18 - Tetua Wang Zhong Xian

Chu Kai tidak mengetahui banyak hal tentang tanaman herbal dan sebenarnya dia juga kurang tahu banyak dari manfaat bunga cadas. Meski demikian, dia tahu satu hal ini.

Bunga cadas merupakan bunga yang langka dan paling sulit di dapat. Harga benar-benar sangat tinggi dan tidak baik menyia-nyiakan bunga ini hanya untuk menghilangkan bau kuat pada tanaman herbal yang direbusnya.

Chu Kai memutuskan untuk mengeringkan bunga ini dengan cara diasapi. Dengan ini, aroma bunga akan terkunci dan kembali menguar jika direbus ke dalam air. Chu Kai memperlakukan bunga tersebut dengan sangat istimewa.

"Baiklah, sekarang waktunya mandi." Chu Kai memang sudah tidak sabar membersihkan dirinya. Dia melepas seluruh pakaiannya dan mulai masuk ke bak mandi yang sudah dicampurkan oleh ramuan herbal.

Aromanya benar-benar kuat, tetapi Chu Kai masih bisa menahannya. Jujur saja, awalnya dia muntah tetapi menghirup lama aroma herbal ini membuat pernapasannya lebih lancar dan sebenarnya dia tidak terlalu terganggu oleh aroma yang kuat ini.

Chu Kai lumayan lama saat berendam, dia terkejut saat melihat air di bak mandinya menjadi lebih pekat, padahal sebelumnya warna air ini sedikit memiliki warna hijau. Sekarang, seluruh airnya seakan sudah disiram oleh tinta.

Tidak mau memikirkannya terlalu jauh, Chu Kai pun membilas tubuhnya kembali sebelum mulai membuang semua air di bak mandi. Dia pun berpakaian dan mengikuti pelajaran seperti sebelumnya.

Aula Dan Yang, Sekte Gunung Wushi.

Chu Kai tersentak saat tiba di aula Dan Yang. Teman-teman sekelasnya yang merupakan anak-anak ini sudah terlihat memegang pedang dan melakukan gerakan bertarung sederhana. Dia bahkan terkesan dengan betapa semangatnya para bocil ini.

"Kai..! Kemari,"

Chu Kai mendengar panggilan Tetua Wang Zhong Xian. Dia pun menghampiri pria tua itu yang terlihat bersama Pendekar Suci Xia Ling Qing.

!!

Chu Kai tersentak, dia sampai menggeleng pelan karena tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. Gadis itu... Bagaimana bisa ada di sini?

"Ha-Hai, Nona Xia." Chu Kai menyapa dan jawaban dari keramahannya adalah dengusan serta tatapan dingin.

"Ehm... Tetua Wang?" Chu Kai tidak berani untuk mengajak gadis di depannya bicara. Dia takut akan ditendang seperti terakhir kali. Jujur, dia masih trauma.

Tetua Wang Zhong Xian menyuruh Chu Kai duduk. Xia Ling Qing sendiri mengawasi gerakan berpedang para murid, gadis itu bahkan memperbaiki posisi tubuh salah satu anak dan fokus menjaga mereka.

Chu Kai memperhatikan gadis itu dan memang jika diperlihatkan dari jauh... Hatinya merasa sudah dicuri. Dia benar-benar kagum dengan betapa cantiknya Xia Ling Qing itu, rasanya-

"Ehem,"

!!

Chu Kai tersadar dan kembali memperhatikan Tetua Wang Zhong Xian. Pria tua itu berkata, "Jika kau menatapnya seperti itu lagi, dia mungkin akan mencongkel matamu."

"Ma-maaf," Chu Kai merinding ngeri. Xia Ling Qing saja bisa membunuh monster laba-laba dalam sekali serangan, bagaimana kabarnya nanti jika dia sampai menyinggung gadis itu? Aiiih... Nyawanya masih lebih berharga dari rasa kagum ini.

Tetua Wang Zhong Xian menarik napas dan kemudian berkata, "Kau sebelumnya pergi menjalankan misi dan selama itu, teman-teman sekelasmu sudah mengalami kemajuan. Saat ini, aku akan mengajarimu apa yang sudah kau tinggalkan."

"Ehm... Tetua," Chu Kai berujar pelan, "Maaf jika ini menyinggung, tapi boleh kutanya sesuatu?"

"Katakanlah,"

"Kenapa hanya aku yang dibawa untuk menjalankan misi? Apa mereka tidak pergi?"

Tetua Zhong Xian tersenyum, "Sebelum aku menjawab pertanyaanmu. Aku akan bertanya sesuatu, apa yang sudah kau dapatkan dari menjalankan misimu?"

Chu Kai berkedip dan kemudian berkata, "Aku tidak mendapatkan apa-apa, tapi aku bertemu monster laba-laba. Mereka bahkan ada dua dan sejenis siluman karena separuh tubuh mereka adalah perempuan, ya ampun... Mereka sangat menakutkan."

Chu Kai menjelaskan, "Aku menghadapi satu monster, kupikir saat itu aku akan mati. Itu benar-benar sangat menakutkan,"

"Lalu bagaimana kau bisa selamat?"

"Aku... Aku menipu monster itu," Chu Kai tersenyum dan berkata, "Monsternya bodoh dan tidak kubiarkan dia melawan. Aku menusuk belati ke matanya dan membakarnya, kemudian aku menyelamatkan pendekar Wei Zhang Zihan. Aku mengagumkan,"

Tetua Zhong Xian memperhatikan dengan saksama dan pemuda ini dibandingkan dengan menjadi takut, justru nampak semangat saat menceritakan betapa berjasanya dia dalam menyelamatkan nyawa Wei Zhang Zihan.

Tetua Zhong Xian sebenarnya sudah mendengar semuanya dari Xia Ling Qing, tetapi dia ingin tahu dari mulut Chu Kai sendiri. Dia pun lantas berkata, "Syukurlah kau selamat. Jadi, apa lagi yang kau dapatkan?"

Chu Kai tersentak, ekspresi wajahnya polos saat dia menggeleng dan berkata. "Aku tidak mendapatkan apa-apa selain.... Luka-!"

Chu Kai tersentak saat mulai tahu apa yang ingin disampaikan oleh Tetua Wang Zhong Xian. Dia mengusap lengannya dan mendengar pria tua di hadapannya bicara.

"Saat kau menjalankan misi, kau akan mendapat permintaan melindungi. Kau akan sadar bahwa di dunia ini banyak orang lemah dan membutuhkan orang-orang seperti kita untuk menolong mereka. Kai, ada beberapa hal yang hanya bisa diselesaikan oleh seorang pendekar. Misi kita adalah menjaga perdamaian dan melindungi nyawa mereka yang lemah,"

Tetua Wang Zhong Xian melanjutkan. "Saat kau berada di lokasi misimu, kau akan mendapat pemahaman bahwa ada orang-orang yang sebenarnya terperangkap dalam ketakutan. Mereka tidak berani melawan monster dan itulah saat kita dibutuhkan,"

".................."

"Ketika kau bertarung, kau akan dapat melihat kekuranganmu sendiri. Luka yang kau bawa kemari, merupakan bukti bahwa kau masih sangat lemah. Bayangkan hari ini kau melawan monster yang bodoh, lalu apa jadinya jika nanti kau bertemu monster yang lebih pintar darimu?"

"Itu..." Chu Kai menunduk, dia tidak harus menjawab apa.

Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Kau tidak bisa terus menutup mata dan telingamu. Dunia tempat kita tinggal, tidak hanya dihuni oleh manusia saja. Teman-teman sekelasmu itu, sebagian besar mereka adalah anak-anak yang tidak lagi memiliki orang tua. Mereka punya impian yang besar. Menjadi pendekar kuat dan melindungi banyak orang agar tidak ada lagi anak yang mengalami nasib sama seperti mereka,"

"Nak, kedai kecilmu tidak bisa selalu aman dan nyaman. Dunia adalah tempat di mana waktu terus berjalan. Tidak ada yang tahu masa depan, tetapi merupakan hal mutlak bahwa kebahagiaan dan kesedihan selalu berganti dan lekat menghampiri manusia."

"Pikirkan ini baik-baik," Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Kau adalah satu dari banyaknya orang yang terpilih. Aku tidak menjanjikan bahwa menjadi seorang pendekar akan mudah, sama sekali tidak Nak. Jalan ini adalah yang paling sulit. Kau tidak akan bisa tidur nyenyak dan kematian selalu satu jengkal di atas kepalamu. Tetapi lihatlah anak-anak itu, meski mereka tahu... Mereka tidak menyerah."

"Nona Xia Ling Qing," Tetua Wang Zhong Xian berujar, "Tanpa pemaksaan dia berani mengambil jalan ini. Sekte Gunung Wushi ada, bukan untuk menjadikan murid-muridnya sebagai yang abadi. Tempat ini merupakan jantung dan Benteng penjaga perdamaian, jadi sebelum musuh manusia menyentuh tanah ini... Mereka harus lebih dulu menghancurkan Sekte Gunung Wushi."

!!!

Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Perbedaan kenapa kau diminta keluar menjalankan misi, sementara mereka tidak adalah karena kau masih mempertimbangkan keputusanmu. Jika kau tidak melihat dengan mata kepalamu sendiri, kau tidak akan sadar bahwa banyak orang yang ketakutan di luar sana. Mereka sudah memantapkan hati, sekarang adalah giliranmu."

".................."

"Pengajaranku sampai di sini. Bukankah kau akan pulang ke rumahmu setelah sebulan?"

Chu Kai terkejut, "Ta-tapi ini belum tenggak waktunya, kan? Masih ada... Beberapa hari,"

"Apa kau akan berubah pikiran setelah hari itu tiba?" Tetua Wang Zhong Xian berkata, "Murid di tempat ini tidak pernah dipaksa memasuki sekte. Tanggung jawab mereka besar, tetapi tanggung jawab Pendekar Naga jauh lebih besar. Aku tidak ingin kau merasa dipaksa menjadi Pendekar Naga. Sesuatu yang dilakukan dengan setengah hati tidak akan berakhir baik, jadi mulai sekarang... Akan lebih baik jika kau pulang. Sekte ini selalu terbuka dengan segala keputusanmu,"

*

*

Gerbang Utama Sekte Gunung Wushi.

"Jadi Pendekar Naga itu pergi?"

"Apa kubilang, dia tidak akan bertahan lama di tempat ini."

"Pengecut sepertinya tidak akan cocok jadi Pendekar Naga,"

"Ha ha ha, kau benar. Badannya saja yang besar, tapi dia penakut."

Qin Shou mengembuskan napas mendengar suara dari para murid Sekte Gunung Wushi. Dia melihat punggung Chu Kai yang semakin jauh menuruni setiap anakan tangga.

Qin Shou menggeleng pelan, "Aku bahkan belum sempat bicara banyak padanya. Tsk, astaga... Padahal kita belum merayakan menjadi saudara, tetapi dia sudah pergi."

Kepergian Chu Kai disaksikan oleh banyak murid Sekte Gunung Wushi. Di sisi lain, yang paling kaget karena Chu Kai pergi adalah Wei Zhang Zihan.

Pemuda itu bahkan sampai memukul meja hingga terbelah dua setelah mendengar laporan seorang murid padanya. Ekspresi Wei Zhang Zihan tenang, tetapi tindakannya ini jelas bukan definisi dari 'ketenangan'.

"Pe-Pendekar Wei.."

"Shizun menyerahkan tanggung jawab terhadap dirinya padaku, berani sekali dia pergi tanpa bicara dulu."

"Anu... Ta-tapi," murid Sekte Gunung Wushi itu kaget saat Wei Zhang Zihan mengambil pedang dan langsung melesat keluar. Ini pertama kalinya dia melihat Wei Zhang Zihan yang seperti itu.

Chu Kai sendiri tidak langsung ke kedai. Dia tahu bahwa jika kabar mengenai dirinya yang pergi sampai ke telinga Pendekar Suci Wei Zhang Zihan, maka kemungkinan besar dia akan dibawa paksa kembali ke sekte. Itulah sebabnya dibandingkan pulang ke kedai, Chu Kai memilih masuk ke dalam hutan untuk menenangkan diri.

Chu Kai memasuki hutan yang sering dia kunjungi, itu pun dia tidak berani masuk lebih jauh karena tahu bahaya di tempat ini. Chu Kai berhenti saat menemukan sebuah sungai dengan bebatuan di pinggirannya.

"Tetua Wang itu... Dia mempunyai wajah yang ramah dengan suara halus. Tapi entah kenapa rasanya tetap saja tidak nyaman,"

Chu Kai mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya ke sungai. Dia bermain memantulkan batu itu dan membuatnya sampai ke seberang sana.

Chu Kai menengadah dan mengembuskan napas, "Aku tidak pernah memikirkan alasan dari menjadi Pendekar Naga. Sebenarnya aku memang dipaksa. Aku sendiri tidak pernah mau memiliki gelar itu. Aku hanya ingin dekat dengan nona Xia,"

"Tapi..." Chu Kai memperhatikan batu kecil di tangannya, "Alasan. Alasan itu belum cukup kuat. Melindungi? Tapi apa aku bisa? Aku... Sebenarnya takut mengambil pilihan ini. Seseorang pasti lebih pantas daripada aku--"

"Di sini rupanya."

Suara wanita membuat Chu Kai tersentak dan spontan menoleh. Dia melihat seorang wanita dengan pakaian berwarna merah dengan corak anggrek bulan. Sosok di hadapannya memiliki rambut panjang sehitam tinta dengan pewarna bibir merah.

Chu Kai menahan napas. Dia baru melihat bahwa wanita di hadapannya ini memakai pakaian yang lumayan terbuka. Wanita ini pun mempunyai lukisan bulan sabit kecil di keningnya. Wanita ini tersenyum sangat menawan padanya.

"Ehm... Anda ini siapa?" Chu Kai berujar pelan. Dia menelan ludah saat wanita ini berjalan dan dengan paha putih yang terlihat. Entah kenapa, tetapi hembusan angin sepertinya sangat nakal atau memang pakaian wanita inilah yang justru masih harus dijahit.

"Sayangku~ aku datang kemari untuk menghabisimu,"

"Apa?" Chu Kai berkedip, dia keheranan dan mengusap pelan tengkuknya. Dia tersenyum ramah dan dengan sopan berkata, "Aku... Sepertinya aku salah--!!"

Chu Kai merasakan jantungnya seperti dihantam ledakan petir. Dia hanya melihat lintasan cahaya di sampingnya dan tiba-tiba saja suara ledakan dahsyat terdengar dari arah samping tubuhnya.

Itu bukanlah khayalan atau mimpi, sebab ledakan tadi menghasilkan hujan buatan yang berlangsung beberapa saat dan mengenai tubuh Chu Kai, tidak terlalu deras tetapi mengguncang jiwa.

"Ah~ tidak baik," wanita cantik itu membelai pelan rambutnya dan berkata, "Serangan berikutnya tidak akan kubuat meleset lagi~"

!!!

Chu Kai tidak tahu. Dia tidak mengerti bagaimana bisa seseorang yang begitu asing datang dan justru ingin menghabisinya. Dia luar biasa terkejut.

******

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

🏦🗻🏦🏗🏦🏗

2023-10-04

0

Achmad Faiz

Achmad Faiz

hohoho

2023-09-06

0

Achmad Faiz

Achmad Faiz

walahh

2023-09-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Chu Kai
2 2 - Sekte Gunung Wushi
3 3 - Pemilihan Pendekar Naga
4 4 - Xia Ling Qing
5 5 - Wei Zhang Zihan
6 6 - Tidak terduga
7 7 - Tetua Xia Feng Hua
8 8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9 9 - Tantangan
10 10 - Master Zhuang
11 11 - Tingkat Kultivasi
12 12 - Nalan Shu
13 13 - Misi Pertama
14 14 - Bai Nang
15 15 - Monster Laba-Laba
16 16 - Pertolongan
17 17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18 18 - Tetua Wang Zhong Xian
19 19 - Musuh Yang Asing
20 20 - Chu Tian
21 21 - Pengungkapan
22 22 - Tekad
23 23 - Pelatihan Pertama
24 24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25 25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26 26 - Si Kembar Meng
27 27 - Pertolongan (2)
28 28 - Penyembunyian
29 29 - Kota Lianyi
30 30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31 31 - Yi Zhi Jian
32 32 - Penculikan
33 33 - Tekad (2)
34 34 - Kepergian
35 35 - Pertemuan
36 36 - Perjalanan Bersama
37 37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38 38 - Menuju Kota Chang'An
39 39 - Jebakan
40 40 - Pertemuan
41 41 - Xia Ling Qing (2)
42 42 - Paviliun Merak Putih
43 43 - Keberanian
44 44 - Siasat
45 45 - Diao Lin Wang
46 46 - Permintaan
47 47 - Tujuan Baru
48 48 - Menuju Kota Bian Xi
49 49 - Serangan Kejutan
50 50 - Ruan Zhao Sheng
51 51 - Kelahiran Pendekar Naga
52 52 - Kota Bian Xi
53 53 - Pertemuan (2)
54 54 - Pertarungan
55 55 - Long Yang Wang
56 56 - Menuju Sekte Tianzhi
57 57 - Sekte Tianzhi
58 58 - Jiang Mu Bai
59 59 - Tetua Sekte Tianzhi
60 60 - Wang Xiao Cheng
61 61 - Perangkap
62 62 - Penyembunyian
63 63 - Awal Dari Badai
64 64 - Perburuan
65 65 - Laba-Laba Kabut
66 66 - Dasar Tebing Juéwàng
67 67 - Ular Kalajengking
68 68 - Gua Makam Kuno
69 69 - Pertemuan (3)
70 70 - Huan Shui
71 71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72 72 - Xue Xiaowen
73 73 - Wang Xiao Cheng [2]
74 74 - Inti Makam Kuno
75 75 - Pedang Pendekar Naga
76 76 - Kejutan
77 77 - Pedang Iblis
78 78 - Alam Ilusi
79 79 - Wei Shezi
80 80 - Kerjasama
81 81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82 82 - Wei Shezi [2]
83 83 - Kesepakatan
84 84 - Xia Ling Qing [2]
85 85 - Ancaman
86 85 - Kota Lianyi [2]
87 87 - Liu Han Ying
88 88 - Ketenangan Sebelum Badai
89 89 - Alur Awal
90 90 - Permintaan Bantuan
91 91 - Feng Huang Lin
92 92 - Kekacauan Kota Lianyi
93 93 - Pertarungan
94 94 - Akhir Pertarungan
95 95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96 96 - Pengakhiran Hubungan
97 97 - Persiapan
98 98 - Pelatihan Tertutup
99 99 - Teknik Berpedang
100 100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101 101 - Kota Xiang Yu
102 102 - Lembah Tanah Berapi
103 103 - Lima Sekte Besar
104 104 - Menjarah Makam
105 105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106 106 - Xia Ling Qing [3]
107 107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108 108 - Wujud Sesungguhnya
109 109 - Kejutan [2]
110 110 - Wei Zhang Zihan [2]
111 111 - Zhi Mei
112 112 - Naga dari Klan Kuno
113 113 - Ling Xian Shu
114 114 - Kerjasama
115 115 - Harta Jarahan
116 116 - Firasat
117 117 - Hambatan
118 118 - Pertolongan
119 119 - Bagian Paling Dalam Makam
120 120 - Kecurigaan
121 121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122 122 - Teknik Manifestasi
123 123 - Kejutan Lainnya
124 124 - Target Serangan
125 125 - Siasat
126 126 - Kekejaman
127 127 - Kejutan [3]
128 128 - Rasa Takut
129 129 - Pelatihan di Dalam Makam
130 130 - Penyembunyian [2]
131 131 - Sekte Menara Rufeng
132 132 - Informasi Bencana Besar
133 133 - Chu Kai [2]
134 134 - Pulau Yèzi
135 135 - Menyeberangi Lautan
136 136 - Feng Hao Yan
137 137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138 138 - Menantang Feng Hao Yan
139 139 - Pertarungan [2]
140 140 - Akhir Pertarungan
141 141 - Teknik Pernapasan Naga
142 142 - Penyembunyian [3]
143 143 - Siasat [2]
144 144 - Perjalanan
145 145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146 146 - Pelatihan
147 147 - Pertemuan Tidak Terduga
148 148 - Chu Kai [3]
149 149 - Awal Mula
150 150 - Xu Huan
151 151 - Kegaduhan
152 152 - Chu Kai [4]
153 153 - Wei Zhang Zihan [3]
154 154 - Perjalanan Bersama
155 155 - Hóng Shuǐ
156 156 - Pertolongan [2]
157 157 - Serigala Bayangan
158 158 - Bantuan
159 159 - Fang Tie Zhu
160 160 - Pertikaian Dua Perguruan
161 161 - Bimbingan Tetua Fang
162 162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163 163 - Melanjutkan Perjalanan
164 164 - Kota Yanshi
165 165 - Pertemuan (3)
166 166 - Yao Zhijia
167 167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168 168 - Alam Ilusi [2]
169 169 - Dua Pemuda Asing
170 170 - Bentang Alam Ilusi
171 171 - Chu Kai [5]
172 172 - Teknik Manifestasi [2]
173 173 - Xia Ling Qing [4]
174 174 - Pertemuan (4)
175 175 - Bentang Alam Mimpi
176 176 - Penghalang Iblis Mimpi
177 177 - Iblis Mimpi
178 178 - Chu Kai [6]
179 179 - Pertarungan [3]
180 180 - Akhir Pertarungan
181 181 - Target Pembalasan Dendam
182 182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183 183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184 184 - Firasat [2]
185 185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186 186 - Hutan Daxing
187 187 - Penyelamatan
188 188 - Tekad
189 189 - Kekhawatiran
190 190 - Permintaan
191 191 - Shuang Ling Feng
192 192 - Desa Mati
193 193 - Perangkap
194 194 - Kecurigaan
195 195 - Awal Mula [2]
196 196 - Kota Luòxià
197 197 - Chu Kai [7]
198 198 - Xia Ling Qing
199 199 - Penyembunyian
Episodes

Updated 199 Episodes

1
1 - Chu Kai
2
2 - Sekte Gunung Wushi
3
3 - Pemilihan Pendekar Naga
4
4 - Xia Ling Qing
5
5 - Wei Zhang Zihan
6
6 - Tidak terduga
7
7 - Tetua Xia Feng Hua
8
8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9
9 - Tantangan
10
10 - Master Zhuang
11
11 - Tingkat Kultivasi
12
12 - Nalan Shu
13
13 - Misi Pertama
14
14 - Bai Nang
15
15 - Monster Laba-Laba
16
16 - Pertolongan
17
17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18
18 - Tetua Wang Zhong Xian
19
19 - Musuh Yang Asing
20
20 - Chu Tian
21
21 - Pengungkapan
22
22 - Tekad
23
23 - Pelatihan Pertama
24
24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25
25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26
26 - Si Kembar Meng
27
27 - Pertolongan (2)
28
28 - Penyembunyian
29
29 - Kota Lianyi
30
30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31
31 - Yi Zhi Jian
32
32 - Penculikan
33
33 - Tekad (2)
34
34 - Kepergian
35
35 - Pertemuan
36
36 - Perjalanan Bersama
37
37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38
38 - Menuju Kota Chang'An
39
39 - Jebakan
40
40 - Pertemuan
41
41 - Xia Ling Qing (2)
42
42 - Paviliun Merak Putih
43
43 - Keberanian
44
44 - Siasat
45
45 - Diao Lin Wang
46
46 - Permintaan
47
47 - Tujuan Baru
48
48 - Menuju Kota Bian Xi
49
49 - Serangan Kejutan
50
50 - Ruan Zhao Sheng
51
51 - Kelahiran Pendekar Naga
52
52 - Kota Bian Xi
53
53 - Pertemuan (2)
54
54 - Pertarungan
55
55 - Long Yang Wang
56
56 - Menuju Sekte Tianzhi
57
57 - Sekte Tianzhi
58
58 - Jiang Mu Bai
59
59 - Tetua Sekte Tianzhi
60
60 - Wang Xiao Cheng
61
61 - Perangkap
62
62 - Penyembunyian
63
63 - Awal Dari Badai
64
64 - Perburuan
65
65 - Laba-Laba Kabut
66
66 - Dasar Tebing Juéwàng
67
67 - Ular Kalajengking
68
68 - Gua Makam Kuno
69
69 - Pertemuan (3)
70
70 - Huan Shui
71
71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72
72 - Xue Xiaowen
73
73 - Wang Xiao Cheng [2]
74
74 - Inti Makam Kuno
75
75 - Pedang Pendekar Naga
76
76 - Kejutan
77
77 - Pedang Iblis
78
78 - Alam Ilusi
79
79 - Wei Shezi
80
80 - Kerjasama
81
81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82
82 - Wei Shezi [2]
83
83 - Kesepakatan
84
84 - Xia Ling Qing [2]
85
85 - Ancaman
86
85 - Kota Lianyi [2]
87
87 - Liu Han Ying
88
88 - Ketenangan Sebelum Badai
89
89 - Alur Awal
90
90 - Permintaan Bantuan
91
91 - Feng Huang Lin
92
92 - Kekacauan Kota Lianyi
93
93 - Pertarungan
94
94 - Akhir Pertarungan
95
95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96
96 - Pengakhiran Hubungan
97
97 - Persiapan
98
98 - Pelatihan Tertutup
99
99 - Teknik Berpedang
100
100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101
101 - Kota Xiang Yu
102
102 - Lembah Tanah Berapi
103
103 - Lima Sekte Besar
104
104 - Menjarah Makam
105
105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106
106 - Xia Ling Qing [3]
107
107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108
108 - Wujud Sesungguhnya
109
109 - Kejutan [2]
110
110 - Wei Zhang Zihan [2]
111
111 - Zhi Mei
112
112 - Naga dari Klan Kuno
113
113 - Ling Xian Shu
114
114 - Kerjasama
115
115 - Harta Jarahan
116
116 - Firasat
117
117 - Hambatan
118
118 - Pertolongan
119
119 - Bagian Paling Dalam Makam
120
120 - Kecurigaan
121
121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122
122 - Teknik Manifestasi
123
123 - Kejutan Lainnya
124
124 - Target Serangan
125
125 - Siasat
126
126 - Kekejaman
127
127 - Kejutan [3]
128
128 - Rasa Takut
129
129 - Pelatihan di Dalam Makam
130
130 - Penyembunyian [2]
131
131 - Sekte Menara Rufeng
132
132 - Informasi Bencana Besar
133
133 - Chu Kai [2]
134
134 - Pulau Yèzi
135
135 - Menyeberangi Lautan
136
136 - Feng Hao Yan
137
137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138
138 - Menantang Feng Hao Yan
139
139 - Pertarungan [2]
140
140 - Akhir Pertarungan
141
141 - Teknik Pernapasan Naga
142
142 - Penyembunyian [3]
143
143 - Siasat [2]
144
144 - Perjalanan
145
145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146
146 - Pelatihan
147
147 - Pertemuan Tidak Terduga
148
148 - Chu Kai [3]
149
149 - Awal Mula
150
150 - Xu Huan
151
151 - Kegaduhan
152
152 - Chu Kai [4]
153
153 - Wei Zhang Zihan [3]
154
154 - Perjalanan Bersama
155
155 - Hóng Shuǐ
156
156 - Pertolongan [2]
157
157 - Serigala Bayangan
158
158 - Bantuan
159
159 - Fang Tie Zhu
160
160 - Pertikaian Dua Perguruan
161
161 - Bimbingan Tetua Fang
162
162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163
163 - Melanjutkan Perjalanan
164
164 - Kota Yanshi
165
165 - Pertemuan (3)
166
166 - Yao Zhijia
167
167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168
168 - Alam Ilusi [2]
169
169 - Dua Pemuda Asing
170
170 - Bentang Alam Ilusi
171
171 - Chu Kai [5]
172
172 - Teknik Manifestasi [2]
173
173 - Xia Ling Qing [4]
174
174 - Pertemuan (4)
175
175 - Bentang Alam Mimpi
176
176 - Penghalang Iblis Mimpi
177
177 - Iblis Mimpi
178
178 - Chu Kai [6]
179
179 - Pertarungan [3]
180
180 - Akhir Pertarungan
181
181 - Target Pembalasan Dendam
182
182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183
183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184
184 - Firasat [2]
185
185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186
186 - Hutan Daxing
187
187 - Penyelamatan
188
188 - Tekad
189
189 - Kekhawatiran
190
190 - Permintaan
191
191 - Shuang Ling Feng
192
192 - Desa Mati
193
193 - Perangkap
194
194 - Kecurigaan
195
195 - Awal Mula [2]
196
196 - Kota Luòxià
197
197 - Chu Kai [7]
198
198 - Xia Ling Qing
199
199 - Penyembunyian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!