Chu Kai tidak mengetahui banyak hal tentang tanaman herbal dan sebenarnya dia juga kurang tahu banyak dari manfaat bunga cadas. Meski demikian, dia tahu satu hal ini.
Bunga cadas merupakan bunga yang langka dan paling sulit di dapat. Harga benar-benar sangat tinggi dan tidak baik menyia-nyiakan bunga ini hanya untuk menghilangkan bau kuat pada tanaman herbal yang direbusnya.
Chu Kai memutuskan untuk mengeringkan bunga ini dengan cara diasapi. Dengan ini, aroma bunga akan terkunci dan kembali menguar jika direbus ke dalam air. Chu Kai memperlakukan bunga tersebut dengan sangat istimewa.
"Baiklah, sekarang waktunya mandi." Chu Kai memang sudah tidak sabar membersihkan dirinya. Dia melepas seluruh pakaiannya dan mulai masuk ke bak mandi yang sudah dicampurkan oleh ramuan herbal.
Aromanya benar-benar kuat, tetapi Chu Kai masih bisa menahannya. Jujur saja, awalnya dia muntah tetapi menghirup lama aroma herbal ini membuat pernapasannya lebih lancar dan sebenarnya dia tidak terlalu terganggu oleh aroma yang kuat ini.
Chu Kai lumayan lama saat berendam, dia terkejut saat melihat air di bak mandinya menjadi lebih pekat, padahal sebelumnya warna air ini sedikit memiliki warna hijau. Sekarang, seluruh airnya seakan sudah disiram oleh tinta.
Tidak mau memikirkannya terlalu jauh, Chu Kai pun membilas tubuhnya kembali sebelum mulai membuang semua air di bak mandi. Dia pun berpakaian dan mengikuti pelajaran seperti sebelumnya.
Aula Dan Yang, Sekte Gunung Wushi.
Chu Kai tersentak saat tiba di aula Dan Yang. Teman-teman sekelasnya yang merupakan anak-anak ini sudah terlihat memegang pedang dan melakukan gerakan bertarung sederhana. Dia bahkan terkesan dengan betapa semangatnya para bocil ini.
"Kai..! Kemari,"
Chu Kai mendengar panggilan Tetua Wang Zhong Xian. Dia pun menghampiri pria tua itu yang terlihat bersama Pendekar Suci Xia Ling Qing.
!!
Chu Kai tersentak, dia sampai menggeleng pelan karena tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. Gadis itu... Bagaimana bisa ada di sini?
"Ha-Hai, Nona Xia." Chu Kai menyapa dan jawaban dari keramahannya adalah dengusan serta tatapan dingin.
"Ehm... Tetua Wang?" Chu Kai tidak berani untuk mengajak gadis di depannya bicara. Dia takut akan ditendang seperti terakhir kali. Jujur, dia masih trauma.
Tetua Wang Zhong Xian menyuruh Chu Kai duduk. Xia Ling Qing sendiri mengawasi gerakan berpedang para murid, gadis itu bahkan memperbaiki posisi tubuh salah satu anak dan fokus menjaga mereka.
Chu Kai memperhatikan gadis itu dan memang jika diperlihatkan dari jauh... Hatinya merasa sudah dicuri. Dia benar-benar kagum dengan betapa cantiknya Xia Ling Qing itu, rasanya-
"Ehem,"
!!
Chu Kai tersadar dan kembali memperhatikan Tetua Wang Zhong Xian. Pria tua itu berkata, "Jika kau menatapnya seperti itu lagi, dia mungkin akan mencongkel matamu."
"Ma-maaf," Chu Kai merinding ngeri. Xia Ling Qing saja bisa membunuh monster laba-laba dalam sekali serangan, bagaimana kabarnya nanti jika dia sampai menyinggung gadis itu? Aiiih... Nyawanya masih lebih berharga dari rasa kagum ini.
Tetua Wang Zhong Xian menarik napas dan kemudian berkata, "Kau sebelumnya pergi menjalankan misi dan selama itu, teman-teman sekelasmu sudah mengalami kemajuan. Saat ini, aku akan mengajarimu apa yang sudah kau tinggalkan."
"Ehm... Tetua," Chu Kai berujar pelan, "Maaf jika ini menyinggung, tapi boleh kutanya sesuatu?"
"Katakanlah,"
"Kenapa hanya aku yang dibawa untuk menjalankan misi? Apa mereka tidak pergi?"
Tetua Zhong Xian tersenyum, "Sebelum aku menjawab pertanyaanmu. Aku akan bertanya sesuatu, apa yang sudah kau dapatkan dari menjalankan misimu?"
Chu Kai berkedip dan kemudian berkata, "Aku tidak mendapatkan apa-apa, tapi aku bertemu monster laba-laba. Mereka bahkan ada dua dan sejenis siluman karena separuh tubuh mereka adalah perempuan, ya ampun... Mereka sangat menakutkan."
Chu Kai menjelaskan, "Aku menghadapi satu monster, kupikir saat itu aku akan mati. Itu benar-benar sangat menakutkan,"
"Lalu bagaimana kau bisa selamat?"
"Aku... Aku menipu monster itu," Chu Kai tersenyum dan berkata, "Monsternya bodoh dan tidak kubiarkan dia melawan. Aku menusuk belati ke matanya dan membakarnya, kemudian aku menyelamatkan pendekar Wei Zhang Zihan. Aku mengagumkan,"
Tetua Zhong Xian memperhatikan dengan saksama dan pemuda ini dibandingkan dengan menjadi takut, justru nampak semangat saat menceritakan betapa berjasanya dia dalam menyelamatkan nyawa Wei Zhang Zihan.
Tetua Zhong Xian sebenarnya sudah mendengar semuanya dari Xia Ling Qing, tetapi dia ingin tahu dari mulut Chu Kai sendiri. Dia pun lantas berkata, "Syukurlah kau selamat. Jadi, apa lagi yang kau dapatkan?"
Chu Kai tersentak, ekspresi wajahnya polos saat dia menggeleng dan berkata. "Aku tidak mendapatkan apa-apa selain.... Luka-!"
Chu Kai tersentak saat mulai tahu apa yang ingin disampaikan oleh Tetua Wang Zhong Xian. Dia mengusap lengannya dan mendengar pria tua di hadapannya bicara.
"Saat kau menjalankan misi, kau akan mendapat permintaan melindungi. Kau akan sadar bahwa di dunia ini banyak orang lemah dan membutuhkan orang-orang seperti kita untuk menolong mereka. Kai, ada beberapa hal yang hanya bisa diselesaikan oleh seorang pendekar. Misi kita adalah menjaga perdamaian dan melindungi nyawa mereka yang lemah,"
Tetua Wang Zhong Xian melanjutkan. "Saat kau berada di lokasi misimu, kau akan mendapat pemahaman bahwa ada orang-orang yang sebenarnya terperangkap dalam ketakutan. Mereka tidak berani melawan monster dan itulah saat kita dibutuhkan,"
".................."
"Ketika kau bertarung, kau akan dapat melihat kekuranganmu sendiri. Luka yang kau bawa kemari, merupakan bukti bahwa kau masih sangat lemah. Bayangkan hari ini kau melawan monster yang bodoh, lalu apa jadinya jika nanti kau bertemu monster yang lebih pintar darimu?"
"Itu..." Chu Kai menunduk, dia tidak harus menjawab apa.
Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Kau tidak bisa terus menutup mata dan telingamu. Dunia tempat kita tinggal, tidak hanya dihuni oleh manusia saja. Teman-teman sekelasmu itu, sebagian besar mereka adalah anak-anak yang tidak lagi memiliki orang tua. Mereka punya impian yang besar. Menjadi pendekar kuat dan melindungi banyak orang agar tidak ada lagi anak yang mengalami nasib sama seperti mereka,"
"Nak, kedai kecilmu tidak bisa selalu aman dan nyaman. Dunia adalah tempat di mana waktu terus berjalan. Tidak ada yang tahu masa depan, tetapi merupakan hal mutlak bahwa kebahagiaan dan kesedihan selalu berganti dan lekat menghampiri manusia."
"Pikirkan ini baik-baik," Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Kau adalah satu dari banyaknya orang yang terpilih. Aku tidak menjanjikan bahwa menjadi seorang pendekar akan mudah, sama sekali tidak Nak. Jalan ini adalah yang paling sulit. Kau tidak akan bisa tidur nyenyak dan kematian selalu satu jengkal di atas kepalamu. Tetapi lihatlah anak-anak itu, meski mereka tahu... Mereka tidak menyerah."
"Nona Xia Ling Qing," Tetua Wang Zhong Xian berujar, "Tanpa pemaksaan dia berani mengambil jalan ini. Sekte Gunung Wushi ada, bukan untuk menjadikan murid-muridnya sebagai yang abadi. Tempat ini merupakan jantung dan Benteng penjaga perdamaian, jadi sebelum musuh manusia menyentuh tanah ini... Mereka harus lebih dulu menghancurkan Sekte Gunung Wushi."
!!!
Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Perbedaan kenapa kau diminta keluar menjalankan misi, sementara mereka tidak adalah karena kau masih mempertimbangkan keputusanmu. Jika kau tidak melihat dengan mata kepalamu sendiri, kau tidak akan sadar bahwa banyak orang yang ketakutan di luar sana. Mereka sudah memantapkan hati, sekarang adalah giliranmu."
".................."
"Pengajaranku sampai di sini. Bukankah kau akan pulang ke rumahmu setelah sebulan?"
Chu Kai terkejut, "Ta-tapi ini belum tenggak waktunya, kan? Masih ada... Beberapa hari,"
"Apa kau akan berubah pikiran setelah hari itu tiba?" Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Murid di tempat ini tidak pernah dipaksa memasuki sekte. Tanggung jawab mereka besar, tetapi tanggung jawab Pendekar Naga jauh lebih besar. Aku tidak ingin kau merasa dipaksa menjadi Pendekar Naga. Sesuatu yang dilakukan dengan setengah hati tidak akan berakhir baik, jadi mulai sekarang... Akan lebih baik jika kau pulang. Sekte ini selalu terbuka dengan segala keputusanmu,"
*
*
Gerbang Utama Sekte Gunung Wushi.
"Jadi Pendekar Naga itu pergi?"
"Apa kubilang, dia tidak akan bertahan lama di tempat ini."
"Pengecut sepertinya tidak akan cocok jadi Pendekar Naga,"
"Ha ha ha, kau benar. Badannya saja yang besar, tapi dia penakut."
Qin Shou mengembuskan napas mendengar suara dari para murid Sekte Gunung Wushi. Dia melihat punggung Chu Kai yang semakin jauh menuruni setiap anakan tangga.
Qin Shou menggeleng pelan, "Aku bahkan belum sempat bicara banyak padanya. Tsk, astaga... Padahal kita belum merayakan menjadi saudara, tetapi dia sudah pergi."
Kepergian Chu Kai disaksikan oleh banyak murid Sekte Gunung Wushi. Di sisi lain, yang paling kaget karena Chu Kai pergi adalah Wei Zhang Zihan.
Pemuda itu bahkan sampai memukul meja hingga terbelah dua setelah mendengar laporan seorang murid padanya. Ekspresi Wei Zhang Zihan tenang, tetapi tindakannya ini jelas bukan definisi dari 'ketenangan'.
"Pe-Pendekar Wei.."
"Shizun menyerahkan tanggung jawab terhadap dirinya padaku, berani sekali dia pergi tanpa bicara dulu."
"Anu... Ta-tapi," murid Sekte Gunung Wushi itu kaget saat Wei Zhang Zihan mengambil pedang dan langsung melesat keluar. Ini pertama kalinya dia melihat Wei Zhang Zihan yang seperti itu.
Chu Kai sendiri tidak langsung ke kedai. Dia tahu bahwa jika kabar mengenai dirinya yang pergi sampai ke telinga Pendekar Suci Wei Zhang Zihan, maka kemungkinan besar dia akan dibawa paksa kembali ke sekte. Itulah sebabnya dibandingkan pulang ke kedai, Chu Kai memilih masuk ke dalam hutan untuk menenangkan diri.
Chu Kai memasuki hutan yang sering dia kunjungi, itu pun dia tidak berani masuk lebih jauh karena tahu bahaya di tempat ini. Chu Kai berhenti saat menemukan sebuah sungai dengan bebatuan di pinggirannya.
"Tetua Wang itu... Dia mempunyai wajah yang ramah dengan suara halus. Tapi entah kenapa rasanya tetap saja tidak nyaman,"
Chu Kai mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya ke sungai. Dia bermain memantulkan batu itu dan membuatnya sampai ke seberang sana.
Chu Kai menengadah dan mengembuskan napas, "Aku tidak pernah memikirkan alasan dari menjadi Pendekar Naga. Sebenarnya aku memang dipaksa. Aku sendiri tidak pernah mau memiliki gelar itu. Aku hanya ingin dekat dengan nona Xia,"
"Tapi..." Chu Kai memperhatikan batu kecil di tangannya, "Alasan. Alasan itu belum cukup kuat. Melindungi? Tapi apa aku bisa? Aku... Sebenarnya takut mengambil pilihan ini. Seseorang pasti lebih pantas daripada aku--"
"Di sini rupanya."
Suara wanita membuat Chu Kai tersentak dan spontan menoleh. Dia melihat seorang wanita dengan pakaian berwarna merah dengan corak anggrek bulan. Sosok di hadapannya memiliki rambut panjang sehitam tinta dengan pewarna bibir merah.
Chu Kai menahan napas. Dia baru melihat bahwa wanita di hadapannya ini memakai pakaian yang lumayan terbuka. Wanita ini pun mempunyai lukisan bulan sabit kecil di keningnya. Wanita ini tersenyum sangat menawan padanya.
"Ehm... Anda ini siapa?" Chu Kai berujar pelan. Dia menelan ludah saat wanita ini berjalan dan dengan paha putih yang terlihat. Entah kenapa, tetapi hembusan angin sepertinya sangat nakal atau memang pakaian wanita inilah yang justru masih harus dijahit.
"Sayangku~ aku datang kemari untuk menghabisimu,"
"Apa?" Chu Kai berkedip, dia keheranan dan mengusap pelan tengkuknya. Dia tersenyum ramah dan dengan sopan berkata, "Aku... Sepertinya aku salah--!!"
Chu Kai merasakan jantungnya seperti dihantam ledakan petir. Dia hanya melihat lintasan cahaya di sampingnya dan tiba-tiba saja suara ledakan dahsyat terdengar dari arah samping tubuhnya.
Itu bukanlah khayalan atau mimpi, sebab ledakan tadi menghasilkan hujan buatan yang berlangsung beberapa saat dan mengenai tubuh Chu Kai, tidak terlalu deras tetapi mengguncang jiwa.
"Ah~ tidak baik," wanita cantik itu membelai pelan rambutnya dan berkata, "Serangan berikutnya tidak akan kubuat meleset lagi~"
!!!
Chu Kai tidak tahu. Dia tidak mengerti bagaimana bisa seseorang yang begitu asing datang dan justru ingin menghabisinya. Dia luar biasa terkejut.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Anonymous
🏦🗻🏦🏗🏦🏗
2023-10-04
0
Achmad Faiz
hohoho
2023-09-06
0
Achmad Faiz
walahh
2023-09-06
0