Bab 14. Isyarat

Angin berhembus di awal malam itu. Rodney dan ketiga saudarinya terduduk diam seraya menunggu Rei yang sedang melaporkan misinya pada Julia.

"Tadi pagi kalian berangkat mengawal mereka. lalu siang hari aku mendapatkan laporan bahwa rombongan pedagang itu sudah tiba di Kota Naves, kejutan macam apa ini?" Julia mengoceh alih-alih tak percaya.

"Tugas dari misi adalah dengan menyelesaikannya bukan?" sanggah Rei.

"Baik-baik! ambil ini!" Julia mengeluarkan sekantung emas lalu melemparkannya ke arah Rei.

"Aku menunggu misi selanjutnya!" ujar Rei seraya meninggalkan wanita tersebut.

Pria yang menggenggam sekantung emas itu pun dengan segera mendatangi Rodney dan guild nya. Mereka lalu saling merapatkan duduknya seraya berdiskusi tentang pembagian hasil.

"Rodney, kau yang atur!" Rei melemparkan sekantung emas itu kepada Rodney yang duduk berseberangan dengannya.

"Baiklah! sesuai kesepakatan, kau enam puluh kami empat puluh" Rodney memberikan enam keping emas kepada Rei lalu mengambil emas yang tersisa untuknya.

Setelah dirasa cukup, Rei dengan segera beranjak meninggalkan Rodney dan guild nya tanpa sepatah kata pun. Ia hanya memfokuskan langkahnya menuju pintu.

"Rei, apa kau sudah ingin pulang?" tanya Silvia yang mendapati Rei bergegas menuju pintu.

"Ya! Tentu saja," Rei telah tiba dibalik pintu seraya menghentikan langkahnya sejenak.

"Apakah kita akan bertemu lagi?" tanya Zeta dengan raut wajah memohon.

Rei tak mengindahkan ucapan Zeta. Ia tetap memajukan langkahnya seperti biasa. Tibalah Rei di ujung pintu keluar itu. Kehadirannya seketika lenyap setelah suara pintu terdengar menutup.

Ia berjalan dengan penuh ketenangan dalam hatinya. Peringatan Felicia tak turut membuatnya menjadi waspada sebab Rei bisa menilai seseorang dari raut wajahnya. Tibalah Rei didepan gerbang rumah besar itu.

"Kakak?! Jessica, Jessica!! kakak pulang!" Rebecca menjadi girang setelah mendapati Rei berada di depan gerbang seraya menghimbau Jessica.

"Aku pulang," tutur Rei yang memperhatikan Rebecca berlari ke arahnya.

"Selamat datang, kakak!" Rebecca dengan manjanya merangkak ke tubuh Rei lalu memeluknya.

"Selamat datang, Rei," Jessica melihat Rei dengan penuh kebahagiaan.

"Selamat datang, Tuan ... Rebecca! jangan ganggu Tuan! ia sudah kelelahan," Felicia menegur Rebecca yang telah dirasuki sikap manjanya.

"Jangan khawatir Felicia, Rebecca adalah salah satu penyemangat ku," tutur Rei seraya mengelus rambut gadis kecil itu.

Pertemuan mengharukan itu pun menjadi bukti bahwa mereka saling menyayangi satu sama lain. Rei kemudian bergegas menuju pemandian air panas dan mendapati Phillip yang termenung seraya bersandar di bebatuan.

"Phillip?" Rei menyapa pria dengan pandangan kosong tersebut dari kejauhan.

Phillip dengan segera menyadarkan dirinya setelah mendapati kedatangan Rei. Pria itu menjadi trauma atas kejadian mengerikan yang telah menimpanya. Mereka lalu saling berdiskusi tentang apa yang sudah terlewatkan.

"Bagaimana pengalaman pertamamu setelah bergabung dengan guild itu?" Phillip tertunduk lesu setelah mengetahui Rei telah mendaftarkan dirinya ke guild lain.

"Guild kah?" Rei menengadahkan kepalanya ke arah langit.

"Ya, apa kau menikmatinya?" Phillip memfokuskan pandangan matanya ke arah Rei.

"Aku benar-benar tidak merasakan hal apapun tentang mereka" tutur Rei seraya memejamkan matanya.

"Begitukah," Philip turut menengadahkan wajahnya ke arah langit.

Dalam keheningan itu, terdengar lah sebuah kegaduhan yang bersumber dari pemandian wanita.

"Rebecca!!! kembalikan!" Jessica menjadi berang akibat ulah kekanak-kanakan Rebecca.

"Tidak mau! akan ku berikan semua ini untuk kakak Rei! hahaha!!!"

"Jessica! kita harus menangkapnya!" ucap Felicia yang turut menjadi korban kenakalan Rebecca.

"Ya! atau harga diri kita yang akan dipermalukan!"

Mereka berusaha menghalau Rebecca. Namun gadis itu semakin gesit dan lincah dalam menghindar. Hingga terjadilah kejar-kejaran yang membuat kaki Rebecca tergelincir dan mengenai lantai pemandian.

brak ...!

"Aaaaa!!!" Rebecca merengek kesakitan.

Jessica dengan sigap menghampirinya seraya menggendongnya. Disisi lain dalam menghadapi kenakalannya, masih terdapat kasih sayangnya yang amat mendalam terhadap sang adik.

Sementara Rei yang mendengar kegaduhan itu dengan segera bangkit seraya bergegas meninggalkan pemandian pria menuju pemandian wanita.

"Rebecca! ada apa?!" Rei merasa khawatir terhadap gadis kecil itu tanpa menyadari bahwa Jessica dan Felicia tidak mengenakan sehelai pun pakaian.

"Reiii!!!" jessica menjadi berang seraya menutupi bagian-bagian vitalnya.

"Tuan!!!" Felicia pun turut berang karenanya.

"Kakak, kakak! ini untuk kakak!" Rebecca menyadari kehadiran Rei sambil memberikan dua pasang pakaian dalam para gadis.

"Jangan dilihat!!!" Jessica dan Felicia bersorak secara serentak seraya menghampiri Rei yang memegang pakaian dalam para gadis.

Mereka berlari secepat mungkin menuju Rei yang ketakutan melihat amarah kedua gadis tersebut. Ia pun dengan segera berlari demi menghindari amukan para gadis.

Kejadian menghebohkan itu turut membuat mereka merasakan kelelahan. Rei menaiki selimut Rebecca yang sudah tertidur dengan pulas. Sementara Felicia dan Jessica sudah sedari tadi berada di alam bawah sadar mereka.

Sebelum tertidur, Rei mengatakan pada Felicia untuk menjaga keamanan dua bersaudari itu. Ia berencana akan keliling kota ditengah gelapnya malam. Setelah dirasa cukup, Rei pun bergegas meninggalkan mereka.

Ditengah perjalanan, ia melihat seorang gadis yang sedang melatih teknik pedangnya dari kejauhan. Rei pun merasa mengenali gadis itu. Ia mendekatinya dan mendapati bahwa gadis tersebut adalah Zeta.

"Rei? kau sedang apa ditengah malam begini?" Zeta menghentikan gerakannya mengetahui Rei memperhatikannya.

"Aku hanya ingin berkeliling sebentar" tutur Rei seraya mendekati Zeta.

"Rei? ke-kenapa mendekat?" Zeta hanya bisa berdiam diri melihat Rei mendekatinya secara perlahan.

"Keluarlah kau!" Rei menyeru kepada seseorang yang bersembunyi dibalik tembok.

"Tch, sial!!!" tutur sang pria seraya menyeret pedang besarnya.

"Z-zarro?" Zeta pun terkejut setelah mengetahui bahwa pria itu adalah orang yang sangat menyukainya.

"Zeta, apa kau mengenalinya?" tanya Rei seraya berdiri di depan zeta alih-alih melindunginya.

Rei pun dengan segera melayangkan tangannya menuju pria itu. Namun, Zeta menghalanginya dengan maksud melindungi sang pria.

"Jangan Rei! biar aku yang berbicara dengannya,"

Zeta lalu menghampiri pria tersebut. Sesaat sebelum mengucapkan sepatah katapun, pria itu lalu menariknya dan menodongkan pedang besarnya ke leher gadis itu.

"Pergilah kau! tinggalkan aku dan Zeta disini!" seru Zarro dengan wajah seriusnya.

Zeta berusaha untuk berbicara namun apalah daya ia hanya mampu menggeleng-geleng kan kepalanya.

"Zeta, apa kau menginginkan kehidupanmu bersamanya?" tanya Rei seraya menghampiri mereka.

"Jangan mendekat!!" Zarro tak main main sebab pisau besar itu telah mengiris sedikit leher Zeta.

Rei kemudian mengerti isyarat yang Zeta berikan. Dengan leher yang mulai mengeluarkan darah, Zeta kemudian menangis sambil menggeleng-geleng kan kepalanya secara perlahan.

"Reverse!"

Setelah Rei merapalkan sihirnya, kondisi pun menjadi berbalik dalam sekejap. Zarro terkejut setelah mendapati dirinya tercekik oleh lengan Rei yang kuat itu. Ia berusaha mengelak, namun Rei telah menguasai tubuhnya secara keseluruhan.

"Zeta! apa kau menginginkan dia untuk lenyap dari sini?" Rei mencengkeram dagu Zorro dan bersiap untuk mematahkan lehernya.

Zeta pun hanya bergeming. Ia tak menyangka bila Zarro berani melakukan hal-hal yang bisa membuatnya terluka. Dengan penuh rasa tidak terima, ia menganggukkan kepalanya seakan memberikan isyarat pada Rei.

krek ...

Pria itu telah kehilangan nyawanya dalam sekejap. Rei lalu melempar tubuhnya sejauh mungkin hingga menembus angkasa. Tubuh itu pun terbakar seketika menjadi abu.

~To be continued~

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!