Malam itu, Anastasya sekali lagi menancapkan taringnya pada leher Calvin, untuk menyedot darah yang membuatnya candu itu.
Anastasya, masih sedikit tidak sadar dan hanya terbawa oleh hasratnya saja.
Anatara sadar dan tidak sadar, Anastasya mulai meminum darah itu.
Sampai akhirnya waktu berjalan cukup lama.
Calvin juga menyadari jika Gadis itu ternyata meminum darahnya lebih banyak daripada yang dirinya kira.
Seolah-olah energi dalam tubuhnya terhisap lebih banyak sama seperti sebelumnya.
Sangat beruntung, Anastasya menghentikan meminum darah itu tepat Waktu Karena sekarang kesadarannya sudah pulih.
Anastasya lalu segera mendorong Calvin, keduanya saling bertatapan dengan canggung.
Hah...
Anastasya tahu, hal-hal yang dirinya lakukan selama tidak sadar itu terlalu berlebihan.
Ingin menikmati kebersamaannya dengan Calvin?
Namun jelas ini bukan waktu yang tepat.
Di luar sana ada seseorang yang mencarinya....
Dan lagi, apa yang telah dirinya lakukan pada Calvin?
Anastasya, jelas melihat wajah Calvin yang terlihat pucat itu.
Ya, wajahnya menjadi cukup pucat seolah tidak berenergi.
Apakah dirinya sekali lagi meminum darah terlalu banyak?
"Calvin? Apakah kamu tidak apa-apa?"
Calvin tentu saja merasa seluruh badannya tidak nyaman, mungkin karena darahnya disedot secara tiba-tiba.
Namun jelas ini semua tidak masalah asalkan gadis di depannya ini bisa kembali pulih.
"Aku jelas tidak apa-apa. Ini bukan apa-apa hanya gigitan kecil,"
"Lihat wajahmu, yang pucat? Kamu masih bilang itu tidak apa-apa?"
"Sungguh ini tidak apa-apa, aku baik-baik saja,"
Anastasya yang mendengar kata-kata penuh percaya diri itu hanya merasa heran, lalu segera berkata,
"Kamu bahkan tidak mencoba menghentikan kok ketika aku meminum darahmu terlalu banyak. Bagaimana tadi jika aku meminum seluruh darahmu sampai kamu Mati? Apakah kamu tidak takut?"
Mendengar pernyataan tiba-tiba itu, Calvin cukup kaget, namun segera menjawab dengan penuh kepastian.
"Tentu saja tidak. Aku tidak pernah takut padamu. Kamu ingat? Aku masihlah Alpha Werewolf yang tangguh, tidak akan pernah takut pada Vampir. Dan lagi, Aku sangat percaya padamu, bahwa kamu tidak mungkin meminum darahku sampai habis, Anastasya adalah Vampir yang baik hati,"
Kata-kata itu cukup sederhana namun hal itu membuat hati Anastasya menjadi hangat, kata-kata yang membuat jantungnya sedikit berdebar.
"Kenapa kamu bisa begitu percaya padaku seperti itu?"
Calvin segera tersenyum dan berkata lagi,
"Jika kamu akan membunuhku, kamu pasti sudah melakukannya sejak lama, sejak pertama kali kita bertemu, sepuluh tahun lalu... Kamu menyelamatkan Werewolf kecil terluka, ika kamu tidak baik hati kamu mungkin hanya akan pergi meninggalkan Werewolf kecil itu, namun kamu sangat baik hati, dan menyelamatkannya. Mungkin itu hanya ingatan yang tidak berarti untukmu, namun itu ingatan yang sangat berarti untukku, kamu adalah penyelamatku, jadi aku akan selalu percaya padamu,"
Anastasya tentu saja teringat kejadian 10 tahun lalu.
Ya, dirinya sebenarnya tidak sebaik yang pria itu kira.
Hanya saja saat itu dirinya yang masih kesal pada Werewolf, membunuh beberapa Werewolf menurutnya merusak pemandangan.
"Aku tidak sebaik yang kamu kira, kamu tidak tahu apa pun tentang Aku,"
"Ya, tentu saja. Aku tidak tahu apapun tentang kamu, segalanya tentangmu masih menjadi sebuah misteri untukku. Namun Anastasya, aku ingin lebih banyak tahu tentangmu. Kamu akan memberitahumu? Hal-hal tentang dirimu?"
Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, membuat Anastasya terdiam.
Kepercayaan yang begitu hebat dari pria di hadapannya ini yang jelas tidak bisa dirinya tolak.
"Anastasya zu Fürstenberg, itu adalah nama panjangku, nama asliku,"
Calvin mendengar itu tiba-tiba menjadi terkejut, namun dirinya segera tersenyum dan berkata,
"Aku Calvin Drake,"
"Astaga, kamu sudah bilang nama panjang mu ketika kita pertama kali bertemu,"
"Apakah benar?"
"Hah, kamu ini benar-benar bisa menjadi seseorang yang cukup lucu, Calvin,"
Anastasya lalu tertawa melihat sikap pria didepannya itu.
Calvin, perang melihat akhirnya ketik-ketik tanya itu mulai tersenyum jelas aja merasa senang.
Namun secara kesenangan nya itu menghilang ketika dirinya melihat luka-luka di tubuh Anastasya tidak kunjung sembuh.
Jelas, itu terjadi sangat lambat untuk proses pemulihan nya.
"Anastasya.... Luka-lukamu... Apakah kamu tidak apa-apa? Musa harusnya terbaring dan jangan terlalu banyak bergerak,"
"Tidak apa-apa, ini sungguh hanya lecet kecil, setelah beberapa jam atau mungkin besok ini pasti akan cukup pulih,"
"Begitu lama? Seharusnya regenerasi vampir cukup hebat? Dari mana kamu mendapatkan luka ini?"
"Ini adalah sesuatu yang tidak perlu kamu tahu,"
Calvin memilih untuk tidak memaksa gadis itu hanya lalu segera mengambil perban dan mulai merawat luka Anastasia.
Ya, makan walaupun itu akan pulih besok namun membiarkan luka-luka itu terbuka semacam itu bukanlah hal yang tahu.
Anastasya, terlihat pasrah, dan tidak menolak kebaikan itu.
Lagipula setelah dipikir-pikir lagi mungkin bersembunyi di tempat Werewolf adalah hal yang baik.
Nathan tidak akan pernah mengira jika dirinya ada di tempat Werewolf bukan?
Dan lagi ketika dirinya di sini dirinya tidak perlu khawatir soal stok darah.
Ada satu stok yang hidup di depannya.
Anastasya merasa ini lucu melihat bagaimana dirinya sekarang tergantung kepada pria yang ada di hadapannya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments