Episode 8: Mini Werewolf

Calvin menatap dirinya sendiri, menatap cakar kecilnya, dan tubuh kecilnya dalam pelukan Anastasya.

Sungguh, Calvin merasa sangat malu dengan penampilan ini.

Cakar kecilnya itu lalu mencoba menyentuh tangan Anastasya yang memeluknya, bentuk dari protes yang dirinya lakukan.

Anastasya juga melihat sikap lucu Werewolf kecil diperlukannya itu, yang terlihat sedang merajuk kesal.

Tanah sadar, Anastasya mulai mengelus kepala Werewolf kecil itu.

"Ukhh, jangan menyentuh kepalaku seperti ini," protes Calvin.

Ya, Calvin jelas tidak menyukai bentuk ini, karena saat kecil orang-orang paling suka memanggilnya imut dan lucu, apalagi bentuk Werewolf kecilnya itu sangat mungil dan begitu kecil, yang sangat cocok sebagai binatang peliharaan.

"Lalu kenapa kamu tiba-tiba berubah menjadi bentuk ini? Ini bentuk Asli Werewolfmu? Ini benar-benar tidak berubah," komentar Anastasya lalu mengendong Calvin ke udara, berusaha untuk mengamati tubuh Werewolf kecil itu.

Calvin yang diperlakukan seperti itu jelas merasa tidak terima.

"A... Apa-apaan kamu!! Jangan memperlakukanku seperti itu!!"

Anastasya masih menatap Werewolf kecil yang terlihat sedang memberontak itu.

Sikap ini benar-benar mengemaskan.

"Pfff... Kalau begitu kenapa kamu tidak kembali ke bentuk manusiamu?"

Calvin baru menyadari soal itu, dan mencoba kembali berubah menjadi bentuk manusianya.

Namun beberapa saat berlalu dan tidak terjadi apa-apa.

Calvin mulai panik, dirinya juga mencoba berubah menjadi sosok Werewolfnya yang asli, namun gagal juga.

Anastasya jelas tiba-tiba memiliki firasat buruk soal ini.

"Kamu... Kamu tidak bisa kembali?"

Werewolf kecil itu, terlihat menjukan wajah kesediaan, dan mengangguk.

"Lalu... Lalu bagaimana ini?"

Calvin mulai berpikir sebentar, dirinya tahu ini mungkin hanya sementara karena dirinya kehilangan sebagian kekuatannya, ini mungkin dah hubungannya dengan dirinya memberikan darahnya kepada Vampir cantik yang ada dihadapannya itu.

Lalu, sebuah ide muncul di kepalanya.

"Kamu jelas harus bertanggung jawab soal ini," kata Calvin dengan penuh keseriusan.

Anastasya menjadi kaget ketika mendengarkan itu.

"Tanggung jawab apa? Kamu ini bicara omong kosong apa?"

"Jelas, Aku berubah seperti ini karena kamu meminum darahku terlalu banyak,"

"Tapi kamu duluan yang membuat masalah dan menawarkan darahmu,"

"Tapi... Tapi itu kamu meminum terlalu banyak...."

Anastasya menjadi malu ketika Calvin mengatakan itu, memang benar dirinya minum terlalu banyak karena termakan instingnya, Insting akan hasrat darah yang tidak bisa dirinya.

Namun itu jelas salah pria di hadapannya yang secara sukarela memberikan darahnya.

"Aku sudah pernah bilang, jangan pernah memberikan darahmu pada Vampir,"

"Pokoknya kamu harus bertanggungjawab jawab padaku!! Saat ini kita di kampus, dan tidak mungkin aku keluar dalam keadaan ini,"

Calvin juga berpikir, akan sangat melakukan jika ada temannya yang mengenali dirinya dalam keadaan ini.

Dirinya sebagai Alpha Werewolf, biasanya memiliki sosok Werewolf Besar yang mengerikan dan mendominasi, Bagaimana sekarang dirinya berada dalam bentuk mungil dan kecil seperti ini?

Ini benar-benar terlalu memalukan jika memikirkannya.

Dimana wibawanya sebagai Alpha Werewolf?

"Kamu harus bertanggungjawab!!" Calvin segera loncat dari tangan Anastasya, menuju ke pundak Anastasya, dan itu membuat Anastasya geli.

Anastasya jujurnya juga merasa cukup bersalah jadi dirinya mau tidak mau menerima hal ini.

"Baiklah, Aku akan membawamu setidaknya, sampai kondisimu pulih,"

"Hpmh, tentu saja. Kamu memang seharusnya seperti itu,"

Anastasya lalu segera mengambil Werewolf kecil di pundaknya, dan membawanya kembali ke pelukannya.

Namun dirinya juga merasa tidak bisa membawa hal-hal seperti ini ditangannya.

Jadi, Anastasya mulai mengambil Tasnya, dan memasukan Werewolf kecil itu kesana.

"Hey!! Apa yang kamu lakukan?" Protes Calvin merasa tidak terima dirinya dimasukan kedalam tas.

"Mau bagaimana lagi? Tidak mungkin aku membawamu seperti itu di tanganku apalagi saat ini di kampus, hah sangat kebetulan sudah tidak ada kelas setelah ini, di aku akan membawamu pulang,"

Calvin lalu tidak lagi merasa protes, hanya pasrah dalam keadaannya saat ini yang bahkan muat untuk dimasukkan ke dalam sebuah Tas model Tote Bag.

Anastasya memeluk tas itu, membiarkan Calvin tetap bisa melihat kearah luar.

Ini juga pertama kalinya untuk Calvin memiliki pengalaman seperti ini.

Mereka berjalan dengan tenang sampai ke Rumah sementara yang di tinggali Anastasya.

Itu adalah Rumah Mewah dengan model yang sedikit kuno.

