Episode 14: Menjauh

Tatapan Mata Calvin ketemu dengan tatapan mata merah menyala itu.

Seolah memberikan kode agar Anastasya segera melarikan diri.

Ya, Anastasya juga merasakan jika dirinya tarus di sana hanya akan ada masalah yang tersisa.

Dan begitulah dua orang itu pergi dan berpisah.

Calvin sendiri sedang sibuk menyuruh anak buahnya agar tidak menyusul Anastasya.

"Jangan dikejar, sebaiknya kita membereskan kekacauan disini, aku lihat masih banyak yang luka-luka dan perlu di urus,"

Lalu, rombongan Werewolf itu segera kembali ke bentuk manusianya.

"Tapi, Calvin... Lihat Vampir berbahaya itu, bukankan itu Vampir yang selama ini di cari oleh Asosiasi Werewolf?"

"Sudahlah, lebih penting mengurus yang terluka,"

"Tapi... Dia juga Vampir yang membantai Keluargamu, kamu tidak ingat?"

Calvin yang mendengar itu, segera ingat akan salah paham ini, ini benar karena Ingatannya hari itu hilang, dirinya tidak bisa menjelaskan soal hal-hal yang terjadi hari itu.

Dan sekarang Kekacauan menjadi seperti ini, Anastasya di kejar-kejar oleh para Werewolf karena salah pahaman.

Padahal, Anastasyalah yang menyelamatkan dirinya.

Sialan...

Dirinya jelas harus menjelaskan kesalahan pahaman ini, namun bagaimana?

Dikenal tidak bisa langsung bilang begitu saja pada mereka bukan?

Jelas, mereka tidak akan percaya.

Yang paling baik adalah untuk menyelidiki Klan Werewolf yang menyerang Keluarganya.

Klan Hawkins

Dirinya yakin, mereka yang dari awal merencanakan ini, karena rencana mereka gagal, mereka malah mengkambing hitamkan, Anastasya yang merupakan Vampir yang kebetulan berada di tempat kejadian.

Karena tidak ada sakti mata selain dirinya yang saat itu bahkan kehilangan sebagian kenyataannya.

Sial.

Klan Hawkins

Musuh dalam selimut.

"Kita belum tahu itu pasti,"

Tapi tetap saja, saat ini reputasi Anastasya cukup buruk, terutama dengan kenyataan, bahwa dia selama ini memang membantai Para Werewolf yang mengejarnya.

Hah...

Calvin benar-benar menjadi bingung memikirkan tentang siapa yang salah tentang semua kekacauan ini....

####

Hari berikutnya, Calvin menunggu di gerbang kampus, menuggu Anastasya untuk datang.

Dirinya jelas tahu, jika hari ini Anastasya ada kelas.

Namun cukup lama Calvin menunggu, orang yang ditunggunya tidak datang padahal sudah lewat 10 menit sejak kelas dimulai.

Calvin, tiba-tiba memiliki firasat buruk, takut jika Anastasya tidak akan kembali ke kampus lagi.

Lalu, Apakan dirinya harus mencari Anastasya di Rumahnya?

Iya dirinya tahu alamat gadis itu, namun bagaimana jika Gadis itu pindah?

Dirinya juga tahu itu hanyalah rumah sementara bisa pindah kapan saja begitu pula dengan kampus ini yang hanya salah satu bagian dari Indentitas Rahasianya.

Sampai kemudian, Calvin melihat sosok mobil yang familir, lalu seorang gadis yang tampak familiar keluar dari mobil itu.

Calvin segera menghampiri, Anastasya, dan memegang tangan, terlihat sangat lega dan segera berkata,

"Anastasya, kamu disini?"

Mendapatkan panggilan tiba-tiba itu, ekpersi Anastasya menjadi cukup rumit.

Pertemuan sebelumnya dengan Para Werewolf itu, kembali mengingatkan Anastasya, jika dirinya dan Calvin adalah musuh alami dan tidak akan ada yang baik jika mereka terus berhubungan seperti itu.

Seolah-olah dirinya baru saja terbangun dari sebuah mimpi di mana hari-harinya yang begitu damai bersama Calvin adalah halusinasi atau mimpi semata.

