Xia Ling Qing dan keempat pendekar suci lainnya berdiri di atas panggung arena. Ini adalah saat-saat yang penting di mana Master Zhuang akan memilih Pendekar Naga di antara mereka.
Ketegangan tidak hanya dirasakan oleh Kelima Pendekar Suci itu, tetapi juga dirasakan oleh orang-orang yang sedang menonton pemilihan ini. Suasana bahkan menjadi lebih sunyi.
Master Zhuang dituntun oleh Tetua Xia Feng Hua untuk berjalan. Dia berdiri di depan kelima pendekar suci dan sampai sekarang pun kedua matanya tetap tertutup.
Tetua Xia Feng Hua memperhatikan satu per satu wajah kelima pendekar suci yang merupakan murid sektenya ini. Dia menarik napas dan kemudian mulai buka suara.
"Dataran Tengah dihuni oleh manusia, binatang, dan tumbuhan. Binatang ... Ada yang bisa dijinakkan dan ada yang liar, bahkan tidak sedikit yang merupakan binatang iblis. Tumbuhan yang ada pun juga berbeda-beda, tidak sedikit yang justru membawa kemalangan."
Tetua Xia Feng Hua berkata, "Di antara hidup ... Binatang iblis-lah yang paling berbahaya. Mereka merusak, menyerang dan membunuh manusia. Tugas kalian sebagai seorang Pendekar Suci adalah untuk selalu melindungi dan menjaga perdamaian."
"Gelar Pendekar Naga bukan hanya sebuah gelar," Tetua Xia Feng Hua berkata. "Gelar ini merupakan tanggung jawab yang besar dan menyulitkan. Satu di antara kalian akan memikul beban yang berat untuk menjaga perdamaian banyak orang yang hidup di Dataran Tengah,"
Master Zhuang yang tidak bicara sejak tadi nampak tersenyum. Untuk pertama kali, bibirnya bergerak dan mulai buka suara.
"Aku merasakan ... Kehadiran Pendekar Naga ..."
!!
Tetua Xia Feng Hua dan kelima pendekar suci terkejut. Mereka menjadi tegang melihat Master Zhuang menggerakkan jari telunjuknya dan seakan hendak menunjuk seseorang.
Xia Ling Qing yang berdiri di antara teman-temannya menatap Master Zhuang sebelum pendengarannya menangkap sesuatu.
Waaaa..!
Teriakan ini berasal dari atas, Xia Ling Qing dan teman-temannya menengadah. Mereka mengerutkan kening karena melihat sesuatu seakan terlempar hendak ke arah mereka.
Sesuatu itu jelas adalah Chu Kai. Pemuda dengan bekas luka cakar di pipi sebelah kanannya itu berteriak dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dia yakin akan jatuh dan bila tidak patah tulang, maka pasti akan langsung tewas.
Di saat Chu Kai memikirkan hal itu, dia pun melihat Xia Ling Qing dan merasa bahwa tubuhnya akan jatuh mengenai gadis yang dikaguminya itu. Teriakan Chu Kai yang sebelumnya begitu takut kini menjadi senyuman aneh dan seakan pasrah bila dia harus jatuh.
"Nona Xia ..."
Wei Zhang Zihan menyadari arah jatuhnya orang itu dan dia sendiri pun melihat tangan Xia Ling Qing sudah berada di pegangan pedangnya. Dia lantas bergerak sebelum terlambat dan berdiri seakan melindungi Xia Ling Qing.
Chu Kai yang menutup mata dan seolah menyerahkan semuanya pada langit atas kejatuhannya ini. Dia sudah mempunyai bayangan akan adegan indah yang akan dirinya alami. Jatuh kepelukan nona Xia Ling Qing.
Tubuh Chu Kai ditangkap dan dia pun seperti menabrak tubuh seseorang. Rasa hangat dan nyaman langsung memenuhi hatinya ketika dia tiba-tiba sadar akan sesuatu.
"Mn? Kenapa punya nona Xia padat dan keras seperti ini? Bukankah harusnya benda ini besar dan lembut? Ini ..." Chu Kai perlahan membuka matanya. Dia merasa ini tidak benar.
Ketika Chu Kai membuka mata, hal yang sangat mengejutkan terjadi. Dia melihat bahwa sosok yang ditubruknya bukanlah nona Xia Ling Qing, tetapi orang lain dan buruknya itu adalah laki-laki.
Semua orang terkejut, bahkan Liu Han Ying yang merupakan salah satu dari lima pendekar suci juga sama kagetnya. Entah darimana datangnya pemuda ini dan bahkan merusak saat-saat penting pemilihan Pendekar Naga.
Chu Kai sendiri nampak menatap ke arah sosok yang sudah menggantikan Xia Ling Qing. Wajah pemuda yang dia lihat begitu tampan dengan bulu mata panjang yang indah. Satu kata untuk sosok ini adalah, 'Memukau'.
Chu Kai baru bereaksi pada satu hal. Dia baru akan buka suara dan bertanya saat melihat perubahan pada binar mata orang ini. Dia pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat sebuah telunjuk mengarah padanya.
"Ini ..." Tetua Xia Feng Hua menatap ke arah Xia Ling Qing dan orang-orang yang menjadi penonton pun mendadak riuh.
"Master Zhuang menunjuk nona Xia Ling Qing...!"
"Sudah kubilang nona Xia Ling Qing berpotensi menjadi Pendekar Naga. Ternyata benar, kan?"
"Nona Xia Ling Qing sangat hebat..! Benar-benat hebat..!"
