Chu Kai tidak bisa melarikan diri dari tempat ini karena masih ada Tuan Tanah Li Bao. Namun di sisi lain, dia juga mustahil menghadapi MianMian yang merupakan monster laba-laba.
"Astaga, kenapa aku hanya menyuruh wanita tadi pergi dari sini? Harusnya kuminta dia untuk mencari bantuan. Bagaimana jika dia tidak datang?! Haiih ... Gawat!"
Chu Kai mengedarkan pandangan ke sekeliling, dia berusaha mencari cara untuk bisa mengalahkan monster laba-laba ini. Hanya saja otaknya tidak bisa diajak kompromi, dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.
"Berpikirlah, Kai. Pikirkan.." Chu Kai melihat monster laba-laba itu masih mengerang dan menendangkan kedelapan kakinya. Dia pun tidak bisa menghindari benda-benda yang dilemparkan oleh monster itu karena bisa saja mengenai Tuan Tanah Li Bao.
"Pertama-tama, aku harus mengatasi kaki monster itu terlebih dahulu." saat Chu Kai berpikir, pandangan matanya terarah pada pedang yang menjadi hiasan di dinding.
Dia pun bergegas mengambil pedang itu dan mengeluarkannya dari sarungnya. Chu Kai mengangguk setelah memastikan pedang ini lumayan tajam dan cukup bagus untuk dipakai menebas.
Sambil menarik napas, Chu Kai pun mulai bergerak. Dia memegang kuat pedang di tangannya dan berlari ke arah monster laba-laba itu. Dia membungkuk dan dengan berani menargetkan satu kaki monster.
!!!
Chu Kai menebas dengan kuat salah satu kaki MianMian dan membuat monster laba-laba itu kembali mengerang kesakitan. Tidak berhenti sampai di sana, Chu Kai pun menebas kaki lain dari monster itu sambil menghindari terjangan kaki monster yang lain. Sebuah lilin minyak terjatuh ke lantai dan membakar kain di dekat tempat tidur.
Serangan fatal Chu Kai pada kedua mata MianMian membuat monster itu sulit untuk melihat lawannya. Apalagi rasa sakit kini tidak hanya terasa pada matanya, tetapi juga di kakinya.
Chu Kai sendiri terlihat panik dan takut, karena itulah dia berusaha keras untuk menebas setiap kaki monster laba-laba tanpa mendengarkan teriakan kesakitan MianMian.
!!
Baru setelah kedelapan kaki monster itu tertebas dan tubuh MianMian jatuh, Chu Kai mulai terlihat terengah-engah. Hanya saja tanpa pikir panjang, pemuda itu mengambil kain yang terbakar, menariknya, mencegah kain itu mengenai Tuan Tanah Li Bao, dan kemudian melemparkannya ke arah MianMian.
Jeritakan memekakkan telinga menyadarkan Chu Kai dari apa yang baru saja dia perbuat. Pemuda itu terkejut bukan main dan bahkan sampai terjatuh ke lantai. Dia mundur dengan ekspresi wajah yang sama sekali tidak percaya bahwa dia sudah melakukan kekejaman pada seorang perempuan. Meski MianMian monster, namun sosok di hadapannya tetap saja wanita dan dia sudah menyiksanya.
Kedua tangan Chu Kai gemetar, napasnya sesak dan jantungnya berdebar sangat kencang. Pikirannya linglung saat dia dengan cepat mendengar suara lirih Tuan Tanah Li Bao yang memanggilnya.
"Tu-Tuan... Tolong.."
"Tuan Li Bao?" Chu Kai tersadar dan kemudian mulai berusaha mengangkat Tuan Tanah Li Bao dan menjauhi tempat ini.
MianMian menjerit karena rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. Luka akibat pukulan di mata dan tusukan pada matanya yang lain telah menjadi rasa sakit hingga menembus setiap tulangnya.
Tidak hanya itu, bahkan rasa sakit karena kedelapan kakinya yang ditebas juga semakin menambah siksaan padanya dan sekarang! Api membakar tubuhnya hingga membuatnya tidak bisa melakukan apa pun selain berteriak.
!!!
Pelayan wanita yang sebelumnya diselamatkan oleh Chu Kai baru saja membawa dua orang pria bersamanya. Dia dan kedua orang yang dibawanya akan menolong Chu Kai saat mereka melihat pemuda itu kewalahan menarik Tuan Tanah Li Bao. Segera ketiganya langsung membantu pemuda tersebut.
"Pendekar!"
"Syukurlah kalian datang, cepat bantu aku."
"Baik!"
Chu Kai merasa lega, dia bahkan tidak sempat mengoreksi sebutan, 'pendekar' yang disematkan padanya. Dia saat ini lebih memilih untuk pergi ke tempat yang lebih aman.
MianMian terus menjerit dan api yang membakar tubuhnya pun menyebar dan kini melahap kayu di sekitarnya. Kamar itu pun mulai di lalap api dan ini disaksikan oleh Chu Kai yang nampak berusaha mengatur napas.
"Apinya harus dipadamkan!" seorang pelayan berseru. Dia khawatir jika api itu menyebar dan membakar seluruh kediaman.
"Sebaiknya jangan dulu," seorang pelayan angkat bicara, "Kita biarkan sampai suara monster itu berhenti dan dia mati. Setelahnya, baru kita padamkan apinya."
Chu Kai mendengar ucapan pelayan tersebut dan kemudian mulai melihat ke arah pedang yang dipegangnya saat ini. Ada darah pada bilah pedangnya dan itu tidak lain merupakan milik MianMian. Dia saat ini masih belum percaya bahwa dirinyalah berhasil menang dari melawan sesosok monster.
"Pendekar Wei ..." Chu Kai tiba-tiba ingat dengan Wei Zhang Zihan. Dia pun menepuk seorang pelayan di sampingnya dan berkata, "Aku akan pergi dulu. Kau rawatlah Tuan Li Bao dengan baik dan urus tempat ini. Masih ada monster laba-laba di luar saja,"
"A-aku mengerti. Berhati-hatilah, Pendekar!"
Chu Kai mengangguk dan langsung bergegas. Dia tidak tahu di mana Pendekar Wei Zhang Zihan berada, tetapi desa ini tidak terlalu luas jadi dia akan mencarinya dengan cara yang selalu dirinya lakukan selama ini.
Chu Kai membungkukkan tubuh dan menaruh tangannya di tanah, dia pun menempelkan telinganya. Tidak ada yang tahu selain ayah dan juga teman terdekatnya bahwa sebenarnya dia mempunyai bakat ini. Chu Kai memiliki kemampuan membedakan orang dengan suara langkah kakinya.
"Gemuruh..." Chu Kai mengerutkan keningnya dan kembali fokus, "Ringan.. Tubrukan. Ini.. Suara tusukan. Ini langkah Pendekar Wei... Ke arah sana!"
Chu Kai mendapatkannya. Dia pun bergegas ke tempat di mana Wei Zhang Zihan berada. Pria yang merupakan salah satu Pendekar Suci itu sedang dalam masalah saat ini.
!!!
Sebelumnya, Wei Zhang Zihan bertarung melawan beberapa mayat hidup dan berhasil mengalahkan mereka semua. Hanya saja dia tidak menyadari bahwa sebuah jebakan telah diletakkan di bawah kakinya.
Itu adalah sejenis serat dari benang laba-laba. Kaki Wei Zhang Zihan terlilit dan serat itu pun bahkan bisa bergerak sendiri. Kedua tangan dan tubuhnya dililit, diseret hingga membentur dinding.
Benda ini bukanlah serat biasa, karena saat Wei Zhang Zihan menggunakan energi spiritual untuk memotongnya---justru energi itu diserap oleh benda tersebut dan membuat lilitan di tubuhnya semakin kuat.
Dia tidak bisa melarikan diri, belum lagi pedangnya sekarang bahkan terjatuh. Kondisi semakin mengkhawatirkan saat sebuah suara desis terdengar dan tidak butuh waktu lama sampai pemilik suara itu terlihat.
!!
Sosok monster laba-laba dengan tubuh yang separuhnya manusia membuat Wei Zhang Zihan tersentak. Dia berusaha untuk bergerak, melepaskan jeratan yang mengikatnya tetapi sia-sia belaka.
"Sangat tampan dan juga luar biasa," sosok itu menyeringai dan semakin dekat dengan Wei Zhang Zihan. Wajahnya yang ternyata adalah YinYing membuat Wei Zhang Zihan kembali terkejut.
YinYing membungkukkan badan, dia pun mengulurkan tangan dan mendongakkan pemuda di hadapannya dengan jari telunjuk. YinYing buka suara, "Sepertinya setelah kau kuat, instingmu menjadi tumpul. Kau jadi tidak menyadari perangkap yang kupasang ini,"
".................."
"Mm... Aku sebenarnya sedang berpikir. Daripada berbagi inti spiritualmu dengan MianMian, lebih baik aku memilikimu untuk diriku sendiri,"
!!
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Anonymous
🤭🙃🤭
2023-10-04
1
Achmad Faiz
hmm
2023-09-05
0
Achmad Faiz
hahh
2023-09-05
0