7 - Tetua Xia Feng Hua

Wei Zhang Zihan tidak tahu harus berekspresi seperti apa pada subjek di hadapannya ini. Dia ingin marah, tetapi melihat betapa pucatnya wajah Chu Kai dan betapa menderitanya pemuda ini---dia pun merasa tidak tega melakukannya.

Wei Zhang Zihan menyingkirkan kakinya sedikit dan mulai mengusap-usap pelan punggung pemuda di hadapannya. Apa yang dia lakukan disaksikan oleh para murid Sekte Gunung Wushi.

Setelah Chu Kai merasa sedikit lebih baik, Wei Zhang Zihan membawa pemuda itu menemui Shizun-nya, Tetua Xia Feng Hua. Baru setelah itu, Wei Zhang Zihan pamit untuk pergi membersihkan diri.

Di hadapan Tetua Xia Feng Hua, Chu Kai nampak menenggak habis air yang diberikan padanya. Dia benar-benar sudah lebih baik, meski sekarang dirinya pun merasa begitu gugup.

Di mata Chu Kai, Tetua Xia Feng Hua adalah pria tua dengan wajah yang galak. Dia baru memperhatikan ini setelah menghabiskan air pada gelas bambu di tangannya. Kini, dia merasa perlu untuk memperbaiki sikap.

Tetua Xia Feng Hua memperhatikan pemuda yang duduk di depannya. Dia menarik napas dan belum bicara sejak tadi. Bahkan karena kebungkamannya, sosok di hadapannya ini menjadi semakin gugup.

Bibir Chu Kai terbuka dan tertutup beberapa kali, dia seakan ingin bicara namun seolah suaranya tertahan di tenggorokan. Dirinya menunggu sampai pria tua di hadapannya mulai buka suara.

"Namamu?" Tetua Xia Feng Hua berujar tanpa nada.

"Kai, dari keluarga Chu."

"Usia?"

"De-delapan belas tahun,"

"..............." Tetua Xia Feng Hua menarik napas pelan. Dia memperhatikan sosok di hadapannya dengan saksama.

Chu Kai merupakan pemuda yang tinggi, beraura maskulin dan mempunyai garis wajah yang tidak seperti orang-orang biasa pada umumnya. Apalagi, sosok ini memiliki mata berwarna hijau alami yang bukan warna mata penduduk Kota Jian Yang.

Tetua Xia Feng Hua sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan pemuda di depannya. Ini karena di sektenya pun ada beberapa murid yang mempunyai warna mata berbeda dan mereka bisa seperti itu karena terlahir dari ayah atau ibu yang berasal dari negeri lain.

Tetua Xia Feng Hua menarik napas dan berkata, "Kau pasti sudah tahu alasan kenapa kau dibawa kemari. Tempat ini adalah Sekte Gunung Wushi dan mulai sekarang kau akan tinggal di sini, belajar dan menjadi bagian dari kami."

Chu Kai tersentak dan secara spontan menengadah untuk menatap pria tua di hadapannya. Dia sampai menahan napas saking tidak percayanya.

Suaranya gugup ketika berkata, "A-aku ... Aku rasa ini ti-tidak benar. Ba-Bagaimana mungkin aku bisa ti-tinggal di tempat ini. Aku ..."

"Aku juga tidak bisa mempercayainya," Tetua Xia Feng Hua berkata. "Secara keseluruhan kau begitu kurang, kau juga bukan bagian dari sekte ini. Tetapi Master Zhuang sudah memilihmu dan aku tidak punya alasan menolaknya. Kau mau atau tidak, tetapi mulai sekarang kau adalah bagian dari sekte ini. Kau akan belajar bersama para murid yang lain,"

"Ta-tapi ... Aku hanya--aku orang biasa dan hanya seorang pelayan kedai. Ini ... Kurasa ada kesalahan,"

"Aku juga mengharapkan ini adalah kesalahan," Tetua Xia Feng Hua menatap sosok di hadapannya dan berkata tanpa nada, "Aku yang paling berharap kehadiranmu adalah sebuah kesalahan."

Chu Kai terkejut. Tetua Xia Feng Hua kembali buka suara, kali ini nadanya terdengar ketus. "Jika ada yang paling tidak menyangka atas takdir yang kau alami itu adalah aku sendiri. Kau pikir aku tidak marah? Aku terkejut sampai sangat marah ketika yang ditunjuk menjadi sosok pelindung Dataran ini adalah orang lain dan bukan murid-muridku. Apalagi yang kulihat, kau jelas adalah orang asing. Siapa yang tidak akan marah dengan hal itu?"

Chu Kai menundukkan pandangan dan takut untuk menatap pria di hadapannya. Tetua Xia Feng Hua menghela napas dan berkata, "Aku juga tidak mungkin bisa menyalahkanmu. Kau jelas tidak tahu apa pun tentang hal ini,"

Tetua Xia Feng Hua, "Langit sudah menuliskan garis takdirmu dan aku tidak tahu akan jadi seperti apa kau di masa depan. Tetapi yang kutahu, di tempat ini kau akan mulai menemukan dan juga membentuk identitas diri. Aku hanya berharap kau bisa mengambil pilihan yang tepat,"

!!

Chu Kai menengadah, ekspresi wajahnya menunjukkan ketidak-percayaan. Dia awalnya merasakan jantungnya berpacu kencang saat tahu bahwa pria di depannya ini marah padanya, tetapi kemudian dia mendengar suara pria ini berubah menjadi tenang dan penuh wibawa. Apalagi, sosok ini menaruh harapan padanya.

"Aku tahu kau perlu waktu menerimanya. Kau bisa tinggal di sini sambil mulai memikirkannya dengan baik dan jika kau mendapatkan jawabannya, datang dan temuilah aku." Tetua Xia Feng Hua menoleh dan tiba-tiba saja ada dua orang berpakaian biru muda yang entah muncul dari mana.

Tetua Xia Feng Hua berkata, "Antar Kai ke kamarnya dan jamu dia dengan baik."

Kedua pemuda berpakaian biru muda itu mengangguk pelan. Mereka merupakan murid yang belajar di sekte ini dan masih berusia 16 Tahun. Keduanya dengan ramah mengajak Chu Kai dan membawa pemuda itu pergi ke sebuah kamar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

*

*

Di dalam ruangan itu, Tetua Xia Feng Hua duduk sendirian dan sudah berulang kali menghela napas. Dia kadang mengusap dagunya sambil menggeleng pelan dan kembali menghela napas.

Dia sedang memikirkan sesuatu dan ini berhubungan dengan kehadiran Chu Kai di sektenya. Tidak terhitung berapa kali dia menghela napas sampai sebuah ketukan pintu dan suara menenangkan dari seseorang menyadarkan dirinya.

"Shizun,"

Tetua Xia Feng Hua menatap ke arah pintu dan kemudian berkata, "Masuklah."

Pintu tersebut digeser dan seseorang yang melakukannya tidak lain adalah Wei Zhang Zihan, murid terbaik sekaligus kebanggaan Sekte Gunung Wushi.

Wei Zhang Zihan berjalan mendekat dan kemudian menyatukan kedua tangannya. Dia memberi hormat kepada Tetua Xia Feng Hua dan mulai dipersilahkan duduk.

"Shizun memanggilku?" Wei Zhang Zihan mulai buka suara.

"Mn, ada beberapa hal yang ingin kukatakan padamu."

"Murid ini mendengarkan,"

Tetua Xia Feng Hua menarik napas dan mulai bicara, "Kau pasti sudah tahu bahwa Kai adalah pemuda yang biasa-biasa saja dan sama sekali bukan anggota sekte ini. Master Zhuang yang memilihnya sebagai Pendekar Naga tentu menjadi guncangan tidak hanya pada sekte ini, tetapi seluruh penduduk yang hadir dan menyaksikan pemilihan."

"Aku selalu percaya bahwa para murid di tempat ini adalah sosok-sosok yang terampil dan berpengetahuan luas. Tapi keberadaan asing yang tiba-tiba masuk dan menciptakan riak akan membuat tempat ini berbeda dari sebelumnya." Tetua Xia Feng Hua menatap pemuda di hadapannya dan kemudian kembali buka suara.

"A-Yan, kau pasti tahu benar bahwa di antara para murid sekte ini ... Pribadi yang paling berambisi adalah Ling Qi'Er. Gadis itu ... Aku sudah bisa melihat tanda ketidak-puasannya saat pertama itu. Dia jelas sangat ingin menjadi Pendekar Naga, tetapi Master Zhuang mempunyai keputusan yang lain."

"Shizun," Wei Zhang Zihan mulai buka suara, dia berujar tenang tapi pandangan matanya sedikit menunduk. "Shizun, sebenarnya Saudari Bela Diri Xia Ling Qing datang ke tempat tinggal Kai dan memukul pemuda itu,"

"Apa?" Tetua Xia Feng Hua tersentak. Dia tentu saja terkejut mendengar ucapan dari muridnya ini. Tangannya menyentuh kening dan dia pun menggeleng, "Aiya ... Anak gadisku itu. Aiya ... Ling Qi'Er,"

Tetua Xia Feng Hua berdecak beberapa kali. Dia pun menghela napas dan lalu berkata, "Karena kau sudah melihatnya dan aku pun tahu bagaimana emosi gadis itu, maka bisa dipastikan kesulitan yang akan dialami oleh Kai. Tidak hanya tentang Ling Qi'Er yang tidak menyukai pemuda itu, tetapi juga gelar Pendekar Naga ini sudah menyebar ke seluruh negeri. Tidak hanya masalah dari dalam lingkungan sekte, tetapi juga masalah yang datang dari luar. Jadi, inilah yang harus kau lakukan."

Wei Zhang Zihan menatap Shizun-nya dan terus mendengarkan dengan posisi duduk yang begitu rapi, tidak bercela.

"Di antara kelima Pendekar Suci sekte ini, kau adalah yang paling bijaksana. Berbeda dengan putriku yang emosinya meledak-ledak, kau jelas mempunyai pengendalian diri yang luar biasa dan aku tidak meragukan karaktermu sama sekali. Jujur, aku tidak akan ragu jika Master Zhuang memilihmu sebagai Pendekar Naga karena kau mempunyai potensi untuk itu."

"................"

Tetua Xia Feng Hua mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia sama sekali tidak percaya Master Zhuang akan memilih orang asing untuk menjadi sosok Pendekar Naga, padahal Wei Zhang Zihan adalah muridnya yang paling membanggakan.

Wei Zhang Zihan sendiri tidak berkata apa-apa. Ekspresi wajahnya tenang, penuh dengan martabat pria yang terhormat. Dia mendengarkan Shizun-nya bicara kembali.

Tetua Xia Feng Hua berkata, "A-Yan. Aku ingin kau menjaga dan melindungi Kai, teruslah bersamanya dan bantu dia belajar agar bisa menjadi pantas untuk gelarnya. Aku tidak bisa memberikan tugas ini pada Pendekar Suci yang lain karena karakter mereka tidak sepertimu. Apa kau bisa melakukannya?"

Wei Zhang Zihan menatap Shizun-nya dan teringat tentang pemuda itu yang sebelumnya muntah hingga membuat sepatunya kotor. Sekarang, Shizun-nya ingin dia terus bersama pemuda itu? Entah masalah apa yang akan terjadi.

"Shizun ..."

"Ada apa, A-Yan? Kau keberatan?"

"Tidak ..." Wei Zhang Zihan menggeleng pelan dan menyatukan kedua tangannya, "Murid ini mengerti dan akan berusaha melaksanakan permintaan Shizun,"

"A-Yan, aku tahu kau akan bisa melakukannya. Aku percaya sepenuhnya padamu," Tetua Xia Feng Hua akhirnya bisa merasa lega. Seakan satu bebannya menghilang. Dia tidak pernah meragukan kemampuan muridnya yang satu ini.

Wei Zhang Zihan memang merupakan sosok yang tidak akan pernah bosan untuk terus dipuji. Bahkan para guru di sekte ini selalu bangga padanya. Dan ada banyak murid yang menjadikannya sebagai pedoman.

Sekte Gunung Wushi mempunyai aturan bagi mereka yang tinggal di dalamnya dan aturan tersebut bisa dilihat dari karakter Wei Zhang Zihan. Dia adalah sosok sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.

Wei Zhang Zihan merupakan Pendekar Suci tingkat kedua setelah Xia Ling Qi, tetapi ada kabar mengatakan bahwa kemampuan sebenarnya dari Wei Zhang Zihan berada di atas gadis itu. Tentu saja, kabar ini adalah rahasia di antara para murid karena jika Xia Ling Qi tahu, maka mengingat pribadinya---gadis itu mungkin akan kehilangan pengendalian diri lagi.

Wei Zhang Zihan cukup lama tinggal di ruangan Shizun-nya sebelum dia mulai berpamitan. Dirinya mempunyai latihan berpedang saat ini dan akan menemui Chu Kai malam nanti.

Jauh di tempat lain, kabar bahwa Master Zhuang sudah memilih Pendekar Naga yang terpilih sampai di telinga Tetua Sekte Tiga Danau dan beberapa sekte lain di Dataran Tengah, belum lagi Demonic Beast yang bisa berubah wujud menjadi manusia juga telah mendengarnya.

Pendekar Naga merupakan sosok yang menakutkan sekaligus bahaya untuk mereka yang mempunyai niatan menguasai Dataran Tengah. Mereka tentu saja tidak senang dengan kabar ini.

!!!

Sebuah serangan melesat dan meledakkan salah satu pohon yang berada di Hutan Tengkorak Putih. Suara-suara mengerikan saling bersahutan dan suasana tempat itu amat mencekam.

"Sudah lebih dari ribuan tahun, sosok yang dikatakan sebagai Pendekar Naga itu tidak pernah muncul. Ini buruk, ini akan menjadi penghalang bagi rencanaku."

Tidak hanya suara asing itu yang terdengar begitu marah, tetapi juga suara asing dari tempat jauh yang lain. Sebuah lokasi yang bernama Lembah Bulan Mati.

"Siapa pun Pendekar Naga yang terpilih, dia harus tiada sebelum kekuatannya benar-benar bangkit...! Sekarang kalian pergi ke Sekte Gunung Wushi dan temukan Pendekar Naga itu, lalu habisi..! Ini adalah perintahku!"

******

Terpopuler

Comments

Delima

Delima

Yey di habisi

2023-10-20

0

Anonymous

Anonymous

🤭🙃🤭😘

2023-10-04

0

Fatimatuzzahra Fatimah

Fatimatuzzahra Fatimah

menarik, moga aja gak berhenti di tengah jalan ya bossss 😁😁😁

2023-09-06

1

lihat semua
Episodes
1 1 - Chu Kai
2 2 - Sekte Gunung Wushi
3 3 - Pemilihan Pendekar Naga
4 4 - Xia Ling Qing
5 5 - Wei Zhang Zihan
6 6 - Tidak terduga
7 7 - Tetua Xia Feng Hua
8 8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9 9 - Tantangan
10 10 - Master Zhuang
11 11 - Tingkat Kultivasi
12 12 - Nalan Shu
13 13 - Misi Pertama
14 14 - Bai Nang
15 15 - Monster Laba-Laba
16 16 - Pertolongan
17 17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18 18 - Tetua Wang Zhong Xian
19 19 - Musuh Yang Asing
20 20 - Chu Tian
21 21 - Pengungkapan
22 22 - Tekad
23 23 - Pelatihan Pertama
24 24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25 25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26 26 - Si Kembar Meng
27 27 - Pertolongan (2)
28 28 - Penyembunyian
29 29 - Kota Lianyi
30 30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31 31 - Yi Zhi Jian
32 32 - Penculikan
33 33 - Tekad (2)
34 34 - Kepergian
35 35 - Pertemuan
36 36 - Perjalanan Bersama
37 37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38 38 - Menuju Kota Chang'An
39 39 - Jebakan
40 40 - Pertemuan
41 41 - Xia Ling Qing (2)
42 42 - Paviliun Merak Putih
43 43 - Keberanian
44 44 - Siasat
45 45 - Diao Lin Wang
46 46 - Permintaan
47 47 - Tujuan Baru
48 48 - Menuju Kota Bian Xi
49 49 - Serangan Kejutan
50 50 - Ruan Zhao Sheng
51 51 - Kelahiran Pendekar Naga
52 52 - Kota Bian Xi
53 53 - Pertemuan (2)
54 54 - Pertarungan
55 55 - Long Yang Wang
56 56 - Menuju Sekte Tianzhi
57 57 - Sekte Tianzhi
58 58 - Jiang Mu Bai
59 59 - Tetua Sekte Tianzhi
60 60 - Wang Xiao Cheng
61 61 - Perangkap
62 62 - Penyembunyian
63 63 - Awal Dari Badai
64 64 - Perburuan
65 65 - Laba-Laba Kabut
66 66 - Dasar Tebing Juéwàng
67 67 - Ular Kalajengking
68 68 - Gua Makam Kuno
69 69 - Pertemuan (3)
70 70 - Huan Shui
71 71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72 72 - Xue Xiaowen
73 73 - Wang Xiao Cheng [2]
74 74 - Inti Makam Kuno
75 75 - Pedang Pendekar Naga
76 76 - Kejutan
77 77 - Pedang Iblis
78 78 - Alam Ilusi
79 79 - Wei Shezi
80 80 - Kerjasama
81 81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82 82 - Wei Shezi [2]
83 83 - Kesepakatan
84 84 - Xia Ling Qing [2]
85 85 - Ancaman
86 85 - Kota Lianyi [2]
87 87 - Liu Han Ying
88 88 - Ketenangan Sebelum Badai
89 89 - Alur Awal
90 90 - Permintaan Bantuan
91 91 - Feng Huang Lin
92 92 - Kekacauan Kota Lianyi
93 93 - Pertarungan
94 94 - Akhir Pertarungan
95 95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96 96 - Pengakhiran Hubungan
97 97 - Persiapan
98 98 - Pelatihan Tertutup
99 99 - Teknik Berpedang
100 100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101 101 - Kota Xiang Yu
102 102 - Lembah Tanah Berapi
103 103 - Lima Sekte Besar
104 104 - Menjarah Makam
105 105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106 106 - Xia Ling Qing [3]
107 107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108 108 - Wujud Sesungguhnya
109 109 - Kejutan [2]
110 110 - Wei Zhang Zihan [2]
111 111 - Zhi Mei
112 112 - Naga dari Klan Kuno
113 113 - Ling Xian Shu
114 114 - Kerjasama
115 115 - Harta Jarahan
116 116 - Firasat
117 117 - Hambatan
118 118 - Pertolongan
119 119 - Bagian Paling Dalam Makam
120 120 - Kecurigaan
121 121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122 122 - Teknik Manifestasi
123 123 - Kejutan Lainnya
124 124 - Target Serangan
125 125 - Siasat
126 126 - Kekejaman
127 127 - Kejutan [3]
128 128 - Rasa Takut
129 129 - Pelatihan di Dalam Makam
130 130 - Penyembunyian [2]
131 131 - Sekte Menara Rufeng
132 132 - Informasi Bencana Besar
133 133 - Chu Kai [2]
134 134 - Pulau Yèzi
135 135 - Menyeberangi Lautan
136 136 - Feng Hao Yan
137 137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138 138 - Menantang Feng Hao Yan
139 139 - Pertarungan [2]
140 140 - Akhir Pertarungan
141 141 - Teknik Pernapasan Naga
142 142 - Penyembunyian [3]
143 143 - Siasat [2]
144 144 - Perjalanan
145 145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146 146 - Pelatihan
147 147 - Pertemuan Tidak Terduga
148 148 - Chu Kai [3]
149 149 - Awal Mula
150 150 - Xu Huan
151 151 - Kegaduhan
152 152 - Chu Kai [4]
153 153 - Wei Zhang Zihan [3]
154 154 - Perjalanan Bersama
155 155 - Hóng Shuǐ
156 156 - Pertolongan [2]
157 157 - Serigala Bayangan
158 158 - Bantuan
159 159 - Fang Tie Zhu
160 160 - Pertikaian Dua Perguruan
161 161 - Bimbingan Tetua Fang
162 162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163 163 - Melanjutkan Perjalanan
164 164 - Kota Yanshi
165 165 - Pertemuan (3)
166 166 - Yao Zhijia
167 167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168 168 - Alam Ilusi [2]
169 169 - Dua Pemuda Asing
170 170 - Bentang Alam Ilusi
171 171 - Chu Kai [5]
172 172 - Teknik Manifestasi [2]
173 173 - Xia Ling Qing [4]
174 174 - Pertemuan (4)
175 175 - Bentang Alam Mimpi
176 176 - Penghalang Iblis Mimpi
177 177 - Iblis Mimpi
178 178 - Chu Kai [6]
179 179 - Pertarungan [3]
180 180 - Akhir Pertarungan
181 181 - Target Pembalasan Dendam
182 182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183 183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184 184 - Firasat [2]
185 185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186 186 - Hutan Daxing
187 187 - Penyelamatan
188 188 - Tekad
189 189 - Kekhawatiran
190 190 - Permintaan
191 191 - Shuang Ling Feng
192 192 - Desa Mati
193 193 - Perangkap
194 194 - Kecurigaan
195 195 - Awal Mula [2]
196 196 - Kota Luòxià
197 197 - Chu Kai [7]
198 198 - Xia Ling Qing
199 199 - Penyembunyian
Episodes

Updated 199 Episodes

1
1 - Chu Kai
2
2 - Sekte Gunung Wushi
3
3 - Pemilihan Pendekar Naga
4
4 - Xia Ling Qing
5
5 - Wei Zhang Zihan
6
6 - Tidak terduga
7
7 - Tetua Xia Feng Hua
8
8 - Murid Sekte Gunung Wushi
9
9 - Tantangan
10
10 - Master Zhuang
11
11 - Tingkat Kultivasi
12
12 - Nalan Shu
13
13 - Misi Pertama
14
14 - Bai Nang
15
15 - Monster Laba-Laba
16
16 - Pertolongan
17
17 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
18
18 - Tetua Wang Zhong Xian
19
19 - Musuh Yang Asing
20
20 - Chu Tian
21
21 - Pengungkapan
22
22 - Tekad
23
23 - Pelatihan Pertama
24
24 - Kediaman Tetua Wei Ji Han
25
25 - Kekacauan di Kota Lianyi
26
26 - Si Kembar Meng
27
27 - Pertolongan (2)
28
28 - Penyembunyian
29
29 - Kota Lianyi
30
30 - Anggota Sekte Bulan Mati
31
31 - Yi Zhi Jian
32
32 - Penculikan
33
33 - Tekad (2)
34
34 - Kepergian
35
35 - Pertemuan
36
36 - Perjalanan Bersama
37
37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan
38
38 - Menuju Kota Chang'An
39
39 - Jebakan
40
40 - Pertemuan
41
41 - Xia Ling Qing (2)
42
42 - Paviliun Merak Putih
43
43 - Keberanian
44
44 - Siasat
45
45 - Diao Lin Wang
46
46 - Permintaan
47
47 - Tujuan Baru
48
48 - Menuju Kota Bian Xi
49
49 - Serangan Kejutan
50
50 - Ruan Zhao Sheng
51
51 - Kelahiran Pendekar Naga
52
52 - Kota Bian Xi
53
53 - Pertemuan (2)
54
54 - Pertarungan
55
55 - Long Yang Wang
56
56 - Menuju Sekte Tianzhi
57
57 - Sekte Tianzhi
58
58 - Jiang Mu Bai
59
59 - Tetua Sekte Tianzhi
60
60 - Wang Xiao Cheng
61
61 - Perangkap
62
62 - Penyembunyian
63
63 - Awal Dari Badai
64
64 - Perburuan
65
65 - Laba-Laba Kabut
66
66 - Dasar Tebing Juéwàng
67
67 - Ular Kalajengking
68
68 - Gua Makam Kuno
69
69 - Pertemuan (3)
70
70 - Huan Shui
71
71 - Pertarungan Wei Zhang Zihan
72
72 - Xue Xiaowen
73
73 - Wang Xiao Cheng [2]
74
74 - Inti Makam Kuno
75
75 - Pedang Pendekar Naga
76
76 - Kejutan
77
77 - Pedang Iblis
78
78 - Alam Ilusi
79
79 - Wei Shezi
80
80 - Kerjasama
81
81 - Pedang Pendekar Naga [2]
82
82 - Wei Shezi [2]
83
83 - Kesepakatan
84
84 - Xia Ling Qing [2]
85
85 - Ancaman
86
85 - Kota Lianyi [2]
87
87 - Liu Han Ying
88
88 - Ketenangan Sebelum Badai
89
89 - Alur Awal
90
90 - Permintaan Bantuan
91
91 - Feng Huang Lin
92
92 - Kekacauan Kota Lianyi
93
93 - Pertarungan
94
94 - Akhir Pertarungan
95
95 - Kondisi Setelah Kota Hancur
96
96 - Pengakhiran Hubungan
97
97 - Persiapan
98
98 - Pelatihan Tertutup
99
99 - Teknik Berpedang
100
100 - Tingkat Kultivasi Surgawi
101
101 - Kota Xiang Yu
102
102 - Lembah Tanah Berapi
103
103 - Lima Sekte Besar
104
104 - Menjarah Makam
105
105 - Anggota Sekte Bulan Mati
106
106 - Xia Ling Qing [3]
107
107 - Dimensi Ruang Makam Kuno
108
108 - Wujud Sesungguhnya
109
109 - Kejutan [2]
110
110 - Wei Zhang Zihan [2]
111
111 - Zhi Mei
112
112 - Naga dari Klan Kuno
113
113 - Ling Xian Shu
114
114 - Kerjasama
115
115 - Harta Jarahan
116
116 - Firasat
117
117 - Hambatan
118
118 - Pertolongan
119
119 - Bagian Paling Dalam Makam
120
120 - Kecurigaan
121
121 - Dimensi Bagian Inti Makam Kuno
122
122 - Teknik Manifestasi
123
123 - Kejutan Lainnya
124
124 - Target Serangan
125
125 - Siasat
126
126 - Kekejaman
127
127 - Kejutan [3]
128
128 - Rasa Takut
129
129 - Pelatihan di Dalam Makam
130
130 - Penyembunyian [2]
131
131 - Sekte Menara Rufeng
132
132 - Informasi Bencana Besar
133
133 - Chu Kai [2]
134
134 - Pulau Yèzi
135
135 - Menyeberangi Lautan
136
136 - Feng Hao Yan
137
137 - Kedatangan Yang Tidak Diduga
138
138 - Menantang Feng Hao Yan
139
139 - Pertarungan [2]
140
140 - Akhir Pertarungan
141
141 - Teknik Pernapasan Naga
142
142 - Penyembunyian [3]
143
143 - Siasat [2]
144
144 - Perjalanan
145
145 - Kembali Ke Sekte Gunung Wushi
146
146 - Pelatihan
147
147 - Pertemuan Tidak Terduga
148
148 - Chu Kai [3]
149
149 - Awal Mula
150
150 - Xu Huan
151
151 - Kegaduhan
152
152 - Chu Kai [4]
153
153 - Wei Zhang Zihan [3]
154
154 - Perjalanan Bersama
155
155 - Hóng Shuǐ
156
156 - Pertolongan [2]
157
157 - Serigala Bayangan
158
158 - Bantuan
159
159 - Fang Tie Zhu
160
160 - Pertikaian Dua Perguruan
161
161 - Bimbingan Tetua Fang
162
162 - Melawan Wei Zhang Zihan
163
163 - Melanjutkan Perjalanan
164
164 - Kota Yanshi
165
165 - Pertemuan (3)
166
166 - Yao Zhijia
167
167 - Kedatangan Yang Tidak Terduga
168
168 - Alam Ilusi [2]
169
169 - Dua Pemuda Asing
170
170 - Bentang Alam Ilusi
171
171 - Chu Kai [5]
172
172 - Teknik Manifestasi [2]
173
173 - Xia Ling Qing [4]
174
174 - Pertemuan (4)
175
175 - Bentang Alam Mimpi
176
176 - Penghalang Iblis Mimpi
177
177 - Iblis Mimpi
178
178 - Chu Kai [6]
179
179 - Pertarungan [3]
180
180 - Akhir Pertarungan
181
181 - Target Pembalasan Dendam
182
182 - Sekte Gunung Wushi [2]
183
183 - Dua Anggota Pilar Bulan
184
184 - Firasat [2]
185
185 - Kondisi Sekte Gunung Wushi
186
186 - Hutan Daxing
187
187 - Penyelamatan
188
188 - Tekad
189
189 - Kekhawatiran
190
190 - Permintaan
191
191 - Shuang Ling Feng
192
192 - Desa Mati
193
193 - Perangkap
194
194 - Kecurigaan
195
195 - Awal Mula [2]
196
196 - Kota Luòxià
197
197 - Chu Kai [7]
198
198 - Xia Ling Qing
199
199 - Penyembunyian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!