Anastasya saat ini masih duduk di tempat tidur, menatap Pemuda di hadapannya yang membantu memerban lukanya dengan hati-hati, terlihat terbiasa memerban luka seperti ini.
Anastasya sebagai Vampir, tidak pernah memberikan luka seperti ini, karena biasanya luka pada vampir akan cepat sembuh, namun serangan Nathan dinas berbeda dari serangan biasa.
Sepertinya darah Nathan yang mengenainya, memang membuat generasi miliknya menjadi terhambat, ini salah satu kemampuan Vampir Darah Murni.
Anastasya memikirkannya, tentang betapa kuatnya Nathan sekarang.
Harusnya pria itu bukankah baru saja terbangun dari tidur panjang?
Namun kenapa bisa dia begitu kuat?
Ada beberapa alasan kenapa Vampir bisa menjadi begitu kuat dalam sekejap.
Yaitu, dengan cara meminum darah Werewolf.
Anastasya mulai memikirkannya mungkin selain meminum darah manusia, setelah bangun, Nathan juga meminum begitu banyak Darah Werewolf?
Namun bagaimana bisa?
Apakah ada sebuah insiden belakangan ini?
Dirinya dan anak buahnya, belakangan terlalu sibuk mencari tempat persembunyian hingga tidak cukup update tentang hal-hal yang terjadi belakangan di sekitar kota.
"Anastasya, Apakah sekarang sudah tidak apa-apa?"
Pertanyaan sederhana itu membuat Anastasya tersadar dari lamunan ia dan segera menjawab,
"Ini sudah tidak apa-apa aku baik-baik saja,"
"Hah, tapi lu kamu sampai separah ini sebetulnya apa yang terjadi?"
"Maaf Calvin, aku belum bisa menceritakannya padamu aku sudah bilang bukan?"
"Baiklah, aku tidak akan banyak bertanya. Namun yang jelas kamu tidak boleh keras kepala lagi, minumlah darahku, lalu cepatlah pulih, sungguh aku tidak suka melihat bagaimana kamu terluka parah seperti ini,"
"Ya, aku tidak akan keras kepala lagi aku juga ingin segera sembuh,"
"Baiklah, kamu Istirahat dulu sebentar. Jangan kemana-mana oke?"
Anastasya nas menjadi penasaran ke mana Calvin akan pergi.
"Kamu mau pergi?"
"Anastasya, baiknya ketika aku pergi kamu tetap di rumah ini jangan mencoba kabur dan melarikan diri,"
"Sungguh, Aku benar-benar tidak akan kemana-mana, Aku tetap di rumahmu ini,"
"Hah, tika tika aku tidak menatapmu Aku takut kamu pergi lagi," kata Calvin dengan ekspresi sedih.
Anastasya melihat tatapan itu, tatapan sedih itu, sejujurnya juga cukup menyakiti hatinya.
Tanpa sadar, Anastasya segera memeluk Calvin, mecoba menenangkan pemuda itu dan berkata,
"Aku tidak akan kemana-mana, Aku berjanji,"
"Namun bagaimana cara aku tahu jika kamu tidak berbohong?"
Anastasya lalu segera terdiam sebentar, sedang memikirkan sesuatu.
Emm, dirinya benar-benar tidak berbohong kali ini, tanya untuk sementara waktu dirinya akan bersembunyi di sini tempat yang sangat aman setidaknya dari Nathan.
Tidak ada hal baik untuk bertemu dengan Nathan saat kondisinya buruk seperti ini.
"Apakah Para Werewolf, tidak mempunyai cara untuk memastikan Aku tetap disini atau tidak? Semacam tanda atau sesuatu? Kami Para Vampir memiliki sesuatu seperti itu,"
Calvin segera melepas pelukan itu dan bertanya dengan rasa ini tahu,
"Bagaimana cara Vampir mengetahui keberadaan satu sama lainnya?"
"Calvin, apakah kamu memiliki sebuah botol, kecil? Semacam Asesoris seperti itulah,"
Calvin lalu mengambil sebuah botol hiasan kecil dari laci meja, yah ini sovenir kecil dirinya beli ketika jalan-jalan.
"Lalu, ada apa dengan botol?"
Anastasya tetap diam dan tidak menjawab, hanya membuka tutup botol itu, dan segera melukai jarinya sehingga darah Keluar dari sana.
Calvin menatap tindakan itu, dengan kaget, ketika Anastasya membacakan mantra tertentu, dan sedikit darah Anastasya dimasukan kedalam botol, Anastasya lalu mengambil tangan Calvin, melukai ujung jarinya, dan meletakkan darah Calvin disana juga. Lalu darah di dalam botol segera membentuk bintang kecil.
Calvin menatap itu dengan ekspresi heran.
"Ini... Ini apa?"
"Ini adalah tanda, ketika Aku masih berada di jarak radius 20 km darimu, darah dalam botol ini akan tetap membetuk bintang. Jika aku lebih dari 20 km, itu akan membentuk cairan darah biasa, namun jika itu berubah menjadi debu, itu artinya Aku mati. Bintang kecil ini ketika ada di jarak yang Pas, akan menunjukan kemana Aku berada, asalkan itu 20 km, kamu akan selalu bisa menemukan ku, dan kenapa darahmu dimasukkan kesana, itu agar hanya kamu yang bisa menggunakan botol ini bukan orang lain,"
Calvin begitu terkejut ketika mendengar hal itu.
"Ini... Benar-benar sesuatu yang hebat? Vampir ternyata memiliki sesuatu semacam ini untuk melacak satu sama lain?"
Anastasya terdiam ketika ditanya ini, dan segera menjawab,
"Tentu saja tidak... Sebenarnya hanya Pasangan sesama Vampir yang melakukan ini, untuk memastikan keberadaan satu sama lain agar mereka tidak terpisah juga untuk memastikan keselamatan satu sama lainnya... Yah semacam seperti itu...."
Ketika menjelaskannya, Anastasya merasa sedikit malu entah kenapa.
"Pasangan?" Tanya Calvin dengan ekspresi heran.
"Itu... Maksudku, Agar kamu tahu jika Aku tidak berbohong setiaku memberikan hal ini, jadi jangan terlalu banyak memikirkan soal detil dan keberadaannya, lagipula ini hanya bisa dilakukan oleh Vampir Darah Murni sepertiku,"
Calvin tersemyum setelah mendengar itu, lalu segera memasang botol itu ke sebuah kalung rantai, dan memakaikannya.
"Hmm, jadi begitu. Aku mengerti," kata Calvin sambil tersenyum.
Menatap senyuman itu, Anastasya menjadi merasa malu sendiri, namun segera mengalihkan pembicaraan,
"Lalu, Apakah Werewolf tidak memiliki sesuatu semacam ini? Untuk melacak keberadaan satu sama lainnya,"
Calvin terdiam sebentar terlihat memikirkan soal hal itu, lalu segera tersenyum dan berkata,
"Tentu saja kami punya,"
Anastasya last menjadi tertarik dan segera bertanya,
"Seperti apa itu?"
"Kami, Para Werewolf biasanya akan menandai Pasangan kami, jadi walaupun terpisah, kami tetap bisa mencari keberadaan satu sama lain,"
"Menandai?"
"Aku tidak tahu apakah ini bisa dilakukan karena kamu seorang Vampir, tapi ini bisa di gunakan untuk menandai Manusia. Kamu tertarik ingin mencobanya?"
Anastasya hanya merasa sedikit penasaran selalu tanpa pikir panjang segera berkata,
"Bagaimana caranya?"
"Buka bajumu..."
"Hey!!"
Anastasya jelas kaget, lalu segera memegagi bajunya, memastikan Calvin tidak macam-macam, ekpersinya menjadi merah karena malu.
"Pffff... Aku tidak tahu jika kamu bisa menunjukkan ekspresi semacam itu. Aku hanya bercanda soal itu, kamu tidak perlu sampai membuka bajumu, hanya sedikit buka kerah bajumu, agar aku bisa melihat lehermu,"
"Hah, kamu ini benar-benar menyebalkan!"
Namun Anastasya tetap membuka kerah bajunya, dan sekarang menujukan leher putih bersihnya, yang terlihat menggoda bagi Calvin.
Calvin sepintas mencoba menahan dirinya, dari nafsu yang dimilikinya.
Ya, dirinya paham jika gadis di depannya itu selalu sangat cantik, ki kulit yang begitu putih, dan sangat bersih, seolah-olah tidak pernah menatap dan merasakan sinar matahari, apakah itu karena gadis di depannya adalah Vampir?
Orang bilang, Vampir selalu menjadi sesuatu yang bisa mengoda manusia dengan penampilan sempurna mereka.
Awalnya dirinya menganggap itu omong kosong, setelah menatap vampir cantik di depannya itu, Calvin paham.
Hal-hal itu benar-benar nyata, dengan penampilan semacam ini ini laki-laki mana yang tidak akan tergoda dan terjerat oleh kecantikan ini sehingga bisa tertipu dan menyerahkan segalanya?
"Hey? Kenapa kamu malah diam saja?"
Calvin segera tersadar, lalu mulai kembali menatap Anastasya, tiba-tiba tindakannya.
"Tidak apa-apa?"
"Kenapa memangnya?"
"Tidak, tidak...."
"Mencobanya atau tidak?"
Melihat Anastasya sepertinya mulai terlihat kesal, Calvin segera mengeluarkan taringnya, dan segera mengigit leher Anastasya, ada sedikit darah yang keluar.
Anastasya merasa adegan ini cukup familiar, namun posisi mereka terbaik.
Anastasya merasa lehernya sedikit aneh karena gigitan itu, itu tidak berlangsung lama, Calvin segera melepaskan gigitannya itu, menyentuh luka itu, dan membaca beberapa mantra.
