan.

"Ok selama masih bekerja saya tidak akan menggunakan ponsel, saya juga melakukan hal yang sama ketika di rumah sakit. Tapi setelah jam kerja selesai saya boleh menggunakan ponsel kan." Ucap Aneska.

Pria di depannya menggelengkan kepala.

"Serius? Tapi bagaimana saya mau menghubungi keluarga saya, kalau ponsel di sita." Ucap Aneska.

"Kamu bisa menggunakan telepon itu." Pria itu menunjuk sebuah telepon yang ada di atas meja sudut ruangan.

"Dan hanya bisa menghubungi sebulan sekali." Ucap Zidan.

"Busyet ngeri banget peraturannya. Ponsel di sita dan hanya boleh menghubungi keluarga sebulan sekali." Gerutu Aneska.

"Bagaimana, apa kamu setuju dengan peraturan yang saya sebutkan barusan." Tanya Zidan.

Sabar Aneska hanya ponsel, zaman dulu tidak ada ponsel bisa hidup.

"Baik saya sanggup dengan peraturan itu." Ucap Aneska mantap.

"Peraturan selanjutnya. Tidak boleh bertanya atau berbicara sama siapapun. Baik itu pemilik rumah atau pelayan. Dan hanya boleh berbicara jika pemilik rumah bertanya kepada anda dan membutuhkan jawaban dengan segera."

Aneska membelalakkan matanya. Menurutnya peraturan yang barusan di ucapkan Zidan sungguh tidak bisa di terima akal sehatnya.

"Maaf, kenapa saya tidak boleh bertanya atau berbicara kepada siapapun di istana ini. Kalau saya kesasar di istana ini bagaimana?" Tanya Aneska.

"Karena itu peraturannya." Ucap Zidan santai.

Aneska mendengus kesal, dia benar-benar bingung dengan segala peraturan yang baru di sebutkan. Dan jawaban Zidan tetap sama karena ini peraturan.

"Apa masih ada." Tanya Aneska.

"Sudah saya sebutkan. Dan penjelasan ada di dalam situ." Ucap Zidan sambil menunjuk kearah tumpukan kertas.

Kalau cuma segitu kenapa juga harus di buat setebal ini.

"Jika kamu setuju silahkan tanda tangani dan kontrak kerja kamu hanya tiga bulan, jika tiga bulan kamu bisa melakukan tugasmu dengan baik maka akan kontrak kerjamu akan di perpanjang." Ucap Zidan menjelaskan.

Ogah setelah tiga bulan aku akan keluar dari istana penjara ini. Karena setelah tiga bulan hutangku sudah lunas. Bye istana Bassam.

"Silahkan tanda tangan di sini." Ucap Zidan menunjukkan lembar terakhir dalam tumpukan kertas itu.

Tanpa pikir panjang Aneska langsung membubuhi tanda tangannya. Zidan langsung mengambil tumpukan kertas itu. Dan menyerahkan salinannya kepada Aneska.

"Apa ini." Tanya Aneska.

"Salinannya, kamu bisa membaca semua penjelasan tentang peraturan di istana ini." Ucap Zidan sambil mengulurkan tangannya kehadapan Aneska.

"Apa?" Ucap Aneska bingung.

"Ponsel." Ucap Zidan. Aneska mendengus kesal sambil mengambil ponselnya dalam tas ranselnya.

"Ini, simpan baik-baik. Ponsel ini baru lunas. Jadi jaga dengan sepenuh jiwa." Ucap Aneska jutek. Pria itu hanya tersenyum sinis sambil melihat ponsel Aneska. Menurutnya dia bisa membeli ratusan ponsel seperti itu.

Kemudian Zidan mengeluarkan amplop coklat dari dalam jasnya dan meletakkan di atas meja.

"Apa ini." Tanya Aneska.

"Bukalah." Ucap nyonya Rona.

Aneska membuka amplop itu dan melihat isinya. Ada sejumlah uang yang jika di hitung sebesar dua puluh juta.

"Itu down payment untukmu." Ucap Zidan.

"Tapi saya belum bekerja." Ucap Aneska.

" Anggap saja saya lagi berbaik hati sama kamu." Ucap nyonya Rona sombong.

"Tapi."

"Kalau kamu masih banyak bicara uang itu akan saya ambil kembali." Ucap nyonya Rona ketus.

