BAB 20

Varo dan yang lainnya sedang bersantai sambil menonton tv. Mereka berencana istirahat terlebih dahulu sebelum nanti sore jalan jalan di sekitar villa. Vero dan Darrel sibuk dengan game online mereka sedangkan Putri sibuk dengan acara di televisi. Lalu Aira? Aira sedang sibuk mengusap lembut rambut sang kekasih yang berbaring di pangkuannya. Ya, Varo berbaring dengan paha Aira sebagai bantalnya. Sedangkan dirinya sibuk dengan ponselnya sendiri. Aira tak masalah dengan sikap Varo. Dengan telaten dia mengusap rambut Varo dengan mata fokus pada televisi. Sesekali dia melirik Varo yang fokus pada ponselnya.

"Vero, deket deket sini ada wisata malam nggak?"tanya Putri.

"Ada, kenapa emang?"tanya Vero dengan pandangan tak lepas dari ponsel.

"Ya jalan jalan lahh, masak kita liburan cuma mau di villa terus"ucap Putri kesal.

"Tenang aja, ntar sore kita keluar sekalian ke pasar malam, kata mang Udin di lapangan ujung desa ada pasar malam"ucap Vero.

"Lo yakin ngajak ke pasar malam?"tanya Putri tak percaya. Pasalnya temannya itu berasal dari kalangan atas, mana mungkin kenal dengan hiburan yang bernama pasar malam.

"Kenapa emang? lo nggak suka kepasar malam?"tanya Vero heran.

"Bukan gue tapi lo"jawab Putri.

"Kenapa gue?"tanya Vero bingung.

"Ya secara lo kan orang kaya, mana kenal yang namanya pasar malam"jawab Putri apa adanya.

"Ehh, lo denger ya, meskipun gue orang kaya, gue tau apa itu pasar malam, dan asal lo tau juga, gue sama Varo udah sering kesana"jelas Vero. Putri hanya menganggukkan kepalanya saja.

.

.

.

Sesuai rencana siang tadi, kini Varo and the geng sudah berjalan beriringan. Mereka benar benar menikmati udara sore hari. Menikmati indahnya hamparan kebun teh juga menikmati beningnya air sungai. Mereka sibuk berfoto, baik selfi ataupun foto bersama. Puas jalan jalan menikmati perkebunan, kini mereka kembali berjalan beriringan menuju lapangan ujung desa. Disanalah tempat pasar malam diadakan.

Sampai di pasar malam kondisinya masih sangat sepi karena memang masih sore. Namanya juga pasar malam, pasti akan ramai jika malam hari. Ahh, tapi ya sudahlah, yang penting mereka sudah sampai di pasar malam. Putri dan Aira nampak begitu senang. Mereka tengah menaiki wahana kuda putar. Sedangkan mereka para cowok cowok memilih menunggu di salah satu stand makanan yang tengah viral saat ini.

"Hahh, pusing gue Ra"ucap Putri saat turun dari wahana.

"Ahh, nggak asik lo, masa baru gitu aja udah pusing"cibir Aira.

"Gimana gue nggak pusing coba, orang lo sekali main langsung ngajak 5x putaran"gerutu Putri. Aira hanya nyengir kuda saat Putri mengerutu. Memang benar, Aira membeli 10 tiket langsung untuk dirinya dan juga Putri. Dan mereka bermain tanpa jeda.

"Gue mau cari toilet umum dulu, kebelet nihh"ucap Putri.

"Mau di temenin nggak?"tanya Aira.

"Nggak usah, gue bisa sendiri"jawab Putri.

"Lo susul aja yang lain, ntar gue nyusul"lanjut Putri. Aira menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Putri. Aira melangkahkan kakinya saat Putri sedikit berlari karena kebelet.

.

.

.

Putri tidak begitu kesulitan mencari toilet. Dia segera menuntaskan hajatnya. Sekitar 5 menit Putri keluar dari toilet.

"Ahh, lega banget"gumam Putri. Dia menoleh ke kanan kiri melihat beberapa orang berlalu lalang juga beberapa stand yang ada disana. Kali aja ada yang cocok, aku akan mampir. Pikir Putri. Namun saat Putri tengah asik menatap stand penjual harum manis, dia menangkap sosok seorang gadis yang tak asing baginya. Dia berdecak kesal melihat itu. Namun dia tetap melangkah mendekatinya.

"Lo apa apaan sihh, udah gue bilang gue bisa sendiri, ngapain juga lo harus ngintilin sampe sini"ucap Putri kesal saat sampai di depan gadis itu. Namun gadis itu sama sekali tak merespon. Dia hanya melirik sebentar dan kembali fokus pada ponselnya.

"Diajak ngomong juga malah diem aja"gerutu Putri.

"Terus kenapa coba lo ganti baju segala? perasaan tadi baju lo nggak kayak gini dehh"lanjut Putri. Lagi dan lagi gadis itu hanya diam tak menanggapai. Dia tetap fokus pada ponselnya sambil sesekali celingak celinguk seperti mencari seseorang.

"AIRA, lo apa apaan sihh daritadi diem aja"ucap Putri sedikit berteriak. Mendengar nama Aira sontak gadis itu menoleh.

"Lo bilang apa tadi?"tanyanya.

"Ck, jadi daritadi gue ngomong lo nggak dengerin"kesal Putri.

"Au ahh, gue kesel sama lo"lanjutnya sambil berjalan menjauh. Terang saja gadis berusaha mengejar Putri. Namun belum ada 5 langkah, seseorang memanggil namanya dan memaksa langkahnya harus berhenti.

.

.

.

Di salah satu stand makanan viral, Varo, Vero dan Darrel sedang berbincang dengan mulut yang sama sama penuh dengan makanan. Namun tak berselang lama seoramg gadis cantik menghampiri mereka. Aira, dia datang dengan senyum mengembang di bibirnya.

"Udah mainnya"tanya Varo.

"Udah"jawab Aira singkat.

"Putri mana? kok lo sendiri?"tanya Vero.

"Lagi ketoilet dia"jawab Aira. Vero menganggukkan kepalanya.

"Minum dulu"ucap Varo menyodorkan minuman dingin pada Aira. Dengan senyuman Aira menerima botol minum itu dan segera meneguknya. Setelahnya mereka kembali mengobrol dengan sesekali bercanda. Dan jangan lupakan, makanan yang selalu penuh di mulut mereka.

.

Tak selang lama Putri datang dari toilet denga wajah cemberut. Vero yang melihat itu menyerngitkan dahinya dan langsung angkat bicara.

"Kenapa lo balik dari toilet muka lo asem gitu?"tanya Vero.

"Kesambet jin toilet lo"ledek Vero.

"Ishh, gue tu lagi kesel tau sama si Ai_"

"Loh Ra? kok lo udah sampe sini duluan?"tanya Putri.

"Perasaan lo tadi gue tinggal deh di deket toilet"bingung Putri.

"Dan itu, baju lo kenapa udah ganti lagi?"tanya Putri lagi.

"Lo ngomong apa sih Put? daritadi gue disini nggak kemana mana"jawab Aira.

"Nggak usah bohong deh lo, jelas jelas tadi gue liat lo ngikutin gue ke toilet, mana pake acara ganti baju segala, biar apa coba? biar gue nggak ngenalin lo gitu"ucap Putri panjang lebar.

"Beneran Put, gue daritadi nggak kemana mana, tanya aja sama yang lain"ucap Aira yakin. Putri menyerngitkan dahinya bingung. Dia beralih menatap Varo ,Vero dan Darrel bergantian. Dan ketiganya menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Aira.

"Lo beneran Ra tadi nggak ngikutin gue ketoilet?"tanya Putri.

"Beneran"jawab Aira.

"Terus yang gue omelin tadi siapa dong"ucap Putri bingung. Aira hanya mengangkat bahunya acuh. Sedangkan Putri, dia tiba tiba merinding saat mengingat dirinya ngomel ngomel di depan orang yang sangat mirip dengan sahabatnya itu. Jangan jangan itu hantu yang nyamar jadi Aira? pikir Putri.

TBC

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!