Setelah berbicara dengan Master Zhuang kemarin dan membuat kesepakatan, kini Chu Kai memulai kehidupannya di Sekte Gunung Wushi sebagai seorang murid.
Pria berusia 18 Tahun dan bekas luka cakaran di pelipis kanannya itu nampak berdiri di depan sebuah bangunan sambil menarik napas beberapa kali.
Dia memakai pakaian putih bersih dan mulai mengencangkan pita rambutnya yang berwarna hijau. Di depannya adalah bangunan bagi para murid junior tingkat pemula. Chu Kai bangun lebih pagi agar bisa memperlihatkan kesan yang baik.
"Aku sudah siap," Chu Kai pun mulai melangkah masuk dengan senyuman lebar di wajahnya.
Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai senyuman itu langsung menjadi dengan beku ketika menyaksikan bahwa ternyata bukan dialah yang pertama kali datang.
Sudah ada tujuh orang yang duduk bersila di depan sebuah meja, lengkap dengan buku dan peralatan menulis. Chu Kai tidak hanya membeku karena hal ini, tetapi juga dengan sosok murid-murid yang ternyata masih anak-anak.
"Ya ampun ..." Mata Chu Kai melebar, dia melihat kembali kertas yang diberikan oleh salah seorang murid Sekte Gunung Wushi sebelumnya dan yakin bahwa nama tempat ini adalah Aula Dan Yang.
?!
Murid-murid di dalam ruangan itu menoleh dan memperhatikan sosok asing yang baru datang ini. Pakaian pria di itu pun sama seperti pakaian yang mereka pakai dan ini membuktikan bahwa sosok yang tinggi besar ini bukan seorang guru melainkan murid.
"Oh! Apa dia sang pendekar naga?!"
!!
Seorang murid perempuan berusia 7 Tahun berseru dan membuat Chu Kai tersentak. Dia merasa seperti raksasa yang masuk ke dalam dunia para liliput. Anak-anak ini ... Benar-benar adalah makhluk kecil pada umumnya.
"Sepertinya aku masuk kelas yang salah," Chu Kai tersenyum pahit. Dia berbalik dan hendak keluar ruangan saat melihat ada kerumunan anak yang masuk ke dalam di sertai dengan sosok pria yang nampak berumur.
Anak-anak itu mengambil tempat duduk masing-masing di saat Chu Kai masih berdiri. Dia tanpa sadar menahan napas saat tiba-tiba harus berhadapan dengan seorang pria berjanggut putih tebal.
"Kenapa kau berdiri di sini?" Suara ramah dan menenangkan dari pria tua tersebut membuat Chu Kai tersentak.
Pemuda berusia 18 Tahun itu menjadi salah tingkah ketika hendak memberi hormat. Chu Kai belum terbiasa dengan salam para pendekar.
"Duduklah," pria tua itu tersenyum dan menepuk lengan Chu Kai. Dia pun berjalan dan mulai mengambil tempat duduknya dan lantas menyapa para murid di tempat ini.
Chu Kai melihat ada satu meja yang kosong dan dia pun mulai duduk di sana. Posisinya berada paling belakang, tetapi dengan fisik yang sangat menonjol di antara murid lainnya.
Chu Kai berulang kali membaca kertas di tangannya dan memang ini adalah Aula Dan Yang seperti yang disebutkan. Tapi mengapa teman-teman sekelasnya adalah para kurcaci?!
"Murid-muridku sekalian. Namaku adalah Wang Zhong Xian dan merupakan salah satu yang bertanggung jawab mengajar kalian hingga pemilihan guru-murid. Aku mengulang perkenalkan ini karena ada seorang teman baru di antara kalian,"
!!
Chu Kai langsung menjadi pusat perhatian. Dia sebenarnya tidak pernah gugup di depan banyak orang mengingat dirinya bekerja di kedai, tetapi entah mengapa rasanya menjadi tegang sekali bila dirinya berada di antara anak-anak kecil.
Tetua Wang Zhong Xian menjelaskan, "Prosedur pemilihan murid Sekte Gunung Wushi tidak sama seperti sekte lain. Di sini ada 13 orang tetua dan murid baru seperti kalian akan hidup bersama semuanya selama periode tertentu. Kalian diberi waktu memikirkan dengan tetua mana kalian ingin dijadikan murid dan kemudian memberikan surat niat. Jika Tetua itu menerimanya, maka kalian akan menjadi murid langsung."
Chu Kai berkedip. Dia merasa bahwa Tetua Wang Zhong Xian menjelaskan semua itu padanya. Dirinya sungguh tidak butuh hal itu mengingat dia hanya akan bertahan di tempat ini selama sebulan. Hanya sebulan.
"Untuk pelajaran pertama. Aku akan menjelaskan tentang Tingkat Kultivasi, mereka dibagi menjadi tiga. Pertama adalah Tingkat Kultivasi Duniawi, lalu Tingkat Kultivasi Surgawi, dan yang terakhir adalah Tingkat Kultivasi Abadi."
"Guru! Bagaimana caranya mengetahui kami berada di tingkat kultivasi mana?"
Tetua Wang Zhong Xian tersenyum dan menggunakan isyarat tangan sebagai pertanda bahwa pertanyaan muridnya itu akan ditahan lebih dahulu. Dia kembali menjelaskan, "Masing-masing tingkatan itu mempunyai 9 Tahapan, tapi sekarang kita akan fokus pada Tingkatan Kultivasi Duniawi saja."
Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Ada di antara kalian yang sebelumnya bertanya bagaimana cara melihat tingkat kultivasi itu. Aku bisa mengatakan bahwa ada beberapa cara, tetapi untuk murid yang masih pemula ... Kalian hanya perlu mengepalkan tangan dengan kuat dan tingkat praktik itu akan terlihat di punggung tangan kalian."
"Benarkah?!"
!!!
Semua murid terlihat terkejut. Chu Kai melihat bagaimana anak-anak ini sibuk untuk mengepalkan tangan mereka dan bahkan ada yang mulai berseru.
"Aku punya!!"
"Waah! Lihat ini..!"
Chu Kai memperhatikan salah satu punggung tangan anak laki-laki yang duduk di depannya dan tersentak melihat ada ukiran angka di sana. Dia juga melihat punggung tangan anak lainnya yang mempunyai angka berbeda.
Chu Kai melakukan hal yang sama dengan mengepalkan tangannya. Matanya melebar saat punggung tangan kanannya pun terlihat ukuran angka yang tiba-tiba terbentuk begitu saja.
"Bagaimana ini bisa terjadi?!"
Suara syok Chu Kai membuat anak-anak lain langsung berbalik dan melihat ke arahnya. Dia berkedip karena kembali menjadi pusat perhatian para kaum liliput.
Tetua Wang Zhong Xian tersenyum dan dengan lembut berkata, "Sebelum kau kemari ... Beberapa murid melakukan sesuatu dengan tanganmu, kan?"
Chu Kai mengangguk, dia ingat saat pergi mengambil pakaian. Ada dua orang murid yang mencuci tangannya dan melakukan sesuatu yang sama sekali tidak dia mengerti.
Tetua Wang Zhong Xian berujar, "Air yang digunakan untuk membersihkan tangan kalian merupakan jenis air suci dengan campuran sari bunga laba-laba lili. Itu akan membantu membuat angka yang sesuai dengan tingkat praktik kalian,"
"Guru! Tapi kenapa punggung tanganku justru tidak memiliki angka?"
"Aku juga!"
"Itu artinya kalian masih terlalu lemah dan perlu latihan yang banyak,"
Chu Kai berkedip. Dia baru akan bicara saat mendengar Tetua Wang Zhong Xian kembali menjelaskan dengan berkata, "一 [Yī]、 二 [èr]、三 [sān]、四 [sì]、五 [wǔ]、六 [liù]、七 [qī]、八 [bā]、九 [jiǔ]、adalah sembilan tahapan di dalam tingkatan kultivasi duniawi. Untuk bisa mencapai angka yang tertinggi dan menuju tingkat kultivasi berikutnya, maka kalian perlu melatih diri menjadi lebih kuat setiap harinya hingga tidak ada waktu untuk melakukan keluhan apa pun."
"Baiklah, sekarang buka buku kalian." Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Hari ini kita akan mempelajari tentang tahapan paling dasar dalam Tingkat Kultivasi Duniawi."
"Haah ... Aku ingin langsung menyentuh pedang,"
Chu Kai menoleh saat mendengar suara salah seorang anak laki-laki yang terlihat malas membuka bukunya. Dia pun mulai memperhatikan sekelilingnya dan lalu mengambil salah satu buku di meja. Dia mengikuti pelajaran pertamanya seperti murid lain pada umumnya.
*
*
Suara pedang memecah angin terdengar. Sebuah pohon besar tumbang dengan suara yang keras. Sosok yang sedang melatih gerakan berpedangnya saat ini tidak lain adalah putri tetua Sekte Gunung Wushi, Xia Ling Qing.
Gadis cantik berambut panjang berlatih seorang diri di dalam hutan belakang sektenya. Lokasi ini merupakan tempat latihan yang sudah dia klaim hingga tidak ada seorang pun dari murid Sekte Gunung Wushi yang berani menginjakkan kaki kemari.
Meski sangat cantik dan penuh dengan pesona, namun Xia Ling Qing adalah sosok yang paling ditakuti oleh para murid sekte. Tidak ada yang berani untuk bertegur sapa dengannya selain sesama Pendekar Suci atau ayahnya sendiri.
Pernah ada satu kejadian di mana seorang murid junior Sekte Gunung Wushi yang merupakan putri seorang bangsawan. Karakter bocah itu arogan dan baru di hari pertama, dia telah berani menyinggung seorang Xia Ling Qing.
Meskipun para murid Sekte Gunung Wushi memohon agar Xia Ling Qing tidak mempermasalahkannya, tetapi gadis ini tidak mendengarkan. Xia Ling Qing tanpa ragu menampar pipi anak itu dengan sangat keras dan membuat namanya menjadi semakin ditakuti.
?!
Sebuah serangan tiba-tiba datang dan untungnya Xia Ling Qing dapat merespon dengan cepat. Ekspresi wajahnya dingin ketika mulai mengayunkan pedang.
Dua senjata berbenturan dengan sangat keras dan sosok yang sudah lancang mengganggu latihannya tidak lain adalah Liu Han Ying.
"Aku selalu sangat kagum denganmu, tapi apa ini? Kau terlihat kesal?" Liu Han Ying menyarungkan pedangnya kembali. Dia adalah teman dekat Xia Ling Qing sekaligus salah satu Pendekar Suci.
Xia Ling Qing mendengus sebelum mulai berlatih pedang kembali. Dia sama sekali tidak menjawab ucapan wanita berusia 22 Tahun tersebut.
Liu Han Ying menyilangkan tangan dan kemudian mengembuskan napas. Dia pun berkata, "Kau ini kesal kenapa? Apa karena pria yang dipilih untuk menjadi Pendekar Naga itu sekarang tinggal di sekte ini?"
"Jangan membahasnya." Suara Xia Ling Qing begitu dingin bersamaan dengan ayunan pedangnya yang langsung menumbangkan dua buah pohon secara sekaligus.
Xia Ling Qing berbalik dan menatap tajam temannya. Dia pun berkata, "Saat ini aku sedang tidak ingin mengingat apa pun tentang orang itu. Jadi jika kau tidak punya hal lain untuk dibicarakan, lebih baik kau pergi dan tinggalkan aku sendiri."
"Sayangku, jangan begini~" Liu Han Ying berjalan mendekat dan kemudian berujar, "Kau harus melihat pria itu sendiri. Dia saat ini---"
"Liu Han Ying," Xia Ling Qing menyela dan berkata, "Menatap wajahnya saja sudah membuatku ingin sekali menebas kepalanya. Dan kau justru ingin aku pergi melihat orang itu? Hmph,"
!
Liu Han Ying tersentak saat Xia Ling Qing menyarungkan pedangnya dan kemudian berjalan pergi. Dia pun menyusul teman baiknya itu dan berkata, "Kau jangan terlalu benci pada seseorang pria. Akan sangat buruk bila suatu hari nanti justru kau malah jatuh hati padanya."
"Itu mustahil terjadi."
"Kau ini tidak mendengarkan. Hei, tunggu aku!"
Xia Ling Qing memegang kuat pedang miliknya dan terus berjalan. Dia datang kemari selain untuk berlatih, juga karena dia ingin melampiaskan amarahnya.
Semua ini karena ayahnya mengizinkan orang asing menyebalkan itu tinggal dan belajar di tempat ini. Dia sangat tidak suka pada sosok yang sudah merebut impiannya menjadi seorang Pendekar Naga. Xia Ling Qing berharap tidak akan pernah bertemu dengan pemuda itu atau dia benar-benar akan kehilangan kendali.
Tidak hanya Xia Ling Qing yang kurang menyukai kehadiran Chu Kai di sekte ini, bahkan Pendekar Suci yang lain pun demikian dan salah satunya adalah seseorang bernama Nalan Shu.
"Nona Muda, anda sebaiknya istirahat. Lihat, saya membuatkan kue osmanthus yang lembut untuk anda." Seorang wanita berpakaian cokelat tua memperlihatkan senyuman pada sosok berpakaian biru muda di hadapannya.
Nalan Shu menyarungkan pedang jarum miliknya dan kemudian berbalik. Dia adalah murid Sekte Gunung Wushi yang telah menjadi Pendekar Suci meski usianya masih 10 Tahun.
"Saat pemilihan hari itu, aku tidak terlalu melihat sosok Pendekar Naga yang terpilih. Kira-kira seperti apa wajahnya? Apa dia kuat?"
Suara Nalan Shu terdengar jernih dan menggemaskan untuk anak dengan usia yang sama sepertinya. Belum lagi dia pun mempunyai wajah imut yang membuat hati merasa ingin melakukan apa pun untuk gadis kecil ini.
"Nona Muda, saya mendengar bahwa Pendekar Naga yang terpilih saat ini sedang mengikuti pelajaran di Aula Dan Yang-"
"Apa?" Nalan Shu berkedip. Dia seketika tertawa dan kemudian berkata, "Aula Dan Yang bukankah untuk kultivator junior? Untuk apa seorang Pendekar Naga belajar di tempat itu? Ha ha ha, apa dia sangat tidak berguna sampai harus belajar di tingkatan paling pemula?"
"No-Nona Muda ..."
"Aku akan pergi melihatnya," Nalan Shu tersenyum sebelum akhirnya nada suaranya menjadi serius. "Jika orang itu memang sangat tidak berguna, maka sekte ini tidak membutuhkan seorang Pendekar Naga. Akan kuhabisi dia,"
!!!
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Putra_Andalas
udah ketuaan nih jadi Murid..😂
2023-12-21
1
Delima
Ada bhsa Mandarin jg Thor?
Di chapter ini aku bnyk senyum senyum sendiri
2023-10-21
0
Anonymous
🤭🤭🤭
2023-10-04
0