Calvin menatap rumah itu dengan ekpersi heran, dan berkata,

"Ah, seperti kata Rumor. Para Vampir sangat menyukai tinggal di rumah semacam ini,"

Anastasya yang mendengar itu, hanya berkomentar,

"Hanya kebetulan, Aku tidak benar-benar suka tinggal di tempat semacam ini,"

Ketika sampai di rumah itu, Anastasya mengeluarkan Calvin dari dalam Tas, dan mengendongnya.

Anastasya memandangi mahluk lucu dihadapannya, jujur merasa cukup senang.

Sudah lama ingin memiliki binatang peliharaan semacam ini, namun binatang selalu menjadi sangat sensitif, dan tidak menyukai Vampir, mereka selalu melarikan diri ketika bertemu dengannya.

Anastasya tanpa sadar mengelus kepala Calvin.

Calvin juga melihat bahwa dirinya sepertinya diperlakukan seperti binatang peliharaan itu jelas merasa tersinggung, lalu mengunakan mulut kecilnya untuk menggigit jari Anastasya.

Gigitan itu kecil, dan tidak membuat Anastasya terluka, namun hal ini menyarankan Anastasya bahwa yang dirinya peluk bukanlah binatang peliharaan jinak, melainkan Alpha Werewolf yang langka.

"Astaga, kamu itu galak sekali," kata Anastasya sambil sedikit tertawa.

"Huh, kamu memperlakukanku seperti binatang peliharaan kecil, Kamu tidak ingat siapa aku? Aku bukan Pet,"

"Iya iya, Aku tahu, Tuan Alpha Werewolf,"

"Panggil Aku Calvin, namaku Calvin Drake. Benar aku juga belum tahu namamu, siapa namamu?"

Ketika di tanya nama, Anastasya terdiam mulai berpikir apakah sebaiknya dirinya memberitahu namanya?

Namun dirinya rasa itu bukan hal yang baruk.

"Anastasya, kamu bisa memanggil Anastasya,"

"Anastasya, baiklah."

Anastasya lalu mulai duduk di sofa, dan meletakkan Werewolf kecil disampaignya.

Lalu ada keheningan di sana.

Anastasya aku tidak tahu harus berkata apa lagi, nya diam-diam terus mengamati Werewolf kecil disampaignya yang saat ini sedang duduk diam.

Mau dilihat bagaimanapun, Werewolf kecil ini sangat lucu.

"Jika kamu terus memiliki wujdu seperti ini, Aku akan mempertimbangkan kamu untuk terus berada di sisiku,"

Mendengar itu, ekpersi Calvin jelas cemberut.

"Kamu berbohong," kata Calvin dengan kesal, karena dirinya ingat bagaimana gadis itu dulu meninggalkan dirinya ketika dirinya masih kecil, dalam bentuk seperti ini.

Anastasya memang hanya bercanda ketika mengatakan itu.

Terlalu merepotkan juga memiliki Werewolf di sampingnya.

Suasana lalu menjadi hening, sampai suara perut seseorang terdengar.

Ah itu suara perut Calvin.

Anastasya yang mendengar itu tertawa,

"Kamu lapar?"

Calvin benar-benar merasa malu, perutnya ini benar-benar tidak bisa diajak kerjasama.

Anastasya tidak menunggu jawaban Calvin, hanya langsung mengangkat Werewolf kecil itu, untuk dirinya bahwa ke dapur, mencari makanan di kulkas.

Namun ketika kulkas di buka, memang tidak ada apa-apa di sana, nanya ada beberapa kantong darah disana, yang di kemas dalam bentuk Jus Tomat.

"Ah, benar juga. Aku tidak pernah makan jadi memang kulkas ini tidak pernah ada isinya,"

Calvin tidak heran dengan hal itu.

"Sebentar, Aku akan memesan sesuatu,"

Anastasya lalu segera mengeluarkan ponselnya dan memilih menu delivery.

Sesuatu yang di sukai oleh Werewolf?

Ini daging?

"Apakah kamu suka daging yang mentah atau yang matang?"

"Setengah Matang,"

"Permintaanmu benar-benar cukup sulit,"

"Steak di Restoran Y tidak apa-apa,"

"Sangat pemilih," respon Anastasya lagi.

"Bukankah kamu yang lebih pemilih? Apakan rasa darah Werewolfku sangat lezat?"

"Diamlah, adik kecil."

"Siapa yang kamu panggil kecil? Banyak kebetulan saja sekarang aku seperti ini, lasagna aku adalah seorang Werewolf besar, sangat besar lebih besar daripada Werewolf lainnya,"

"Aku mengerti, Tuan Alpha Werewolf,"

"Kenapa kamu tidak memanggil namaku??"

"Apakah harus?"

Calvin memilih untuk tidak menjawab.

Keduanya lalu kembali ke ruang tamu menunggu pesanan Calvin datang.

Dan tidak lama sampai pesanan itu datang.

Anastasya menatap Werewolf kecil itu, yang terlihat kesulitan untuk memakan makanannya.

"Apakah perlu aku bantu mengiris kecil-kecil?"

"Hpmh, tidak perlu ini bukan hal yang susah,"

Namun saus dari steak benar-benar kemana-mana, dan memenuhi wajah kecil Werewolf itu.

Anastasya menatap bagaimana Calvin makan dengan lucu, Anastasya terlihat tersemyum senang.

Calvin juga tahu jika dirinya dari tadi diperhatikan.

Dirinya berniat ingin protes, namun ketika melihat senyuman di wajah cantik itu, Calvin benar-benar merasa tidak tahan.

Ekpersinya itu, terlihat sangat cantik....

Nona Vampir ini benar-benar sangat cantik dan memukau....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!