Anastasya, langsung menepis tangan itu, dan berkata,

"Calvin, Aku mau agar Kelompokmu tidak lagi mengejarku atau mungkin aku bisa melakukan hal yang lebih parah jika mereka terus melakukannya,"

Calvin tiba-tiba mendengar nada dinding itu jelas merasa cukup sedih juga.

"Aku.... Aku pastikan bahwa mereka tidak akan mengejarmu lagi,"

"Itu bagus, dan Aku minta satu hal, sebaiknya kita tidak perlu berhubungan lagi berpura-puralah tidak saling mengenal denganku. Kamu tahu sendiri Para Werewolf sedang mengejarku, jika sampai kita ketahuan mungkin aku hanya akan dituduh tambahan sebagai seseorang yang memperdaya kamu. Sungguh, Calvin, Aku benar-benar lelah dengan kalian semua, Para Werewolf yang selalu mengejarku,"

Mendengar itu, ekpersi Calvin saja menunjukkan kesedihan.

Dirinya tahu mungkin karena dirinya juga Anastasya harus selalu bersembunyi dan dikejar-kejar oleh Para Werewolf, itu pasti bukan hal yang mudah untuk terus bersembunyi dan berpindah-pindah seperti itu.

Dan apa yang dikatakan gadis di depannya itu benar.

Sebelum semua kesalahpahaman ini selesai memang ada baiknya jika mereka tidak saling bertemu dulu.

Namun, apakah dirinya sanggup?

"Anastasya tapi itu...."

"Calvin.... Aku mohon beri aku waktu untuk sendiri dan menenangkan diri," kata Anastasya lalu mulai berjalan pergi.

Calvin hanya bisa menatap kepergian gadis itu, tidak mencoba mengikutinya.

Dan begitulah, hari-hari akhirnya berlalu, Calvin kembali ke hari-harinya berkumpul bersama teman-temannya.

Namun, tidak melihat wajah Anastasya dalam beberapa hari, cukup membuat dirinya merasa kesepian.

"Calvin, apa yang kamu lakukan dari tadi? Aku dengar kamu sedang mengejar seorang gadis sekarang mana gadis yang kamu kejar itu?" Kata salah satu teman Calvin itu.

"Diamlah, Aku tidak mengejar siapa-siapa lagi pula gosip omong kosong itu datang dari mana, Lucas?" Kata Calvin mencoba untuk mengelak.

"Aku hanya dengar dari salah satu kenalanku, yang melihat kamu terlihat sedang bersama dengan seorang gadis tertentu. Kupikir itukah alasan kenapa kamu belakangan ini begitu aneh dan sering pergi meninggalkanku begitu saja,"

"Itu Salah Orang sungguh aku tidak dekat dengan siapa-siapa,"

"Ayolah, Calvin, kamu selalu bisa curhat apapun padaku tidak perlu bersembunyi seperti itu,"

"Sudah Aku bilang, aku tidak mendekati siapapun dan Jangan banyak bertanya lagi,"

Mendengar nada marah itu, Lucas hanya bisa merasa binggung, dan memilih untuk diam daripada nanti malah kena marah.

Namun jujur dirinya merasa sangat penasaran dengan identitas gadis itu.

Dirinya benar-benar penasaran, kira-kira, gadis mana yang bisa menaklukkan hati sahabatnya yang selalu bersikap dingin kepada semua gadis ini?

####

Di sisi lainnya, Anastasya menjalani hari-harinya seperti biasa.

Bangun tidur, meminum kantong darah, lalu berangkat ke kampus.

Mengikuti kelas di kampus, pergi makan siang ke kantin bersama beberapa kenalan.

Setelah itu kembali ke kelas, dan segera setelah kelas berakhir, Anastasya kembali pulang.

Melihat hari-harinya monoton ini, Anastasya merasa sangat bosan entah kenapa.

Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang....

Seperti...

Biasanya akan ada Calvin, yang terus saja mengganggunya di kelas atau terus saja mengikutinya...

Hal-hal yang membuat dirinya merasa terganggu.

Ya, kenapa sekarang setelah gangguan itu pergi, dirinya malah merasa kehilangan hal itu?

Sungguh?

Ada apa dengan dirinya ini?

Padahal harusnya dirinya sudah lama terbiasa dengan hari-harinya yang selalu hampa seperti ini....

Sungguh, Anastasya tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.

Namun rasanya, benar-benar sepi ketika pemuda yang harusnya dirinya benci itu tidak ada di sini...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!