Wei Zhang Zihan tidak tahu harus berekspresi seperti apa pada subjek di hadapannya ini. Dia ingin marah, tetapi melihat betapa pucatnya wajah Chu Kai dan betapa menderitanya pemuda ini---dia pun merasa tidak tega melakukannya.
Wei Zhang Zihan menyingkirkan kakinya sedikit dan mulai mengusap-usap pelan punggung pemuda di hadapannya. Apa yang dia lakukan disaksikan oleh para murid Sekte Gunung Wushi.
Setelah Chu Kai merasa sedikit lebih baik, Wei Zhang Zihan membawa pemuda itu menemui Shizun-nya, Tetua Xia Feng Hua. Baru setelah itu, Wei Zhang Zihan pamit untuk pergi membersihkan diri.
Di hadapan Tetua Xia Feng Hua, Chu Kai nampak menenggak habis air yang diberikan padanya. Dia benar-benar sudah lebih baik, meski sekarang dirinya pun merasa begitu gugup.
Di mata Chu Kai, Tetua Xia Feng Hua adalah pria tua dengan wajah yang galak. Dia baru memperhatikan ini setelah menghabiskan air pada gelas bambu di tangannya. Kini, dia merasa perlu untuk memperbaiki sikap.
Tetua Xia Feng Hua memperhatikan pemuda yang duduk di depannya. Dia menarik napas dan belum bicara sejak tadi. Bahkan karena kebungkamannya, sosok di hadapannya ini menjadi semakin gugup.
Bibir Chu Kai terbuka dan tertutup beberapa kali, dia seakan ingin bicara namun seolah suaranya tertahan di tenggorokan. Dirinya menunggu sampai pria tua di hadapannya mulai buka suara.
"Namamu?" Tetua Xia Feng Hua berujar tanpa nada.
"Kai, dari keluarga Chu."
"Usia?"
"De-delapan belas tahun,"
"..............." Tetua Xia Feng Hua menarik napas pelan. Dia memperhatikan sosok di hadapannya dengan saksama.
Chu Kai merupakan pemuda yang tinggi, beraura maskulin dan mempunyai garis wajah yang tidak seperti orang-orang biasa pada umumnya. Apalagi, sosok ini memiliki mata berwarna hijau alami yang bukan warna mata penduduk Kota Jian Yang.
Tetua Xia Feng Hua sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan pemuda di depannya. Ini karena di sektenya pun ada beberapa murid yang mempunyai warna mata berbeda dan mereka bisa seperti itu karena terlahir dari ayah atau ibu yang berasal dari negeri lain.
Tetua Xia Feng Hua menarik napas dan berkata, "Kau pasti sudah tahu alasan kenapa kau dibawa kemari. Tempat ini adalah Sekte Gunung Wushi dan mulai sekarang kau akan tinggal di sini, belajar dan menjadi bagian dari kami."
Chu Kai tersentak dan secara spontan menengadah untuk menatap pria tua di hadapannya. Dia sampai menahan napas saking tidak percayanya.
Suaranya gugup ketika berkata, "A-aku ... Aku rasa ini ti-tidak benar. Ba-Bagaimana mungkin aku bisa ti-tinggal di tempat ini. Aku ..."
"Aku juga tidak bisa mempercayainya," Tetua Xia Feng Hua berkata. "Secara keseluruhan kau begitu kurang, kau juga bukan bagian dari sekte ini. Tetapi Master Zhuang sudah memilihmu dan aku tidak punya alasan menolaknya. Kau mau atau tidak, tetapi mulai sekarang kau adalah bagian dari sekte ini. Kau akan belajar bersama para murid yang lain,"
"Ta-tapi ... Aku hanya--aku orang biasa dan hanya seorang pelayan kedai. Ini ... Kurasa ada kesalahan,"
"Aku juga mengharapkan ini adalah kesalahan," Tetua Xia Feng Hua menatap sosok di hadapannya dan berkata tanpa nada, "Aku yang paling berharap kehadiranmu adalah sebuah kesalahan."
Chu Kai terkejut. Tetua Xia Feng Hua kembali buka suara, kali ini nadanya terdengar ketus. "Jika ada yang paling tidak menyangka atas takdir yang kau alami itu adalah aku sendiri. Kau pikir aku tidak marah? Aku terkejut sampai sangat marah ketika yang ditunjuk menjadi sosok pelindung Dataran ini adalah orang lain dan bukan murid-muridku. Apalagi yang kulihat, kau jelas adalah orang asing. Siapa yang tidak akan marah dengan hal itu?"
Chu Kai menundukkan pandangan dan takut untuk menatap pria di hadapannya. Tetua Xia Feng Hua menghela napas dan berkata, "Aku juga tidak mungkin bisa menyalahkanmu. Kau jelas tidak tahu apa pun tentang hal ini,"
Tetua Xia Feng Hua, "Langit sudah menuliskan garis takdirmu dan aku tidak tahu akan jadi seperti apa kau di masa depan. Tetapi yang kutahu, di tempat ini kau akan mulai menemukan dan juga membentuk identitas diri. Aku hanya berharap kau bisa mengambil pilihan yang tepat,"
!!
Chu Kai menengadah, ekspresi wajahnya menunjukkan ketidak-percayaan. Dia awalnya merasakan jantungnya berpacu kencang saat tahu bahwa pria di depannya ini marah padanya, tetapi kemudian dia mendengar suara pria ini berubah menjadi tenang dan penuh wibawa. Apalagi, sosok ini menaruh harapan padanya.
"Aku tahu kau perlu waktu menerimanya. Kau bisa tinggal di sini sambil mulai memikirkannya dengan baik dan jika kau mendapatkan jawabannya, datang dan temuilah aku." Tetua Xia Feng Hua menoleh dan tiba-tiba saja ada dua orang berpakaian biru muda yang entah muncul dari mana.
Tetua Xia Feng Hua berkata, "Antar Kai ke kamarnya dan jamu dia dengan baik."
Kedua pemuda berpakaian biru muda itu mengangguk pelan. Mereka merupakan murid yang belajar di sekte ini dan masih berusia 16 Tahun. Keduanya dengan ramah mengajak Chu Kai dan membawa pemuda itu pergi ke sebuah kamar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
*
*
Di dalam ruangan itu, Tetua Xia Feng Hua duduk sendirian dan sudah berulang kali menghela napas. Dia kadang mengusap dagunya sambil menggeleng pelan dan kembali menghela napas.
Dia sedang memikirkan sesuatu dan ini berhubungan dengan kehadiran Chu Kai di sektenya. Tidak terhitung berapa kali dia menghela napas sampai sebuah ketukan pintu dan suara menenangkan dari seseorang menyadarkan dirinya.
"Shizun,"
Tetua Xia Feng Hua menatap ke arah pintu dan kemudian berkata, "Masuklah."
Pintu tersebut digeser dan seseorang yang melakukannya tidak lain adalah Wei Zhang Zihan, murid terbaik sekaligus kebanggaan Sekte Gunung Wushi.
Wei Zhang Zihan berjalan mendekat dan kemudian menyatukan kedua tangannya. Dia memberi hormat kepada Tetua Xia Feng Hua dan mulai dipersilahkan duduk.
"Shizun memanggilku?" Wei Zhang Zihan mulai buka suara.
"Mn, ada beberapa hal yang ingin kukatakan padamu."
"Murid ini mendengarkan,"
Tetua Xia Feng Hua menarik napas dan mulai bicara, "Kau pasti sudah tahu bahwa Kai adalah pemuda yang biasa-biasa saja dan sama sekali bukan anggota sekte ini. Master Zhuang yang memilihnya sebagai Pendekar Naga tentu menjadi guncangan tidak hanya pada sekte ini, tetapi seluruh penduduk yang hadir dan menyaksikan pemilihan."
"Aku selalu percaya bahwa para murid di tempat ini adalah sosok-sosok yang terampil dan berpengetahuan luas. Tapi keberadaan asing yang tiba-tiba masuk dan menciptakan riak akan membuat tempat ini berbeda dari sebelumnya." Tetua Xia Feng Hua menatap pemuda di hadapannya dan kemudian kembali buka suara.
"A-Yan, kau pasti tahu benar bahwa di antara para murid sekte ini ... Pribadi yang paling berambisi adalah Ling Qi'Er. Gadis itu ... Aku sudah bisa melihat tanda ketidak-puasannya saat pertama itu. Dia jelas sangat ingin menjadi Pendekar Naga, tetapi Master Zhuang mempunyai keputusan yang lain."
"Shizun," Wei Zhang Zihan mulai buka suara, dia berujar tenang tapi pandangan matanya sedikit menunduk. "Shizun, sebenarnya Saudari Bela Diri Xia Ling Qing datang ke tempat tinggal Kai dan memukul pemuda itu,"
"Apa?" Tetua Xia Feng Hua tersentak. Dia tentu saja terkejut mendengar ucapan dari muridnya ini. Tangannya menyentuh kening dan dia pun menggeleng, "Aiya ... Anak gadisku itu. Aiya ... Ling Qi'Er,"
Tetua Xia Feng Hua berdecak beberapa kali. Dia pun menghela napas dan lalu berkata, "Karena kau sudah melihatnya dan aku pun tahu bagaimana emosi gadis itu, maka bisa dipastikan kesulitan yang akan dialami oleh Kai. Tidak hanya tentang Ling Qi'Er yang tidak menyukai pemuda itu, tetapi juga gelar Pendekar Naga ini sudah menyebar ke seluruh negeri. Tidak hanya masalah dari dalam lingkungan sekte, tetapi juga masalah yang datang dari luar. Jadi, inilah yang harus kau lakukan."
Wei Zhang Zihan menatap Shizun-nya dan terus mendengarkan dengan posisi duduk yang begitu rapi, tidak bercela.
"Di antara kelima Pendekar Suci sekte ini, kau adalah yang paling bijaksana. Berbeda dengan putriku yang emosinya meledak-ledak, kau jelas mempunyai pengendalian diri yang luar biasa dan aku tidak meragukan karaktermu sama sekali. Jujur, aku tidak akan ragu jika Master Zhuang memilihmu sebagai Pendekar Naga karena kau mempunyai potensi untuk itu."
"................"
Tetua Xia Feng Hua mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia sama sekali tidak percaya Master Zhuang akan memilih orang asing untuk menjadi sosok Pendekar Naga, padahal Wei Zhang Zihan adalah muridnya yang paling membanggakan.
Wei Zhang Zihan sendiri tidak berkata apa-apa. Ekspresi wajahnya tenang, penuh dengan martabat pria yang terhormat. Dia mendengarkan Shizun-nya bicara kembali.
Tetua Xia Feng Hua berkata, "A-Yan. Aku ingin kau menjaga dan melindungi Kai, teruslah bersamanya dan bantu dia belajar agar bisa menjadi pantas untuk gelarnya. Aku tidak bisa memberikan tugas ini pada Pendekar Suci yang lain karena karakter mereka tidak sepertimu. Apa kau bisa melakukannya?"
Wei Zhang Zihan menatap Shizun-nya dan teringat tentang pemuda itu yang sebelumnya muntah hingga membuat sepatunya kotor. Sekarang, Shizun-nya ingin dia terus bersama pemuda itu? Entah masalah apa yang akan terjadi.
"Shizun ..."
"Ada apa, A-Yan? Kau keberatan?"
"Tidak ..." Wei Zhang Zihan menggeleng pelan dan menyatukan kedua tangannya, "Murid ini mengerti dan akan berusaha melaksanakan permintaan Shizun,"
"A-Yan, aku tahu kau akan bisa melakukannya. Aku percaya sepenuhnya padamu," Tetua Xia Feng Hua akhirnya bisa merasa lega. Seakan satu bebannya menghilang. Dia tidak pernah meragukan kemampuan muridnya yang satu ini.
Wei Zhang Zihan memang merupakan sosok yang tidak akan pernah bosan untuk terus dipuji. Bahkan para guru di sekte ini selalu bangga padanya. Dan ada banyak murid yang menjadikannya sebagai pedoman.
Sekte Gunung Wushi mempunyai aturan bagi mereka yang tinggal di dalamnya dan aturan tersebut bisa dilihat dari karakter Wei Zhang Zihan. Dia adalah sosok sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.
Wei Zhang Zihan merupakan Pendekar Suci tingkat kedua setelah Xia Ling Qi, tetapi ada kabar mengatakan bahwa kemampuan sebenarnya dari Wei Zhang Zihan berada di atas gadis itu. Tentu saja, kabar ini adalah rahasia di antara para murid karena jika Xia Ling Qi tahu, maka mengingat pribadinya---gadis itu mungkin akan kehilangan pengendalian diri lagi.
Wei Zhang Zihan cukup lama tinggal di ruangan Shizun-nya sebelum dia mulai berpamitan. Dirinya mempunyai latihan berpedang saat ini dan akan menemui Chu Kai malam nanti.
Jauh di tempat lain, kabar bahwa Master Zhuang sudah memilih Pendekar Naga yang terpilih sampai di telinga Tetua Sekte Tiga Danau dan beberapa sekte lain di Dataran Tengah, belum lagi Demonic Beast yang bisa berubah wujud menjadi manusia juga telah mendengarnya.
Pendekar Naga merupakan sosok yang menakutkan sekaligus bahaya untuk mereka yang mempunyai niatan menguasai Dataran Tengah. Mereka tentu saja tidak senang dengan kabar ini.
!!!
Sebuah serangan melesat dan meledakkan salah satu pohon yang berada di Hutan Tengkorak Putih. Suara-suara mengerikan saling bersahutan dan suasana tempat itu amat mencekam.
"Sudah lebih dari ribuan tahun, sosok yang dikatakan sebagai Pendekar Naga itu tidak pernah muncul. Ini buruk, ini akan menjadi penghalang bagi rencanaku."
Tidak hanya suara asing itu yang terdengar begitu marah, tetapi juga suara asing dari tempat jauh yang lain. Sebuah lokasi yang bernama Lembah Bulan Mati.
"Siapa pun Pendekar Naga yang terpilih, dia harus tiada sebelum kekuatannya benar-benar bangkit...! Sekarang kalian pergi ke Sekte Gunung Wushi dan temukan Pendekar Naga itu, lalu habisi..! Ini adalah perintahku!"
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Delima
Yey di habisi
2023-10-20
0
Anonymous
🤭🙃🤭😘
2023-10-04
0
Fatimatuzzahra Fatimah
menarik, moga aja gak berhenti di tengah jalan ya bossss 😁😁😁
2023-09-06
1