14 - Bai Nang

Kota Bai Nang sebenarnya hanyalah desa besar yang memiliki satu jalan utama. Jalan ini membentang dari timur ke perbatasan barat desa dan hanya ada satu kedai minum di desa ini, lokasinya pun berada di perbatasan menuju gerbang luar desa yang ada di ujung barat.

Chu Kai berkedip, dia menelan ludah dan tidak punya pilihan selain mengikuti Wei Zhang Zihan. Mereka berjalan sambil memperhatikan sekeliling.

"Tu-Tuan Muda Wei ..." Chu Kai buka suara, "Sebenarnya misi seperti apa yang saat ini sedang kita lakukan?"

Wei Zhang Zihan menoleh dan tanpa nada berkata, "Berburu roh jahat."

"Ah ... Begitu--apa?!" Chu Kai terkejut bukan main. Otaknya langsung memikirkan tentang cara melarikan diri dari pemuda ini sekarang juga.

Sayangnya, Wei Zhang Zihan sepertinya tahu niatan pemuda itu dan tanpa ragu langsung mencengkeram kerah belakang pakaian Chu Kai dan memaksanya berjalan.

"Tu-tunggu dulu! Aku tidak mau! Tidak mau!"

Pemberontakan Chu Kai sia-sia belaka. Dia tidak bisa melawan Wei Zhang Zihan meski memiliki cukup banyak otot di tubuhnya. Dia benar-benar tidak sekuat pria berpakaian biru muda di sampingnya ini.

Misi pertama mereka adalah untuk melihat insiden di kota ini atas permintaan Tuan Tanah Li Bao. Wei Zhang Zihan membawa Chu Kai ke kediaman tuan tanah. Tidak sulit menemukan lokasinya sebab rumah tuan tanah itu adalah yang paling terkenal kaya di tempat ini.

Di dalam ruangan, Chu Kai terlihat berwajah pucat. Dia menatap aneh pada Tuan Tanah Li Bao yang bertubuh gempal dengan wajah yang tidak menarik, tetapi mampu merangkul dua keindahan di sisinya.

Tuan Tanah Li Bao menyentuh tangan giok putih kedua gadis di sampingnya. Dia terlihat mendesah sedih dan berkata, "Kalian para pendekar harus membantu kami. Aku tidak berani membiarkan MianMian dan YinYing jauh dari sisiku. Aku takut mereka akan dibunuh oleh makhluk tidak wajar yang sudah meresahkan kota ini."

"Tuan, MianMian takut~"

"Tuan~"

Chu Kai merinding dan tanpa sadar meraih tangan Wei Zhang Zihan sambil menatap horor pada Tuan Tanah Li Bao. Alisnya berkedut menyaksikan bagaimana pria gendut yang berusia sekitar lima puluh tahun dan dua gadis remaja saling membelai penuh sayang di depan umum.

Wei Zhang Zihan tentu saja tersentak dengan tindakan Chu Kai. Namun dia mentolerirnya karena setidaknya sekarang pemuda ini bisa diam. Dia pun menatap Tuan Tanah Li Bao dan berkata, "Kami akan menyelidiki masalah ini lebih lanjut."

Wei Zhang Zihan meraih tangan Chu Kai dan kemudian berdiri. Dia memutuskan untuk mulai bergerak mengumpulkan lebih banyak informasi, tidak hanya dari Tuan Tanah Chen, tetapi juga dari penjaga kediaman ini dan warga sekitar.

"Dari sini, kita berpencar--!" belum sempat Wei Zhang Zihan selesai bicara, tangannya sudah lebih dahulu dirangkul oleh Chu Kai dan dia syok karenanya.

"Kau yang membawaku kemari, aku tidak mau berpencar!" Chu Kai dengan tegas menolak. Dia berekspresi seperti anak yang malang dan berkata, "Tuan Muda Wei ... Pendekar Wei, kau tidak tahu ... Saat ini aku benar-benar takut."

Wei Zhang Zihan mengembuskan napas dan menatap pemuda di sampingnya. Dia pun melepas pegangan tangan Chu Kai dan berkata, "Kau cari informasi dari para pelayan di kediaman Tuan Li Bao, aku yang akan melihat-lihat desa. Apa dengan ini kau bisa tidak merengek?"

"Setuju." Chu Kai langsung menaikkan jempol tangan kanannya dan dengan senang hati mulai bergegas. "Aku mengandalkanmu, kawan!"

Wei Zhang Zihan menggeleng pelan melihat betapa semangatnya pemuda itu sekarang. Dia pun melesat dan menapak di salah satu rumah warga, menggunakan ilmu bela diri yang cukup tinggi untuk membuat tubuhnya ringan.

*

*

Chu Kai nampak berbaring di tempat tidur yang disediakan oleh para pelayan kediaman Tuan Tanah Li Bao untuknya dan Wei Zhang Zihan. Dia tersenyum lebar dan merasa memang perlu untuk beristirahat daripada memikirkan tentang roh jahat dan sejenisnya.

"Dia menyuruhku untuk mencari informasi, kan. Aah... Akan kulakukan nanti. Itu sangat mudah. Aku ... Lebih baik tidur sebentar," Chu Kai menguap dan mulai memperbaiki posisi tidurnya.

Kemungkinan besar Chu Kai sangat lelah hingga tidak butuh waktu lama sampai dia begitu nyenyak tertidur, bahkan tanpa disadari waktu telah menunjukkan tengah malam.

Chu Kai menguap dan kemudian mulai mengusap-usap matanya. Dia mengusap rambutnya dan memperhatikan sekelilingnya, pakaiannya terlihat berantakan dan wajahnya itu jelas adalah wajah-wajah orang yang baru saja bangun tidur.

Chu Kai memperhatikan sekeliling dan lalu mencari kamar mandi. Hanya saja dia tidak menemukan apa pun di sini dan memutuskan untuk keluar.

Saat membuka pintu, angin tiba-tiba berhembus kencang membawa suasana dingin yang menusuk. Chu Kai menggigil, tetapi di waktu yang bersamaan pun---dirinya seketika tersentak.

!!!

Tangannya langsung menutup hidung dan mulutnya. Dia mencium bau yang menyengat dan dengan perasaan ingin muntah. Aroma ini membuat perutnya sakit.

"Apa yang terjadi?" Chu Kai mengedarkan pandangan, tetapi keadaan yang dipenuhi cahaya lentera dan obor di sekitarnya begitu tenang, tidak ada perubahan seperti siang hari tadi.

Mungkin karena rasa penasaran, Chu Kai mulai berjalan untuk mencari tahu asal dari aroma menyengat yang diciumnya. Dia menelusuri koridor dan baru melewati dua kamar---sebuah suara tubrukan terdengar hingga membuatnya terkejut.

Suara gemerisik terdengar tidak berselang lama dan bahkan Chu Kai mendengar suara tawa kecil wanita. Dia mendekat perlahan dan mulai sedikit mencuri dengar.

"Tuan~ apa rasanya enak?"

"Tuan~ apa caranya seperti ini?"

!!

Entah kemasukan setan apa hingga Chu Kai tiba-tiba menendang pintu di depannya dengan keras hingga terbuka lebar. Dia membuat siapa pun di dalam ruangan sangat terkejut dengan tindakannya.

Chu Kai langsung disuguhkan pemandangan yang membuat jantungnya seperti berhenti berdetak. Ekspresi wajahnya pucat dengan tatapan mata yang mengandung keterkejutan.

Dia mungkin akan membayangkan hal yang aneh berbau dewasa dengan mendengar nada suara yang manja itu, andai tidak mencium bau yang begitu menyengat. Dan lihatlah! Apa yang terjadi di hadapannya lebih dekat dengan kata 'horor' daripada apa pun.

Di dalam kamar itu, ada dua orang gadis yang setengah telanjang. Bagian bawah tubuh mereka bukan milik manusia, melainkan tubuh monster berwujud laba-laba.

Kuku pada setiap jari tangan kedua gadis itu nampak panjang dan berwarna hitam. Wajah mereka cantik dengan kulit putih, tetapi ada bekas darah di pipi dan bibir tersebut yang membuat keduanya begitu mengerikan.

Ada orang lain di dalam ruangan ini dan mereka adalah Tuan Tanah Li Bao dengan beberapa orang pelayan. Chu Kai melihat Li Bao terbaring dengan tubuh bagian atas yang terbuka dan ada bekas cakaran pada perut serta wajahnya.

Melihat ke samping adalah para pelayan yang sudah tewas dengan bagian tubuh yang terpisah-pisah. Pemandangan yang luar biasa menakutkan ini membuat Chu Kai bahkan kesulitan untuk bereaksi.

"Buruk rupa yang mengganggu kesenangan kami,"

!!

Sebuah kaki laba-laba panjang melesat dengan cepat ke arah Chu Kai dan menancap tepat di samping kaki kanan pemuda tersebut. Chu Kai tidak bergerak, dia kesulitan mengangkat kakinya jadi tentu yang membuat meleset serangan tadi adalah pemilik kaki itu sendiri.

"Pffft, lihat. Dia begitu ketakutan~" salah satu gadis mulai berjalan dengan separuh tubuhnya yang merupakan monster laba-laba. Dia kini berada tepat di depan Chu Kai dan mulai menundukkan sedikit tubuhnya.

"Jika saja tidak ada bekas luka cakaran ini ... Wajahmu terlihat enak untuk dipandang~" gadis itu mengulurkan tangan dan membelai lembut pipi Chu Kai dengan telunjuknya.

"MianMian, tidak perlu terlalu lama bermain dengannya. Ayo bunuh saja dia,"

"MianMian?" Chu Kai syok. Kedua gadis ini ternyata adalah wanita dari Tuan Tanah Li Bao yang tadi siang dia lihat.

"Benar, ini aku. Kau tidak mengenaliku?" MianMian tersenyum dan mengeliling Chu Kai seakan sedang menargetkan mangsanya.

MianMian berujar, "Kami sebenarnya ingin menangkap Pendekar Suci Wei Zhang Zihan. Dia memiliki kultivasi yang tinggi dan memakan inti spiritualnya akan menjadikan kami semakin kuat."

"Mungkin saja saat ini ... Dia sudah tertangkap," MianMian tertawa. Dia memegang kedua bahu Chu Kai dan berbisik di telinga pemuda itu.

MianMian berkata, "Aku sudah memasang jebakan yang akan membuatnya sangat kesulitan. YinYing, pergilah dan lihat kondisi pendekar Wei itu sekarang."

"................" Chu Kai benar-benar tegang. Dia bahkan tidak bisa menahan monster itu pergi dari tempat ini. Kedua tangan dan kakinya terlihat gemetar.

"Bagaimana ini? Bagaimana sekarang? Aku akan mati jika tidak melawan, tapi bagaimana caranya?!" Chu Kai berusaha memutar otak untuk bisa lolos dari bahaya yang sangat mengancam nyawanya ini.

Suaranya begitu gemetar saat dia mencoba bicara, "Kau ... Ta-tahu aku ada di sini. Ta-tapi kenapa kau ... Masih-"

"Membiarkanmu hidup?" MianMian menyela. Dia menatap Chu Kai dan berkata, "Apa kau pikir aku akan menjawabnya?"

"Se-setidaknya kau sudah menang, kan? Ja-jadi mengatakannya padaku ... Tidak akan masalah untukmu?" Chu Kai berusaha mengulur-ulur waktu dan membuat simulasi meloloskan diri di dalam kepalanya.

MianMian mendengus, dia tersenyum melihat betapa lemahnya pemuda di hadapannya ini. Dia pun berkata, "Karena kau seperti ... Ulat kecil di mataku. Aku bisa menginjakmu sampai mati--ah, bukan. Aku bisa membunuhmu hanya dengan satu jari saja,"

Chu Kai menelan ludah. Dengan kedua tangan gemetar yang terulur, dia pun menyatukan kedua tangannya seakan sedang memohon. Suaranya masih gemetar saat berkata, "No-Nona yang cantik. Kau mengagumkan dan juga kuat. A-aku hanya orang kecil. Se-seperti katamu, aku ini ulat yang lemah. Tidak bisa dibandingkan dengan ... Jarimu yang indah,"

Melihat bahwa monster di hadapannya tersenyum dan seakan menikmati pujian yang dia berikan membuat Chu Kai memikirkan satu ide untuk bisa lolos dari kematian. Dia pun dengan perlahan berlutut dengan kedua tangan yang masih disatukan.

Chu Kai berujar, "Nonaku... Tuan Putriku... Aku yang kecil ini hanya berharap bisa menjadi pelayanmu. Dibandingkan dengan pendekar Wei itu ... Kau jauh lebih cerdas dan kuat,"

"Ha ha ha," MianMian merendahkan tubuhnya. Ini pertama kalinya dia mendapat pujian dari mangsanya dan terlihat menarik. Dia pun tanpa nada berkata, "Apa kau sedang menjilatku dengan mengkhianati rekanmu?"

Chu Kai melambaikan tangan, menggeleng dan segera berkata. "Aku mengikuti Tuan Muda Wei hanya kebetulan. Dia sama sekali bukan rekanku,"

Chu Kai menyatukan kembali tangannya dan berkata, "A-aku ini berasal dari tempat yang jauh dan datang kemari untuk mencari pekerjaan. Tuan Muda Wei awalnya ingin kujadikan 'Tuan', tetapi setelah melihatmu Nonaku ... Kau jauh lebih kuat daripada dia. Aku merasa seperti sudah menemukan ... Tuan Putriku."

MianMian memejamkan mata. Ucapan 'Nonaku' dan 'Tuan Putriku' terdengar sangat menyegarkan di telinganya. Dia menatap sosok pemuda yang berlutut di hadapannya dan memperhatikan orang ini dengan baik.

Orang ini memang mempunyai garis wajah yang berbeda dari masyarakat di tempat ini pada umumnya, apalagi mata berwarna hijau alami itu dan hidung yang tinggi tersebut menjadi bukti bahwa pemuda ini memang berasal dari negara asing.

"Siapa namamu?"

"Kai ..."

MianMian kembali mengelilingi Chu Kai dan kemudian berkata, "Untuk menjadi pelayanku ... Kau harus membuktikan sesuatu,"

Chu Kai menelan ludah, dia pun mengangguk pelan dan membuat MianMian tersenyum. Tiba-tiba saja tangan gadis monster itu memanjang dan menembus sebuah dinding.

Chu Kai tentu saja terkejut, apalagi saat tangan gadis itu ditarik kembali---seorang wanita yang merupakan salah satu pelayan tempat ini ternyata ada di cengkeramannya.

Wanita itu terlihat terkejut dan takut, air membasahi pipinya dan dja berusaha keras untuk memberontak. Hanya saja sekuat apa pun usahanya, itu sama sekali tidak berhasil.

Chu Kai terkejut melihat wanita itu dijatuhkan begitu saja. Wanita tersebut terbatuk dan jelas saja tubuhnya sangat kesakitan, termasuk lehernya. Dia terisak dan terus memohon ampun dengan wajah yang sangat ketakutan.

MianMian tertawa dan memegang kedua bahu Chu Kai. Dia pun berujar, "Sekarang buktikan. Jika kau ingin menjadi pelayanku ... Kau harus bisa membunuh wanita itu."

Chu Kai terkejut dan spontan menoleh. Dia melihat senyuman wanita monster ini sebelum kembali menatap pelayan yang begitu sangat ketakutan.

"To-tolong jangan bunuh aku! To-tolong jangan bunuh aku! Aku mohon, a-aku mohon!"

MianMian berdecak, "Dia berisik sekali."

MianMian merendahkan tubuhnya. Pipinya yang memiliki bekas darah bersentuhan dengan pipi Chu Kai. Dia bergumam, "Kau akan membunuhnya ... Atau aku membunuhmu?"

Tangan Chu Kai gemetar, kecepatan detakan jantungnya sangat tidak wajar saat ini. Dia pun menelan ludah dan menatap tajam ke arah pelayan di hadapannya.

!!!

Tanpa peringatan, Chu Kai melayangkan tinjunya yang mengenai tepat pada mata kiri MianMian. Monster itu mengerang kesakitan dan sedetik itu juga---Chu Kai menarik belati kecil dari sabuknya, dia menyerang mata kanan MianMian hingga berdarah.

Chu Kai dengan cepat menghindar karena monster ini menggila. Dia sekarang berada di hadapan pelayan wanita itu dan langsung berkata, "Kau pergi segera. Bawa orang-orang dari tempat ini keluar, sekarang!!"

"Ba-baik!" wanita pelayan itu menyeret kedua kakinya. Dia berusaha menahan sakit di sekujur tubuhnya dan melarikan diri.

Aaaakh!!

Chu Kai juga hendak lari, tetapi suara lemah seseorang membuatnya menoleh. Dia terkejut saat tahu Tuan Tanah Li Bao masih hidup dan mengulurkan tangan meminta bantuan padanya.

"Tolong aku .."

"Ga-gawat," Chu Kai berusaha membantu Li Bao, tetapi tubuh pria ini terlalu berat baginya. Dia saat yang sama pun, kedelapan kaki gadis monster laba-laba itu menyerang secara membabi-buta. Beberapa perabotan sampai terlempar dan salah satu meja melayang ke arahnya.

Chu Kai tidak sempat menghindar. Dalam waktu sepersekian detik itu---dia menarik pelan tangannya dari Li Bao dan langsung meninju keras meja yang terbang ke arahnya.

!!

Meja tersebut terbelah dua dan di saat yang sama---tangan Chu Kai luar biasa sakit. Rasa nyerinya masuk ke dalam tulang dan menyebar hingga ke kakinya.

"Aku ini hanya pemula, bahkan baru sehari menjadi murid di Sekte Gunung Wushi. Kenapa langit sudah memberiku cobaan yang berat? Ah... Shh.."

******

Terpopuler

Comments

Delima

Delima

Lambat sx c mc nya op

2023-10-21

1

Anonymous

Anonymous

🤭🙃🤭🤭🙃

2023-10-04

0

Anonymous

Anonymous

😝😝🤑🤑

2023-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Chu Kai
2 2 - Sekte Gunung Wushi
3 3 - Pemilihan Pendekar Naga
4 4 - Xia Ling Qing
5 5 - Wei Zhang Zihan
6 6 - Tidak terduga
7 7 - Tetua Xia Feng Hua
8 8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9 9 - Tantangan
10 10 - Master Zhuang
11 11 - Tingkat Kultivasi
12 12 - Nalan Shu
13 13 - Misi Pertama
14 14 - Bai Nang
15 15 - Monster Laba-Laba
16 16 - Pertolongan
17 17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18 18 - Tetua Wang Zhong Xian
19 19 - Musuh Yang Asing
20 20 - Chu Tian
21 21 - Pengungkapan
22 22 - Tekad
23 23 - Pelatihan Pertama
24 24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25 25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26 26 - Si Kembar Meng
27 27 - Pertolongan (2)
28 28 - Penyembunyian
29 29 - Kota Lianyi
30 30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31 31 - Yi Zhi Jian
32 32 - Penculikan
33 33 - Tekad (2)
34 34 - Kepergian
35 35 - Pertemuan
36 36 - Perjalanan Bersama
37 37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38 38 - Menuju Kota Chang'An
39 39 - Jebakan
40 40 - Pertemuan
41 41 - Xia Ling Qing (2)
42 42 - Paviliun Merak Putih
43 43 - Keberanian
44 44 - Siasat
45 45 - Diao Lin Wang
46 46 - Permintaan
47 47 - Tujuan Baru
48 48 - Menuju Kota Bian Xi
49 49 - Serangan Kejutan
50 50 - Ruan Zhao Sheng
51 51 - Kelahiran Pendekar Naga
52 52 - Kota Bian Xi
53 53 - Pertemuan (2)
54 54 - Pertarungan
55 55 - Long Yang Wang
56 56 - Menuju Sekte Tianzhi
57 57 - Sekte Tianzhi
58 58 - Jiang Mu Bai
59 59 - Tetua Sekte Tianzhi
60 60 - Wang Xiao Cheng
61 61 - Perangkap
62 62 - Penyembunyian
63 63 - Awal Dari Badai
64 64 - Perburuan
65 65 - Laba-Laba Kabut
66 66 - Dasar Tebing Juéwàng
67 67 - Ular Kalajengking
68 68 - Gua Makam Kuno
69 69 - Pertemuan (3)
70 70 - Huan Shui
71 71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72 72 - Xue Xiaowen
73 73 - Wang Xiao Cheng [2]
74 74 - Inti Makam Kuno
75 75 - Pedang Pendekar Naga
76 76 - Kejutan
77 77 - Pedang Iblis
78 78 - Alam Ilusi
79 79 - Wei Shezi
80 80 - Kerjasama
81 81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82 82 - Wei Shezi [2]
83 83 - Kesepakatan
84 84 - Xia Ling Qing [2]
85 85 - Ancaman
86 85 - Kota Lianyi [2]
87 87 - Liu Han Ying
88 88 - Ketenangan Sebelum Badai
89 89 - Alur Awal
90 90 - Permintaan Bantuan
91 91 - Feng Huang Lin
92 92 - Kekacauan Kota Lianyi
93 93 - Pertarungan
94 94 - Akhir Pertarungan
95 95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96 96 - Pengakhiran Hubungan
97 97 - Persiapan
98 98 - Pelatihan Tertutup
99 99 - Teknik Berpedang
100 100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101 101 - Kota Xiang Yu
102 102 - Lembah Tanah Berapi
103 103 - Lima Sekte Besar
104 104 - Menjarah Makam
105 105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106 106 - Xia Ling Qing [3]
107 107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108 108 - Wujud Sesungguhnya
109 109 - Kejutan [2]
110 110 - Wei Zhang Zihan [2]
111 111 - Zhi Mei
112 112 - Naga dari Klan Kuno
113 113 - Ling Xian Shu
114 114 - Kerjasama
115 115 - Harta Jarahan
116 116 - Firasat
117 117 - Hambatan
118 118 - Pertolongan
119 119 - Bagian Paling Dalam Makam
120 120 - Kecurigaan
121 121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122 122 - Teknik Manifestasi
123 123 - Kejutan Lainnya
124 124 - Target Serangan
125 125 - Siasat
126 126 - Kekejaman
127 127 - Kejutan [3]
128 128 - Rasa Takut
129 129 - Pelatihan di Dalam Makam
130 130 - Penyembunyian [2]
131 131 - Sekte Menara Rufeng
132 132 - Informasi Bencana Besar
133 133 - Chu Kai [2]
134 134 - Pulau Yèzi
135 135 - Menyeberangi Lautan
136 136 - Feng Hao Yan
137 137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138 138 - Menantang Feng Hao Yan
139 139 - Pertarungan [2]
140 140 - Akhir Pertarungan
141 141 - Teknik Pernapasan Naga
142 142 - Penyembunyian [3]
143 143 - Siasat [2]
144 144 - Perjalanan
145 145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146 146 - Pelatihan
147 147 - Pertemuan Tidak Terduga
148 148 - Chu Kai [3]
149 149 - Awal Mula
150 150 - Xu Huan
151 151 - Kegaduhan
152 152 - Chu Kai [4]
153 153 - Wei Zhang Zihan [3]
154 154 - Perjalanan Bersama
155 155 - Hóng Shuǐ
156 156 - Pertolongan [2]
157 157 - Serigala Bayangan
158 158 - Bantuan
159 159 - Fang Tie Zhu
160 160 - Pertikaian Dua Perguruan
161 161 - Bimbingan Tetua Fang
162 162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163 163 - Melanjutkan Perjalanan
164 164 - Kota Yanshi
165 165 - Pertemuan (3)
166 166 - Yao Zhijia
167 167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168 168 - Alam Ilusi [2]
169 169 - Dua Pemuda Asing
170 170 - Bentang Alam Ilusi
171 171 - Chu Kai [5]
172 172 - Teknik Manifestasi [2]
173 173 - Xia Ling Qing [4]
174 174 - Pertemuan (4)
175 175 - Bentang Alam Mimpi
176 176 - Penghalang Iblis Mimpi
177 177 - Iblis Mimpi
178 178 - Chu Kai [6]
179 179 - Pertarungan [3]
180 180 - Akhir Pertarungan
181 181 - Target Pembalasan Dendam
182 182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183 183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184 184 - Firasat [2]
185 185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186 186 - Hutan Daxing
187 187 - Penyelamatan
188 188 - Tekad
189 189 - Kekhawatiran
190 190 - Permintaan
191 191 - Shuang Ling Feng
192 192 - Desa Mati
193 193 - Perangkap
194 194 - Kecurigaan
195 195 - Awal Mula [2]
196 196 - Kota Luòxià
197 197 - Chu Kai [7]
198 198 - Xia Ling Qing
199 199 - Penyembunyian
Episodes

Updated 199 Episodes

1
1 - Chu Kai
2
2 - Sekte Gunung Wushi
3
3 - Pemilihan Pendekar Naga
4
4 - Xia Ling Qing
5
5 - Wei Zhang Zihan
6
6 - Tidak terduga
7
7 - Tetua Xia Feng Hua
8
8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9
9 - Tantangan
10
10 - Master Zhuang
11
11 - Tingkat Kultivasi
12
12 - Nalan Shu
13
13 - Misi Pertama
14
14 - Bai Nang
15
15 - Monster Laba-Laba
16
16 - Pertolongan
17
17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18
18 - Tetua Wang Zhong Xian
19
19 - Musuh Yang Asing
20
20 - Chu Tian
21
21 - Pengungkapan
22
22 - Tekad
23
23 - Pelatihan Pertama
24
24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25
25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26
26 - Si Kembar Meng
27
27 - Pertolongan (2)
28
28 - Penyembunyian
29
29 - Kota Lianyi
30
30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31
31 - Yi Zhi Jian
32
32 - Penculikan
33
33 - Tekad (2)
34
34 - Kepergian
35
35 - Pertemuan
36
36 - Perjalanan Bersama
37
37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38
38 - Menuju Kota Chang'An
39
39 - Jebakan
40
40 - Pertemuan
41
41 - Xia Ling Qing (2)
42
42 - Paviliun Merak Putih
43
43 - Keberanian
44
44 - Siasat
45
45 - Diao Lin Wang
46
46 - Permintaan
47
47 - Tujuan Baru
48
48 - Menuju Kota Bian Xi
49
49 - Serangan Kejutan
50
50 - Ruan Zhao Sheng
51
51 - Kelahiran Pendekar Naga
52
52 - Kota Bian Xi
53
53 - Pertemuan (2)
54
54 - Pertarungan
55
55 - Long Yang Wang
56
56 - Menuju Sekte Tianzhi
57
57 - Sekte Tianzhi
58
58 - Jiang Mu Bai
59
59 - Tetua Sekte Tianzhi
60
60 - Wang Xiao Cheng
61
61 - Perangkap
62
62 - Penyembunyian
63
63 - Awal Dari Badai
64
64 - Perburuan
65
65 - Laba-Laba Kabut
66
66 - Dasar Tebing Juéwàng
67
67 - Ular Kalajengking
68
68 - Gua Makam Kuno
69
69 - Pertemuan (3)
70
70 - Huan Shui
71
71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72
72 - Xue Xiaowen
73
73 - Wang Xiao Cheng [2]
74
74 - Inti Makam Kuno
75
75 - Pedang Pendekar Naga
76
76 - Kejutan
77
77 - Pedang Iblis
78
78 - Alam Ilusi
79
79 - Wei Shezi
80
80 - Kerjasama
81
81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82
82 - Wei Shezi [2]
83
83 - Kesepakatan
84
84 - Xia Ling Qing [2]
85
85 - Ancaman
86
85 - Kota Lianyi [2]
87
87 - Liu Han Ying
88
88 - Ketenangan Sebelum Badai
89
89 - Alur Awal
90
90 - Permintaan Bantuan
91
91 - Feng Huang Lin
92
92 - Kekacauan Kota Lianyi
93
93 - Pertarungan
94
94 - Akhir Pertarungan
95
95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96
96 - Pengakhiran Hubungan
97
97 - Persiapan
98
98 - Pelatihan Tertutup
99
99 - Teknik Berpedang
100
100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101
101 - Kota Xiang Yu
102
102 - Lembah Tanah Berapi
103
103 - Lima Sekte Besar
104
104 - Menjarah Makam
105
105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106
106 - Xia Ling Qing [3]
107
107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108
108 - Wujud Sesungguhnya
109
109 - Kejutan [2]
110
110 - Wei Zhang Zihan [2]
111
111 - Zhi Mei
112
112 - Naga dari Klan Kuno
113
113 - Ling Xian Shu
114
114 - Kerjasama
115
115 - Harta Jarahan
116
116 - Firasat
117
117 - Hambatan
118
118 - Pertolongan
119
119 - Bagian Paling Dalam Makam
120
120 - Kecurigaan
121
121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122
122 - Teknik Manifestasi
123
123 - Kejutan Lainnya
124
124 - Target Serangan
125
125 - Siasat
126
126 - Kekejaman
127
127 - Kejutan [3]
128
128 - Rasa Takut
129
129 - Pelatihan di Dalam Makam
130
130 - Penyembunyian [2]
131
131 - Sekte Menara Rufeng
132
132 - Informasi Bencana Besar
133
133 - Chu Kai [2]
134
134 - Pulau Yèzi
135
135 - Menyeberangi Lautan
136
136 - Feng Hao Yan
137
137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138
138 - Menantang Feng Hao Yan
139
139 - Pertarungan [2]
140
140 - Akhir Pertarungan
141
141 - Teknik Pernapasan Naga
142
142 - Penyembunyian [3]
143
143 - Siasat [2]
144
144 - Perjalanan
145
145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146
146 - Pelatihan
147
147 - Pertemuan Tidak Terduga
148
148 - Chu Kai [3]
149
149 - Awal Mula
150
150 - Xu Huan
151
151 - Kegaduhan
152
152 - Chu Kai [4]
153
153 - Wei Zhang Zihan [3]
154
154 - Perjalanan Bersama
155
155 - Hóng Shuǐ
156
156 - Pertolongan [2]
157
157 - Serigala Bayangan
158
158 - Bantuan
159
159 - Fang Tie Zhu
160
160 - Pertikaian Dua Perguruan
161
161 - Bimbingan Tetua Fang
162
162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163
163 - Melanjutkan Perjalanan
164
164 - Kota Yanshi
165
165 - Pertemuan (3)
166
166 - Yao Zhijia
167
167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168
168 - Alam Ilusi [2]
169
169 - Dua Pemuda Asing
170
170 - Bentang Alam Ilusi
171
171 - Chu Kai [5]
172
172 - Teknik Manifestasi [2]
173
173 - Xia Ling Qing [4]
174
174 - Pertemuan (4)
175
175 - Bentang Alam Mimpi
176
176 - Penghalang Iblis Mimpi
177
177 - Iblis Mimpi
178
178 - Chu Kai [6]
179
179 - Pertarungan [3]
180
180 - Akhir Pertarungan
181
181 - Target Pembalasan Dendam
182
182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183
183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184
184 - Firasat [2]
185
185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186
186 - Hutan Daxing
187
187 - Penyelamatan
188
188 - Tekad
189
189 - Kekhawatiran
190
190 - Permintaan
191
191 - Shuang Ling Feng
192
192 - Desa Mati
193
193 - Perangkap
194
194 - Kecurigaan
195
195 - Awal Mula [2]
196
196 - Kota Luòxià
197
197 - Chu Kai [7]
198
198 - Xia Ling Qing
199
199 - Penyembunyian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!