Aneska mengambil uang tersebut.

"Maaf boleh uang ini di transfer ke orang tua saya. Soalnya mereka sedang membutuhkan." Ucap Aneska.

Dari tempat lain ada yang mendengar percakapan tadi. Yaitu wanita yang sudah sepuh, dia merasa terharu mendengar ucapan Aneska.

Zidan melihat ke arah nyonya Rona. Dan wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya. Asistennya mengambil kembali amplop coklat itu.

"Berapa nomor rekeningnya." Tanya Zidan.

Aneska mengulurkan tangannya kehadapan pria di depannya.

"Apa?" Ucap Zidan.

"Mana ponselku, nomor rekening orang tuaku ada di ponsel." Ucap Aneska ketus.

Zidan menyerahkan ponsel Aneska. Gadis itu membuka ponselnya dan mencari nomor rekening orangtuanya. Lalu dia menyebutkan kepada Zidan.

Pria itu mencatat nomor rekening yang di sebutkan Aneska kemudian mentransfer sesuai nominal yang ada di dalam amplop. Dan menunjukkan bukti transfer kepada Aneska.

"Bisa tidak kamu kirim ke aku buktinya. Agar bukti itu aku kirim balik ke orangtuaku." Ucap Aneska.

Zidan menghela nafasnya secara kasar. Menurutnya gadis di depannya membuatnya susah. Secara dia paling malas jika harus di perintah sama seorang gadis.

"Sudah aku kirim." Ucap Zidan.

Aneska langsung mengirim bukti itu ke ponsel adiknya.

"Boleh aku menghubungi keluargaku sebentar saja." Ucap Aneska lagi.

Zidan melihat nyonya Rona, dia meminta pendapat dari wanita paruh baya itu.

"Waktumu hanya tiga menit." Ucap nyonya Rona.

Aneska menganggukkan kepalanya dan langsung menghubungi nomor adiknya. Panggilan terhubung.

"Cyra."

"Iya kak."

"Kakak ada kirim bukti transfer, coba kamu cek." Ucap Aneska.

Cyra mengecek ponselnya.

"Kak ini uang apa? Kenapa besar sekali, kakak kan baru pindah kerja dari mana uang ini." Cyra mengajukan pertanyaan beruntun.

Ketika Cyra berbicara seperti itu ada orangtuanya. Ibunya langsung menyambar ponsel adiknya.

"Apa yang kamu kirim." Tanya ibunya.

"Uang bu, aku baru pindah kerja dan itu bonusnya." Ucap Aneska.

"Aneska mana ada baru kerja dapat bonus. Uang itu juga tidak sedikit." Ucap ibunya marah.

"Kamu bukan jual diri kan?" Ucap ibunya.

"Astagfirullah bu, mana mungkin Anes jual diri. Anes berkata jujur bu." Ucap Aneska.

Nyonya Rona dan Zidan mendengarkan semua percakapan itu. Dan wanita sepuh yang berada di ruangan berbeda juga mendengarnya.

"Jadi dari mana kamu dapat uang sebanyak itu." Tanya ibunya.

"Ibu, Anes pindah kerja dan bukan di rumah sakit. Anes bekerja di istana." Ucap Aneska.

"Istana? Berarti kamu ketemu dengan bapak presiden ya? Salam ya nak." Ucap ibunya.

Aneska mengerutkan dahinya, ibunya berpikir kalau anaknya bekerja di istana negara. Dia melihat Zidan yang menunjukkan jam tangannya dan itu tanda kalau waktunya habis.

"Ibu sudah dulu ya, nanti tiap bulan Anes transfer. Bayarkan hutang kita ya." Ucap Aneska.

"Iya nak, jangan lupa salam ibu untuk bapak presiden."

" Iya." Ucap Aneska singkat.

Bersambung.

“ Like, komen dan vote yang banyak ya, terimakasih.”

Ig. anita_rachman83

Bagi yang baru bergabung bisa baca karya author lainnya yang berjudul "Menikah Karena Ancaman"

🌷🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Terpopuler

Comments

Siti Mutmainah

Siti Mutmainah

jangan lupa salam dari ibu ya anes

2022-04-20

0

Made Elviani

Made Elviani

pribadi yg mandiri tegas n berani........good luck Aneska

2021-10-19

0

V3

V3

benar kan klu anes tinggal dstu spt di dlm penjara

2021-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!