Anastasya menatap pemuda didepannya yang langsung mengenalinya itu.
Padahal Anastasya merasa kalau dirinya sudah melakukan penyamaran.
Jadi bagaimana bisa dirinya dikenali?
Dirinya bahkan sudah menyamarkan hawa keberadaannya.
Dengan percaya diri, Anastasya mencoba mengelak.
"Apa-apaan dengan omong kosong yang kamu lakukan? Vampir apa? di jaman seperti ini kamu masih percaya mitos omong kosong itu?"
Calvin menatap gadis didepannya, yang terlihat menghilangkan seolah-olah tidak mengenali dirinya itu.
Calvin lalu mengambil rambut gadis itu, dan mencium aromanya.
Ya, ini masih aroma manis yang sama yang dirinya rasakan dari Vampir cantik itu.
Seorang Werewolf memiki penciuman yang cukup tajam, bahkan jika gadis didepannya ini sudah memakai parfum, namun dirinya tetap bisa mencium samara aromanya sendiri pada gadis dihadapannya ini.
Ini benar, gadis dihadapannya ini menghisap darahnya, jadi bagaimana bisa aromanya tidak tertinggal di tubuh gadis itu?
"Aku yakin Aku tidak salah mengenali orang,"
Anastasya masih mengelak, dan mulai menepis tangan Calvin.
"Dasar, laki-laki mesum. Berhenti menyentuhku!!"
Anastasya jelas merasa risih ketika melihat Pria itu mulai mengendus, seolah mencoba mencari aroma yang ada dalam dirinya.
Ini benar-benar mengaggu, dirinya juga yakin sudah memakai parfum penyamaran yang cukup sehingga dirinya tidak akan tertangkap.
Melihat sikap gadis itu, Calvin tertawa,
"Aku yakin itu kamu,"
"Dasar gila. Sepertinya tidak ada gunanya untuk berbicara dengan pria gila sepertimu,"
Mendengar itu, Calvin lalu segera tertawa, dan berkata,
"Pffff.... Ini memang kata-kata yang akan dikatakan oleh Nona Vampir Cantikku,"
Anastasya yang mendengar itu jelas menjadi emosi, Nona Vampir Cantikku apa?
Siapa yang milikmu?
Anastasya yang marah hampir saja mengatakan itu, namun untunglah dirinya bisa mengendalikan emosinya, dan tidak mengatakan itu, setidaknya selama dirinya tidak mengaku, pemuda di depannya ini tidak bisa menuduhnya sembaranga.
"Sepertinya percuma bicara dengan pria aneh sepertimu," kata Anastasya lalu mencoba pergi dari tempat itu.
Calvin menatap kepergian gadis itu, dirinya masih merasa jika dirinya tidak salah lihat.
Walaupun penampilannya sedikit berbeda, bahkan beberapa raut wajahnya, dirinya tetap yakin jika itu masih Nona Vampir Cantik yang sama yang dirinya temui kemarin.
Mari lihat, dirinya pasti akan membuat gadis itu mengaku, sehingga dia tidak bisa mengelak lagi.
Memikirkan itu, Calvin tersenyum.
Teman Calvin yang kebetulan baru saja datang, menatap temannya yang tersenyum sendiri seperti orang gila itu.
Dirinya tahu, Temannya atau bisa juga sepupunya ini selalu bersikap aneh dan sembarangan, dan tidak ada hal yang baik jika temannya itu tersemyum semacam itu.
"Ada apa?" Tanyanya penasaran.
"Tidak, Aku pikir Aku baru saja bertemu Destiny Mateku,"
"Omong Kosong,"
"Kenapa kamu tidak percaya Lucas?"
"Aku yakin, tidak ada Werewolf lain disekitar sini selain kita berdua,"
"Pffff... Apakah kamu yakin jika Destiny Mateku seorang Werewolf?"
"Lalu menurutmu apa? Manusia?"
"Entahlah, siapa yang tahu?"
Pertanyaan dibalas pertanyaan, Lucas hanya bisa menatap heran, namun tidak bertanya apapun.
Namun ketika Lucas melihat Calvin hendak pergi, dia kembali bertanya,
"Hey? Kamu kemana kamu?"
"Ke kelas,"
"Tunggu, Kelas kita bukan disana?"
Calvin mengabaikan peringatan temannya itu hanya terus berjalan untuk mengikuti gadis yang dirinya temui tadi.
Ya, Calvin mengikuti Anastasya yang ternyata menuju ke sebuah kelas, Calvin ikut duduk tidak jauh dari Anastasya.
Tentu saja Anastasya sadar jika dirinya diikuti, namun dirinya tetap berpura-pura tidak tahu jika ada yang mengikuti, dirinya tetap bertingkah tenang, dan mulai berpura-pura ikuti kelas dengan tertib, dirinya mulai membuka buku catatan untuk nanti mencatat hal-hal yang diterangkan oleh Dosen.
Anastasya yakin, begitu pemuda itu melihat dirinya mengikuti kelas degan patuh, pasti pemuda itu akan segera pergi, dan mengira hanya benar-benar salah orang.
sepertinya mengikuti pelajaran?
Calvin menatap dari jarak yang cukup jauh, melihat bahwa ternyata gadis itu benar-benar menghadiri kelas?
Bahkan terlihat memperhatikan dan mencatat semua hal yang diterangkan oleh Dosen?
Wow, ini hal yang baru, jarang melihat Vampir mengikati kelas?
Calvin juga melihat bagaimana Anastasya membuka jendela dekat kursinya, seolah mencoba mencari udara segar dan cahaya pagi matahari.
Dan itu sebenarnya cukup aneh melihat Vampir berjemur di bawah sinar matahari?
Dan lagi, sekarang Calvin baru menyadarinya, bahwa gadis itu sebenarnya berkeliaran di siang hari?
Vampir harusnya takut matahari?
Namun sekali lagi, Calvin tetap yakin bahwa dirinya tidak salah orang, pasti gadis itu Vampir yang dirinya lihat.
Anastasya sengaja membuka jendela untuk berjemur, harusnya Vampir jaman sekarang tidak tahan di bawah sinar matahari?
Bagaimanapun juga Vampir Darah Murni sangat langka, pasti Werewolf seperti dia tidak pernah melihat satu yang seperti dirinya.
Anastasya benar-benar cukup percaya diri dengan penyamaran nya ini, yakin ini berhasil.
Sampai waktu berlalu dalam sekejap mata, dan kelas berakhir, sudah saatnya makan siang.
Namun Anastasya melihat bahwa Pria menyebalkan itu masih mengikutinya?
Anastasya masih berpura-pura tidak tahu dan berjalan menuju Kantin.
Ini adalah saat yang tepat untuk menunjukkan lagi bahwa dirinya bukan Vampir.
Ingat, Vampir biasa, biasanya tidak akan makan makanan manusia, karena rasanya seperti sampah untuk Vampir, dan lagi itu bisa menyebabkan sakit perut.
Tapi dirinya berbeda, masih bisa makan makanan manusia, walaupun rasanya hanya hampar namun tidak akan membuat sakit perut.
Ini salah satu keistimewaan dari Vampir Darah Murni, mereka yang sangat mirip dengan manusia, namun diam-diam memangsa manusia.
Calvin juga melihat bagaimana gadis itu mulai memesan makanan, dan menikmati makan siangnya sendirian.
Ini aneh?
Vampir makan makanan manusia?
Dirinya dengar, untuk Vampir, makanan manusia lebih seperti rasa sampah?
Tidak, Calvin masih tetap yakin pada pendiriannya.
Lagipula dari awal Vampir yang dirinya temui jelas bukan Vampir biasa, ya ya...
Dalam legenda ada sesuatu seperti Vampir Darah Murni, tentu saja informasi ini rahasia dan tidak semua Werewolf tahu, karena sangat berbahaya Informasi soal Darah Murni ini.
Karena Darah Vampir Darah Murni bisa memperpanjang rentang hidup Werewolf, dan bisa membuat lebih kuat, Infomasi ini hanya diturunkannya ke beberapa Alpha dalam Klan Werewolf.
Sangat rahasia, beruntung dirinya seorang Pemimpi Klan dan seorang Alpha.
Gadis itu, tetap tidak bisa membohongi dirinya.
Namun melihat bagaimana gadis keras kepala itu menunjukan hal-hal ini, lihat sekali jika dia ingin menipu dirinya.
Memikirkan ini membuat Calvin tertawa, jadi gadis itu juga sadar jika dirinya mengikutinya?
Calvin memutuskan menyerah untuk bersembunyi, dan segera datang ke depan gadis itu.
Anastasya cukup dengan kedatangan Calvin.
"Apa-apaan kamu? Bukankah kamu Pria mesum yang tadi pagi?"
"Pfff.... Sudah jangan berpura-pura tidak tahu, Aku tahu kamu dari tadi tahu jika aku mengikutimu?"
Anastasya masih mencoba berakting, menunjukkan ekspresi terkejut dan ketidak kepercayaannya,
"Apa? Kamu? Kamu mengikutiku? Astaga!! Ini namanya Pelecehan Seksual! Kamu dasar penguntit!!"
"Owh? Siapa disini yang lebih banyak melakukan pelecehan? Bukankah kamu yang meminum darahku? Dan melakukan hal-hal macam-macam pada tubuhku?"
Anastasya yang mendengar itu jelas menjadi emosi namun tetap berusaha menahan emosinya.
"Dasar tidak tahu malu!!"
Melihat ekspresi itu, Calvin semakin tertarik pada gadis di depannya itu.
Benar-benar sangat lucu dan menggemaskan.
Segera, Calvin menarik tangan gadis itu.
"Apa-apaan kamu!!"
Anastasya jelas mencoba menolak, namun Calvin segera berkata,
"Mari ikut Aku sebentar,"
"Siapa yang mau?"
"Aku akan berhenti mengikutimu setelah kamu mau ikut denganku sebentar,"
Anastasya akhirnya menurut dan mengikuti Pria yang mengeggam tangannya itu.
Dari sini, ketika berada dalam jarak dekat, Anastasya yang berjalan dibelakang Calvin, bisa melihat leher Calvin, kemana disana ada nadi nadi yang terus mengalirkan darah segar yang bisa dirinya dengar.
Astaga...
Hal-hal ini membuat Anastasya tiba-tiba merasa haus...
Dirinya merasa merindukan rasa manis itu...
Asal manis dari daerah pria di depannya itu...
Dan ketika Anastasya tengelam dalam pikirannya itu, mereka berdua sudah sampai di taman yang terlihat sangat sepi.
Calvin menatap gadis itu, yang terlihat sekali sedang menatap nadi-nadi darah dalam tubuhnya.
Apakah ini terlihat sangat mengoda untuk Para Vampir?
Calvin lalu memilih mangunakan metode yang paling sederhana.
Calvin lalu melepaskan tangan Anastasya, dan mulai mengeluarkan cakar Werewolfnya, untuk melukai pergelangan tangannya hingga darah keluar dari sana.
Aroma Darah yang begitu manis segera memenuhi ruangan itu, membuat Anastasya yang memang sudah sedikit terbawa Instingnya itu, tidak bisa mengendalikan dirinya hingga matanya berubah menjadi merah, merah Semerah darah.
Calvin jelas melihat perubahan mata itu, mulai tersenyum dan berkata,
"Aku tahu itu kamu...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments