9 - Tantangan

Chu Kai terkejut mendapat tantangan dari seorang bocah berusia 14 Tahun. Meski dia pemuda yang tidak suka perkelahian, namun bukan berarti dia akan membiarkan hal semacam ini terjadi padanya.

Sambil meniup poni rambut depannya, Chu Kai pun mulai meraih pedang yang menancap di depannya dan kemudian menariknya.

Dia pun tersentak karena pedang ini berat dan saat diperhatikan baik-baik, ini benar-benar pedang asli yang sangat tajam. Chu Kai tanpa sadar menahan napas dan berkedip beberapa kali, dia menatap anak laki-laki di hadapannya sejenak sebelum mengarahkan perhatian pada pedang di tangannya kembali.

Liang Yimu mendengus dan dengan isyarat tangan---dia pun menyuruh Chu Kai untuk mengikutinya. Kabar bahwa dirinya akan bertarung dengan Pendekar Naga terpilih langsung tersebar ke seluruh pelosok Sekte Gunung Wushi, bahkan sampai di telinga kelima Pendekar Suci.

Di atas panggung arena, Chu Kai merasa sangat gugup harus berdiri sambil disaksikan oleh para murid Sekte Gunung Wushi. Dia beberapa kali menelan ludah dan berusaha keras untuk mengatur detakan jantungnya.

"Ada banyak orang di sini? Kenapa tidak ada yang melerai kami? Apa serius aku akan bertarung dengan seorang anak kecil?!" wajah Chu Kai terlihat pucat.

Dia tidak meragukan lawannya meskipun usia sosok di depannya masih sangat muda. Yang dia khawatirkan adalah dirinya sendiri. Dia tidak pernah memakai pedang untuk melukai orang lain, bahkan untuk membayangkannya pun tidak pernah.

!!

Chu Kai tersentak saat melihat Liang Yimu mulai mengangkat pedangnya. Bilah senjata anak laki-laki itu berkilat dan begitu tajam hanya dengan tertimpa cahaya matahari.

Saat tatapan tajam anak laki-laki itu terlihat dan sosok tersebut baru akan melesat, dengan cepat Chu Kai berseru. "Tunggu dulu!"

Liang Yimu mengerutkan kening, namun posisi kakinya tetap siap menerjang. Suaranya dingin saat berujar, "Ada apa? Apa kau takut?"

"Tentu saja takut," Chu Kai tidak mungkin mengatakannya. Jadi dia berpura-pura dan kemudian tersenyum, "Aku tahu yang kau inginkan adalah mengujiku. Jadi bagaimana jika begini saja, tidak boleh menyerang organ vital atau membunuh. Dan kau juga jangan tiba-tiba menghilang lalu muncul di hadapanku begitu saja,

"Hah, apa?"

"Kenapa? Kau tidak mau aturan seperti ini? Apa kau takut kalah jika tidak memakai kekuatan aneh itu untuk menghadapiku?" Chu Kai menaikkan alisnya, terlihat begitu angkuh tetapi dalam hati dia sebenarnya menahan gemetar pada kedua lututnya.

Liang Yimu mengepalkan tangannya dan memegang kuat pedangnya saat ini. Dia benar-benar tidak suka pada pemuda di hadapannya karena beberapa alasan dan melihat betapa percaya dirinya orang ini ... Dia pun menjadi semakin kesal.

"Baiklah! Akan kulakukan," Liang Yimu mengusap bilah pedangnya dan dengan suara dingin berkata, "Sebaiknya kau tidak mengecewakan."

"Astaga, bocah laki-laki ini sangat serius." Chu Kai menelan ludah dan memegang pedangnya dengan dua tangan. Posisi kakinya begitu canggung, dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang teknik berpedang atau sejenisnya.

Tubuh Chu Kai memang besar, cukup berotot untuk pemuda berusia 18 Tahun pada umumnya. Otot pada tubuhnya itu terbentuk dari kebiasaannya yang selalu melakukan pekerjaan berat, membantu ayahnya membawa air, menebang pohon dan yang lainnya.

Otot tubuh Chu Kai tidak pernah terlatih mengayunkan pedang atau untuk bela diri, karenanya dia terlihat sangat kaku bahkan ketika memegang senjata.

Liang Yimu mulai bergerak. Meski tanpa memakai energi alam untuk melesat secara mengejutkan, namun gerakannya masih begitu lincah. Chu Kai yang hanya manusia bisa tentu bukan tandingannya meski usia dan bentuk tubuh mereka terpaut jauh.

Para murid Sekte Gunung Wushi nampak menaruh perhatian pada Liang Yimu. Tidak sedikit yang tersentak sebab melihat posisi tubuh Chu Kai yang sama sekali tidak nampak seperti seorang pendekar.

Jangankan posisi kaki dan tubuhnya, Chu Kai bahkan memegang senjata dengan kedua tangan sambil menutup mata. Ada di antara para murid Sekte Gunung Wushi yang berseru dan memintanya untuk melawan.

"Ya ampun, dia bisa terluka parah. Hei..! Buka matamu!"

"Kau tidak bisa bertarung jika menutup mata! Astaga.."

"Bukan begitu caranya. Apa kau tidak tahu caranya memakai pedang, huh?!"

!!!

Para murid Sekte Gunung Wushi yang berada di luar arena terkejut saat Liang Yimu menggerakkan pedangnya dan hampir saja membelah pedang Chu Kai serta melukai pemuda itu andai sesuatu yang mengejutkan tidak terjadi.

Entah bagaimana, ketika pedang Liang Yimu sengaja membentur pedang lawan---secara mengejutkan dia terpental seolah ada angin kuat yang mendorong tubuhnya. Kejadian ini membuat para murid lainnya kaget hingga tidak sedikit yang tercengang.

Chu Kai sendiri merasakan kebas pada tangannya bersamaan saat mendengar suara yang nyaring. Dia baru membuka mata ketika merasakan ada angin yang cukup kencang menerpanya dan tentu saja dia kaget melihat Liang Yimu saat ini tersungkur di lantai. Anak laki-laki itu merutuk dan sangat kesal padanya.

"Ba-Bagaimana dia bisa melakukannya?"

"Pemuda itu ... Dia hebat,"

"Kurasa dia menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya,"

"Pendekar Naga, hm?"

Banyak suara yang terdengar, tetapi Chu Kai lebih fokus pada apa yang dia alami. Sungguh, apa yang terjadi pada Liang Yimu bukan ulahnya. Dia sama sekali tidak tahu, lututnya bahkan masih gemetar saat ini. Dia sampai tidak bisa bergerak saking gugupnya.

Ada tiga orang yang menapak di lantai arena dan membuat Chu Kai tersentak. Dua di antara orang itu membantu Liang Yimu berdiri dan membawanya keluar arena, sementara satu lainnya berjalan lebih dekat pada Chu Kai.

Sosok laki-laki yang terlihat berusia 19 Tahun itu memakai pakaian yang sama seperti murid Sekte Gunung Wushi yang lain.

Sosok itu tersenyum ramah dan menyatukan kedua tangan dengan hormat. Dia pun buka suara, "Tian Zhuang, berharap dapat bertukar seni bela diri dengan Pendekar Naga."

!!

Chu Kai terkejut, pemuda ini sopan tapi kenapa juga menginginkan pertarungan dengannya?! Tidakkah ada orang yang harus menghentikan ini sekarang?

"Pendekar Suci Wei Zhang Zihan..?!"

!!

"Pendekar Suci Wei..!"

"Tu-Tuan Muda Wei..!!"

Chu Kai berbalik ketika seseorang berjalan di sampingnya. Dia terbelalak saat melihat yang datang memang adalah Wei Zhang Zihan, pemuda yang sudah menyeretnya ke tempat ini.

"............." Wei Zhang Zihan hanya sekilas menatap Chu Kai dan kemudian berjalan ke arah Tian Zhuang. Ekspresinya tenang dan tidak tergoyahkan. Kehadirannya di tempat ini sudah membuat suasana langsung tegang dan sunyi.

Tanpa nada, Wei Zhang Zihan buka suara. "Kalian dibubarkan,"

Hanya satu perintah itu, Tian Zhuang dan para murid Sekte Gunung Wushi yang ada di tempat itu memberi hormat dan langsung membubarkan diri. Bahkan tidak ada satu orang pun di antara mereka yang membalas ucapan Wei Zhang Zihan.

Chu Kai yang menyaksikan semua itu tidak bisa untuk menyembunyikan rasa kekagumannya. Dia sampai tercengang dengan mulut yang terbuka lebar. Dia entah sadar atau tidak---tetapi Chu Kai berjalan mendekati Wei Zhang Zihan dan berdecak kagum.

"Kau keren, mengagumkan." Chu Kai menggeleng dan berkata, "Bagaimana caramu melakukan itu? 'Kalian dibubarkan' waah! Kau seperti ... Seperti .. Ehm... Oh! Ketua geng, kau paham maksudku. Kau seperti itu,"

Wei Zhang Zihan memperhatikan sosok di sampingnya. Ekspresi wajahnya tidak berubah, namun suaranya berubah dingin saat dia mendengus. "Hmph, kau bodoh."

!!

Chu Kai nyaris terjatuh saat mendengar ucapan itu. Dia pun menatap Wei Zhang Zihan dan berkata, "Aku baru saja memujimu dan ini balasannya? Oh, mengagumkan."

Chu Kai menjatuhkan pedang yang dia pegang sebelumnya dan kemudian berjalan menjauh. Dia berkata, "Aku tidak tahu bagaimana bocah laki-laki yang tadi bisa terjatuh, tapi sepertinya itu ulahmu. Aku berterima kasih untuk itu dan selamat tinggal--aduh!"

"Kau pikir akan ke mana?" Wei Zhang Zihan menahan kerah belakang pakaian Chu Kai dan membuat pemuda itu terkejut.

"Tuan Muda Wei, aku hanya ingin pulang. Ayahku pasti sedang butuh bantuan, di saat semacam ini---pelanggan di kedaiku akan semakin banyak, jadi biar--aduh!"

"Tidak bisa pergi,"

"Apa?! Tapi kenapa? Hei..!" Chu Kai kaget karena kerah belakang pakaiannya ditarik dan dia terpaksa harus mengikuti Wei Zhang Zihan. Masalahnya, dia seakan diperlakukan seperti kucing jika kerah belakang pakaiannya ditarik seperti ini.

"Tuan Muda Wei, kau harus mengerti. Ada kesalahan dan itu adalah bagaimana kalian melihatku. Aku sama sekali bukan Pendekar Naga atau apa pun itu. Aku hanya manusia biasa," Chu Kai berusaha melepaskan diri dan terus membujuk Wei Zhang Zihan.

Chu Kai berkata, "Aku datang ke sekte ini untuk melihat nona Xia Ling Qing. Sungguh! Hanya itu. Aku ini pengagum berat nona Xia. Tapi siapa yang tahu akan ada orang yang melemparku hingga ke tempat pemilihan. Untung saja aku tidak sampai jatuh menghantam tanah. Jika itu terjadi ... Haiiih... Tamatlah sudah,"

"..............."

"Jadi, Tuan Muda Wei. Intinya ada kesalahan. Master siapalah namanya itu bukan menunjukku sebagai Pendekar Naga, hanya kebetulan aku berdiri di sana dan tanpa sengaja menghalangi orang lain. Kalian semua salah paham. Kau mendengarku, kan? Aku bukan Pendekar Naga. Memegang pedang saja aku baru pertama kali ini melakukannya, sungguh."

"..............."

"Tuan Muda Wei--"

"Kau bisa tanyakan langsung,"

"Apa?" Chu Kai tersentak mendengar ucapan Wei Zhang Zihan. Dia akhirnya dilepaskan dan baru sadar bahwa saat ini dia berada di bagian lain dari Sekte Gunung Wushi.

Selain rerumputan, pohon-pohon, dan Wei Zhang Zihan yang berdiri di depannya---Chu Kai juga melihat anakan tangga yang entah mengarah ke mana.

"Tempat ... Tempat apa ini?" Chu Kai bertanya dengan suara yang hati-hati, "Aku dibawa ke mana?"

"....... Master Zhuang, Beliau yang sudah memilihmu." Wei Zhang Zihan berujar tanpa nada, "Jika kau ingin pergi dari tempat ini, maka berpamitan langsung padanya."

Chu Kai berkedip. Dia mengikuti arah tatapan Wei Zhang Zihan yang melihat ke anakan tangga. Dia berujar, "Master Zhuang ... Apa ada di atas sana?"

"Bukit Bunga Persik. Kau bisa ke sana lewat tangga ini, Master Zhuang sudah menunggumu."

"Be-benarkah?" Chu Kai menelan ludah dan kemudian mulai berjalan ke arah tangga batu di hadapannya.

Dia mengembuskan napas, menoleh sejenak ke arah Wei Zhang Zihan sebelum mengambil satu langkah dan menapak di anak tangga yang pertama.

Tidak ada hal yang terjadi dan ini membuat Chu Kai menginjak anak tangga yang kedua. Dia menaiki satu demi satu anak tangga tersebut dan Wei Zhang Zihan berdiri memperhatikannya.

"..............." ekspresi Wei Zhang Zihan tidak berubah, tetapi ketika melihat Chu Kai sudah berada di tangga ke-sepuluh, tatapan matanya pun mulai berbeda.

Wei Zhang Zihan berjalan mendekati anak tangga yang sebelumnya dipijak oleh Chu Kai. Dia menatap anak tangga itu cukup lama sebelum kakinya mulai dia langkahkan.

Ingatan tentang tangga ini seakan terlintas di depan mata Wei Zhang Zihan seperti sebuah kilas balik.

Ini bukanlah tangga biasa, melainkan sebuah Jalur Tian Chuang. Hanya orang terpilih yang bisa menaikinya tanpa luka sama sekali.

Ketika pemilihan Pendekar Suci, para murid Sekte Gunung Wushi banyak yang menjadi korban di tangga ini. Bahkan mereka yang memaksakan diri untuk naik, meridiannya akan terputus dan ini adalah efek yang luar biasa fatal.

Wei Zhang Zihan tidak menjelaskannya dan Chu Kai sama sekali tidak tahu apa pun. Wei Zhang Zihan menarik kembali langkahnya dan hanya berdiri di ujung anak tangga paling bawah.

******

Terpopuler

Comments

Luo Zan Thian

Luo Zan Thian

ayo buat MCnya mencret

2025-02-26

0

Lia Wiliani

Lia Wiliani

mereka mengingatkan saya pada Lanzi dan Shuxiang. (lupa penulisan namanya, udh lama banget)

2024-02-06

2

Anonymous

Anonymous

🤪😗🤪😗

2023-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Chu Kai
2 2 - Sekte Gunung Wushi
3 3 - Pemilihan Pendekar Naga
4 4 - Xia Ling Qing
5 5 - Wei Zhang Zihan
6 6 - Tidak terduga
7 7 - Tetua Xia Feng Hua
8 8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9 9 - Tantangan
10 10 - Master Zhuang
11 11 - Tingkat Kultivasi
12 12 - Nalan Shu
13 13 - Misi Pertama
14 14 - Bai Nang
15 15 - Monster Laba-Laba
16 16 - Pertolongan
17 17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18 18 - Tetua Wang Zhong Xian
19 19 - Musuh Yang Asing
20 20 - Chu Tian
21 21 - Pengungkapan
22 22 - Tekad
23 23 - Pelatihan Pertama
24 24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25 25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26 26 - Si Kembar Meng
27 27 - Pertolongan (2)
28 28 - Penyembunyian
29 29 - Kota Lianyi
30 30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31 31 - Yi Zhi Jian
32 32 - Penculikan
33 33 - Tekad (2)
34 34 - Kepergian
35 35 - Pertemuan
36 36 - Perjalanan Bersama
37 37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38 38 - Menuju Kota Chang'An
39 39 - Jebakan
40 40 - Pertemuan
41 41 - Xia Ling Qing (2)
42 42 - Paviliun Merak Putih
43 43 - Keberanian
44 44 - Siasat
45 45 - Diao Lin Wang
46 46 - Permintaan
47 47 - Tujuan Baru
48 48 - Menuju Kota Bian Xi
49 49 - Serangan Kejutan
50 50 - Ruan Zhao Sheng
51 51 - Kelahiran Pendekar Naga
52 52 - Kota Bian Xi
53 53 - Pertemuan (2)
54 54 - Pertarungan
55 55 - Long Yang Wang
56 56 - Menuju Sekte Tianzhi
57 57 - Sekte Tianzhi
58 58 - Jiang Mu Bai
59 59 - Tetua Sekte Tianzhi
60 60 - Wang Xiao Cheng
61 61 - Perangkap
62 62 - Penyembunyian
63 63 - Awal Dari Badai
64 64 - Perburuan
65 65 - Laba-Laba Kabut
66 66 - Dasar Tebing Juéwàng
67 67 - Ular Kalajengking
68 68 - Gua Makam Kuno
69 69 - Pertemuan (3)
70 70 - Huan Shui
71 71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72 72 - Xue Xiaowen
73 73 - Wang Xiao Cheng [2]
74 74 - Inti Makam Kuno
75 75 - Pedang Pendekar Naga
76 76 - Kejutan
77 77 - Pedang Iblis
78 78 - Alam Ilusi
79 79 - Wei Shezi
80 80 - Kerjasama
81 81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82 82 - Wei Shezi [2]
83 83 - Kesepakatan
84 84 - Xia Ling Qing [2]
85 85 - Ancaman
86 85 - Kota Lianyi [2]
87 87 - Liu Han Ying
88 88 - Ketenangan Sebelum Badai
89 89 - Alur Awal
90 90 - Permintaan Bantuan
91 91 - Feng Huang Lin
92 92 - Kekacauan Kota Lianyi
93 93 - Pertarungan
94 94 - Akhir Pertarungan
95 95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96 96 - Pengakhiran Hubungan
97 97 - Persiapan
98 98 - Pelatihan Tertutup
99 99 - Teknik Berpedang
100 100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101 101 - Kota Xiang Yu
102 102 - Lembah Tanah Berapi
103 103 - Lima Sekte Besar
104 104 - Menjarah Makam
105 105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106 106 - Xia Ling Qing [3]
107 107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108 108 - Wujud Sesungguhnya
109 109 - Kejutan [2]
110 110 - Wei Zhang Zihan [2]
111 111 - Zhi Mei
112 112 - Naga dari Klan Kuno
113 113 - Ling Xian Shu
114 114 - Kerjasama
115 115 - Harta Jarahan
116 116 - Firasat
117 117 - Hambatan
118 118 - Pertolongan
119 119 - Bagian Paling Dalam Makam
120 120 - Kecurigaan
121 121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122 122 - Teknik Manifestasi
123 123 - Kejutan Lainnya
124 124 - Target Serangan
125 125 - Siasat
126 126 - Kekejaman
127 127 - Kejutan [3]
128 128 - Rasa Takut
129 129 - Pelatihan di Dalam Makam
130 130 - Penyembunyian [2]
131 131 - Sekte Menara Rufeng
132 132 - Informasi Bencana Besar
133 133 - Chu Kai [2]
134 134 - Pulau Yèzi
135 135 - Menyeberangi Lautan
136 136 - Feng Hao Yan
137 137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138 138 - Menantang Feng Hao Yan
139 139 - Pertarungan [2]
140 140 - Akhir Pertarungan
141 141 - Teknik Pernapasan Naga
142 142 - Penyembunyian [3]
143 143 - Siasat [2]
144 144 - Perjalanan
145 145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146 146 - Pelatihan
147 147 - Pertemuan Tidak Terduga
148 148 - Chu Kai [3]
149 149 - Awal Mula
150 150 - Xu Huan
151 151 - Kegaduhan
152 152 - Chu Kai [4]
153 153 - Wei Zhang Zihan [3]
154 154 - Perjalanan Bersama
155 155 - Hóng Shuǐ
156 156 - Pertolongan [2]
157 157 - Serigala Bayangan
158 158 - Bantuan
159 159 - Fang Tie Zhu
160 160 - Pertikaian Dua Perguruan
161 161 - Bimbingan Tetua Fang
162 162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163 163 - Melanjutkan Perjalanan
164 164 - Kota Yanshi
165 165 - Pertemuan (3)
166 166 - Yao Zhijia
167 167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168 168 - Alam Ilusi [2]
169 169 - Dua Pemuda Asing
170 170 - Bentang Alam Ilusi
171 171 - Chu Kai [5]
172 172 - Teknik Manifestasi [2]
173 173 - Xia Ling Qing [4]
174 174 - Pertemuan (4)
175 175 - Bentang Alam Mimpi
176 176 - Penghalang Iblis Mimpi
177 177 - Iblis Mimpi
178 178 - Chu Kai [6]
179 179 - Pertarungan [3]
180 180 - Akhir Pertarungan
181 181 - Target Pembalasan Dendam
182 182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183 183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184 184 - Firasat [2]
185 185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186 186 - Hutan Daxing
187 187 - Penyelamatan
188 188 - Tekad
189 189 - Kekhawatiran
190 190 - Permintaan
191 191 - Shuang Ling Feng
192 192 - Desa Mati
193 193 - Perangkap
194 194 - Kecurigaan
195 195 - Awal Mula [2]
196 196 - Kota Luòxià
197 197 - Chu Kai [7]
198 198 - Xia Ling Qing
199 199 - Penyembunyian
Episodes

Updated 199 Episodes

1
1 - Chu Kai
2
2 - Sekte Gunung Wushi
3
3 - Pemilihan Pendekar Naga
4
4 - Xia Ling Qing
5
5 - Wei Zhang Zihan
6
6 - Tidak terduga
7
7 - Tetua Xia Feng Hua
8
8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9
9 - Tantangan
10
10 - Master Zhuang
11
11 - Tingkat Kultivasi
12
12 - Nalan Shu
13
13 - Misi Pertama
14
14 - Bai Nang
15
15 - Monster Laba-Laba
16
16 - Pertolongan
17
17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18
18 - Tetua Wang Zhong Xian
19
19 - Musuh Yang Asing
20
20 - Chu Tian
21
21 - Pengungkapan
22
22 - Tekad
23
23 - Pelatihan Pertama
24
24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25
25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26
26 - Si Kembar Meng
27
27 - Pertolongan (2)
28
28 - Penyembunyian
29
29 - Kota Lianyi
30
30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31
31 - Yi Zhi Jian
32
32 - Penculikan
33
33 - Tekad (2)
34
34 - Kepergian
35
35 - Pertemuan
36
36 - Perjalanan Bersama
37
37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38
38 - Menuju Kota Chang'An
39
39 - Jebakan
40
40 - Pertemuan
41
41 - Xia Ling Qing (2)
42
42 - Paviliun Merak Putih
43
43 - Keberanian
44
44 - Siasat
45
45 - Diao Lin Wang
46
46 - Permintaan
47
47 - Tujuan Baru
48
48 - Menuju Kota Bian Xi
49
49 - Serangan Kejutan
50
50 - Ruan Zhao Sheng
51
51 - Kelahiran Pendekar Naga
52
52 - Kota Bian Xi
53
53 - Pertemuan (2)
54
54 - Pertarungan
55
55 - Long Yang Wang
56
56 - Menuju Sekte Tianzhi
57
57 - Sekte Tianzhi
58
58 - Jiang Mu Bai
59
59 - Tetua Sekte Tianzhi
60
60 - Wang Xiao Cheng
61
61 - Perangkap
62
62 - Penyembunyian
63
63 - Awal Dari Badai
64
64 - Perburuan
65
65 - Laba-Laba Kabut
66
66 - Dasar Tebing Juéwàng
67
67 - Ular Kalajengking
68
68 - Gua Makam Kuno
69
69 - Pertemuan (3)
70
70 - Huan Shui
71
71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72
72 - Xue Xiaowen
73
73 - Wang Xiao Cheng [2]
74
74 - Inti Makam Kuno
75
75 - Pedang Pendekar Naga
76
76 - Kejutan
77
77 - Pedang Iblis
78
78 - Alam Ilusi
79
79 - Wei Shezi
80
80 - Kerjasama
81
81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82
82 - Wei Shezi [2]
83
83 - Kesepakatan
84
84 - Xia Ling Qing [2]
85
85 - Ancaman
86
85 - Kota Lianyi [2]
87
87 - Liu Han Ying
88
88 - Ketenangan Sebelum Badai
89
89 - Alur Awal
90
90 - Permintaan Bantuan
91
91 - Feng Huang Lin
92
92 - Kekacauan Kota Lianyi
93
93 - Pertarungan
94
94 - Akhir Pertarungan
95
95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96
96 - Pengakhiran Hubungan
97
97 - Persiapan
98
98 - Pelatihan Tertutup
99
99 - Teknik Berpedang
100
100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101
101 - Kota Xiang Yu
102
102 - Lembah Tanah Berapi
103
103 - Lima Sekte Besar
104
104 - Menjarah Makam
105
105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106
106 - Xia Ling Qing [3]
107
107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108
108 - Wujud Sesungguhnya
109
109 - Kejutan [2]
110
110 - Wei Zhang Zihan [2]
111
111 - Zhi Mei
112
112 - Naga dari Klan Kuno
113
113 - Ling Xian Shu
114
114 - Kerjasama
115
115 - Harta Jarahan
116
116 - Firasat
117
117 - Hambatan
118
118 - Pertolongan
119
119 - Bagian Paling Dalam Makam
120
120 - Kecurigaan
121
121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122
122 - Teknik Manifestasi
123
123 - Kejutan Lainnya
124
124 - Target Serangan
125
125 - Siasat
126
126 - Kekejaman
127
127 - Kejutan [3]
128
128 - Rasa Takut
129
129 - Pelatihan di Dalam Makam
130
130 - Penyembunyian [2]
131
131 - Sekte Menara Rufeng
132
132 - Informasi Bencana Besar
133
133 - Chu Kai [2]
134
134 - Pulau Yèzi
135
135 - Menyeberangi Lautan
136
136 - Feng Hao Yan
137
137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138
138 - Menantang Feng Hao Yan
139
139 - Pertarungan [2]
140
140 - Akhir Pertarungan
141
141 - Teknik Pernapasan Naga
142
142 - Penyembunyian [3]
143
143 - Siasat [2]
144
144 - Perjalanan
145
145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146
146 - Pelatihan
147
147 - Pertemuan Tidak Terduga
148
148 - Chu Kai [3]
149
149 - Awal Mula
150
150 - Xu Huan
151
151 - Kegaduhan
152
152 - Chu Kai [4]
153
153 - Wei Zhang Zihan [3]
154
154 - Perjalanan Bersama
155
155 - Hóng Shuǐ
156
156 - Pertolongan [2]
157
157 - Serigala Bayangan
158
158 - Bantuan
159
159 - Fang Tie Zhu
160
160 - Pertikaian Dua Perguruan
161
161 - Bimbingan Tetua Fang
162
162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163
163 - Melanjutkan Perjalanan
164
164 - Kota Yanshi
165
165 - Pertemuan (3)
166
166 - Yao Zhijia
167
167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168
168 - Alam Ilusi [2]
169
169 - Dua Pemuda Asing
170
170 - Bentang Alam Ilusi
171
171 - Chu Kai [5]
172
172 - Teknik Manifestasi [2]
173
173 - Xia Ling Qing [4]
174
174 - Pertemuan (4)
175
175 - Bentang Alam Mimpi
176
176 - Penghalang Iblis Mimpi
177
177 - Iblis Mimpi
178
178 - Chu Kai [6]
179
179 - Pertarungan [3]
180
180 - Akhir Pertarungan
181
181 - Target Pembalasan Dendam
182
182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183
183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184
184 - Firasat [2]
185
185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186
186 - Hutan Daxing
187
187 - Penyelamatan
188
188 - Tekad
189
189 - Kekhawatiran
190
190 - Permintaan
191
191 - Shuang Ling Feng
192
192 - Desa Mati
193
193 - Perangkap
194
194 - Kecurigaan
195
195 - Awal Mula [2]
196
196 - Kota Luòxià
197
197 - Chu Kai [7]
198
198 - Xia Ling Qing
199
199 - Penyembunyian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!