Tetua Xia Feng Hua menatap putrinya sebelum mengarahkan pandangan pada sosok yang berdiri di sampingnya. Dia dengan gugup berkata, "Master Zhuang. Ling Qing'Er apakah mungkin ..."
Chu Kai berkedip dan merasa lega karena ternyata pria yang matanya terus tertutup ini tidak menunjuk ke arahnya. Dia pun memandang pemuda yang berhasil menangkapnya dan kemudian tersenyum pahit.
"Bukan Xia Ling Qing," Master Zhuang buka suara dan membuat Tetua Xia Feng Hua dan para pendekar suci tersentak. Dia dengan gugup melihat ke arah mana jari telunjuk Master Zhuang mengarah.
"Master, mungkinkah Wei Zhang Zihan?" Tetua Xia Feng Hua memiliki pemikiran ini karena tidak mungkin Master Zhuang akan memilih manusia biasa.
"Bukan," Master Zhuang tersenyum dan terus menunjuk ke depan. Orang-orang jadi penasaran termasuk Chu Kai.
"Ada apa dengan orang aneh ini..?" Chu Kai mengerutkan kening karena merasa bahwa dirinya ditunjuk oleh pria yang sama sekali tidak dia kenali.
Meski menghindari dengan melangkah ke samping, nyatanya jari telunjuk itu terus mengarah padanya. Dia bahkan sampai menggoyang-goyangkan kepala dan tubuhnya, tetapi jari telunjuk itu terus mengikutinya.
"Dia adalah Pendekar Naga yang terpilih,"
!!!
Ucapan Master Zhuang mengejutkan semua orang, kecuali Chu Kai. Pemuda berusia 18 Tahun itu adalah satu-satunya orang yang kebingungan dengan situasi yang terjadi di depannya.
Liu Han Ying, Xia Ling Qing dan ketiga Pendekar Suci yang lainnya juga terkejut dengan ucapan Maste Zhuang. Mereka bahkan langsung menoleh ke arah sosok yang bahkan begitu asing di mata mereka semua.
Tetua Xia Feng Hua berkedip dan dengan gugup bertanya, "Master Zhuang? Anda ... I-ini semua ..."
"Bagaimana bisa Master Zhuang memilih orang itu sebagai Pendekar Naga?"
"Orang itu memangnya siapa? Aku tidak mengenalnya, dia terlihat seperti warga biasa."
"Bahkan para pendekar suci pun merasa keheranan. Kenapa Master Zhuang justru memilihnya?"
Bahkan tanpa bertanya pun, orang-orang tahu hal yang membingungkan dari situasi ini. Tetua Xia Feng Hua menatap Master Zhuang dan berujar pelan, "Saya tidak meragukan anda, tapi ..."
Master Zhuang tersenyum, dia adalah pria yang tampan dengan senyuman paling menawan. Matanya tidak pernah terbuka, namun dia tahu posisi orang-orang di dekatnya berada.
Master Zhuang menoleh ke arah Tetua Xia Feng Hua dan berkata, "Tetua Xia memiliki putri yang sangat hebat dan murid-murid yang begitu berbakat. Tetapi alam lebih mendukung pemuda ini dan langit pun telah memilihnya."
"Tapi, Master. Dia ... Dia hanya pemuda biasa. Aku-"
"Kau meragukanku?"
"Sama sekali tidak. Maafkan saya," Tetua Xia Feng Hua menurunkan pandangan matanya. Dia tidak berani membantah Master Zhuang meski hatinya begitu berat menerima hal ini.
Master Zhuang berujar tenang. "Tetua Xia, aku tahu perasaanmu. Tapi kau juga harus tahu bahwa aku tidak akan pernah memilih sembarang orang untuk menjadi seorang pelindung bagi sektemu dan seluruh Daratan Tengah. Dia adalah orang yang tepat,"
!!
Chu Kai tersentak saat pria tampan yang tidak pernah membuka matanya itu menoleh ke arahnya. Dia tegang dan sampai tidak sadar sudah menahan napas. Dia benar-benar tidak mengetahui apa yang terjadi dan bahkan tidak tahu sudah terlibat dengan apa.
Xia Ling Qing menatap pria asing ini sebelum mengarahkannya pandangan pada Master Zhuang. Dia melangkah dan kemudian buka suara, "Bagaimana orang ini bisa terpilih menjadi Pendekar Naga?"
Chu Kai menoleh, segaris senyum nampak pada wajahnya saat dia mendengar suara Xia Ling Qing dari dekat. Gadis cantik ini mempunyai suara yang segar dan seperti angin sejuk di telinganya.
Dia seolah tidak mendengar apa yang sedang dibahas oleh Xia Ling Qing, Chu Kai hanya fokus pada wajah cantik dan suara indah gadis ini.
Master Zhuang dengan tenang berkata, "Bukan aku yang memilih. Aku hanya menyampaikan pesan yang diberikan oleh langit. Pemuda ini ... Dia memiliki potensi yang tidak terbatas,"
Chu Kai tersadar saat secara tiba-tiba merasakan seperti ada seseorang yang sedang menatapnya. Dia tanpa sadar menahan napas, apalagi ketika melihat pria yang matanya terus tertutup itu menoleh ke arahnya.
Dia memperhatikan setiap orang di sekitarnya dan berkedip. Chu Kai pun menunjuk diri sendiri dan berkata, "Aku ... Sebenarnya terlibat dalam apa?"
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Anonymous
☺️☺️😚😚
2023-10-04
1
Hana Aini
iniiii seperti tidak asing..adeganya sama dng poooo sang pendekarr nagaaaa
2023-09-02
0
Zainal Tyre
ini sama cerita kungfu fanda wk wk wk
2023-08-22
2