Bab 7. Sebuah Penginapan Ditengah Kota

Berita tentang musnahnya desa itu pun telah sampai ditelinga sang raja. Ditengah kebingungan, ia memulai rapat tersebut.

" Aku, Raja Reinhard II! dengan ini memulai rapat perihal musnahnya desa Ellen yang dekat dengan perbatasan kota Raven " ucap sang raja.

" Bagaimanakah pendapat yang mulia akan hal ini? " tanya salah seorang pejabat kerajaan.

" Aku pun tidak mengerti..., semua terjadi begitu singkat sehingga saksi pun sulit di dapat " tutur sang raja seraya menopang dagunya.

" Kemungkinan, itu adalah ulah penyihir terkuat dari kerajaan tetangga! " tambah seorang Marquis kerajaan.

" Ya! tapi sebelum itu, kita harus mencari berbagai bukti yang kuat " tegas sang raja.

" Betul sekali yang mulia! " sahut seorang Duke kerajaan diikuti oleh para pejabat lainnya.

" Katakan kepada seluruh prajurit untuk memperkuat keamanan! terutama di daerah perbatasan! " seru sang raja.

Menjelang malam yang kelam, Rei beserta tiga rekannya berada dalam suatu restauran ditengah Kota Raven. Mereka mengisi kekosongan perut setelah melewati perjalanan yang jauh.

" Kakak! Aaaa! " seru Rebecca seraya menyuapi Rei.

" Kalian sungguh akrab yah " sahut Felicia dengan wajah tersenyum.

" Betul, seperti ayah dan anak " ucap Jessica.

" Tidak! Rei adalah kakakku! " sahut Rebecca dengan wajah cemberut.

" Baiklah! baiklah, aku adalah kakakmu, Rebecca "

" Tuan, kemana kita setelah ini? " tanya Felicia.

" Kita harus mencari penginapan untuk empat orang dengan dua kamar "

" Okey! kalau begitu aku akan tidur bersama kak Rei! " seru Rebecca dengan senyuman manisnya.

" Hah?! " sorak Felicia dan Jessica yang terkejut secara bersamaan.

Mereka pun menyudahi perbincangan itu seraya beranjak dari restauran. Rei yang mendapati Rebecca mengantuk dengan sigap menggendongnya dibelakang.

" Jessica " sapa Rei yang berjalan didepan Felicia dan Jessica.

" Iya? ada apa Rei? " tanya Jessica.

" Maaf, berapa sisa uangmu? "

" hmm... mungkin cukup untuk menyewa penginapan dalam semalam "

" Baiklah! maaf sudah merepotkan mu! "

" Tidak apa - apa. Jangan dipikirkan Rei! "

Rei merasa tidak enak hati. Sebab ia tak memiliki uang sepersen pun sejak bereinkarnasi ke dunia ini. Pria itu hanya bisa mengandalkan sisa tabungan Jessica yang hampir menipis.

" Tuan! aku dengar disekitar sini ada serikat petualang " ujar Felicia.

" Lalu? "

" Bagaimana jika kita mendaftar ke guild yang ada di sana? "

" untuk mendapatkan uang? "

" Betul tuan! "

" Hmm... ide yang bagus, Felicia! "

Rei menyetujui usul dari Felicia. Ia harus segera mendapatkan uang agar tak semakin menyusahkan rekan - rekannya.

Disela perjalanan, Rebecca pun terbangun. Ia lalu meminta untuk diturunkan oleh Rei.

" Kakak! turunkan aku " seru Rebecca dengan wajah yang mengantuk.

" Baiklah! ehh...!?! "

Rei terkejut setelah mendapati Rebecca merangkak ke tubuhnya. Ia lalu menggendong gadis kecil itu dari depan.

" Wle...! " sindir Rebecca seraya menjulurkan lidahnya.

" Rebecca...!!! dasar menyebalkan " ujar Jessica dengan raut wajah kesal.

" Hehehe " Felicia tertawa melihat tingkah lucu gadis itu.

" Kak Felicia! kak Felicia!!! "

" Iya! ada apa Rebecca? "

" Wlee!!! "

" Anak iniii!!! dasar menyebalkan!!! " ujar Felicia dengan wajah sedikit geram.

" Hahaha " Jesica pun tertawa karena melihat ulah adiknya.

Kedua gadis itu pun tertawa melihat tingkah laku Rebecca. Dengan perasaan gemas, Jessica mencubit kedua pipi adiknya lalu diikuti oleh Felicia. Rebecca hanya bisa pasrah mendapati pipinya jadi pelampiasan kedua orang itu.

Setelah berjalan melewati pasar yang ramai, mereka pun tiba di sebuah rumah besar bertingkat dua dengan halaman yang luas beserta pohon - pohon yang rindang disekitarnya.

" Selamat datang di penginapan kami! ada yang bisa dibantu? " tanya salah seorang pemilik penginapan.

" Aku membutuhkan dua kamar dalam satu ruangan " ucap Rei seraya menurunkan Rebecca secara perlahan.

" Baiklah. silahkan isi formulirnya disini..., lalu tanda tangan disini " ujar pemilik rumah besar itu sambil mengarahkan telunjuknya pada sebuah kertas.

set set set...

Rei pun dengan sigap menandatangani lembar formulir itu tanpa menyadari jumlah biayanya dalam semalam.

" Baiklah..., dua kamar dalam satu ruangan dengan biaya 2 emas sepuluh perak untuk satu hari "

" Jessica? " tanya Rei.

" Syukurlah! ternyata cukup untuk 2 hari " ujar Jessica setelah merogoh koin dalam kantong uangnya.

" Kami menyewa untuk dua hari! " tegas Rei sambil menyerahkan koin tersebut.

" Baiklah! aku akan mengantar kalian menuju kamar. penginapan sudah menyediakan beberapa fasilitas seperti pemandian air panas, sauna, makan siang dan makan malam! semua sudah termasuk biaya kamar " tutur pemilik penginapan.

" Wah!!! " sorak Rebecca dengan wajah senang.

Mereka pun bergegas menuju kamar yang ditujukan oleh pemilik rumah tersebut. Rei kemudian berpapasan dengan seorang pria. Mereka saling mengadu mata dengan pandangan yang tajam.

Ia memiliki aura kekuatan yang sangat besar

Dengan rasa penasaran, pria itu membalikkan badannya lalu menatap Rei dari kejauhan. Ia seperti merasakan hawa membunuh yang kuat dari orang itu.

" Inilah ruangan kalian... didalamnya terdapat dua kamar dan satu kamar mandi " tutur sang pemilik rumah.

" Wah!!! indah sekali!!! " puji Felicia yang terkagum setelah melihat dekorasi ruangan tersebut.

" Kakak! aku ingin ke pemandian air panas! " seru Rebecca sambil merengek.

" Baik.., Baik! sebelum itu, bantu kakak meletakkan baju ke lemari " ucap Jessica.

" Siap!!! "

Rei mendapati dirinya hanya berdua dengan Felicia di kamar mereka.

" Kau melihatnya? " tanya Rei.

" Ya, tuan! sepertinya pria itu sangat mencurigakan " jawab Felicia seraya berpikir.

" Kita harus berhati - hati, jangan sampai lengah! "

" Baik tuan!

tuk...tuk...tuk...

" Kak Rei, ayo berendam bersama!! " seru Rebecca seraya mengetuk pintu.

Rei pun membuka pintu dan mendapati dua saudari kembar beda usia itu telah berdiri dihadapannya. Mereka lalu bergegas menuju pemandian air panas.

" Aku ingin mandi bersama kak Rei! " tegas Rebecca seraya menggenggam tangan Rei.

" Tidak boleh! " sahut kedua gadis itu secara bersamaan.

Jessica menarik tangan Rebecca lalu membawanya masuk kedalam pemandian khusus wanita. Felicia kemudian menyusul seraya memberikan senyuman yang menggoda pada Rei.

" Dasar wanita! " celetuk Rei sambil seraya memasuki pemandian khusus pria.

~to be continued~

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!