Episode 4: Ingatan Yang Hilang

Malam itu gelap, disalah satu gang gelap terdapat dua orang, seorang pemuda dan seorang gadis berambut silver panjang.

Calvin menatap gadis dihadapannya dengan ekspresi kaget.

Lalu mulai merasakan rasa sakit dipergelangan tangannya.

Dari sini, Calvin akhirnya tersadar jika dirinya digigit oleh seorang Vampir.

Namun dirinya tidak mengerti, kenapa sejak dirinya menatap wajah itu, dan tidak bisa bergerak dari tempat dirinya berada.

Dirinya ter hipnotis oleh kecantikan itu.

Seorang gadis yang begitu cantik, yang hampir membuat dirinya berbedebar.

Mata merahnya yang menyala, seolah-olah membawa dirinya masuk kedalam tatapannya.

Tatapan penuh keinginan tidak bisa dirinya tahan.

Ketika lidah itu menjilati luka di tangannya, rasa hangat itu tiba-tiba seolah menghilangkan rasa perih yang ada di tangannya, sampai tiba-tiba ada sebuah gigitan di tangannya, yang terasa gatal.

Dirinya tidak tahu, kenapa bisa dirinya membiarkan seorang Vampir meminum darahnya?

Dirinya adalah seorang Alpha Werewolf yang hebat, yang tidak akan kalah dari Vampir-vampir itu.

Namun dirinya juga tidak tahu, kenapa membiarkan seorang Vampir mengigit dan meminum darahnya seperti ini.

Dirinya membenci Vampir, Vampir yang mungkin dulu membatai Keluarganya...

Namun dirinya entah kenapa merasa gadis di depannya ini berbeda...

Ketika Calvin menatap vampir cantik yang mengigit pergelangan tangannya itu, dirinya tidak bisa memalingkan wajahnya, dan terus menatap Vampir yang begitu cantik ini.

Sebuah wajah yang familiar....

Dimana dirinya pernah melihatnya?

Kemudian sebuah ingatan mulai muncul di hadapannya.

Ingatan jauh terkubur dalam ingatannya yang hilang...

Seolah-olah kekosongan hatinya selama ini sedikit terisi.

Hal-hal yang sampai saat ini menjadi misteri akhirnya terungkap...

Hari itu, dimana Keluarganya di bantai...

Tidak...

Ternyata itu bukan perbuatan Vampir, namun perbuatan sesama Werewolf.

Dirinya saat itu masih kecil dan tidak berdaya hanya bisa melarikan diri...

Sampai dirinya melihat sebuah peti mati, yang berisi Vampir yang sangat cantik.

'Tapi mahluk kecil ini adalah milikku. Kalian berpikir ingin mengambilnya? Jangan pernah bermimpi,'

Ingatan jauh lebih dari sepuluh tahun lalu, hari di mana keluarganya di bantai.

Ingatan yang tidak bisa dirinya ingat...

Seolah-olah ingatan itu kembali, bersama dengan rasa sakit gigitan di tangannya.

Semua emosi hari itu seolah-olah kembali.

Dirinya bertemu dengan pahlawan yang menyelamatkan hidupnya.

'Nona Malaikat yang sangat cantik,'

Calvin lalu menatap lagi gadis dihadapannya, yang saat ini terlihat melepaskan gigitannya, dan mulai mundur kebelakang.

"Tidak.... Tidak.... Ini tidak bisa.... Maaf..... Maafkan Aku..."

Calvin bisa melihat tatapan bersalah dan keputusasaan itu.

Ah...

Begitu, jadi Vampir Cantik dihadapannya ini, masih sama seperti vampir cantik dalam ingatan nya.

Dia masih sangat cantik dan juga baik hati.

Calvin lalu tersenyum, dan berkata,

"Tidak apa-apa.... Tidak apa-apa jika kamu masih ingin meminum darahku, tidak akan ada yang terjadi padaku," kata Calvin menuturkan tangannya lagi pada gadis itu.

Anastasya yang melihat darah itu, kembali kehilangan kesadaran nya, dan hanya ikuti insting nya yang menginginkan darah.

Sekali lagi mengigit tangan Calvin, ketika Anastasya menghisap darah manis itu, tatapannya bertemu dengan tatapan mata Calvin.

Werewolf selalu memiliki ketahanan dan kekuatan yang lebih baik daripada Manusia, termasuk bisa pulih lebih cepat daripada manusia biasa, mereka memiliki regenerasi yang lumayan cepat, walaupun tidak secepat Vampir.

Namun mungkin karena faktor darahnya di minum, dan Calvin harus mengunakan Kekuatannya untuk meregenerasi dirinya, mata Werewolfnya muncul.

Yang Anastasya lihat sekarang, adalah tatapan dari sesuatu yang jelas bukan manusia, seperti binatang buas, yang mengamati dirinya.

Mata merah itu sedikit terteguh dihadapan mata Biru Sang Werewolf.

Hal itu juga membawa kembali Anastasya mendapatkan kesadarannya.

Anastasya hendak mundur setelah mengigit tangan itu, namun dirinya dicegah oleh Pria di hadapannya.

Calvin lalu memeluk Anastasya dan menenangkannya.

"Tidak Apa-apa... Aku sudah bilang aku baik-baik saja, kamu bisa minum lebih banyak,"

Pelukan itu entah kenapa menenangkan hati Anastasya, namun dirinya juga merasa aneh dengan pelukan itu.

Ini adalah seorang Werewolf, berbeda dengan Manusia, jika Werewolf digigit oleh Vampir, mereka tidak akan pernah berubah menjadi Vampir, dan belum tentu juga mereka akan mati karena mereka memiliki tingkat regenerasi yang cukup tinggi.

Mangsa terbaik untuk Vampir.

Anastasya lalu kembali tersadar jika ini juga tidak bisa...

Untuk meminum darah Werewolf....

Anastasya lalu mendorong Pria dihadapannya.

"Tidak!! Kenapa seorang Werewolf...."

"Nona Malaikat Yang Cantik...."

Anastasya mendegar kata-kata itu merasa kaget.

Cantik apa?

Dirinya bertemu dengan Werewolf aneh?

Anastasya tidak tahu harus merespon apa, dirinya juga cukup syok akan fakta bahwa dirinya mengigit dan meminum darah seorang Werewolf.

Ya, cukup dimengerti kenapa itu begitu lezat dan sangat manis, hampir membuatnya candu untuk meminum lagi.

Tidak...

Ini tidak bisa dibiarkan...

Anastasya yang sudah memilihkan kekuatannya itu, segera berubah menjadi kelelawar, dan terbang secepatnya kilat menjauh dari sana.

Calvin tidak akan pernah mengira jika reuni ini berlangsung begitu cepat, bahkan dirinya sampai lupa untuk mengucapkan terima kasih.

"Ah, Bahkan Aku tidak sempat untuk bertanya nama Vampir Cantik itu," guma Calvin tidak jelas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!