Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Dalam heningnya sore hari, dan langit yang mendung.
Anastasya udah tiba-tiba tidak tahu kenapa tatapannya tidak bisa beralih dari menatap pemuda di depannya.
Mengakui bahwa pemuda di depannya itu cukup tampan.
Juga tawaran nya yang begitu menggiurkan.
Dirinya sendiri di jelas merasa salah untuk menjadi candu akan darah pemuda didepannya ini....
Namun jika dipikir-pikir lagi, sebenarnya tidak ada cukup alasan kenapa dirinya harus menolak tawaran menggiurkan itu.
Pertama, karena Pemuda didepannya itu adalah Alpha Werewolf, pemuda itu memiliki daya tahan yang sangat hebat, dan regenerasi yang cukup cepat, tidak akan mudah mati hanya dengan beberapa gigitan, dan akan cepat memulihkan diri.
Yang paling buruk mungkin seperti kejadian sebelumnya di mana Pemuda didepannya itu menyusut menjadi Werewolf kecil seperti sebelumnya, itupun tidak akan terlalu lama sampai pulih.
Dan lagi bentuk Werewolf kecil itu cukup lucu dan menggemaskan, sangat nyaman untuk dipeluk seperti sebelumnya.
Lagipula dari pada dirinya kehausan, dan bisa lepas kendali seperti sebelumnya mungkin lebih baik jika memang dirinya menerima tawaran pemuda itu.
Yah, setidaknya untuk sementara waktu dirinya bisa menerima tawaran ini.
Toh saat ini tidak ada orang yang akan tahu.
Anastasya mencoba mencari logika yang wajar di dalam otaknya, lalu segera mengeluarkan taringnya.
"Ya, ini benar-benar tidak apa-apa jadi minumlah...."
Sebuah bisikan yang seperti bisikan dari iblis yang menggoda nya, malah ingin menjerumuskan dirinya pada suatu dosa.
Dan begitulah, Anastasya mulai menancapkan taringnya pada leher Calvin.
Kemudian rasa manis mulai membanjiri mulutnya salsa manis yang familiar dari darah seorang Alpha Werewolf yang langka.
Rasa manis yang begitu dirinya rindukan, telah mencicipi rasa dari darah ini rasanya kantong kantong darah yang di minumnya terasa hambar.
Rasanya benar berbeda dari darah itu.
Anastasya yang saat ini dalam keadaan sadar, menghisap darah itu perlahan-lahan, menikmati setiap tetes darah yang memasuki tenggorokannya.
Sangat beruntung saat itu sudah menjelang gelap dan daerah tempat mereka berada cukup sepi dan terpencil yang di tidak akan ada orang yang melihat mereka berdua.
Calvin lalu segera memeluk Anastasya, rasa sakit di lehernya cukup terasa, namun entah kenapa rasa sakit itu perlahan-lahan tidak menjadi terlalu sakit namun berubah menjadi kenikmatan tertentu.
Calvin merasa ini aneh, walaupun beberapa energi dalam dirinya juga ikut tersendat namun entah kenapa ini tidak terlalu buruk, Calvin lalu mulai mempererat pelukannya untuk sedikit menahan rasa sakit yang dirinya rasakan.
Seolah-olah waktu berhenti ketika mereka berdua dalam posisi itu.
Sampai tiba-tiba hujan turun dan membasahi mereka berdua, namun kedua orang itu terlihat tidak peduli apakah baju mereka bahasa atau tidak atau pun tumbuh mereka basah atau tidak.
Dalam pelukan itu, keduanya tetap merasakan kehangatan dan tidak merasakan hawa dingin di sekitar mereka.
Sampai beberapa saat berlalu, dan Anastasya melepaskan gigitannya.
Dirinya jelas tidak ingin minum terlalu banyak, dan bisa berakibat buruk seperti sebelumnya.
Namun ketika Anastasya melepaskan pelukan itu, hanya bisa melihat wajah pemuda di depannya sedikit pucat.
Apakah ini karena dirinya meminum terlalu banyak lagi?
Tatapan mereka segera bertemu, Anastasya yang mulai berbicara lebih dulu,
"Apakah kamu tidak apa-apa?"
Calvin yang mendengar bahwa gadis dihadapannya terlihat khawatir padanya jelas merasa cukup senang, lalu segera berkata,
"Aku baik-baik saja kamu tidak perlu terlalu khawatir padaku dan bagaimana denganmu?"
"Kamu bodoh,"
Calvin mulai menatap kearah tubuh mereka yang basah, terutama baja Anastasya yang basah itu lihat sedikit transparan membuat Calvin merasa sedikit memerah karena salah menatap.
Segera, Calvin melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Anastasya,
"Pakailah, kita sebaiknya pergi takut nanti malah membuat kamu sakit karena hujan ini,"
Keduanya segera berlari menuju tepi bangunan untuk segera berteduh.
Setelah sampai disana, Anastasya yang mendengar perkataan Calvin mulai tertawa, dan segera berkata,
"Pfff... Kamu begitu lucu, Calvin. Aku ini Vampir, dan Vampir tidak pernah sakit,"
Calvin baru saja menyadari tingkah konyol nya itu lalu segera berkaitan dengan malu,
"Aku hampir melupakan itu,"
Anastasya diam sebentar terlihat berpikir lalu segera mengajukan pertanyaan,
"Lalu, bagaimana dengan Werewolf? Apa kalian bisa sakit? Sesuatu seperti flu dan demam?"
"Kadang-kadang, kami juga bisa sakit, hanya saja kami sedikit memiliki daya tahan tubuh lebih dari manusia, jika kami sakit, ini sedikit berbeda namun ya masih terlihat sakit seperti manusia,"
"Ah, jadi begitu kalian juga bisa sakit? Kamu pernah sakit?" tanya Anastasya sedikit penasaran.
"Hmm, pernah. Ketika aku masih kecil, sekarang aku sudah tidak pernah sakit aku cukup percaya sendiri dengan daya tahan tubuhku. Bagaimanapun Aku masihlah Alpha Werewolf yang cukup kuat,"
"Ah, begitu. Aku tidak terlalu tahu banyak soal Werewolf,"
"Kamu malu bisa bertanya apa pun padaku soal Werewolf jika kamu ingin tahu," kata Calvin terlihat cukup percaya diri.
Anastasya lalu mencoba berpikir tentang hal-hal yang ingin dirinya tanyakan,
"Ah, benar. Aku dengar Werewolf memiliki sesuatu semacam Mate? Yah, Destiny Mateku semacam itu,"
"Itu benar, Werewolf kebanyakan memang memiliki Mate, itu biasanya cukup random. Ketika Werewolf sudah memasuki usia dewasa, Werewolf akan bisa mencium aroma Mate mereka,"
"Jadi begitu, legenda itu juga diketahui oleh kami Para Vampir,"
"Yah, toh itu bukan rahasia umum. Untuk kami Para Werewolf, kami hanya akan mencintai satu orang saja, yaitu pasangan kami seumur hidup, setelah membuat ikatan,"
"Namun bagaimana jika tidak menyukai Destiny Fatenya? Ini random, pasti cukup sulit,"
"Masih bisa menolak, namun konsekuensinya bisa cukup buruk,"
"Lalu bagaimana dengan mu? Apakah kamu memilikinya?"
Calvin yang mendengar itu, mulai tertawa dan berkata,
"Tidak, Aku tidak memilikinya. Lagipula itu adalah legenda lama, jaman sekarang sangat sulit bertemu dengan sesuatu seperti Destiny Mate, kami hanya akan memilih pasangan yang kami suka sekarang,"
"Hmm, sepertinya jaman memang merubah segalanya,"
Hal-hal ini lalu membuat Calvin penasaran, dia segera bertanya,
"Lalu, bagaimana denganmu? Di kalangan Vampir apakah ada sesuatu semacam itu?"
"Maksudmu, Destiny Mate? Tidak ada sesuatu seperti itu, namun Aku memiliki Tunangan yang dijodohkan oleh Keluargaku. Sangat susah untuk Vampir Darah Murni sepertiku memiliki keturunan, di untuk menjaga kelangsungan darah kami semua Darah Murni memiliki tunangan yang dipasangkan sejak lahir,"
Mendengar itu, raut wajah Calvin jelas menunjukkan rasa kecewa dan kemarahan.
Mendengar Anastasya sudah memiliki tunangan kenapa hatinya menjadi begitu sakit?
Ukhhh...
Dari sini, akhirnya Calvin sadar, game dirinya memang sudah terpikat oleh pesona vampir cantik di hadapannya ini, udah masuk terlalu dalam kedalam hatinya.
"Ah jadi kamu memiliki Tunangan,"
"Lupakan soal Tunanganku, itu sudah menjadi Mantan Tunangan lama sekali, sampah seperti dia membuat Aku kesal, dia itu hanya Psikopat gila,"
Mendengar itu entah kenapa hati Calvin menjadi senang, ah ternyata dirinya masih memiliki kesempatan...
Tapi tunggu...
Dirinya adalah Werewolf dan Anastasya adalah Vampir, mereka sangat berbeda...
Pikirkan ini membuat pikirannya menjadi rumit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments