Saat itu hari sudah cukup gelap, namun disalah satu ujung taman yang cukup sepi, terlihat banyak darah ada di mana-mana.
Itu adalah darah bekas dari pertarungan dari dua orang yang ada disana, yang masing-masing memiliki rambut silver dan mata merah saling berada di kubu yang berbeda dan bertarung dengan sengit.
Namun pertarungan ini terlihat sekali berat sebelah.
Anastasya terlihat, memiliki luka yang cukup parah di lengan kanannya, akibat dari serangan Nathan.
Yang paling parah adalah regenerasinya tidak berfungsi di hadapan serangan itu, sehingga luka itu terus mengeluarkan darah dan terus terasa menyakitkan, tidak kunjung sembuh.
Nathan yang berdiri beberapa meter dari Anastasya itu tertawa, dan segera berkata,
"Sayangku, Kenapa kamu begitu keras kepala? Kamu harusnya menurut saja padaku jadi kamu tidak akan terluka parah seperti ini,"
Anastasya perang mendengar kata-kata itu jelas aja merasa jijik, iya benar benar tidak sudi bahkan untuk disentuh oleh pria yang ada di hadapannya itu.
Dirinya lebih memilih mati dari pada menurut.
Namun tentu saja, Anastasya tidak memiliki niat untuk mati disini, dirinya masih ingin pembalasan dendam yang dimilikinya kepada pria di depannya itu, truk memastikan pria di depannya itu berubah menjadi debu.
Tapi sekarang, situasi memang tidak memungkinkan.
Anastasya paham, ini mungkin karena belakangan dirinya kekurangan minum darah.
Ya, darah yang dirinya dapatkan dari anak buahnya, entah bagaimana tidak cukup untuk dirinya sekarang.
Apakah ini efek samping dari meminum Darah Werewolf?
Dalam legenda memang dikatakan jika Darah Werewolf memiliki efek candu untuk Vampir, sekali merasakan rasa manis dan efek dari kekuatan yang diberikan darah Werewolf, meminum darah lain tidak akan memberikan kepuasan yang cukup.
Efek candu ini cukup buruk.
Hah, dan lagi, memang kangen sangat sulit untuk mendapatkan Darah, itu semua jelas karena bank darah di awasi oleh Anak Buah Nathan, jadi sementara Anastasya hanya meminum sedikit darah.
Bagi, Vampir darah adalah kebutuhan pokok semakin sedikit daerah yang diminum itu artinya kemampuan Vampir semakin menurun.
Anastasya mulai menatap Pria hadapannya yang sepertinya masih memiliki kekuatan penuh.
Hah, tidak mengherankan jika pria itu masih memiliki kekuatan penuh nya, itu jelas karena Nathan pasti minum darah manusia secara cukup bahkan berlebihan.
Karena Nathan memang adalah seorang vampir berdarah dingin, gambaran dari Monster bertubuh manusia.
Dibalik wajah tampan itu menyimpan kekejaman yang tidak terbatas.
"Sayang, jawab Aku...."
"Diam Brengsek!!"
Anastasya saat ini sedang memikirkan, tentang apa hal terbaik yang harus dirinya lakukan.
Itu benar sepertinya tidak ada pilihan lain selain melarikan diri.
Dirinya jelas harus mencari celah agar bisa pergi dari sini.
Masih lama dirinya di sini sini akan semakin tidak menguntungkan.
Terlihat jelas saat ini perbedaan kekuatan mereka berdua.
Ah...
Seandainya dirinya dalam kekuatan penuh, Anastasya aku biarkan pasti akan bisa mengalahkan Nathan.
Apalagi jika dirinya minum darah Werewolf, kekuatannya pasti akan meningkat dan bisa mengalahkan Nathan..
Darah Calvin...
Tidak!?
Anastasya, coba menghilangkan pikiran tidak masuk akal itu.
Hah, makan di saat berbahaya seperti ini yang ada di pikirannya hanyalah Calvin.
Ini membuat Anastasya cukup frustasi.
Memikirkan bahwa ternyata, Werewolf itu, sudah masuk kedalam hatinya terlalu dalam.
Jatuh Cinta memang bisa datang tiba-tiba bahkan alasannya pun terkadang tidak begitu jelas.
Nathan segara membuat serangan berikutnya, Anastasya mencoba gunakan sisa-sisa kekuatannya untuk bertahan.
Namun, jarum-jarum kecil itu, menembus pertahanannya, dan sekarang melukai lebih banyak bagian dari tubuhnya.
Sial.
Anastasya merasa jika dirinya tidak bisa bertahan lebih lama.
Dengan sisa-sisa kekuatan terakhirnya, Anastasya mengeluarkan Badai Darah, membuat pandangan di sekitar menjadi kabur dan hanya penuh dengan darah darah kecil berputar di udara, mengarah pada Nathan.
Nathan cukup tertipu dengan tipuan kecil itu, yang dan tepat ketika badai itu berakhir, orang yang dicari nya sudah tidak ada lagi di taman itu.
Namun hal itu tidak membuat Nathan kecewa, dia masih terlihat tersenyum sambil berguma,
"Heh? Dia lari? Tentang saja sekarang nikmati waktumu, Anastasya. lihat berikutnya aku pasti akan memastikan bahwa kamu sendiri yang akan datang ke pelukanku tanpa aku repot-repot untuk mencari atau menangkapmu... Kali Ini aku pasti akan menemukan kelemahanmu lagi, lihat saja sayangku, Anastasya...."
Dalam gelapnya malam, senyuman itu terlihat cukup mengerikan.
####
Disisi lainnya, Anastasya saat ini sedang mencoba untuk melarikan diri dari Nathan.
Tubuhnya penuh dengan luka, dan tidak bisa pulih.
Ya, Anastasya hanya berjalan ke manapun entah itu di mana.
Semua rasa sakit di tubuhnya benar-benar membuat Anastasya kewalahan.
Dirinya tidak pernah terluka separah ini karena dengan kemampuan regenerasi miliknya, luka separah apa pun akan langsung pulih, namun luka-luka yang dirinya alami saat ini terlalu buruk, dan lagi tidak pulih.
Rasanya benar-benar menyiksa dan perih...
Sial, Anastasya merasa pandangannya begitu kabur.
Sampai tiba-tiba, Anastasya rasa jika dirinya melihat wajah yang familiar.
"Anastasya? Ada apa denganmu ini?"
Itu adalah wajah Calvin, Anastasya merasa jika dirinya mungkin sedang ber halusinasi, tidak mungkin Calvin ada disini.
Karena belakangan dalam mimpi mimpinya itu, Calvin selalu muncul.
Hah, halusinasi ini membuat Anastasya semakin terganggu.
"Anastasya? Kamu terluka? Sebenarnya apa yang terjadi?"
Namun sentuhan yang ada ditubuh Anastasya menyadarkan Anastasya, lagu itu ternyata adalah kenyataan bahwa Calvin yang ada dihadapannya, bukan hanya halusinasi.
Rasanya perasaan Anastasya sangat senang ketika melihat wajah itu, wajah yang sebenarnya sangat dirinya rindukan.
"Calvin...."
Panggilan itu, membuat Calvin terteguh.
Ini mungkin pertama kalinya dirinya mendengar namanya dipanggil oleh Anastasya dengan nada seperti ini...
Nada hangat, penuh kerinduan...
"Ya, ini Aku. Sebenarnya apa yang terjadi?"
Namun perasaan lega itu, hanya berlangsung sesaat di hati Anastasya, begitu dirinya mengingat hal-hal yang terjadi juga soal pertemuan nya dengan Nathan.
Nathan jelas adalah seseorang yang sangat berbahaya...
Tidak!!
Dirinya tidak ingin, Calvin sampai terlibat dalam hal ini.
Jadi, Anastasya segera mendorong Calvin menjauh.
Calvin tidak tahu apa yang Anastasya pikirkan, pikirannya berpusat tentang bagaimana cara memulihkan Anastasya.
Ya, darah!
Dirinya pikir, dulu dirinya pernah melihat gadis didepannya terluka parah juga.
Dan dengan meminum darah miliknya luka-luka itu bisa sembuh.
Jadi tanpa pikir panjang, Calvin segera mengukurkan tangannya, yang sudah dia lukai.
"Anastasya, jangan banyak bicara dan segera minumlah ini,"
Efek aroma dari darah itu, menjadi dua kali lipat, karena Anastasya yang terluka parah.
Hasrat keinginannya akan darah semakin meningkat...
Anastasya mecoba menjaga kesadarannya, berdirinya tidak menjadi candu terhadap darah itu.
"Tidak!!!"
"Anastasya, saat ini jelas bukan saatnya kamu untuk keras kepala!!"
Dan begitulah, Anastasya mulai kehilangan kesadaran nya dan pingsan di pelukan Calvin.
Melihat itu, Calvin segera membawa Anastasya ke Apartemennya, mencoba untuk merawat gadis itu.
Calvin melihat luka-luka di tubuh Anastasya cukup parah.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Bagaimana bisa luka-luka ini tidak sembuh?
Kenapa Regenerasinya Anastasya tidak berjalan?
Namun sekali lagi dibandingkan pertanyaan-pertanyaan itu, Calvin mulai fokus untuk mencari cara agar membangunkan gadis itu.
Jawabannya sudah jelas.
Seperti sebelumnya, dimana Calvin memaksa Anastasya meminum darahnya...
Calvin mengambil darah dari tangannya, dan meminumnya, lalu segera mencium Anastasya, untuk membuat darah yang ada di mulutnya bisa langsung diminum oleh Anastasya.
Dan benar saja...
Dalam keadaan tidak sadar...
Anastasya, yang merasakan rasa manis di mulutnya itu segera merasa tubuhnya menghangat.
Rasa manis yang selalu membuatnya candu...
Rasa manis yang sangat dirinya sukai dan tidak bisa dirinya tahan...
Sesuatu yang jelas tidak bisa dirinya tolak....
Calvin, pria aneh yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya, membangunkan dirinya dari tidur panjangnya...
Sampai membuat dirinya seperti ini....
Candu pada keberadaannya...
Anastasya yang mulai membuka matanya itu, segera memeluk erat Calvin, seolah tidak ingin melepaskan pelukan ini.
Setidaknya untuk saat ini tidak apa-apa...
Walaupun hanya sebentar dirinya masih ingin tetap bersama dengannya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments