Ekspresi wajah Chu Kai sangat pucat, dia sampai tersungkur ke tanah saking kagetnya. Dia benar-benar syok dengan apa yang baru saja terjadi. Orang ini... Sosok wanita yang dia lihat sekarang bukanlah orang biasa.
"Hm? Ada apa? Kau takut?" wanita berambut panjang itu tersenyum. Dia tertawa kecil dan memperhatikan pria yang nampak bodoh di hadapannya.
Dengan suara yang gemetar, Chu Kai berusaha bicara. "Si-siapa kau? Ke-kenapa kau ingin menghabisiku? A-aku tidak pernah berbuat salah pa-padamu?"
Wanita berambut panjang itu menghela napas dan berujar, "Kau ini sangat lugu... Apa aku harus butuh alasan untuk mengambil nyawa orang lain?"
Chu Kai menelan ludah. Itu bukan ucapan yang ingin dia dengar. Dia pun menelan ludah dan lantas berkata, "No-Nona Cantik. Kau pasti sudah salah orang. A-aku hanya pemuda biasa, ba-bagaimana mungkin aku menyinggungmu. Ini bahkan ya-yang pertama kalinya bagiku me-melihatmu,"
"Aku juga," wanita berambut panjang itu mulai berjalan. Dia tersenyum saat berkata, "Bagiku... Ini juga pertemuanku yang pertama denganmu. Tapi sayangnya kita tidak berjodoh untuk pertemuan berikutnya,"
!!!
Mata Chu Kai melebar saat melihat kuku pada jari tangan wanita di hadapannya memanjang. Dia tidak bisa mengulur waktu seperti yang terakhir kali sebab sosok ini terlihat sangat jauh berbeda dari monster laba-laba yang pernah dilawannya.
Chu Kai tentu tidak bisa menang. Wanita asing tersebut tidak lain adalah kultivator dari Sekte Bulan Mati, dia bernama Xiao Yi Fei.
Sekte Bulan Mati sendiri merupakan sekte aliran hitam dan yang paling kuat. Mereka mempunyai tujuan untuk membuat sekte sendiri menjadi yang paling berkuasa dan rencana itu akan bisa gagal jika sampai Pendekar Naga masih hidup. Kematian Chu Kai... Merupakan langkah pencegahan agar rencana mereka bisa berhasil.
"Tidak ada yang perlu kukatakan padamu. Kau bisa menutup mata jika merasa takut. Tenang saja~ sakitnya kematian hanya sebentar dan setelah itu... Kau tidak akan merasakan apa pun lagi," Xiao Yi Fei tersenyum dan kemudian melesatkan serangan dengan kibasan cakar miliknya.
!!!
Serangan itu dahsyat dan mengarah langsung ke targetnya. Ledakan besar tercipta disertai dengan air sungai yang membuncah. Xiao Yi Fei mendengus, dia tersenyum saat tiba-tiba senyumannya mendadak membeku.
Ekspresi wajah Xiao Yi Fei menjadi serius dan dengan tatapan mata yang tajam. Suaranya berubah dingin saat berkata, "Mengejutkan. Kau membuatku terkesan,"
Xiao Yi Fei melambaikan rambutnya saat berkata, "Sebelumnya kulihat kau seperti pemuda yang lugu, tapi ternyata... Hmph, memang Pendekar Naga tidak seharusnya diremehkan."
Serangan dahsyat dari Xiao Yi Fei harusnya bisa mengenai tubuh targetnya dengan mudah dan akan langsung menghabisi lawan. Tetapi hal yang tidak terduga terjadi sebab sosok yang harusnya mati masih hidup sekarang ini.
Chu Kai terlihat berdiri dengan napas yang terengah-engah. Kedua tangannya gemetar dan ekspresi wajahnya masih sangat pucat. Dia menelan ludah ketika melihat ke arah wanita di depannya.
Xiao Yi Fei kembali melesatkan serangan dan kali ini belasan bebatuan sungai menerjang ke arahnya dan ledakan tercipta di udara. Xiao Yi Fei menyindir, "Sebelumnya aku merasa heran dengan bagaimana caramu yang sangat penakut ini bisa menghindari seranganku. Tapi setelah melihat, ternyata kau memang memiliki kemampuan."
Xiao Yi Fei menangkis sisa bebatuan yang melesat ke arahnya dan menatap tajam ke arah pria di hadapannya. Dia menggerakkan gigi, "Kultivasi Gelap, huh? Ini menarik. Tidak aku sangka sosok yang terpilih menjadi Pendekar Naga adalah seseorang yang berasal dari Aliran Hitam."
"...................."
"Akan kulihat sejauh apa kau bisa bertahan!"
!!!
Serangan mendadak membuat Chu Kai kaget. Cakar pada tangan Xiao Yi Fei hampir saja mengenainya andai tidak segera di tahan. Dia menendang wanita tersebut dan pertukaran serangan terjadi.
Chu Kai sebenarnya tidak tahu apa yang dia lakukan sekarang. Yang dia pikirkan saat ini adalah dirinya tidak boleh sampai tewas di tangan sosok asing yang sama sekali tidak dikenalinya.
Kepalanya sakit saat dia sedang bertarung, tetapi dia memaksakan diri untuk bergerak lebih cepat dan bahkan menggunakan bebatuan di pinggir sebagai senjata.
Serangan dengan energi spiritual kembali dilesatkan oleh Xiao Yi Fei dan Chu Kai berhasil menghindarinya. Pemuda itu melompat dan kemudian mengait kaki wanita tersebut, dia lantas memutar tubuhnya dan berhasil memberi tendangan yang keras. Lawannya sampai terpental beberapa meter jauhnya.
"Kau tidak akan bisa melarikan diri,"
!!
Suara asing itu berasal dari dalam kepala Chu Kai. Detakan jantungnya semakin cepat dan napasnya terengah-engah. Dia berusaha untuk menghilangkan ingatan buruk itu, tetapi setiap kali dia menangkis serangan lawan---suara menakutkan tersebut kembali terngiang.
"Hadiah yang kami berikan padamu, tidak akan pernah hilang."
"Kau tidak bisa lari."
"Hidup adalah kematian. Apa pun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa menghindarinya."
Chu Kai merasakan dadanya sesak. Tatapan matanya agak memburam saat serangan yang paling dahyat datang. Mata hijaunya bersinar lebih tetang saat terkena cahaya matahari dan ekspresi wajahnya berubah serius.
Tangan kanan Chu Kai terangkat pelan dan air sungai yang berada di belakangnya meluap. Ada kabut hitam tebal yang menyelimuti air itu dan saat tangan Chu Kai berayun---air tersebut langsung terangkat tinggi dan melesat ke arah serangan lawan.
!!!
Xiao Yi Fei terkejut bukan main. Serangannya berhasil dilahap oleh serangan dari lawan dan itu membuatnya sangat marah. Energi spritual yang dahsyat keluar dari tubuhnya dan kali ini dia sendiri yang kembali menerjang.
Chu Kai ikut melesat. Asap tipis kehitaman yang menyelimuti kakinya membuat rumput di sekitarnya menjadi kering, termasuk tanah yang menjadi retak. Dia mengepalkan tangan kanannya saat menarik napas.
"Teknik Pernapasan Naga, Tanpa Aliran."
!!!
*
*
"Suara apa itu?!" Jing Hao terkejut mendengar suara yang luar biasa keras seolah milik hewan buas. Dia saat ini bersama dengan Pendekar Suci Wei Zhang Zihan dan menemani pemuda ini untuk menemukan Chu Kai.
Wei Zhang Zihan pun mendengar suara yang menggelegar barusan dan bahkan sampai menengadah. Dia merasakan hembusan angin di sekitarnya yang mendadak terasa berat, ini jelas bukan pertanda baik.
Jing Hao terkejut saat lengannya kembali di rangkul oleh Wei Zhang Zihan dan dia dibawa melesat lagi. Sebelumnya, pemuda ini datang ke kedai dan mencari Chu Kai---tetapi saat Chu Kai tidak ada, justru dialah yang dibawa seolah dijadikan sandera.
?!
Wei Zhang Zihan tersentak saat melayang di udara dan menyaksikan bagaimana sebagian hutan di bawah sana menjadi mati. Dedaunan yang berasal dari pohon-pohon kokoh itu terlihat mengering dan bahkan mulai berguguran.
Kejadian ini tentu saja bukan hal biasa, ini sangat aneh dan belum lagi saat dia mulai menapak turun di tanah---rerumputan di kakinya juga ikut mengering dan terlihat mati.
"I-ini..." Jing Hao sampai tidak bisa berkata apa-apa. Matanya melebar dan dia terperangah sebab tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Jing Hao tanpa sadar menahan napas. Dia sulit untuk menelan ludah dan tubuhnya tiba-tiba terlonjak kaget dan spontan memegang lengan Wei zhang Zihan. Ekspresi wajahnya pucat dan suaranya gemetar ketakutan saat memanggil pemuda ini, "Pe-Pe-Pendekar Wei..! I-itu...!"
!!!
Wei Zhang Zihan juga melihatnya dan tatapan matanya langsung melebar. Tepat di salah satu pohon, tubuh seorang wanita tersangkut di dahan dengan kulit yang kering menghitam dan dengan mulut terbuka serta kedua mata yang meleleh. Tampilannya sangat mengerikan.
Wei Zhang Zihan pun tanpa sadar menahan napas. Dari yang terlihat jelas wanita ini mati secara mengenaskan, terlalu mengenaskan. Dia hendak melangkah saat terkejut dengan suara Jing Hao.
"Kai?"
Wei Zhang Zihan langsung menoleh, mengikuti arah pandangan Jing Hao dan melihat sosok yang dikenalnya sedang terbaring pingsan di pinggiran sungai.
"Kai..!" Jing Hao berseru dan bergegas untuk menghampiri temannya tersebut. Wei Zhang Zihan pun mengikuti dan mereka memeriksa keadaan pemuda yang berwajah sangat pucat ini.
"Kai? Kai..!" Wei Zhang Zihan memeriksa nadi dan napas Chu Kai. Syukurlah pemuda ini masih hidup meski terdapat darah segar yang mengalir pada bekas cakaran di pelipis kanannya.
Wei Zhang Zihan mengangkat Chu Kai, dia menggendong pemuda itu dan membawanya ke tempat yang lebih kering. Chu Kai terlihat dibaringkan di bawah salah satu pohon dan berusaha dibangunkan oleh Jing Hao.
Wei Zhang Zihan memberikan perawatan Chu Kai pada Jing Hao, sementara dia sendiri mulai menurunkan mayat wanita yang berada di dahan pohon dan memeriksanya.
Tidak ada tanda yang bisa dia lihat karena kulit wanita ini benar-benar menghitam, seakan telah tersambar petir atau dibakar sebelum akhirnya dibungkus dengan pakaian kembali.
Benar, hanya pakaian wanita ini yang masih utuh, namun memang terdapat koyakan di beberapa bagian. Wei Zhang Zihan tidak bisa memastikan identitas orang ini hanya dengan pakaian ataupun corak yang ada pada pakaian tersebut.
"Kai, ayo bangun..! Sadarlah, Kawan. Kai?"
Wei Zhang Zihan mendengar suara Jing Hao. Dia sebenarnya tidak tahu dengan apa yang sudah terjadi, tetapi untuk sekarang memang dirinya merasa bahwa Chu Kai memerlukan perawatan yang lebih baik daripada terus berada di sini.
Wei Zhang Zihan menarik napas. Dia pun berdiri dan berjalan ke tempat Jing Hao berada. Tanpa nada, dia berkata. "Biar kubawa dia,"
"Sebaiknya saat ini bawa Kai pulang ke rumahnya. Paman harus tahu ini,"
Wei Zhang Zihan sebenarnya keberatan dengan saran Jing Hao, tetapi bukan waktunya untuk keras kepala. Dia pun mengangguk dan lantas menggendong Chu Kai.
Wei Zhang Zihan berkata, "Kau tetap di sini. Aku akan segera kembali,"
"Ba-baiklah,"
Jing Hao menyaksikan Wei Zhang Zihan melesat dengan membawa Chu Kai bersamanya. Dia pun lantas menelan ludah dan takut-takut saat mulai menoleh untuk melihat jasad wanita asing yang tak jauh di hadapannya.
Entah siapa wanita itu dan apa yang sudah terjadi, tetapi ini benar-benar kejadian yang membuat bulu kuduknya merinding bahkan tubuhnya gemetar karena takut.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Anonymous
🏦🏕🏕🏦
2023-10-04
0
Achmad Faiz
huhh
2023-09-06
0
Achmad Faiz
wow
2023-09-06
0