Kabar bahwa Chu Kai menjadi Pendekar Naga tersebar seperti lesatan anak panah di Daratan Tengah. Semua orang yang mengenalnya langsung pergi ke Kedai Bulan Merak untuk memastikan kebenaran informasi ini.
Sementara itu, bagi orang-orang yang tidak mengenai Chu Kai---mereka begitu bertanya-tanya tentang sosok yang bahkan melampaui Kelima Pendekar Suci ini.
"Aku pikir nona Xia Ling Qing yang akan menjadi Pendekar Naga. Dia tidak diragukan lagi untuk itu, tetapi yang terjadi justru Master Zhuang memilih orang lain."
"Bukan hanya orang lain, tetapi Master Zhuang memilih pemuda biasa yang bahkan tidak punya dasar kultivasi. Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh Master Zhuang?"
"Ya ampun ..."
Tiga pemuda itu berasal dari Sekte Gunung Wushi. Mereka sedang berada di dalam Kedai Bulan Merak dan sekarang menatap ke arah pemuda yang berdiri dengan tatapan bodoh itu.
Chu Tian yang merupakan pemilik kedai sekaligus ayah dari Chu Kai nampak begitu bangga memperkenalkan putranya sebagai Pendekar Naga di depan semua pelanggannya.
Jing Hao dan para pelayan di kedai ini begitu antusias mengucapkan selamat, tetapi untuk Chu Kai sendiri---dia bahkan tidak bisa mendengar apa pun sekarang.
Tatapan mata Chu Kai kosong. Yang ada dipikirannya saat ini adalah berbagai macam pertanyaan tentang siapa dia, di mana dirinya sekarang dan bagaimana dia bisa mengalami hal semacam ini.
"Kai, kau benar-benar beruntung, Kawan." Jing Hao tersenyum lebar, dia terlihat sangat gembira dan mengatakan semua orang bahwa dia sendiri menyaksikan bagaimana Chu Kai terpilih menjadi Pendekar Naga.
Jing Hao berkata, "Master Zhuang itu sangatlah hebat. Beliau bisa melihat potensi Kai yang tersembunyi. Sekarang, Kai akan belajar di Sekte Gunung Wushi. Tempat yang pemilihan muridnya begitu ketat itu."
"Inilah putraku..!" Chu Tian menepuk bahu Chu Kai dan tertawa, dia sangat senang menerima banyak pujian dari para pelanggannya.
"Tidak, Ayah ..." Chu Kai memegang tangan Chu Tian dan seakan mulai sadar. Dia berkata, "Ini tidak benar. Bagaimana mungkin orang sepertiku bisa ... Bisa ..."
"Hei, Kawan." Jing Hao menyenggol lengan Chu Kai dan berkata, "Jika kau masih tidak menyangka, bagaimana dengan kami semua? Kau mengejutkan semua orang. Master Zhuang berkata bahwa kau adalah Pendekar Naga yang terpilih. Kita tidak membahas pendekar biasa, ini sangat hebat tahu..!"
Jing Hao melangkah dan dengan bangga berkata, "Pendekar Naga adalah sosok yang tidak hanya kuat, tetapi juga sangat luar biasa. Dia merupakan pelindung bagi Daratan Tengah dan sosok yang sangat dikagumi. Menjadi Pendekar Naga akan membuatmu memiliki legenda sendiri dan itu adalah impian yang bahkan tidak bisa didapatkan orang lain."
Jing Hao memegang kedua lengan Chu Kai dan kemudian bersuara sedikit lebih pelan, "Kau harusnya senang mendapat keberuntungan langit ini. Dapat diterima di Sekte Gunung Wushi bukankah akan membuatmu dekat dengan nona Xia Ling Qing?"
Chu Kai tersentak mendengarnya. Dia baru saja menyadari hal itu dan seakan mendapatkan hidupnya kembali. Xia Ling Qing seperti menjadi sumber semangat untuk pemuda ini.
"Nona Xia ..." Chu Kai terlihat mulai senyum-senyum sendiri. Dia baru saja akan membayangkan masa depan yang indah dengan Xia Ling Qing saat angin tiba-tiba berhembus cukup kencang dan seakan memasuki kedai milik ayahnya.
