17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi

Xia Ling Qing mengatakan bahwa dia datang ke Desa Bai Nang untuk menjalankan misi dan tanpa sengaja bertemu Wei Zhang Zihan serta Chu Kai, nyatanya gadis itu tetap menunggu kedua pemuda tersebut pulih, utamanya Chu Kai.

Wei Zhang Zihan sendiri tahu bagaimana karakter dari Xia Ling Qing. Tetapi tidak dengan Chu Kai. Karena itulah, pemuda tersebut sangat keheranan karena Xia Ling Qing tetap tinggal di penginapan bersama mereka.

Di hari saat kondisi Chu Kai sudah benar-benar pulih dan tubuhnya tidak lagi sakit, dia pun kembali ke Sekte Gunung Wushi bersama Wei Zhang Zihan dan Xia Ling Qing.

Dalam perjalanan, Chu Kai berada di samping Wei Zhang Zihan sambil menatap punggung Xia Ling Qing yang berjalan jauh di depannya. Dia pun setengah berbisik, "Pendekar Wei. Apa kau tahu misi apa yang dijalankan Nona Xia di desa tadi? Kupikir setelah kejadian waktu itu, Nona Xia terlihat cukup senggang. Dia bahkan jarang meninggalkan penginapan."

Chu Kai bernapas pelan dan semakin berbisik saat berkata, "Nona Xia juga selalu ada di samping tabib saat tiba waktunya aku minum obat. Aku bahkan takut menyisakan satu tetes cairan pahit itu karena Nona Xia terus di sana dan mengawasiku."

"Masalahnya.." Chu Kai menahan napas, "Mata Nona Xia seperti ingin menghabisiku. Sungguh, aku tidak berbohong."

Wei Zhang Zihan tanpa menoleh menjelaskan, suaranya pelan saat berkata. "Berburu roh jahat sebenarnya adalah misi murid yang berada di Tingkat Kultivasi Duniawi, minimal mereka sudah mencapai tingkatan 六 [liù]. Misi ini bukan tugas yang dijalankan oleh mereka yang merupakan pendekar suci. Jadi sudah jelas tujuan Xia Ling Qing kemari,"

"Tujuan?" Chu Kai keheranan.

"Kau,"

?!

"Aku?" Chu Kai berkedip. Dia meringis saat mendapat sentilan di dahi oleh Wei Zhang Zihan.

Tanpa nada, Wei Zhang Zihan berkata. "Nona Xia mengawasimu. Dia memang bermulut pedas dan sikapnya kasar, tapi sebenarnya dia gadis yang baik. Jika kau sudah lama kenal dengannya, kau akan tahu seperti apa dia."

"Ah.. Sama sepertimu," Chu Kai tersenyum. "Kau terlihat seperti pemuda yang dingin dan berwibawa, tapi sebenarnya sangat kasar dan suka menjitak--aduh! Hei..!"

"Bodoh,"

"A-apa kau bilang?!" Chu Kai kaget saat Wei Zhang Zihan mengatainya dan langsung berjalan pergi begitu saja. Dia mengusap-usap kepalanya dan kemudian menyusul pemuda itu sambil bersungut-sungut.

"Pendekar Wei, tarik kembali ucapanmu itu. Aku sudah menyelamatkan hidupmu, tahu! Aduuh... Shh. Pendekar Wei..!"

*

*

Saat berada di kamarnya, Chu Kai berdiri di depan cermin dengan tubuh bagian atas yang telanjang. Dia berusaha melihat luka di punggungnya yang ternyata berbekas.

Jika diperhatikan baik-baik, tubuh Chu Kai mempunyai bekas luka di beberapa bagian. Bahkan ada tiga bekas cakaran di punggung bagian bawahnya yang ternyata tersambung dengan bekas cakaran di lengan kirinya.

Luka itu sudah bertahun-tahun lamanya dan kedalaman cakaran itu bukan dibuat oleh hewan buas biasa. Rasanya seperti Chu Kai pernah mengalami kejadian dengan hewan paling buas yang pernah ada atau sejenisnya.

Sambil menggeleng pelan, Chu Kai kembali memakai pakaiannya lagi. Hanya saja jika diperhatikan baik-baik, terdapat siluet putih berukiran naga pada bagian pinggang kanan hingga sedikit ke bagian perut Chu Kai. Entah pemuda ini mengetahuinya atau tidak, tetapi siluet itu hanya sesekali muncul ketika terkena cahaya matahari.

!!

Suara ketukan pintu membuat Chu Kai tersentak. Dia pun bergegas membukanya dan seorang murid Sekte Gunung Wushi berdiri di hadapannya.

"..............." Chu Kai tidak tahu siapa nama laki-laki yang nampak berusia 16 Tahun ini. Dia pun berujar, "Apa yang kau inginkan?"

"Sumber daya, setiap murid diberikan oleh perguruan setiap bulannya." suara remaja itu tenang, dia mengangkat kantong kain di tangannya yang spontan diterima oleh Chu Kai.

!!

Chu Kai tersentak sebab kantong kain yang pas di peluk ini ternyata lumayan berat. "Apa ma-maksudnya ini?"

"Sudah kubilang itu sumber daya, isinya tanaman herbal. Ada akar ginseng merah juga. Kau rebus ke dalam air hangat, sebagian rempahnya kau minum dan sebagian lagi kau campurkan ke dalam bak mandimu."

".................."

Menyadari pria di hadapannya hanya menatap membuat kening remaja itu berkedut. "Kau masih tidak mengerti? Haaah..."

Remaja tersebut mengembuskan napas dan menjelaskan, "Murid yang masih pemula dan belum tahu caranya menggunakan energi alam untuk kekuatannya, diberikan tanaman herbal sebagai ganti spirit stone. Tanaman herbal itu Bagus untuk menguatkan tubuhmu, membuat peredaran darah lancar dan membersihkan racun di dalam tubuh. Gunakan tiga hari sekali dan minum ramuannya dua kali sehari. Itu adalah persediaan selama sebulan, jadi gunakan dengan bijak. Sudah, masih banyak barang yang harus kuantar."

!!

Chu Kai belum sempat memberikan respon dan murid itu sudah lebih dulu pergi. Dia pun mengusap tengkuknya dan kembali menutup pintu.

Di dalam kamarnya, Chu Kai terlihat kebingungan. "Tanaman herbal, tapi aku sudah tidak sakit. Lalu apa itu spirit stone? Aneh sekali..."

Chu Kai mulai membuka bungkusan kain yang diberikan padanya. Dia menaruh setiap benda yang diambilnya dalam bungkusan ke dalam meja dan terperangah dengan setiap tanaman yang entah apa namanya ini.

"Ya ampun, baunya menyengat sekali.."Chu Kai bergegas membuka jendela karena aroma herbal yang diberikan padanya. Ekspresinya pucat saat menatap ke arah meja yang dipenuhi berbagai tanaman itu.

"Astaga... Apa yang sebenarnya mereka ingin lakukan padaku?"

"Kawan,"

!!!

Chu Kai terkejut dan spontan berteriak sambil menjauh dari jendela. Jantungnya berdebar sangat kuat kala mendengar suara yang tiba-tiba datang. Responnya sendiri juga mengejutkan orang yang berada di luar jendela.

"Ya ampun, Kawan. Aku hanya menyapamu," laki-laki yang terlihat berusia 23 Tahun itu memakai pakaian biru muda dan nampak mengusap-usap dadanya.

Chu Kai sudah bisa tenang dan akhirnya berjalan mendekat. Dia memperhatikan sosok yang sudah mengagetkannya ini.

"Kau siapa?" Chu Kai buka suara.

"Oh. Namaku Shou, dari keluarga Qin. Aku tetangga sebelahmu," Qin Shou tersenyum dan melompat masuk ke dalam kamar Chu Kai.

"Saudara, jika kau punya pertanyaan tentang apa saja.. Jangan pernah ragu bertanya padaku."

"................." Chu Kai memperhatikan Qin Shou yang terlihat sedang memegang-megang tanaman herbal miliknya. Pemuda itu bahkan duduk di kursi begitu saja dan bersikap seakan ini adalah kamarnya sendiri.

Chu Kai mendekat dan kemudian bertanya, "Jadi kau menginginkan apa di sini?"

Qin Shou menoleh. Dia pun tersenyum dan berkata, "Duduklah dulu. Tidak perlu merasa malu,"

"Yaah.." Chu Kai tertawa getir.

"Kawan. Karena kau baru di sini, maka aku akan langsung saja." Qin Shou berkata, "Sumber Daya di sekte ini adalah yang paling penting bagi pendekar manapun untuk meningkatkan praktik mereka. Dalam satu tahun, kau hanya diberikan empat kali sumber daya dan jumlahnya akan semakin dikurangi setiap kalinya. Jangan percaya jika dia mengatakan sumber daya dibagikan setiap bulan, itu tidak benar."

"................."

"Yang ingin kukatakan adalah.. Kau tidak bisa mengandalkan sumber daya yang diberikan sekte untuk meningkatkan praktikmu. Kau harus pergi mencari sumber daya sendiri,"

"Oh," Chu Kai tidak mengerti, tetapi dia tetap mengangguk. Dia pun tersenyum dan berkata, "Aku akan ingat nasehatmu. Terima kasih,"

"Sesama saudara tidak perlu kata 'terima kasih'," Qin Shou berdiri dan kemudian berkata, "Kau sebaiknya rebus tanaman herbal yang merupakan dedaunan muda dan jangan lupa untuk minum ginsengnya. Itu Bagus untuk kesehatan pria,"

Chu Kai melihat Qin Shou kembali melesat keluar lewat jendela. Dia berkedip karena pria itu datang dan masuk ke kamarnya sesuka hati. Sungguh orang yang aneh.

"Oh, iya. Kai..!"

!?

Chu Kai tersentak saat Qin Shou kembali lagi. Hanya saja pria itu tetap di jendela dan mengeluarkan kantong yang berukuran pas digenggaman.

Qin Shou berkata, "Tanaman herbal terkadang mempunyai bau yang kuat saat direbus. Kau harus mencampurkan bunga cadas ini untuk mengurangi baunya. Aku pergi, ya."

"Mn, baiklah." Chu Kai mengawasi saat Qin Shou sudah tidak terlihat lagi. Dia berjalan ke arah jendela dan mengembuskan napas karena pria itu benar-benar sudah tidak ada. Dia pun mengambil kantong yang diberikan oleh Qin Shou dan melihat isinya.

"................." Chu Kai mengeluarkan bunga cadas dari kantong tersebut dan aroma khas bunga ini memang mengagumkan.

"Ini bunga yang besar," Chu Kai tersenyum. Bunga cadas berwarna putih dengan ujung berwarna ungu. Bunga ini tumbuh menempel di batu dengan daun tipis, namun berduri.

Lokasi tumbuhan ini ada di puncak gunung dan paling sering di pinggiran tebing curam. Karena sulitnya medan untuk menemukan bunga ini, harganya menjadi sangat mahal untuk satu yang belum mekar sempurna. Dan di tangan Chu Kai sekarang adalah bunga cadas yang paling besar dengan bentuk mekar yang sempurna.

Chu Kai awalnya curiga bahwa Qin Shou mempunyai niat buruk padanya, apalagi saat dia ingat cukup banyak murid sekte ini yang tidak menyukainya. Tetapi setelah menerima bunga ini, dia jadi tahu bahwa pemuda itu memang mempunyai niat tulus untuk berteman dengannya.

Chu Kai pun menutup jendela kamarnya dan mulai merebus tanaman herbal beserta bunga pemberian teman barunya. Dia terkesan pada kamarnya ini karena cukup luas dan bahkan mempunyai dapur sendiri. Bahkan tempat ini memiliki peralatan memasak yang lengkap.

Di tempat lain, Qin Shou nampak berjalan sambil menyapa saudara seperguruannya. Dia tidak henti-hentinya tersenyum dan sebenarnya orang ini memang ramah di mata para murid Sekte Gunung Wushi.

!

Qin Shou tIba-tiba berhenti berjalan saat ingat sesuatu. Ekspresi wajahnya menjadi serius saat dia berbalik, "Dia itu... Tahu banyak tentang bunga cadas, kan? Aku tidak sempat memberitahukan bahwa ada beberapa tanaman herbal yang akan menjadi racun jika direbus bersama bunga itu."

Qin Shou ceroboh. Dia hendak ke kamar Chu Kai kembali ketika langkahnya terhenti. Dirinya menarik napas dan berpikir sejenak, "Apa yang kulakukan. Dia adalah Pendekar Naga yang terpilih, jadi pasti sudah tahu banyak tentang tanaman herbal. Lagipula jika di mati, dia tidak akan pantas menjadi Pendekar Naga."

Qin Shou tersenyum dan kembali berjalan. Dia menyapa murid Sekte Gunung Wushi yang ditemuinya di jalan. Tindakan dan sikapnya itu seolah-olah bahwa dia tidak peduli dengan kesalahannya yang mungkin membahayakan orang lain.

******

Terpopuler

Comments

Delima

Delima

Bibirku gk berhenti nyengir anjriiiiiitttt

2023-10-21

1

Anonymous

Anonymous

🏦🏕🏘🏗🏘🏘🏗

2023-10-04

0

Achmad Faiz

Achmad Faiz

jos

2023-09-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Chu Kai
2 2 - Sekte Gunung Wushi
3 3 - Pemilihan Pendekar Naga
4 4 - Xia Ling Qing
5 5 - Wei Zhang Zihan
6 6 - Tidak terduga
7 7 - Tetua Xia Feng Hua
8 8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9 9 - Tantangan
10 10 - Master Zhuang
11 11 - Tingkat Kultivasi
12 12 - Nalan Shu
13 13 - Misi Pertama
14 14 - Bai Nang
15 15 - Monster Laba-Laba
16 16 - Pertolongan
17 17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18 18 - Tetua Wang Zhong Xian
19 19 - Musuh Yang Asing
20 20 - Chu Tian
21 21 - Pengungkapan
22 22 - Tekad
23 23 - Pelatihan Pertama
24 24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25 25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26 26 - Si Kembar Meng
27 27 - Pertolongan (2)
28 28 - Penyembunyian
29 29 - Kota Lianyi
30 30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31 31 - Yi Zhi Jian
32 32 - Penculikan
33 33 - Tekad (2)
34 34 - Kepergian
35 35 - Pertemuan
36 36 - Perjalanan Bersama
37 37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38 38 - Menuju Kota Chang'An
39 39 - Jebakan
40 40 - Pertemuan
41 41 - Xia Ling Qing (2)
42 42 - Paviliun Merak Putih
43 43 - Keberanian
44 44 - Siasat
45 45 - Diao Lin Wang
46 46 - Permintaan
47 47 - Tujuan Baru
48 48 - Menuju Kota Bian Xi
49 49 - Serangan Kejutan
50 50 - Ruan Zhao Sheng
51 51 - Kelahiran Pendekar Naga
52 52 - Kota Bian Xi
53 53 - Pertemuan (2)
54 54 - Pertarungan
55 55 - Long Yang Wang
56 56 - Menuju Sekte Tianzhi
57 57 - Sekte Tianzhi
58 58 - Jiang Mu Bai
59 59 - Tetua Sekte Tianzhi
60 60 - Wang Xiao Cheng
61 61 - Perangkap
62 62 - Penyembunyian
63 63 - Awal Dari Badai
64 64 - Perburuan
65 65 - Laba-Laba Kabut
66 66 - Dasar Tebing Juéwàng
67 67 - Ular Kalajengking
68 68 - Gua Makam Kuno
69 69 - Pertemuan (3)
70 70 - Huan Shui
71 71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72 72 - Xue Xiaowen
73 73 - Wang Xiao Cheng [2]
74 74 - Inti Makam Kuno
75 75 - Pedang Pendekar Naga
76 76 - Kejutan
77 77 - Pedang Iblis
78 78 - Alam Ilusi
79 79 - Wei Shezi
80 80 - Kerjasama
81 81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82 82 - Wei Shezi [2]
83 83 - Kesepakatan
84 84 - Xia Ling Qing [2]
85 85 - Ancaman
86 85 - Kota Lianyi [2]
87 87 - Liu Han Ying
88 88 - Ketenangan Sebelum Badai
89 89 - Alur Awal
90 90 - Permintaan Bantuan
91 91 - Feng Huang Lin
92 92 - Kekacauan Kota Lianyi
93 93 - Pertarungan
94 94 - Akhir Pertarungan
95 95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96 96 - Pengakhiran Hubungan
97 97 - Persiapan
98 98 - Pelatihan Tertutup
99 99 - Teknik Berpedang
100 100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101 101 - Kota Xiang Yu
102 102 - Lembah Tanah Berapi
103 103 - Lima Sekte Besar
104 104 - Menjarah Makam
105 105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106 106 - Xia Ling Qing [3]
107 107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108 108 - Wujud Sesungguhnya
109 109 - Kejutan [2]
110 110 - Wei Zhang Zihan [2]
111 111 - Zhi Mei
112 112 - Naga dari Klan Kuno
113 113 - Ling Xian Shu
114 114 - Kerjasama
115 115 - Harta Jarahan
116 116 - Firasat
117 117 - Hambatan
118 118 - Pertolongan
119 119 - Bagian Paling Dalam Makam
120 120 - Kecurigaan
121 121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122 122 - Teknik Manifestasi
123 123 - Kejutan Lainnya
124 124 - Target Serangan
125 125 - Siasat
126 126 - Kekejaman
127 127 - Kejutan [3]
128 128 - Rasa Takut
129 129 - Pelatihan di Dalam Makam
130 130 - Penyembunyian [2]
131 131 - Sekte Menara Rufeng
132 132 - Informasi Bencana Besar
133 133 - Chu Kai [2]
134 134 - Pulau Yèzi
135 135 - Menyeberangi Lautan
136 136 - Feng Hao Yan
137 137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138 138 - Menantang Feng Hao Yan
139 139 - Pertarungan [2]
140 140 - Akhir Pertarungan
141 141 - Teknik Pernapasan Naga
142 142 - Penyembunyian [3]
143 143 - Siasat [2]
144 144 - Perjalanan
145 145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146 146 - Pelatihan
147 147 - Pertemuan Tidak Terduga
148 148 - Chu Kai [3]
149 149 - Awal Mula
150 150 - Xu Huan
151 151 - Kegaduhan
152 152 - Chu Kai [4]
153 153 - Wei Zhang Zihan [3]
154 154 - Perjalanan Bersama
155 155 - Hóng Shuǐ
156 156 - Pertolongan [2]
157 157 - Serigala Bayangan
158 158 - Bantuan
159 159 - Fang Tie Zhu
160 160 - Pertikaian Dua Perguruan
161 161 - Bimbingan Tetua Fang
162 162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163 163 - Melanjutkan Perjalanan
164 164 - Kota Yanshi
165 165 - Pertemuan (3)
166 166 - Yao Zhijia
167 167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168 168 - Alam Ilusi [2]
169 169 - Dua Pemuda Asing
170 170 - Bentang Alam Ilusi
171 171 - Chu Kai [5]
172 172 - Teknik Manifestasi [2]
173 173 - Xia Ling Qing [4]
174 174 - Pertemuan (4)
175 175 - Bentang Alam Mimpi
176 176 - Penghalang Iblis Mimpi
177 177 - Iblis Mimpi
178 178 - Chu Kai [6]
179 179 - Pertarungan [3]
180 180 - Akhir Pertarungan
181 181 - Target Pembalasan Dendam
182 182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183 183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184 184 - Firasat [2]
185 185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186 186 - Hutan Daxing
187 187 - Penyelamatan
188 188 - Tekad
189 189 - Kekhawatiran
190 190 - Permintaan
191 191 - Shuang Ling Feng
192 192 - Desa Mati
193 193 - Perangkap
194 194 - Kecurigaan
195 195 - Awal Mula [2]
196 196 - Kota Luòxià
197 197 - Chu Kai [7]
198 198 - Xia Ling Qing
199 199 - Penyembunyian
Episodes

Updated 199 Episodes

1
1 - Chu Kai
2
2 - Sekte Gunung Wushi
3
3 - Pemilihan Pendekar Naga
4
4 - Xia Ling Qing
5
5 - Wei Zhang Zihan
6
6 - Tidak terduga
7
7 - Tetua Xia Feng Hua
8
8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9
9 - Tantangan
10
10 - Master Zhuang
11
11 - Tingkat Kultivasi
12
12 - Nalan Shu
13
13 - Misi Pertama
14
14 - Bai Nang
15
15 - Monster Laba-Laba
16
16 - Pertolongan
17
17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18
18 - Tetua Wang Zhong Xian
19
19 - Musuh Yang Asing
20
20 - Chu Tian
21
21 - Pengungkapan
22
22 - Tekad
23
23 - Pelatihan Pertama
24
24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25
25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26
26 - Si Kembar Meng
27
27 - Pertolongan (2)
28
28 - Penyembunyian
29
29 - Kota Lianyi
30
30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31
31 - Yi Zhi Jian
32
32 - Penculikan
33
33 - Tekad (2)
34
34 - Kepergian
35
35 - Pertemuan
36
36 - Perjalanan Bersama
37
37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38
38 - Menuju Kota Chang'An
39
39 - Jebakan
40
40 - Pertemuan
41
41 - Xia Ling Qing (2)
42
42 - Paviliun Merak Putih
43
43 - Keberanian
44
44 - Siasat
45
45 - Diao Lin Wang
46
46 - Permintaan
47
47 - Tujuan Baru
48
48 - Menuju Kota Bian Xi
49
49 - Serangan Kejutan
50
50 - Ruan Zhao Sheng
51
51 - Kelahiran Pendekar Naga
52
52 - Kota Bian Xi
53
53 - Pertemuan (2)
54
54 - Pertarungan
55
55 - Long Yang Wang
56
56 - Menuju Sekte Tianzhi
57
57 - Sekte Tianzhi
58
58 - Jiang Mu Bai
59
59 - Tetua Sekte Tianzhi
60
60 - Wang Xiao Cheng
61
61 - Perangkap
62
62 - Penyembunyian
63
63 - Awal Dari Badai
64
64 - Perburuan
65
65 - Laba-Laba Kabut
66
66 - Dasar Tebing Juéwàng
67
67 - Ular Kalajengking
68
68 - Gua Makam Kuno
69
69 - Pertemuan (3)
70
70 - Huan Shui
71
71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72
72 - Xue Xiaowen
73
73 - Wang Xiao Cheng [2]
74
74 - Inti Makam Kuno
75
75 - Pedang Pendekar Naga
76
76 - Kejutan
77
77 - Pedang Iblis
78
78 - Alam Ilusi
79
79 - Wei Shezi
80
80 - Kerjasama
81
81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82
82 - Wei Shezi [2]
83
83 - Kesepakatan
84
84 - Xia Ling Qing [2]
85
85 - Ancaman
86
85 - Kota Lianyi [2]
87
87 - Liu Han Ying
88
88 - Ketenangan Sebelum Badai
89
89 - Alur Awal
90
90 - Permintaan Bantuan
91
91 - Feng Huang Lin
92
92 - Kekacauan Kota Lianyi
93
93 - Pertarungan
94
94 - Akhir Pertarungan
95
95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96
96 - Pengakhiran Hubungan
97
97 - Persiapan
98
98 - Pelatihan Tertutup
99
99 - Teknik Berpedang
100
100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101
101 - Kota Xiang Yu
102
102 - Lembah Tanah Berapi
103
103 - Lima Sekte Besar
104
104 - Menjarah Makam
105
105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106
106 - Xia Ling Qing [3]
107
107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108
108 - Wujud Sesungguhnya
109
109 - Kejutan [2]
110
110 - Wei Zhang Zihan [2]
111
111 - Zhi Mei
112
112 - Naga dari Klan Kuno
113
113 - Ling Xian Shu
114
114 - Kerjasama
115
115 - Harta Jarahan
116
116 - Firasat
117
117 - Hambatan
118
118 - Pertolongan
119
119 - Bagian Paling Dalam Makam
120
120 - Kecurigaan
121
121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122
122 - Teknik Manifestasi
123
123 - Kejutan Lainnya
124
124 - Target Serangan
125
125 - Siasat
126
126 - Kekejaman
127
127 - Kejutan [3]
128
128 - Rasa Takut
129
129 - Pelatihan di Dalam Makam
130
130 - Penyembunyian [2]
131
131 - Sekte Menara Rufeng
132
132 - Informasi Bencana Besar
133
133 - Chu Kai [2]
134
134 - Pulau Yèzi
135
135 - Menyeberangi Lautan
136
136 - Feng Hao Yan
137
137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138
138 - Menantang Feng Hao Yan
139
139 - Pertarungan [2]
140
140 - Akhir Pertarungan
141
141 - Teknik Pernapasan Naga
142
142 - Penyembunyian [3]
143
143 - Siasat [2]
144
144 - Perjalanan
145
145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146
146 - Pelatihan
147
147 - Pertemuan Tidak Terduga
148
148 - Chu Kai [3]
149
149 - Awal Mula
150
150 - Xu Huan
151
151 - Kegaduhan
152
152 - Chu Kai [4]
153
153 - Wei Zhang Zihan [3]
154
154 - Perjalanan Bersama
155
155 - Hóng Shuǐ
156
156 - Pertolongan [2]
157
157 - Serigala Bayangan
158
158 - Bantuan
159
159 - Fang Tie Zhu
160
160 - Pertikaian Dua Perguruan
161
161 - Bimbingan Tetua Fang
162
162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163
163 - Melanjutkan Perjalanan
164
164 - Kota Yanshi
165
165 - Pertemuan (3)
166
166 - Yao Zhijia
167
167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168
168 - Alam Ilusi [2]
169
169 - Dua Pemuda Asing
170
170 - Bentang Alam Ilusi
171
171 - Chu Kai [5]
172
172 - Teknik Manifestasi [2]
173
173 - Xia Ling Qing [4]
174
174 - Pertemuan (4)
175
175 - Bentang Alam Mimpi
176
176 - Penghalang Iblis Mimpi
177
177 - Iblis Mimpi
178
178 - Chu Kai [6]
179
179 - Pertarungan [3]
180
180 - Akhir Pertarungan
181
181 - Target Pembalasan Dendam
182
182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183
183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184
184 - Firasat [2]
185
185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186
186 - Hutan Daxing
187
187 - Penyelamatan
188
188 - Tekad
189
189 - Kekhawatiran
190
190 - Permintaan
191
191 - Shuang Ling Feng
192
192 - Desa Mati
193
193 - Perangkap
194
194 - Kecurigaan
195
195 - Awal Mula [2]
196
196 - Kota Luòxià
197
197 - Chu Kai [7]
198
198 - Xia Ling Qing
199
199 - Penyembunyian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!