Episode 9: Rasa Bersalah

Anastasya masih terus menatap Calvin dalam mode Werewolf kecil itu makan.

Lalu dia mulai mengambil tisu, dan sedikit membersihkan wajah kecil yang belepotan itu, yang mengotori bulu-bulu putihnya.

Tiba-tiba, ketika menatap sosok kecil itu, Anastasya merasa bersalah.

Memang Ini semua adalah salahnya, kenapa Werewolf didepan dalam keadaan seperti ini.

Karena dirinya tidak bisa menahan diri untuk meminum darah lebih banyak...

Ya..

Ini sangat beruntung karena yang di gigitnya adalah Werewolf, lalu nah jika manusia?

Manusia akan mati jika dirinya meminum darahnya sebanyak itu.

Memang, Anastasya mulai berpikir ini benar-benar salah untuk meminum darah langsung seperti ini.

Baik, mari pikirkan nanti dulu sekarang yang paling penting adalah menemukan cara agar Werewolf kecil didepannya ini, kembali ke wujud manusianya.

Calvin yang diperlakukan seperti itu, lalu segera protes,

"Apa-apaan, sih kamu?"

Anastasya tidak menjawab, hanya mulai menatap kearah jam tangannya.

Memikirkannya, Anastasya tiba-tiba merasa mengantuk.

Apakah ini karena efek meminum darah Werewolf terlalu banyak?

Dirinya biasanya hanya meminum sedikit darah manusia itu pun tidak langsung, energy yang dirinya dapatkan tidak begitu banyak.

Namun ini, selain meminum darah segar secara langsung, ini juga merupakan Darah Alpha Werewolf yang langka, yang tingkat energy yang di serapnya menjadi cukup tinggi.

Mungkin punya sedikit tidak terbiasa mendapatkan sesuatu yang begitu besar seperti ini.

"Aku ingin tidur, kamu lakukan sesukamu Apa yang ingin kamu lakukan," kata Anastasya tiba-tiba.

Calvin jelas menunjukkan wajah cemberutnya.

"Kamu terlalu membosankan, tidur jam segini,"

Anastasya segera tersemyum dan berkata,

"Vampir tidur di siang hari? Mengerti?"

"Itu hanya mitos, beberapa untuk Darah Murni sepertimu,"

Anastasya selalu menatap pemuda di depannya itu dengan ekspresi heran dan kaget.

"Jadi... Kamu tahu?"

"Tentu saja, Aku tahu, Kamu pikir aku siapa?"

Sekarang masuk akal, ketika Anastasia memikirkannya.

Memang, dirinya sudah menunjukkan beberapa hal yang membuat dirinya terlihat seperti manusia, namun itu malah membuat dirinya semakin dicurigai karena menunjukkan hal-hal semacam itu.

Karena Werewolf di depannya ini, nyata memiliki lebih banyak informasi daripada yang dirinya kira.

Anastasya segera mengabaikannya, dan mulai berdiri.

Calvin yang sudah selesai dengan makan siangnya itu, mengikuti Anastasya.

Anastasya lihat tidak peduli jika dirinya diikuti oleh makhluk kecil itu.

Kemudian mereka tiba suatu kamar tidur.

Calvin menatap kamar itu dengan ekspresi cukup heran, disana hanya ruangan kamar biasa, dengan tempat tidur biasa.

"Aku pikir, Vampir suka tidur di Peti Mati,"

Anastasya segera menatap Werewolf kecil itu.

"Itu hanya mitos, Kami selalu suka tidur di mana saja,"

Anastasya segera naik ketempat tidur itu, dan mulai berbaring.

Calvin yang tiba-tiba merasa mengantuk juga mengikuti Anastasya untuk naik.

Anastasya menatap Werewolf kecil itu dengan heran.

"Apa? Aku juga mengantuk dan ingin tidur,"

"Baik terserah kamu saja," kata Anastasya tidak terlalu peduli, lalu segera berniat mengambil boneka kecil di laci mejanya untuk dirinya peluk.

Namun tiba-tiba Anastasya batal mengambil itu, dan menatap mahluk kecil disampingnya itu, yang saat ini sedang mencoba tidur dengan posisi nyaman.

Anastasya memutuskan membawa mahluk kecil itu kedalam pelukannya.

Calvin jelas melihat Anastasya yang batal mengambil boneka itu, dan malah memeluknya.

Apakah sekarang dirinya sudah berubah menjadi bantal tidur?

Namun Calvin pikir tidak apa-apa, sangat hangat juga ada dipelukan Nona Vampir Cantik ini.

Calvin juga melihat bagaimana Vampir Cantik didepannya itu, sudah menutup matanya, benar-benar terlihat tanpa pertahanan.

Apalagi sekarang rambutnya sudah kembali seperti sebelumnya, berwarna silver indah.

Ini mengigatkan Calvin, pada hari pertama dirinya bertemu dengan gadis ini.

Didalam sebuah peti mati, tertidur dengan sangat lelap dan tenang, terlihat sangat cantik.

"Bagaimana bisa kamu menunjukkan wajah tanpa pertahanan ini di depanku? Jelas, Aku adalah Werewolf musuhmu, apalagi Aku seorang Laki-laki,"

Diam-diam, Calvin yang merasa Anastasya sudah tidur, dirinya mencium singkat bibir Anastasya, dengan bibir Werewolf kecil miliknya itu.

Ya, toh ini bukan pertama kalinya?