"Ini sudah selesai,"
Anastasya rasa tidak ada perubahan di dalam tubuhnya lalu segera bertanya,
"Apakah ini benar-benar selesai? Apa yang kamu lakukan barusan? Kamu tidak meminum darahku?"
"Ayolah, Aku bukan Vampir, yang meminum Darah,"
"Tapi Darah Vampir Murni sepertiku, memiliki efek untuk memperpanjang usia Werewolf, dan membuat mereka kuat,"
"Sungguh, aku tidak tertarik dengan hal-hal itu. Aku hanya membuat Tanda yang sebelumnya aku katakan,"
"Tanda?"
Calvin segera mengambil sebuah kaca, membiarkan Anastasya menatap hal-hal di lehernya.
Anastasya terkejut melihat sebuah tanda seperti tato, didekat gigitan itu, sebuah gambar Werewolf putih.
"Ini...."
Calvin tersenyum dengan bangga lalu segera berkata,
"Ini tanda yang Aku Buat, ternyata ini berhasil, tanda jika kamu adalah milikku,"
Anastasya yang mendengar itu segera menjadi terkejut,
"Hey? Apa-apaan itu!! Kamu menipuku!!"
"Aku sudah bilang, tanda semacam ini hanya dibuat untuk pasangan mereka, untuk mengetahui keberadaan masing-masing, mengunakan aroma dari tanda ini,"
"Tapi ini... Ini terlalu berlebihan, dengan tanda ini apakah aku bisa menemukanmu?"
"Tidak. Aku yang bisa menemukanmu, namun selama tanda ini masih ada disana, Aku bisa memastikan itu artinya Aku masih hidup,"
"Ini terlihat curang, kamu bisa menemukanku namun Aku tidak,"
"Kamu ingin menemukanku?"
Sekarang wajah Anastasya menjadi malu, dan segera berkata,
"Sudahlah itu tidak penting lagi, Aku selalu bisa menemukan Aroma Darahmu, ini unik dan berbeda dari yang lain, tidak perlu dipermasalahkan. Sekarang pergilah kamu bilang kamu ada urusan?"
"Ah, benar. Sebenarnya aku memang memiliki banyak hal yang aku harus urus, kejadian besar Beberapa hari yang lalu,"
"Kejadian besar Apakah aku boleh tahu?"
Calvin cukup ragu, dan mulai berpikir sebentar.
"Sebenarnya, ada..."
Tepat ketika Calvin ingin berbicara pintu kamarnya segera di ketuk.
"Calvin? Apakah kamu di dalam? Kenapa kamu tumben mengunci pintu kamarmu?"
Calvin segera menunjukkan ekspresi panik.
"Gawat!! Sepertinya supupuku datang ke sini! Dia mencariku karena aku tidak kunjung datang di tempat pertemuan kami! Astaga, kamu harus segera Bersembunyi!!"
Anastasya juga menjadi kaget.
Bersembunyi bagaimana?
Calvin lalu menatap kearah almari pakaian yang cukup besar.
Segera, Calvin mengendong Anastasya, dan memasukkan Anastasya kedalam Almari itu.
"Hey! Tunggu dulu...." Kata Anastasia binggung.
"Sttt... Kamu sendiri tidak ingin bukan jika ada Werewolf lain yang tahu kami disini?"
"Ya,"
"Jadi bersabarlah bersembunyi di sini sampai aku dan sepupuku pergi,"
Calvin segera keluar dari sana, membuka pintu Apartemennya itu.
Dan benar saja, Lucas segera masuk kedalam kamar Calvin.
"A... Apa-apaan sih, kamu Lucas? Masuk ke Apartemenku begitu saja,"
"Apa? Sepertinya aku biasa masuk ke Apartemen ini kenapa sekarang kamu jadi begitu sensi? Dan lagi, kenapa kamarmu di kunci segala?"
"Tidak apa-apa,"
"Kenapa kamu kunci?"
"Tidak kenapa-napa kamu ini brisik sekali,"
Lucas lalu segera mencium aroma yang ada di tubuh Calvin.
Dan menjadi terkejut....
"Ini... Ini Aroma Vampir?"
Lucas juga merasakan ada aroma semacam itu di kamar itu.
Menatap Calvin dengan curiga,
"Astaga, awalnya aku memang ingin bertemu ke tempat pertemuan namun aku bertemu dengan Vampir yang menyerangku, ada beberapa luka lecet, jadi Aku pulang dulu untuk membersihkan lukaku,"
"Apakah parah? Astaga, belakangan ini tindakan Vampir menjadi semakin agresif,"
"Su... Udahlah sebaiknya kita tidak perlu membahasnya di sini kita harus segera pergi ke pertemuan bukan?"
"Ah, benar. ini semua gara-gara kamu pakai terlambat segara mari kita segera pergi ke sana keberadaanmu mewakili Klan Drake kita,"
Melihat Lucas akhirnya segera keluar, Calvin merasa lega, jelas hubungan antara dirinya dan Anastasya dak boleh diketahui oleh siapapun termasuk sepupunya ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments