Kota Bai Nang sebenarnya hanyalah desa besar yang memiliki satu jalan utama. Jalan ini membentang dari timur ke perbatasan barat desa dan hanya ada satu kedai minum di desa ini, lokasinya pun berada di perbatasan menuju gerbang luar desa yang ada di ujung barat.
Chu Kai berkedip, dia menelan ludah dan tidak punya pilihan selain mengikuti Wei Zhang Zihan. Mereka berjalan sambil memperhatikan sekeliling.
"Tu-Tuan Muda Wei ..." Chu Kai buka suara, "Sebenarnya misi seperti apa yang saat ini sedang kita lakukan?"
Wei Zhang Zihan menoleh dan tanpa nada berkata, "Berburu roh jahat."
"Ah ... Begitu--apa?!" Chu Kai terkejut bukan main. Otaknya langsung memikirkan tentang cara melarikan diri dari pemuda ini sekarang juga.
Sayangnya, Wei Zhang Zihan sepertinya tahu niatan pemuda itu dan tanpa ragu langsung mencengkeram kerah belakang pakaian Chu Kai dan memaksanya berjalan.
"Tu-tunggu dulu! Aku tidak mau! Tidak mau!"
Pemberontakan Chu Kai sia-sia belaka. Dia tidak bisa melawan Wei Zhang Zihan meski memiliki cukup banyak otot di tubuhnya. Dia benar-benar tidak sekuat pria berpakaian biru muda di sampingnya ini.
Misi pertama mereka adalah untuk melihat insiden di kota ini atas permintaan Tuan Tanah Li Bao. Wei Zhang Zihan membawa Chu Kai ke kediaman tuan tanah. Tidak sulit menemukan lokasinya sebab rumah tuan tanah itu adalah yang paling terkenal kaya di tempat ini.
Di dalam ruangan, Chu Kai terlihat berwajah pucat. Dia menatap aneh pada Tuan Tanah Li Bao yang bertubuh gempal dengan wajah yang tidak menarik, tetapi mampu merangkul dua keindahan di sisinya.
Tuan Tanah Li Bao menyentuh tangan giok putih kedua gadis di sampingnya. Dia terlihat mendesah sedih dan berkata, "Kalian para pendekar harus membantu kami. Aku tidak berani membiarkan MianMian dan YinYing jauh dari sisiku. Aku takut mereka akan dibunuh oleh makhluk tidak wajar yang sudah meresahkan kota ini."
"Tuan, MianMian takut~"
"Tuan~"
Chu Kai merinding dan tanpa sadar meraih tangan Wei Zhang Zihan sambil menatap horor pada Tuan Tanah Li Bao. Alisnya berkedut menyaksikan bagaimana pria gendut yang berusia sekitar lima puluh tahun dan dua gadis remaja saling membelai penuh sayang di depan umum.
Wei Zhang Zihan tentu saja tersentak dengan tindakan Chu Kai. Namun dia mentolerirnya karena setidaknya sekarang pemuda ini bisa diam. Dia pun menatap Tuan Tanah Li Bao dan berkata, "Kami akan menyelidiki masalah ini lebih lanjut."
Wei Zhang Zihan meraih tangan Chu Kai dan kemudian berdiri. Dia memutuskan untuk mulai bergerak mengumpulkan lebih banyak informasi, tidak hanya dari Tuan Tanah Chen, tetapi juga dari penjaga kediaman ini dan warga sekitar.
"Dari sini, kita berpencar--!" belum sempat Wei Zhang Zihan selesai bicara, tangannya sudah lebih dahulu dirangkul oleh Chu Kai dan dia syok karenanya.
"Kau yang membawaku kemari, aku tidak mau berpencar!" Chu Kai dengan tegas menolak. Dia berekspresi seperti anak yang malang dan berkata, "Tuan Muda Wei ... Pendekar Wei, kau tidak tahu ... Saat ini aku benar-benar takut."
Wei Zhang Zihan mengembuskan napas dan menatap pemuda di sampingnya. Dia pun melepas pegangan tangan Chu Kai dan berkata, "Kau cari informasi dari para pelayan di kediaman Tuan Li Bao, aku yang akan melihat-lihat desa. Apa dengan ini kau bisa tidak merengek?"
"Setuju." Chu Kai langsung menaikkan jempol tangan kanannya dan dengan senang hati mulai bergegas. "Aku mengandalkanmu, kawan!"
Wei Zhang Zihan menggeleng pelan melihat betapa semangatnya pemuda itu sekarang. Dia pun melesat dan menapak di salah satu rumah warga, menggunakan ilmu bela diri yang cukup tinggi untuk membuat tubuhnya ringan.
*
*
Chu Kai nampak berbaring di tempat tidur yang disediakan oleh para pelayan kediaman Tuan Tanah Li Bao untuknya dan Wei Zhang Zihan. Dia tersenyum lebar dan merasa memang perlu untuk beristirahat daripada memikirkan tentang roh jahat dan sejenisnya.
"Dia menyuruhku untuk mencari informasi, kan. Aah... Akan kulakukan nanti. Itu sangat mudah. Aku ... Lebih baik tidur sebentar," Chu Kai menguap dan mulai memperbaiki posisi tidurnya.
Kemungkinan besar Chu Kai sangat lelah hingga tidak butuh waktu lama sampai dia begitu nyenyak tertidur, bahkan tanpa disadari waktu telah menunjukkan tengah malam.
Chu Kai menguap dan kemudian mulai mengusap-usap matanya. Dia mengusap rambutnya dan memperhatikan sekelilingnya, pakaiannya terlihat berantakan dan wajahnya itu jelas adalah wajah-wajah orang yang baru saja bangun tidur.
Chu Kai memperhatikan sekeliling dan lalu mencari kamar mandi. Hanya saja dia tidak menemukan apa pun di sini dan memutuskan untuk keluar.
Saat membuka pintu, angin tiba-tiba berhembus kencang membawa suasana dingin yang menusuk. Chu Kai menggigil, tetapi di waktu yang bersamaan pun---dirinya seketika tersentak.
!!!
Tangannya langsung menutup hidung dan mulutnya. Dia mencium bau yang menyengat dan dengan perasaan ingin muntah. Aroma ini membuat perutnya sakit.
"Apa yang terjadi?" Chu Kai mengedarkan pandangan, tetapi keadaan yang dipenuhi cahaya lentera dan obor di sekitarnya begitu tenang, tidak ada perubahan seperti siang hari tadi.
Mungkin karena rasa penasaran, Chu Kai mulai berjalan untuk mencari tahu asal dari aroma menyengat yang diciumnya. Dia menelusuri koridor dan baru melewati dua kamar---sebuah suara tubrukan terdengar hingga membuatnya terkejut.
Suara gemerisik terdengar tidak berselang lama dan bahkan Chu Kai mendengar suara tawa kecil wanita. Dia mendekat perlahan dan mulai sedikit mencuri dengar.
"Tuan~ apa rasanya enak?"
"Tuan~ apa caranya seperti ini?"
!!
Entah kemasukan setan apa hingga Chu Kai tiba-tiba menendang pintu di depannya dengan keras hingga terbuka lebar. Dia membuat siapa pun di dalam ruangan sangat terkejut dengan tindakannya.
Chu Kai langsung disuguhkan pemandangan yang membuat jantungnya seperti berhenti berdetak. Ekspresi wajahnya pucat dengan tatapan mata yang mengandung keterkejutan.
Dia mungkin akan membayangkan hal yang aneh berbau dewasa dengan mendengar nada suara yang manja itu, andai tidak mencium bau yang begitu menyengat. Dan lihatlah! Apa yang terjadi di hadapannya lebih dekat dengan kata 'horor' daripada apa pun.
Di dalam kamar itu, ada dua orang gadis yang setengah telanjang. Bagian bawah tubuh mereka bukan milik manusia, melainkan tubuh monster berwujud laba-laba.
Kuku pada setiap jari tangan kedua gadis itu nampak panjang dan berwarna hitam. Wajah mereka cantik dengan kulit putih, tetapi ada bekas darah di pipi dan bibir tersebut yang membuat keduanya begitu mengerikan.
Ada orang lain di dalam ruangan ini dan mereka adalah Tuan Tanah Li Bao dengan beberapa orang pelayan. Chu Kai melihat Li Bao terbaring dengan tubuh bagian atas yang terbuka dan ada bekas cakaran pada perut serta wajahnya.
Melihat ke samping adalah para pelayan yang sudah tewas dengan bagian tubuh yang terpisah-pisah. Pemandangan yang luar biasa menakutkan ini membuat Chu Kai bahkan kesulitan untuk bereaksi.
"Buruk rupa yang mengganggu kesenangan kami,"
!!
Sebuah kaki laba-laba panjang melesat dengan cepat ke arah Chu Kai dan menancap tepat di samping kaki kanan pemuda tersebut. Chu Kai tidak bergerak, dia kesulitan mengangkat kakinya jadi tentu yang membuat meleset serangan tadi adalah pemilik kaki itu sendiri.
"Pffft, lihat. Dia begitu ketakutan~" salah satu gadis mulai berjalan dengan separuh tubuhnya yang merupakan monster laba-laba. Dia kini berada tepat di depan Chu Kai dan mulai menundukkan sedikit tubuhnya.
"Jika saja tidak ada bekas luka cakaran ini ... Wajahmu terlihat enak untuk dipandang~" gadis itu mengulurkan tangan dan membelai lembut pipi Chu Kai dengan telunjuknya.
"MianMian, tidak perlu terlalu lama bermain dengannya. Ayo bunuh saja dia,"
"MianMian?" Chu Kai syok. Kedua gadis ini ternyata adalah wanita dari Tuan Tanah Li Bao yang tadi siang dia lihat.
"Benar, ini aku. Kau tidak mengenaliku?" MianMian tersenyum dan mengeliling Chu Kai seakan sedang menargetkan mangsanya.
MianMian berujar, "Kami sebenarnya ingin menangkap Pendekar Suci Wei Zhang Zihan. Dia memiliki kultivasi yang tinggi dan memakan inti spiritualnya akan menjadikan kami semakin kuat."
"Mungkin saja saat ini ... Dia sudah tertangkap," MianMian tertawa. Dia memegang kedua bahu Chu Kai dan berbisik di telinga pemuda itu.
MianMian berkata, "Aku sudah memasang jebakan yang akan membuatnya sangat kesulitan. YinYing, pergilah dan lihat kondisi pendekar Wei itu sekarang."
"................" Chu Kai benar-benar tegang. Dia bahkan tidak bisa menahan monster itu pergi dari tempat ini. Kedua tangan dan kakinya terlihat gemetar.
"Bagaimana ini? Bagaimana sekarang? Aku akan mati jika tidak melawan, tapi bagaimana caranya?!" Chu Kai berusaha memutar otak untuk bisa lolos dari bahaya yang sangat mengancam nyawanya ini.
Suaranya begitu gemetar saat dia mencoba bicara, "Kau ... Ta-tahu aku ada di sini. Ta-tapi kenapa kau ... Masih-"
"Membiarkanmu hidup?" MianMian menyela. Dia menatap Chu Kai dan berkata, "Apa kau pikir aku akan menjawabnya?"
"Se-setidaknya kau sudah menang, kan? Ja-jadi mengatakannya padaku ... Tidak akan masalah untukmu?" Chu Kai berusaha mengulur-ulur waktu dan membuat simulasi meloloskan diri di dalam kepalanya.
MianMian mendengus, dia tersenyum melihat betapa lemahnya pemuda di hadapannya ini. Dia pun berkata, "Karena kau seperti ... Ulat kecil di mataku. Aku bisa menginjakmu sampai mati--ah, bukan. Aku bisa membunuhmu hanya dengan satu jari saja,"
Chu Kai menelan ludah. Dengan kedua tangan gemetar yang terulur, dia pun menyatukan kedua tangannya seakan sedang memohon. Suaranya masih gemetar saat berkata, "No-Nona yang cantik. Kau mengagumkan dan juga kuat. A-aku hanya orang kecil. Se-seperti katamu, aku ini ulat yang lemah. Tidak bisa dibandingkan dengan ... Jarimu yang indah,"
Melihat bahwa monster di hadapannya tersenyum dan seakan menikmati pujian yang dia berikan membuat Chu Kai memikirkan satu ide untuk bisa lolos dari kematian. Dia pun dengan perlahan berlutut dengan kedua tangan yang masih disatukan.
Chu Kai berujar, "Nonaku... Tuan Putriku... Aku yang kecil ini hanya berharap bisa menjadi pelayanmu. Dibandingkan dengan pendekar Wei itu ... Kau jauh lebih cerdas dan kuat,"
"Ha ha ha," MianMian merendahkan tubuhnya. Ini pertama kalinya dia mendapat pujian dari mangsanya dan terlihat menarik. Dia pun tanpa nada berkata, "Apa kau sedang menjilatku dengan mengkhianati rekanmu?"
Chu Kai melambaikan tangan, menggeleng dan segera berkata. "Aku mengikuti Tuan Muda Wei hanya kebetulan. Dia sama sekali bukan rekanku,"
Chu Kai menyatukan kembali tangannya dan berkata, "A-aku ini berasal dari tempat yang jauh dan datang kemari untuk mencari pekerjaan. Tuan Muda Wei awalnya ingin kujadikan 'Tuan', tetapi setelah melihatmu Nonaku ... Kau jauh lebih kuat daripada dia. Aku merasa seperti sudah menemukan ... Tuan Putriku."
MianMian memejamkan mata. Ucapan 'Nonaku' dan 'Tuan Putriku' terdengar sangat menyegarkan di telinganya. Dia menatap sosok pemuda yang berlutut di hadapannya dan memperhatikan orang ini dengan baik.
Orang ini memang mempunyai garis wajah yang berbeda dari masyarakat di tempat ini pada umumnya, apalagi mata berwarna hijau alami itu dan hidung yang tinggi tersebut menjadi bukti bahwa pemuda ini memang berasal dari negara asing.
"Siapa namamu?"
"Kai ..."
MianMian kembali mengelilingi Chu Kai dan kemudian berkata, "Untuk menjadi pelayanku ... Kau harus membuktikan sesuatu,"
Chu Kai menelan ludah, dia pun mengangguk pelan dan membuat MianMian tersenyum. Tiba-tiba saja tangan gadis monster itu memanjang dan menembus sebuah dinding.
Chu Kai tentu saja terkejut, apalagi saat tangan gadis itu ditarik kembali---seorang wanita yang merupakan salah satu pelayan tempat ini ternyata ada di cengkeramannya.
Wanita itu terlihat terkejut dan takut, air membasahi pipinya dan dja berusaha keras untuk memberontak. Hanya saja sekuat apa pun usahanya, itu sama sekali tidak berhasil.
Chu Kai terkejut melihat wanita itu dijatuhkan begitu saja. Wanita tersebut terbatuk dan jelas saja tubuhnya sangat kesakitan, termasuk lehernya. Dia terisak dan terus memohon ampun dengan wajah yang sangat ketakutan.
MianMian tertawa dan memegang kedua bahu Chu Kai. Dia pun berujar, "Sekarang buktikan. Jika kau ingin menjadi pelayanku ... Kau harus bisa membunuh wanita itu."
Chu Kai terkejut dan spontan menoleh. Dia melihat senyuman wanita monster ini sebelum kembali menatap pelayan yang begitu sangat ketakutan.
"To-tolong jangan bunuh aku! To-tolong jangan bunuh aku! Aku mohon, a-aku mohon!"
MianMian berdecak, "Dia berisik sekali."
MianMian merendahkan tubuhnya. Pipinya yang memiliki bekas darah bersentuhan dengan pipi Chu Kai. Dia bergumam, "Kau akan membunuhnya ... Atau aku membunuhmu?"
Tangan Chu Kai gemetar, kecepatan detakan jantungnya sangat tidak wajar saat ini. Dia pun menelan ludah dan menatap tajam ke arah pelayan di hadapannya.
!!!
Tanpa peringatan, Chu Kai melayangkan tinjunya yang mengenai tepat pada mata kiri MianMian. Monster itu mengerang kesakitan dan sedetik itu juga---Chu Kai menarik belati kecil dari sabuknya, dia menyerang mata kanan MianMian hingga berdarah.
Chu Kai dengan cepat menghindar karena monster ini menggila. Dia sekarang berada di hadapan pelayan wanita itu dan langsung berkata, "Kau pergi segera. Bawa orang-orang dari tempat ini keluar, sekarang!!"
"Ba-baik!" wanita pelayan itu menyeret kedua kakinya. Dia berusaha menahan sakit di sekujur tubuhnya dan melarikan diri.
Aaaakh!!
Chu Kai juga hendak lari, tetapi suara lemah seseorang membuatnya menoleh. Dia terkejut saat tahu Tuan Tanah Li Bao masih hidup dan mengulurkan tangan meminta bantuan padanya.
"Tolong aku .."
"Ga-gawat," Chu Kai berusaha membantu Li Bao, tetapi tubuh pria ini terlalu berat baginya. Dia saat yang sama pun, kedelapan kaki gadis monster laba-laba itu menyerang secara membabi-buta. Beberapa perabotan sampai terlempar dan salah satu meja melayang ke arahnya.
Chu Kai tidak sempat menghindar. Dalam waktu sepersekian detik itu---dia menarik pelan tangannya dari Li Bao dan langsung meninju keras meja yang terbang ke arahnya.
!!
Meja tersebut terbelah dua dan di saat yang sama---tangan Chu Kai luar biasa sakit. Rasa nyerinya masuk ke dalam tulang dan menyebar hingga ke kakinya.
"Aku ini hanya pemula, bahkan baru sehari menjadi murid di Sekte Gunung Wushi. Kenapa langit sudah memberiku cobaan yang berat? Ah... Shh.."
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Delima
Lambat sx c mc nya op
2023-10-21
1
Anonymous
🤭🙃🤭🤭🙃
2023-10-04
0
Anonymous
😝😝🤑🤑
2023-10-04
0