Seseorang berdiri di depan pintu kedai yang terbuka. Kehadirannya menarik perhatian semua orang termasuk Chu Kai, mereka sangat terkejut dan begitu tidak menyangka akan melihat sosok tersebut.
Jing Hao membuka mulutnya dan matanya nampak melebar. Sosok yang sedang berdiri dengan angin yang melambaikan pakaiannya itu tidak lain adalah gadis tercantik yang sangat dikagumi semua orang, Xia Ling Qing.
"Nona Xia?" ada kegembiraan pada binar mata Chu Kai. Ini adalah yang pertama kalinya seorang pendekar yang sangat dia kagumi datang ke tempatnya.
Chu Kai berjalan menghampiri Xia Ling Qing dan baru akan menyambut gadis itu saat sesuatu tiba-tiba saja terjadi. Entah bagaimana, tetapi Chu Kai langsung terlempar seakan ada yang sudah menendang dadanya dengan kuat.
!!!
Sebuah meja kayu langsung patah karena ditabrak oleh punggung Chu Kai dan kejadian ini mengejutkan semua orang, bahkan Jing Hao pun tidak sempat bereaksi.
"Kai ...!" Chu Tian berseru, dia bergegas menghampiri putranya yang mengerang dan memuntahkan air di mulutnya. Chu Kai terlihat memegang dadanya dengan ekspresi wajah yang jelas-jelas sangat kesakitan.
"Kai ...!" Jing Hao pun ikut menghampiri temannya, membantu Chu Kai meski dia sama sekali tidak tahu bagaimana teman baiknya ini bisa sampai terpental.
"Tidak tahu diri,"
Suara jernih dari Xia Ling Qing membuat banyak pasang mata menatapnya. Para pelanggan termasuk pelayan di kedai ini tiba-tiba merasa tegang hingga tanpa sadar menahan napas mereka.
Xia Ling Qing sendiri nampak tidak peduli. Kedua tangannya terkepal dan pandangan matanya mengarah pada sosok pemuda yang sudah dia serang barusan dan itu bukanlah serangan yang tidak disengaja.
Semua orang melihat gadis itu berjalan masuk dan membawa aura yang sangat menekan. Chu Tian yang saat ini sedang mengusap-usap punggung putranya mulai menoleh dan melihat Xia Ling Qing berjalan mendekat.
"Tidak tahu diri," suara Xia Ling Qing sangat dingin. "Kau bukan siapa-siapa, tapi berani sekali kau datang ke sekteku dan membuat kacau semuanya."
"Apa yang kau inginkan?" Xia Ling Qing melangkah, terlihat energi spiritual mulai terbentuk di kedua tangannya. Semua orang merasakan udara tiba-tiba menjadi panas dan sangat menekan.
Gadis itu tidak bisa mengalihkan pandangannya. Dia bahkan tidak mendengar suara orang lain atau pendekar dari Sekte Gunung Wushi yang memanggil namanya.
Dia sangat marah, begitu marah pada orang biasa yang sangat lemah ini. Tatapan matanya seakan memberi tanda bahwa dia benar-benar ingin menebas dan membakar pemuda di hadapannya hidup-hidup, detik ini juga.
Kekuatan spiritual melonjak di telapak tangannya dan kemudian melesat. Salah satu dinding kedai terkena serangan dan disertai suara yang keras. Lubang besar tercipta di mana lesatan itu bahkan ikut mengenai salah satu pohon di luar hingga membuatnya tumbang.
Jing Hao dan yang lainnya terkejut, semua orang merinding ketakutan melihat kemarahan Xia Ling Qing yang sangat besar, padahal bukankah seharusnya gadis ini adalah salah satu Pendekar Suci yang merupakan pelindung mereka?
"Sebaiknya kau ingat ini. Karena jika sampai aku melihatmu lagi, maka nasibmu benar-benar akan buruk. Hmph,"
!!!
Chu Tian tidak sanggup untuk berkata-kata. Sebagai pemilik Kedai Bulan Merak selama bertahun-tahun, ini adalah yang pertama kalinya kedai miliknya ini diserang, apalagi oleh seseorang yang sangat tidak biasa.
Jing Hao pun tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Bahkan untuk sesaat, dia sampai tidak bisa merasakan detakan jantungnya.
Melihat Xia Ling Qing berjalan pergi dan semakin menjauh hingga tidak terlihat lagi---Jing Hao pun akhirnya bisa menelan ludah meski tenggorokannya terasa kering.
Suara Jing Hao bergetar ketika berkata, "A-aku sungguh tidak menyangka bahwa nona Xia Ling Qing mempunyai sifat se-seperti itu. Dia membuatku sangat takut,"
Bagi orang awam, mereka mungkin juga mempunyai pemikiran yang sama seperti Jing Hao. Sosok Xia Ling Qing layaknya dewi yang dihormati, seorang gadis yang luar biasa mengagumkan dan membuat banyak orang tertarik padanya.
Dia memiliki wujud yang anggun dengan wajah penuh kecantikan, martabat dan harga diri yang tinggi. Namun bila dilihat dari dekat, ekspresi wajahnya tajam bagai bilah pedang. Dia mempunyai kekerasan di matanya, tampak sangat dingin dan sedikit yang tahu bahwa ketika marah---emosinya begitu meledak-ledak.
Tidak banyak yang tahu bahwa emosi dari Xia Ling Qing yang seperti ini juga merupakan salah satu alasan mengapa orang-orang begitu menaruh hormat padanya. Gadis ini mempunyai kekuatan yang pemberani dan sombong hingga membuat siapa pun berlutut lemas.
Chu Kai yang masih merasakan sakit pada dada dan punggungnya nampak tidak berkata apa-apa selain berekspresi sangat terkejut. Dia bingung dan sama sekali tidak tahu bagaimana Xia Ling Qing menjadi marah padanya.
"Kai. Kau baik-baik saja, Nak?" Chu Tian baru menanyakan kondisi putranya. Dia meminta air pada seorang pelayan dan memberikannya kepada Chu Kai.
"Ayah ..."
"Minum dulu, pelan-pelan." Chu Tian menggeleng dan mengusap punggung putranya.
Chu Kai masih merasakan sakit pada punggung dan dadanya. Perasaannya benar-benar kalut saat ini, apalagi saat melihat mata yang penuh kemarahan dari Xia Ling Qing.
"Nona Xia itu kenapa?" Jing Hao buka suara, "Dia datang begitu saja dan langsung menyerangmu. Apalagi dia sepertinya sangat tidak suka melihat wajahmu. Aku bahkan masih takut,"
Banyak orang yang mendekat dan lalu menanyakan keadaan Chu Kai. Mereka pun mulai riuh dan membahas tentang tindakan Xia Ling Qing yang sangat tidak terduga itu. Murid Sekte Gunung Wushi yang ada di dalam kedai menjadi target untuk ditanyai tentang karakter dari Xia Ling Qing.
Chu Kai ingin bicara, tetapi tubuhnya masih sakit. Dia hanyalah manusia biasa dan serangan Xia Ling Qing yang tadi itu sangat kuat untuk bisa ditahan oleh tubuh orang biasa sepertinya.
"A-Ayah ... Aku mau ke kamarku," Chu Kai berusaha untuk bicara dan ini membuat Chu Tian mengangguk meski dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran.
"Biar kubantu,"
"Hati-hati,"
"Berdirilah pelan-pelan,"
Jing Hao dan beberapa orang mulai menolong Chu Kai. Mereka membantu pemuda itu dan membawanya ke lantai dua kedai, tempat di mana kamarnya berada.
Meski Master Zhuang memilihnya sebagai Pendekar Naga, namun saat ini Chu Kai masih belum bisa apa-apa. Dia hanya manusia biasa yang bahkan belum memulai pelatihan bela diri.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Renn.
hadeh,bener kan dugaan gw haha pasti si cwe itu bakal kek gini/Shhh/
2025-02-15
0
Faisal FI
alur diawal seperti kungfu panda ya?
🤔🙏💪
2023-10-09
1
Arlie Ariesta
ini copas cerita Kungfu Panda wakakakak.... nggak kreatif kau bro🤣🤣🤣
2023-10-04
1