Hari-hari segera berlalu sejak hari itu, dan Calvin masih sama seperti sebelum-sebelumnya, dia masih mencoba untuk mendekati Anastasya dan kadang mengodanya di kelas.
Yang berbeda, Anastasya sekarang lebih sedikit merespon akan godaannya, dan terkadang akan marah secara terang-terangan dan memukul kepalanya.
Seperti saat ini, ketika Calvin dengan sengaja mencabut kabel charger laptop Anastasya.
"Calvin, apa-apaan sih kamu!!"
"Hari ini kelas udah selesai kenapa kamu masih sibuk menatap ke laptopmu?"
"Aku sedang mengerjakan tugas,"
Mendengar itu, Calvin lalu tertawa,
"Pffff..... kamu benar-benar serius untuk belajar hal-hal tentang manusia ini?"
"Hal-hal yang manusia buat selalu menjadi sesuatu yang sangat menarik, seperti ponsel dan laptop ini misal, aku awalnya harus beradaptasi dengan semua ini jujur Ini semua adalah hal yang baru, sebelumnya tidak ada saat zaman ku,"
Calvin mendegarkan hal itu, ini terdengar seperti Anastasya lahir di era yang benar-benar berbeda darinya, membuat Calvin pemasaran dan bertanya,
"Berapa Umurmu?"
"Ini hanya sekitar, awalnya harusnya 150 tahun mungkin? Lalu Aku tertidur selama 300 tahun, jadi mungkin sekitar 450an tahun,"
Calvin menatap kaget ketika mendengar itu, memang dirinya tahu jika Vampir memiliki umur yang sangat panjang, yah hampir dua sampai tiga kali lipat dari Werewolf.
Biasanya, Werewolf paling lama hanya memiliki rentang hidup 200 tahun, dan lagi Werewolf tidak bisa tidur panjang seperti Vampir, memang dirinya dengar ada Vampir yang bisa hidup lebih dari 500 tahun, sepertinya itu tidak hanya mitos, Vampir didepannya cukup termasuk cukup tua.
Yah, jika dibandingkan dirinya saat ini yang hanyalah seorang Werewolf muda, yang bahkan baru hidup selama 20 tahun.
Anastasya menatap keterkejutan di wajah itu.
"Huh, ya untukku Kamu hanyalah semacam bocah,"
"Tapi Aku sudah dewasa,"
"Masih bocah,"
"Werewolf berumur 17 tahun sudah di anggap dewasa, karena sudah bisa mulai kawin dan melanjutkan garis keturunan,"
"Itukah kenapa kalian Para Werewolf begitu subur? Jumlah kalian cukup banyak,"
"Ada masa-masa tertentu untuk kami kawin, jadi yahhh... Semacam itulah, namun kami juga membatasi jumlah kami, takut-takut menggagu populasi manusia,"
"Ya, populasi kalian memang bisa membludak, terlebih kalian memiliki jangka hidup cukup panjang, dalam 200 tahun, berapa kali itu, memilih anak,"
"Masa subur kami hanya sampai 100 tahun, dan lagi, hanya pada bulan-bulan khusus kami memasuki masa kawin dalam keadaan paling subur, biasanya sekitar 2-3 tahun sekali. Memiliki anak dalam periode itu hampir 100%,"
"Hah, tetap saja itu sangat banyak. Berapa banyak bayi Werewolf yang bisa di buat selama itu?"
"Astaga, kenapa kamu membahas itu? Lagipula Aku sudah bilang sebelumnya jika Werewolf bisa sakit, ketika masih kecil, Werewolf muda sering terkena penyakit misterius dan mati tiba-tiba, tidak mudah membersarkan Werewolf kecil,"
"Jadi begitu, itu cukup adil, mengigat betapa suburnya kalian. Vampir Darah Murni menunggu 200-300 tahun untuk melahirkan satu keturunannya, tapi terkadang bisa lebih dari itu,"
"Kalian Para Vampir sepertinya sangat pasif dalam hal-hal semacam itu,"
"Mungkin juga, Kami Para Vampir tidak begitu banyak memiliki gairah seksual. Jadi begitulah, ini mungkin harga dari umur panjang kami. Namun ini mungkin sedikit berbeda jika kawin dengan Manusia, hanya membutuhkan 10-15 tahun terkadang, itu untuk Vampir laki-laki dan manusia Perempuan, namun hasil keturunan darah campuran ini tidak sebaik Para Darah Murni, itupun cukup sulit dan langka,"
Calvin cukup terkejut dengan hal ini, lalu segera bertanya lagi,
"Lalu, Vampir memiliki semacam masa subur juga?"
"Setelah 100 tahun untuk Vampir Perempuan, dan untuk laki-laki mungkin lebih muda, mungkin?"
Mendengar itu, Calvin lalu tiba-tiba merasa cukup bangga dan berkata,
"Hah, berati belum lama sejak kamu bisa kawin bukan? Tidak perlu di hitung yang saat tidur panjang, intinya kita seumuran,"
"Jangan samakan aku dengan bocah labil sepertimu!!"
Calvin yang mendengar kata-kata keras kepala itu hanya tertawa kecil, lalu segera teringat dengan beberapa hal lainnya.
"Emm, tapi Aku merasa ada yang jangal, kamu bilang sebelumnya ini Vampir laki-laki, dan Vampir Perempuan berbeda? Lalu jika Vampir Perempuan dan Manusia?"
"Ah itu.... Vampir Perempuan lebih tidak subur dari pada Vampir laki-laki, dan lagi, Manusia memiliki rentang hidup Pendek.... Kamu mengerti maksudku? Ada namun jarang, memang Vampir laki-laki yang lebih sering Kawin dengan Manusia,"
"Lalu bagaimana dengan Vampir dan Werewolf?"
Anastasya lalu segera menahan heran pada pemuda di depannya itu.
"Apa-apaan itu? Tidak pernah terjadi hal-hal semacam itu,"
"Kami Para Werewolf memiliki kesuburan yang cukup tinggi,"
Anastasya segera mengeleng-gelengkan kepalanya, dan berkata lagi,
"Berhentilah bicara omong kosong,"
"Yah, barang kali, kamu ingin segera mencoba meneruskan garis keturunan, Aku mungkin bisa membantumu,"
Anastasya segera melemparkan buku ditangannya pada Pemuda disampaignya itu.
"Dasar tidak tahu malu!!"
Calvin segera menghindari lemparan buku itu, dan tertawa,
"Yah, kan belum ada yang mencobanya... Aku hanya berniat baik untuk mencoba membantumu,"
"Sungguh tidak tahu malu, kamu bahkan bukan Kekasihku,"
Calvin lalu segera berkata dengan nada menggoda.
"Lalu? Kamu tidak ingin untuk mempertimbangkanku?"
Anastasya diam, dan kembali fokus menatap layar laptopnya sepertinya tidak berguna berbicara dengan Pemuda sampingnya itu.
Calvin juga tahu, Kak ini masih terlalu cepat untuk mendapatkan hati gadis itu namun tidak masalah masih ada lain waktu.
####
Ini adalah pagi yang lain, dimana Anastasya kebetulan libur dari Kampus.
Jadi, karena merasa bosan berada di rumah, Anastasya memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar sana.
Ini adalah suatu sore yang indah dan cerah.
Anastasya berjalan-jalan di sekitar taman.
Sampai tiba-tiba, dirinya mencium aroma darah samar.
Tentu ini, membuat Anastasya bertanya-tanya.
Lalu, segera Anastasya mencoba mencari tahu kemana arah darah itu, itu semakin jauh di ujung taman, sekitar daerah yang cukup rindang.
Disana, Anastasya menatap sesosok manusia yang terbaring di tanah terlihat pucat.
Anastasya jelas segera mendekati orang itu, mencoba memeriksa keadaannya.
Ketika Anastasya mendekat, dirinya tahu jika manusia yang ditemukannya itu adalah manusia yang sudah mati.
Anastasya lalu mengamati di leher orang itu, ada semacam gigitan, ah seperti dugaannya.
Manusia ini, kemungkinan besar digigit oleh Vampir?
Jadi, bahkan di Era sekarang, masih ada Vampir yang cukup nekat untuk memangsa manusia seperti ini?
Namun, Anastasya tiba-tiba merasakan aroma yang cukup familiar dari mayat yang ditemukannya.
Anastasya rasa tidak yakin dengan hipotesisnya...
Tidak mungkin bukan?
Untuk memastikan hal itu, Anastasya kembali ke wujud Vampirnya, ingin mengecek, jejak yang tertinggal di mayat itu.
Tidak....
Ini jejak dari Vampir Darah Murni?
Berapa kemungkinan buruk mulai terlintas dalam benaknya.
Sampai tiba-tiba, ada rombongan Werewolf yang datang.
"Kamu!! Kamu Vampir sialan!!"
Anastasya yang melihat rombongan Werewolf itu, jelas merasa memiliki firasat tidak enak.
Hah...
Para Werewolf sialan, selalu saja mengacau di mana-mana dirinya merasa kesal.
"Ah!! Kamu adalah Vampir yang sedang di cari itu bukan? Vampir jahat yang membantai Dua Klan Werewolf!!"
"Benar itu dia!!"
Mereka yang melihat Anastasya dalam wujud Vampirnya, jelas mengenalinya.
Cukup langka, Vampir yang memiliki ramy silver seperti dirinya.
Ya, sudah selama sepuluh tahun belakangan sejak dirinya di incar oleh Para Werewolf sialan itu.
Mereka yang tidak pernah bisa membuat dirinya merasa tenang, sehingga dirinya harus berpindah-pindah tempat dan bersembunyi, karena komunitas Werewolf sangat besar dan ada dimanapun, bersembunyi dari mereka cukup susah, apalagi sambil mencari kantong darah untuk diminum.
Dan rupanya, namanya sudah menjadi cukup populer, itu juga karena dirinya sering berhadapan dengan mereka, dan juga sering tidak segaja membunuh atau melukai mereka yang menyerangnya.
Yang dirinya lakukan adalah membela diri.
Namun semakin ke sini sepertinya masalah menjadi lebih besar.
Dengan kesal, Anastasya mulai mengeluarkan kuku-kukunya, lalu membuat luka pada dirinya sendiri, dan darah segera muncul keluar dari sana.
"
Tidak lama sampai darah-darah itu berubah menjadi jarum yang sangat kecil, itu langsung mengarah kepada rombongan Werewolf, yang membuat mereka terluka parah.
Masih ada beberapa Werewolf keras kepala yang mencoba menyerang Anastasya, setelah melihat temannya terluka.
"Kamu!! Kamu beraninya melakukannya pada temanku!!"
Dia mulai maju kedepan, tidak tahu jika di depan sudah ada puluhan jarum darah yang menunggu, yang langsung mengenai seluruh tubuh Werewolf itu.
Anastasya, merasa jika dirinya terlalu banyak menggunakan kekuatan, tidak bisa terlalu mengendalikan mereka.
Apakah ini efek dari meminum Darah Calvin sebelumnya?
Anastasya, sebenarnya tidak ada niat untuk membunuh mereka atau melukai separah itu, namun karena dirinya belum terbiasa dengan tingkat kekuatan baru yang dimilikinya hal-hal ternyata menjadi lebih kacau.
Anastasya jelas melihat tubuh Werewolf yang saat ini sepertinya sudah tergeletak tidak bernyawa.
Beberapa Werewolf lainnya, yang terluka parah terlihat sedang mencoba memanggil kawanannya yang lain.
Anastasya merasa, jika ini akan lebih merepotkan jadi dirinya mencoba untuk pergi dan melarikan diri.
Namun sebelum dirinya lari, ada seorang Werewolf yang segera menyerbu kearahnya, membuat Anastasya terpental.
Dan tidak jauh dari Werewolf itu, ada sosok Werewolf lainnya yang cukup familiar.
Werewolf Putih besar yang terlihat sangat cantik.
Tatapan mata Anastasya, menatap kearah Werewolf putih besar itu.
"Ketua, Ini adalah Werewolf dari Klan sebelah... Dan itu.... Tidak... Bukankah itu, Rey? Sial!! Kita sepertinya terlambat,"
Calvin yang datang ke tempat kejadian juga merasa cukup terkejut.
Dirinya memang memiliki firasat buruk ketika mendengar ada panggilan bahwa seorang vampir muncul.
Namun, dirinya tidak pernah mengira dari semua Vampir, yang muncul adalah Anastasya.
Calvin menatap sekeliling tempat itu di mana ada banyak Werewolf terluka, dan sebagian adalah anggota Klannya yang ikut berpatroli dengan Klan Afiliasi mereka.
Sial...
Melihat luka yang ada, dan darah dimana-mana, jelas Calvin tahu siapa pelaku dari semua kekacauan ini.
"Ketua!! Kita jelas harus membunuh Vampir sialan itu!!"
Sekarang, Calvin mulai menatap Vampir Cantik yang penuh dengan darah itu.
Menjadi tidak tahu harus berbuat apa.
Karena dirinya tahu dirinya tidak mungkin bisa menyakiti Vampir itu...
Dan terlebih, intinya tahu seberapa kuat hampir di hadapannya itu.
Ini adalah sebuah Dilema, apalagi Calvin memiliki tanggung jawab sebagai Ketua Klan.
Sekarang apa yang harus dirinya lakukan?
Karena seolah baru beberapa saat lalu mereka bercanda dan berbicara bersama, namun sekarang mereka harus dipertemukan lagi menjadi musuh....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments