Episode 2: Dendam Masalalu

Malam masih panjang, Bulan Purnama dilangit yang seharusnya menjadi sesuatu yang indah malah merupakan sebuah tragedi untuk Sang Werewolf kecil.

Setelah mengucapkan terimakasih pada Anastasya, Werewolf kecil itu lalu kembali menatap kearah mayat orang tuanya.

Anastasya jelas binggung harus bersikap seperti apa.

Dia menatap diam ekspresi kecil yang sedih itu.

Hal ini mengingatkan dirinya pada hari dimana dirinya juga kehilangan orang yang paling dirinya cintai.

"Kakak, Apakah Aku tidak akan pernah melihat Ayah dan Ibu lagi?"

Itu adalah sebuah pertanyaan yang jawabannya sudah jelas.

Anastasya merasa tidak tahan dengan hal itu, lalu segera berniat pergi dari sana.

"Kakak mau kemana?"

Anastasya lalu kembali menatap Werewolf muda itu, dan berkata,

"Ini saatnya kita berpisah,"

Werewolf kecil itu, lalu segera memeluk Anastasya, mencoba mencegahnya pergi.

"Tidak.... Kakak tidak bisa pergi..."

"Adik kecil, Kamu harus tahu jika Aku adalah Vampir mengerti? Kita tidak cocok satu sama lain, ku yakin kamu akan segera menemukan rombongan mu yang lain,"

"Tidak... Aku ingin bersama Kakak..."

Anastasya merasa tidak tahan dengan rengekan itu, segera memegang kepala anak itu.

Hingga Sang Werewolf kecil perlahan-lahan kehilangan kesadarannya.

"Kakak... Jangan tinggalkan Aku....."

Anastasya mengunakan beberapa kekuatannya untuk membuat anak ini pingsan, namun Anastasya tidak terlalu bisa mengendalikan kekuatannya hingga menyebabkan beberapa kesalahan kecil.

"Sial, apakah Aku melakukan kesalahan dan menggunakan penghapus ingatan? Namun harusnya hanya sebagian sudahlah itu tidak penting,"

Anastasya lalu mulai membawa Werewolf kecil yang sudah kembali ke bentuk serigalanya itu kembali ke pelukannya.

Dirinya harus mengurus hal-hal lusuh ini.

Mingkin dirinya bisa menemukan Keluarga atau Kerabat dari Werewolf kecil ini?

Anastasya lalu menatap kearah sekitarnya, memang tidak ada yang tersisa di sana, lalu Anastasya mulai berjalan menuju Rumah Besar di pinggiran hutan.

Di perjalanan dirinya melihat banyak mayat Werewolf.

Dirinya hanya berpikir jika itu pasti pertarungan yang cukup sengit.

Sampai tiba-tiba dirinya merasakan keberadaan Werewolf.

Ketika Anastasya menatap kearah pintu masuk, ternyata ada sekelompok Werewolf disana, dan salah satunya mengubah diri menjadi bentuk manusia.

Beberapa mulai melolong penuh kemarahan kearah Anastasya.

"Vampir Sialan!! Apa yang kamu lakukan pada Keluargaku!!! Dan.... Apa yang kamu lakukan pada Keponakanku!! Lepaskan dia!!"

Menatap rombongan itu, Anastasya kira mereka mungkin bala bantuan yang datang.

Ini bagus, Anastasya lalu segera melemparkan Werewolf kecil itu ke kearah seseorang yang terlihat seperti pemimpin dan berkata,

"Aku tidak membutuhkan makhluk kecil seperti ini, ambillah,"

Setelah mengatakan itu, Anastasya berubah menjadi kumpulan kelelawar, dan menghilang tanpa bekas dari tempat itu.

Membuat Para Werewolf itu menjadi binggung.

####

Anastasya terus terbang kembali ke arah hutan, kearah lubang tempat Peti Mati yang dirinya tempati.

Ketika sampai disana atas lubang, Anastasya mulai mencari-cari sesuatu.

Lalu dirinya segera menemukan sebuah batu nisan disana, yang sudah terlihat hanya seperti tatanan batu.

Dengan ekpersi sedih, Anastasya menatap Batu Nisan itu.

"Stefan Cartwright.... Jika kita tidak pernah bertemu, kamu pasti tidak akan mengalami semua tragedi itu,"

Anastasya mulai menangis ketika menatap batu nisan itu, mengigat kembali soal Mantan Kekasihnya.

"Para Werewolf sialan itu...."

Namun semuanya sudah lama berlalu.

Anastasya sudah melakukan segalanya untuk mencoba balas dendam dan memburu Para Werewolf bahkan menemukan dalang dibalik insiden itu, namun pada akhirnya, tetap tidak bisa membuat dirinya lega.

Kehampaan dalam hatinya, malah semakin banyak.

Karena dirinya tetap tidak akan pernah melihat Kekasihnya lagi.

Kekasihnya padahal hanya seorang manusia biasa...

Namun dia harus berbasis tragis karena dirinya...

Werewolf seharunya melindungi Manusia...

Dirinya bahkan tidak pernah merubah Kekasihnya menjadi Vampir...

Namun mereka tetap begitu tega untuk membunuh Kekasihnya...

Saat itu, dirinya juga begitu lelah setelah balas dendam, hampir kehilangan seluruh kekuatannya.

Namun dirinya takut untuk mati, karena ketika Vampir mati, mereka berubah menjadi debu dan keberadaannya akan menghilang seolah-olah tidak pernah ada.

Memikirkan hal itu, Anastasya saat itu mulai memikirkan untuk bisa terbaring di makam yang sama dengan Kekasihnya.

Dengan harapan, mungkin nanti setelah terbagun, dirinya bisa melupakan kesedihannya.

Namun sekarang ketika dirinya terbangun, rasa sakit hati dan kesedihan di hatinya masih sama.

Sungguh, dirinya tidak ingin jatuh cinta lagi...

Terasa sangat menyakitkan ketika ditinggal seperti ini.

Anastasya terus termenung disana untuk waktu yang lama.

Baru setelah beberapa saat, Anastasya mulai memikirkan untuk mencoba mencari pengikutnya atau kenalan lamanya.

"Berapa tahun telah berlalu?"

Anastasya juga tidak tahu, dia mulai kembali terbang dan pergi keluar hutan mendatangi desa terdekat.

Dirinya terkejut setelah tahu jika mungkin sekitar 200 tahun telah berlalu sejak kejadian itu.

Jika hanya 200 tahun, sepertinya dirinya masih bisa menemukan beberapa kenalan?

Dengan keputusan itu, Anastasya mulai menyamar dengan kerumunan manusia, untuk mencari teman-temannya berada.

Dan hari-hari segera berlalu dengan cepat tanpa hasil. Dia mulai menyusup dimalam hari, mencoba menemukan apakah ada rumor soal Vampir atau hal-hal lainnya.

Sampai suatu hari, Anastasya yang sendirian menelusuri sebuah jalan, tiba-tiba disergap oleh rombongan Werewolf.

"Menurut ciri-ciri, Vampir ini yang membantai Klan Drake dan Klan Hawkins,"

Anastasya yang mendengar itu jelas merasa kaget.

Dirinya memang segaja tidak menyembunyikan hawa keberadaan Vampirnya, dengan harapan seseorang yang mengenalnya akan mengenalinya atau menyadarinya, sehingga mereka bisa segera bertemu.

Namun siapa yang mengira akan ada rumor semacam itu?

Membantai Klan Drake dan Klan Hawkins apa?

Anastasya lalu teringat kejadian malam itu ketika dirinya bertemu dengan Werewolf kecil.

Sial.

Dirinya tidak pernah mengira jika akan terjadi hal-hal merepotkan seperti ini.

"Serang dia!!"

Anastasya yang di keroyok itu, jelas tidak punya pilihan selain membela dirinya sendiri.

Dan terjadilah pertempuran sepihak.

Para Werewolf tidak akan pernah menyerah bahwa Vampir yang mereka kejar akan sekuat itu.

Tidak, harusnya kekuatan ini cukup maksud akal mengingat rumor nya bahwa Vampir ini yang membantai sendirian Dua Klan Besar milik Werewolf.

Anastasya yang masih menyimpan kebencian pada kaum Werewolf jelas, tanpa ampun membantai mereka.

Hal itu jelas membuat banyak keributan.

Anastasya menatap mayat Werewolf didepannya.

"Ukhh.... Lebih baik di masa depan aku akan menyembunyikan diri, terlalu merepotkan jika bertemu masalah semacam ini,"

Dengan keputusannya itu, Anastasya mulai menyembuyikan hawa keberadaan Vampirnya, dan mulai berbaur dan bersembunyi lebih dalam sebagai Manusia, ambil tetap mencoba mencari beberapa teman atau kenalan nya.

Yah, walaupun Anastasya sendiri tidak memiliki keinginan apapun ketika kembali bangun.

Ya...

Untuk Apa dirinya bangun?

Akan lebih baik jika dirinya bisa tidur dalam keabadian.

Karena Werewolf kecil itu?

'Nona Malaikat sangat cantik,'

Tiba-tiba kata-kata gila itu teringat di benaknya.

Sial, dirinya bertemu Werewolf dan terkena sial karenanya, dan sekarang dirinya malah di buru.

Memang, tidak ada hal baik jika bertemu dengan Werewolf.

Terpopuler

Comments

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

salut banget sama othor, Tulisannya panjang bgt😂

2022-11-28

0

off

off

semangat

2022-11-18

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!