Memang lebih baik jika dalam mode manusia, namun pasti dirinya akan di tampar jika berani melakukannya pada Nona Vampir galak ini.

Setelah itu, Calvin segera tenggelam dalam tidurnya, bersama dengan pelukan hangat yang dari Anastasya, yang memang benar-benar sudah tertidur lelap.

Pemandangan itu terlihat sangat damai.

####

Anastasya tegelam dalam tidurnya, sangat nyaman karena dirinya merasakan sebuah kehangatan yang memeluknya.

Dalam tidurnya itu, Anastasya juga merasakan ada aroma yang sangat lezat dan harum...

Membuat Anastasya menjadi mengendus aroma didepannya....

Kepala Anastasya bergerak makin ke atas, mencoba mencari ke arah mana aroma manis itu berasal.

Rasa aroma ini sangat menyenangkan.

Hingga akhirnya, tanpa sadar Anastasya mengeluarkan taringnya, setelah menemukan kulit hangat didepan bibirnya.

Dengan hal ini, Anastasya segera terbangun dari tidurnya.

Hal yang dirinya lihat adalah sebuah kejutan.

Ada seorang Pemuda yang memeluknya, dan saat ini, dirinya malah menjilati leher dari Pemuda itu.

Anastasya segera sadar dengan posisi salah ini, dan melemparkan Calvin dari tempat tidur.

Calvin, yang menikmati tidur lelapnya itu jelas merasa sangat kaget karena tiba-tiba dirinya dilempar dari tempat tidur.

"Sial!! Apa-apaan kamu!!"

Anastasya lalu bisa menatap tubuh Calvin yang tidak memakai apapun itu setelah keluar dari Selimut.

Calvin juga sadar dengan keadaan memalukan ini.

Dirinya memang punya kebiasaan tidak bisa tidur jika memakai baju, mungkin setelah dirinya tiba-tiba kembali ke mode manusia, dirinya langsung tanpa sadar melepaskan baju dan semua yang dirinya pakai?

Ini benar-benar memalukan!!

Calvin segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan menatap kearah Anastasya yang menutupi matanya itu.

"Tolong jangan memujukan hal-hal menjijikan didepanku,"

Calvin yang merasa tersinggung tubuhnya disebut menjijikan itu jelas tidak terima lalu segera berkata,

"Menjijikkan apa? Jelas, Aku sedikit merasakan, ketika Aku tidur, ada seseorang yang meraba-raba tubuhku...."

Anastasya lalu teringat tentang hal-hal dalam mimpinya yang dirinya lakukan, menikmati aroma manis sebelumnya dari Calvin.

Merasa malu, dirinya lalu berkata,

"Hah, itu tidak penting sekarang. Karena kamu sudah kembali, kenapa kamu tidak pergi saja?"

"Kamu langsung mengusirku?"

"Tapi kamu sudah kembali menjadi manusia,"

Anastasya segera berdiri, dan membuka jendela kamarnya itu.

Yang saat ini menunjukan sepertinya sudah malam, bulan sudah bersinar diluar, terlihat cukup indah.

Calvin yang memang tidak memiliki alasan untuk tetap berada di situ, juga tidak memiliki pilihan, apalagi masih ada hal-hal yang harus dirinya urus sebagai Ketua Klan, intinya jelas harus segera kembali ke rumah.

Calvin lalu berubah menjadi mode Werewolfnya, namun kali ini berbeda dengan versi kecil, ini Werewolf yang cukup besar, berwarna putih bersih, dan memang tetap terlihat sangat indah.

Calvin naik keatas jendela dan berkata,

"Sampai jumpa di pertemuan kita berikutnya, Anastasya...."

Anastasya menatap pemandangan itu dengan ekspresi terteguh.

Memang, Werewolf putih yang dirinya lihat barusan, adalah Werewolf paling indah yang pernah dirinya lihat, membuat dirinya hampir terpaku dan tidak bisa berkata-kata.

Ada keinginan, untuk mengelus bulu putih yang lembut itu.

Anastasia merasa gila ketika memikirkan keinginannya ini.

Ketika Werewolf itu dalam bentuk kecilnya, Anastasya rasa memiliki logika yang cukup jika ingin mengelus makhluk kecil itu, sekarang setelah kembali ke bentuk aslinya dirinya tiba-tiba merasa malu jika mengelus bulu putih itu.

Dan begitulah, mereka akhirnya berpisah.

Dalam perpisahan ini, Anastasya jelas sudah memiliki tekad untuk tidak lagi berurusan dengan Werewolf didepannya itu.

####

Hari segera berlalu, dan pagi baru tiba. Anastasya, masih kembali ke kampus berharap tidak akan bertemu dengan Werewolf sebelumnya.

Lagi pula Universitas sangat lebar tidak mungkin mereka berpapasan.

Sangat sayang, keinginan Anastasya berantakan ketika melihat Calvin duduk di Kursi dekat dengannya, ketika berada di Kelas.

"Bukankah ada banyak tempat lain yang kosong Kenapa kamu ada di sini?" Kata Anastasya dengan kesal.

"Aku hanya ingin duduk disini, memangnya ada yang salah?"

"Sungguh, Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun denganmu,"

"Tapi Aku ingin dekat denganmu,"

"Hah, dasar menyebalkan,"

Setelah mengatakan itu, Anastasya memilih diam dan berniat mengabaikan pria yang duduk di sampingnya itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!