Selepas pertemuan mengharukan itu, Rei pun menghampiri dewi kesucian yang menantinya dari kejauhan.
" Tunggu dulu! bagaimana ia bisa tau kalau aku adalah kakaknya? " tanya Rei dihadapan sang dewi.
" Lihatlah! " seru sang dewi seraya mengeluarkan cermin besar lalu mengarahkannya pada Rei.
Rei hanya bisa terdiam setelah melihat perubahan dari tubuhnya.
" Aku telah mengembalikan wujud mu seperti awal sejak kau masih hidup " tutur sang dewi.
Rei menatap cermin itu. Ia meraba - raba pipi seolah tak percaya dengan wujud lamanya. Itulah yang menjadikan Zuzu dapat mengenalinya.
" Baiklah! aku mengerti "
" Tidak, kau belum mengerti apapun! " tegas sang dewi.
" Lalu, ketidakmengertian apa yang kau maksud, wahai dewi? "
" Pejamkan matamu Rei, kau akan menyaksikan hal - hal yang dapat mengguncangkan hatimu "
Rei lalu menutup matanya. Ia merasakan guncangan yang hebat setelah mendapati tubuhnya terbang bersama sang dewi.
Seketika ia merasakan hawa yang amat panas. Ketakutan, kegelisahan bahkan suara jerit tangis pun terdengar jelas di telinganya.
" Rei, bukalah matamu " seru sang dewi.
" Baiklah! " ucap Rei dengan membuka matanya perlahan - lahan.
Pria itu sempat memundurkan langkah kakinya sejenak. Ia lalu berlutut seraya merangkul kepala. Rasa ketakutan itupun jelas menerjang pikiran dan hati sanubari nya setelah mendapati suasana yang mengerikan ditempat tersebut.
" Rei! apa kau mengenali orang itu? " tanya sang dewi seraya mengarahkan telunjuknya pada seseorang dari kejauhan.
cut... cut... cut...
" Tidak!!! ampuni aku!!! " lirih pria berbadan gemuk dengan tubuh yang terbakar seraya mengerang kesakitan.
" Rasakan! rasakan pembalasan ini! " ucap sang malaikat penyiksa dengan melayangkan cambuknya.
Dengan sedikit keberanian, Rei mengamati orang itu. Terlihat jelas pecutan yang amat dahsyat itu menghancurkan seluruh daging sang pria yang berbadan gemuk tersebut.
" Ya! aku mengenalinya! " tegas Rei.
" Apa yang telah dilakukan semasa hidupnya? " tanya sang dewi.
" Aku tidak mengerti! yang ku tau ia berusaha melukai Jessica, gadis yang kutemui saat ini "
" Betul! Tidak hanya itu..., ia telah melakukan berbagai macam perbuatan keji seperti perbudakan, pemerkosaan, hingga pemerasan. Tidak sedikit nyawa manusia yang tak berdosa, melayang karena perbuatannya "
Rei pun membangkitkan amarah hingga melenyapkan rasa takut yang menghantuinya setelah mendengar penjelasan sang dewi.
" Apa kau masih belum mengerti? " tanya sang dewi.
" Ya! aku sudah mengerti! " ucap Rei seraya menutup matanya.
" Tidak! kau belum sepenuhnya mengerti! "
Sang dewi pun terbang menuju arah lain dengan diikuti oleh Rei yang dihantui penasaran. Ia mengikuti arah sang dewi sambil melihat - lihat disekitar.
" Rei! lihatlah! " seru sang dewi seraya menunjuk kepada seseorang.
Ia pun naik darah melihat orang tersebut. Dengan gigi yang menggertak, Rei pun hanyut dalam kebencian. Pria itulah yang telah merenggut nyawa adiknya tanpa belas kasih.
Dengan hati hang telah berselimutkan dendam, ia mengepalkan tangannya dengan erat hingga mengeluarkan darah yang mengucur deras. Rei kemudian menghampiri orang itu.
" Jangan! Rei! " ujar sang dewi yang menyadari Rei telah dikuasai oleh energi yang sangat kuat.
Malaikat penyiksa pun berusaha menghalangi dengan melayangkan pedang sabitnya ke arah Rei. Namun, Rei berhasil menghindar seraya meraih sabit yang terlepas dari genggaman makhluk supranatural tersebut
Rei tak pandang bulu, ia pun menebas sang malaikat yang menghalanginya kemudian mengejar sang pria yang telah lari ketakutan.
Ia dengan secepat kilat mengarahkan tangannya hingga menjangkau leher pria tersebut. Rei lalu mencekik dan menyeret lehernya seraya mengangkat tubuhnya tinggi - tinggi.
" Ti...dak..., am...pu...ni a...kuuu " lirih pria itu setelah mendapati lehernya meleleh karena genggaman Rei.
" Rei!!! hentikan!!! " sahut sang dewi.
zwufff...
Dewi kesucian pun mengeluarkan sihir dengan maksud menghentikan Rei. Namun, sihir itu tak berpengaruh apapun padanya.
Sang dewi lalu bergeming saat mendapati Rei telah kehilangan kendali tubuhnya secara total. Pria itu lalu memunculkan sepasang sayap yang besar di punggungnya seraya meluapkan amarah.
" Kembalikan! kembalikan!! kembalikan adikku!!!" sorak Rei seraya mencekik pria itu dengan tatapan tajamnya.
" Am...pu...ni..., aaarghh!!! "
krek...
Kepala sang pria yang belum sempat menyelesaikan bicaranya itu pun meleleh seketika.
" Aku adalah dewa penghancur!!! siapapun tidak dapat lari dariku!!! musnahlah kau!!! " tegas Rei yang telah dirasuki dewa kehancuran
boom...!!!
" SHIELD OF HOLINESS! " ucap sang dewi seraya merapalkan sihir pelindung.
duarrr...!!!
Seketika muncul gelombang hitam yang menghasilkan ledakan besar hingga menyapu bersih area itu. Semua manusia bahkan malaikat pun tak luput dari serangan yang maha dahsyat tersebut.
Para dewa lalu bergegas menuju tempat dimana sumber kegaduhan itu terjadi.
" Dewi kesucian!!! " ucap dewa keadilan dengan beberapa dewa lainnya.
" Apa yang telah terjadi? " tanya dewa kemakmuran setelah mendapati seluruh area tersebut telah kosong.
Mereka lalu melihat dari kejauhan sosok pria dengan energi yang luar biasa. Ia terbang seraya mengibaskan sayapnya yang besar.
" Anak itu! " sahut dewa keberuntungan.
" Ya! sepertinya energi dewa kehancuran telah menguasai tubuhnya! " tutur dewi kesucian.
" Kita harus mencegahnya!!! " seru dewi kesuburan.
" Benar! jika tidak, seluruh kahyangan ini akan hancur olehnya! " timpal dewa kedamaian dengan rasa cemas.
" Mari kita cegah anak itu! " seru dewa keadilan.
Para dewa pun dengan segera membentuk lingkaran yang mengitari Rei. Mereka menjauhkan jaraknya dari pria itu seraya merapal kan sihir secara bersama.
" Where there is a god there is justice. where there is a god there is prosperity. Where there is a god, there is luck. where there is a god, there is fertility. where there is a god, there is peace. where there is a god, there is holiness. where there is a god, there is wisdom "
" Aaaargh " erang Rei yang kesakitan setelah mendengar rapalan sihir dari para dewa.
" We are gods unite against injustice. we are gods unite against adversity. we are gods unite against misfortune. we are gods unite against barrenness and drought. we are gods unite against fear. we are gods unite against defilements. we are gods unite against cheating "
Munculah cahaya terang yang menyinari seluruh tempat itu. Lalu para dewa mengarahkan sihirnya pada Rei yang masih mengamuk. Gelombang sihir besar berwarna emas itu tepat mengenai seluruh tubuhnya.
zwooofff.....
Suasana pun menjadi hening. Lingkaran api yang membelenggu Rei pun seketika lenyap dari tubuhnya seiring dengan menghilangnya kedua sayap besar itu. Ia lalu duduk bersimpuh seraya membungkukkan tubuhnya. Rei pun menangis sejenak.
" Zuzu..., kembalilah "
Para dewa kemudian meninggalkan Rei setelah berhasil memurnikannya. Namun, dewi kesucian yang merasa bersalah terhadapnya pun menghampiri seraya merangkulnya.
" Tenanglah Rei! semua akan baik - baik saja " tutur sang dewi dengan penuh belas kasih.
Rei pun merasakan kelelahan yang luar biasa setelah mengalami kejadian itu. Tanpa ia sadari, ia memasuki alam bawah sadarnya.
Kakak...
Zuzu!!!
Kakak..., jangan bersedih..., aku juga ikut bersedih karena mu... kakak..., berjuanglah!
Maafkan aku zuzu..., maafkan aku!!!
" Maafkan aku Zuzu.., maafkan aku..., Zuzu!!! " sorak Rei seraya terbangun dari tidurnya.
" Tuan Rei! ada apa?! " tanya Felicia yang sontak terbangun setelah mendengar suara Rei.
Rei menarik nafas dalam - dalam lalu menghempaskan nya secara perlahan. Ia terkejut setelah mendapati dirinya tertidur didalam kamar.
" Felicia, apa yang telah terjadi denganku? " tanya Rei.
" aku mencari keberadaan tuan yang tak kunjung pulang..., hingga beberapa saat kemudian, aku menemukan tuan terbaring di desa Ellen " tutur Felicia
" Begitukah "
Rei pun merebahkan kembali tubuhnya seraya menatap langit - langit. Ia berharap Felicia tidak bertanya lebih jauh tentang apa yang telah terjadi sebelumnya.
" Jessica dan Rebecca? " tanya Rei.
" Mereka sudah tertidur tuan " jawab Felicia.
" Pukul berapa sekarang? "
" Sudah hampir jam empat, tuan! "
" Kau belum tidur? " tanya Rei seraya beranjak dari ranjangnya.
" Tidak tuan! jangan khawatirkan aku! " tegas Felicia yang sedari tadi menahan rasa kantuk.
" Beristirahatlah! biar aku yang mengurus semuanya " seru Rei seraya membuka pintu
" Baik, tuan " ucap Felicia sambil merebahkan tubuhnya yang sudah kelelahan itu.
Rei pun segera bergegas menuju kamar mandi. Selepas membersihkan tubuh, ia bercermin seraya menepuk - nepuk pipinya. Rei merasa lega setelah kejadian itu.
Kegelisahan yang menghantui hati dan pikirannya pun telah lenyap. Ia dengan semangat menjalani aktivitasnya di pagi nan buta itu. Rei tak sabar ingin mendaftarkan dirinya ke dalam serikat petualang dan bergabung dengan guild Phillip.
~to be continued~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments