14 Tahun Kemudian
Saat ini, adalah malam yang indah, terlihat cahaya bulan menerangi malam, sama dengan bintang-bintang kelap-kelip di langit, apalagi tanpa awan sedikitpun.
Namun sepertinya tidak semua orang menikmati malam itu.
Misalnya saja, saat ini disalah satu pinggiran kota, di daerah bangunan terbengkalai, terlihat beberapa orang di sana.
Tidak, daripada orang, ini tidak begitu mirip dengan manusia.
Karena mata mereka semua berwarna merah darah, dan memiliki taring yang terlihat dari luar mulut mereka.
Mereka adalah sekumpulan makhluk malam, makhluk predator untuk manusia, mahluk penghisap darah manusia, yang sangat suka memburu dan memperdaya manusia untuk menjadi mangsa mereka.
Mereka selalu bersembunyi di balik bayang-bayang kegelapan malam.
Mahluk buas, yang memiliki wujud seperti manusia, namun sebenarnya mereka adalah monster peminum darah, Vampir.
Terlihat rombongan Vampir itu, tengah mengelilingi seorang gadis.
"Nona Anastasya, sebaiknya anda segera ikut kami segera. Tuan Nathan sebentar lagi akan bangun, dia pasti sangat gembira jika Nona ada disana saat dia bangun,"
Anastasya saat ini dikelilingi oleh rombongan Vampir itu, terlihat menunjukkan wajah tidak senang.
"Hah? Siapa kalian berhak menyuruhku? Bilang pada Tuan Kalian, Aku ada akan pernah bersamanya selamanya!!"
"Nona Anastasya tidak bisa menentang takdir. Kalian adalah Sepasang Vampir darah Murni yang ditakdirkan untuk bersama,"
"Diam!! Aku tidak ada urusannya dengan Si Brengsek itu lagi!"
"Jika Nona masih memaksa, kami terpaksa untuk membawa anda secara paksa,"
Mendengar ancaman itu, Anastasya tertawa dan berkata,
"Jangan pernah kalian bermimpi untuk menangkapku!!"
Dan begitulah awal dari pertarungan malam itu.
Anastasya jelas sebenanya cukup kuat, namun saat ini dia berada dalam kondisi yang cukup baruk.
Karena dia sangat jarang meminum darah manusia.
Hal ini membuat kekuatannya semakin melemah dan melemah, sejak dia terbagun sepuluh tahun lalu.
Apalagi, dalam sepuluh tahun ini, tidak hanya dia dikejar oleh Kaum Werewolf, dia juga dikejar oleh Pengikut dari Mantan Tunangannya yang dia benci, Sesama Vampir Darah Murni.
Hanya mengunakan 'Blood Controller' sebenatar, Anastasya sudah cukup kelelahan.
Beberapa luka terlihat megenai tubuh Anastasya, dan pemulihan berlangsung cukup lama.
Regenerasinya melambat karena kekurangan darah.
"Nona Anastasya sebaiknya menyerah saja!!"
Beberapa Vampir disana terlihat lega melihat ternyata serangan mereka bisa kena.
Karena lawan mereka adalah Vampir Darah Murni yang kabarnya sangat kuat, mereka sedikit takut pada awalnya namun ternyata, Vampir didepan mereka tidak seperti Vampir Darah murni yang begitu kuat seperti yang di ceritakan turun temurun.
"Jangan harap!!"
Anastasya saat ini memegagi tangannya yang patah.
Itu menyakitkan, dan Anastasya lalu mulailah konsentrasi untuk fokus ke kemampuan regenerasi nya pada pemulihan tulangnya yang patah.
Jelas, Anastasya saat ini dalam situasi terburuk.
Dirinya belum minum darah cukup lama, rasanya tenggorokannya seperti terbakar, hampir kehilangan kewarasannya.
Belum lagi, luka yang dirinya derita, dan efek samping penggunaan 'Blood Controller' yang terlalu berlebihan yang memberikan beban tambahan pada tubuhnya.
Kepalanya sangat sakit, hingga terasa ingin meledak.
Dirinya juga bingung bagaimana untuk lolos dari sana.
Empat belas Tahun, selama ini bersembunyi dan hidup dalam bayang-bayang berkat kejaran orang-orang tidak berguna.
Hal-hal ini jelas membuat dirinya sangat lelah secara mental dan fisik.
Ketika Anastasya sedang berpikir itu, beberapa orang tiba-tiba datang.
"Nona Anastasya, sebaiknya segera lari kami akan mencoba menghadapi mereka,"
"Itu benar, Kami juga sudah menyiapkan Identitas baru untuk Nona," kata salah satu orang sambil melemparkan sebuah tas, dan Anastasya menangkap hal-hal ini.
Itu adalah pengikut Anastasya.
Ya, saat ini dirinya tidak memiliki pilihan selain bergantung dengan mereka berdua.
Mereka berdua, walaupun bukan darah murni, mereka juga cukup kuat.
"Ukhh.... Aku akan mengandalkan kalian...."
Dari sana, Anastasya mecoba melarikan diri dan bersembunyi.
Setelah lari cukup jauh, dan memasuki kota, Anastasya memeriksa isi Tas itu, ini ada sekantong darah manusia.
Anastasya menatap kantong darah itu dengan ekspresi wajah marah.
Dirinya sangat benci darah manusia....
Anastasya yang tangannya masih lemah itu, malah tidak sengaja menjatuhkan kantong darah itu hingga tercecer ditanah.
Aroma darah segera memenuhi penciuman Anastasya.
Aroma yang sangat mengoda dan membuat Anastasya begitu haus.
Namun sekali lagi, darah itu sudah jatuh di tanah dan tercampur dengan tanah.
Anastasya merasa jijik ketika memikirkannya.
Dia coba mengendalikan dirinya dan sekali lagi berjalan dari sana, menuju ke tempat lainnya.
Anastasya berlarian ke arah tertentu sampai dirinya tiba di kerumunan orang.
Ini terlihat seperti sedang ada Festival disekitar sana.
Ada begitu banyak orang itu artinya, ada begitu banyak darah manusia hidup.
Anastasya mulai meneteskan air liurnya, merasakan aroma dan darah dari manusia-manusia hidup itu.
"Tidak... Tidak... Aku tidak bisa seperti ini..."
Anastasya mencoba memegagi kepalanya yang sakit, sampai dirinya tidak sengaja menabrak orang hingga dirinya jatuh.
Anastasya yang jatuh segera berdiri, dan sekali lagi berlari ke tempat yang kira-kira tidak ada orang.
Dalam keadaan kelaparan dan begitu banyak manusia di sekitarnya jelas bukan hal baik.
Namun, rasanya sangat menyakitkan.
Rasa haus darah dari Vampir yang kelaparan adalah yang paling buruk, namun sebagai Vampir Darah Murni, dirinya memiliki kemampuan pengendalian diri yang baik.
Anastasya terus lari, ke tempat yang lebih sepi.
####
Di tempat lainnya, saat ini disalah satu gang di sekitar Kota, terlihat ada beberapa Serigala berkumpul.
Serigala-serigala itu lalu segera berganti ke wujud manusia mereka.
Diantara Para Werewolf itu, ada Werewolf paling indah dengan bulu berwarna putih, dan yang paling besar, yang juga yang terakhir berubah menjadi wujud manusianya.
Ketika sosok itu berubah, itu menjadi sosok seorang Pria yang sangat tampan, tinggi dan memukau.
"Ketua, Aku dengar disekitar sini sebelumnya ada keberadaan Vampir," kata salah satu orang pada sosok yang terlihat paling tinggi itu.
"Baik, mungkin Vampir itu menyamarkan diri diantara manusia? Sebaiknya kita berpencar lagi,"
"Baik, Ketua,"
Beberapa orang itu segera pergi dari sana dan menyisakan dua orang disana.
"Calvin, menurutmu kali ini kita akan bertemu dengan Vampir yang kita cari?"
"Entahlah, Aku juga tidak tahu bisa saja ia bisa saja tidak,"
"Ini adalah Vampir yang membantai Anggota Keluargamu, Klan Drake,"
Pemuda yang diajak bicara itu terdiam.
"Aku tidak benar-benar ingat hal yang terjadi hari itu, entah kenapa aku masih yakin sampai saat ini yang membunuh Keluargaku bukan seorang Vampir,"
"Tapi, kamu sendiri lihat buktinya bukan? Orang yang Ayahku lihat di TKP saat itu adalah Vampir, Vampir Wanita berambut Silver yang unik, yang bisa mengendalikan Darah. Hanya sedikit Vampir yang memiliki Kemampuan ini, mereka kabarnya Darah Murni langka, yang akhirnya terbangun dari tidur panjang mereka,"
"Sudahlah, Lucas. Berhenti bicara omong kosong, sebaiknya kita berpencar saja, sana kamu pergi ke arah sana, kita hanya akan memeriksa apakah Vampir ini membahayakan Manusia atau tidak,"
"Baik-baik, Pemimpin. Sang Alpha Werewolf Pemimpin kami ini, benar-benar sangat berdedikasi menjalankan tugasnya,"
"Diamlah,"
Dua orang itu berpisah, segera Calvin menuju ke daerah pinggiran kota.
Dan apa yang dia temukan cukup menarik, dia kebetulan bertemu rombongan Vampir yang saling bertarung satu sama lainnya, ada banyak banyak debu di udara, sepertinya tanda dari beberapa Vampir telah mati sebelumnya di tempat itu.
"Heh? Rupanya tidak hanya kaum Werewolf yang suka bertarung dengan sesamanya, Para Vampir juga,"
Calvin melihat, diantara rombongan itu, sepertinya hanya melawan dua orang Vampir yang terlihat kewalahan.
Calvin tidak benar-benar peduli, lalu hanya mulai kembali ke bentuk serigalanya, serigala putih dan indah, dan segera menyerang ke rombongan Vampir itu, membuat semua orang yang berada di sana terkejut.
Melihat adanya seorang Alpha Werewolf, rombongan itu langsung menyerang Sang Alpha, dua Vampir yang sebelumnya dikeroyok mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri.
Calvin mengunakan kekuatannya, dan mulai membantai Vampir-vampir itu, hanya Para Vampir ternyata cukup hebat sampai bisa sedikit melukai dirinya.
Namun itu tetap bukan apa-apa, Calvin akhirnya membunuh semua Vampir yang ada disana, mengembalikan semuanya ke kehampaan.
Tepat setelah itu, Calvin mulai mengamati keadaan sekitar, dimana dirinya menemukan begitu banyak darah yang tersebar.
"Wow, tempat ini benar-benar kacau, Aku mungkin akan segera menyuruh anak buahku untuk membereskannya, tangan sampai ada manusia yang tahu dengan hal-hal ini. Namun ada beberapa hal yang harus Aku urus,"
Calvin lalu mulai mengunakan Instingnya, mencoba mencari vampir lain yang ada di sekitar sana.
Dia mulai berjalan kearah kota, dalam perjalanan dirinya menemukan jejak darah manusia di tanah.
"Ini... Kantong Darah? Hah, artinya ada vampire yang meloloskan diri,"
Calvin terus berjalan, dan tidak jauh dari sana ada sebuah festival yang penuh dengan manusia.
Memiki firasat tidak benar, Calvin mencoba menelusuri gang-gang kosong didekat sana.
Biasanya, Vampir sangat suka memburu mangsanya, dan di bawa ketempat-tempat sepi.
Calvin mulai berjalan menuju salah satu lorong sepi, lalu mulai menyadari, rasa sakit di tangannya, ada luka berdarah akibat pertarungan sebelumnya.
Tepat ketika Calvin memikirkan itu, dirinya melihat seseorang di ujung gang gelap.
Itu adalah seorang wanita berambut silver panjang, dan tatapan mereka berdua bertemu.
Anastasya mulai mencium aroma darah yang begitu manis dan tidak tertahankan, dan ketika dirinya berpaling dirinya menatap sosok seorang pemuda didepannya.
Aroma manis yang terpancar dari pemuda itu benar-benar membuat hasrat darah yang terpendam dalam diri Anastasya muncul.
Haus....
Sangat haus....
Rasa haus, yang hampir menghilangkan kewarasannya...
Tatapan mata mereka bertemu...
Entah kenapa tatapan mata yang familir...
Anastasya, mulai memegagi lehernya, yang merasa tidak tahan itu.
Mata merahnya, semakin berkilap makin merah, dan tanpa sadar Anastasya mendekati kearah sosok pemuda itu.
Dan entah kenapa, sosok pemuda didepan itu, tidak bergerak sedikitpun, hanya terus menatap kearahnya dan terdiam.
Anastasya yang sudah kehilangan kesadarannya, hanya terus berjalan mendekat...
Semakin dekat, seolah tatapan mata merah itu menghipnotis Pemuda dihadapannya itu.
Anastasya semakin dekat, mulai mengambil tangan pemuda itu, arena dimana tangan Pemuda terluka.
Lalu, mengunakan lidah hangatnya, Anastasya mulai menjilat luka itu, seolah-olah untuk mencicipi setiap darah yang ada di sana.
Sampai akhirnya, Anastasya mulai mengeluarkan taringnya, dan menancapkannya pada pergelangan tangan itu.
Rasa manis yang familiar membanjiri mulutnya...
Ini sangat lezat...
Sangat manis...
Bersama dengan rasa manis itu, membuat kesadaran Anastasya pulih, cukup pulih untuk mengembalikan kewarasannya.
Hal ini jelas membuat Anastasya ketakutan dengan hal yang dirinya lakukan...
Menghisap darah secara langsung pada Manusia...
Hanya ada dua takdir yang Manusia akan miliki setelah di gigit oleh Vampir Darah Murni, pertama yaitu kehabisan Darahnya sampai mati...
Atau yang bahkan lebih buruk dari kematian, berubah menjadi Vampir yang hanya akan haus darah dan perlahan akan kehilangan kesadaran dan kewarasannya....
Mengetahui hal itu, Anastasya segera mundur, dan mencoba menjauh...
Raut wajah Anastasya jelas menjadi pucat, jika memikirkan hal yang dirinya perbuat...
Dirinya laki-laki telah melakukan sebuah kesalahan fatal dan membuat manusia yang tidak tahu apa-apa menjadi korban...
Hal ini kembali mengigatkannya pada kematian Kekasihnya dulu....
Dan sebuah janji yang dulu pernah dirinya buat, untuk tidak lagi meminum darah manusia sscara langsung....
"Tidak.... Tidak.... Ini tidak bisa.... Maaf..... Maafkan Aku..."
Terlihat ada tatapan penuh keputusasaan disana, dan air mata yang turun.
Calvin juga tidak mengerti, kenapa dirinya membiarkan dirinya digigit oleh seorang Vampir.
Namun wajah ini sangat Familiar....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
💞Amie🍂🍃
fav udah mendarat ya, ditunggu kehadirannya di karyaku
2022-11-28
0