BAB 18

Pagi pagi sekali Aira, Varo dan Vero sudah siap untuk berangkat ke Bandung. Darrel san Putri pun sudah sampai di rumah Varo juga. Mereka akan menggunakan 1 mobil saja karena memang hanya berlima. Setelah berpamitan pada Kevin dan Keira mereka segera masuk ke dalam mobil dengam formasi Vero sebagai supir dengan Darrel di sampingnya. Sedangkan Varo, Aira dan Putri duduk di jok tengah dengan Aira yang beranda di antara Varo dan Putri. Mereka tidak menggunakan supir meskipun Keira menyuruhnya. Mereka bilang akan bergantian menyetir jika lelah.

Aira sangat menikmati perjalanan yang belum pernah dia rasakan. Dia tersenyum senang karena bisa merasakan liburan bersama teman temannya. Varo yang melihat itu pun melingkarkan 1 tangannya di pinggang Aira dan menariknya lebih dekat hingga Aira bersandar di dada Varo.

"Kalau ngantuk tidur aja, kalau udah sampe aku bangunin"ucap Varo sambil mengusap pucuk kepala Aira. Aira mendongak menatap Varo seraya tersenyum. Kini pandangan Aira beralih mematap Putri yang sudah tertidur pulas. Putri sebenarnya begadang tadi malam karena membantu ibunya menyetrika baju langganan cuci setrika ibunya yang dibawa pulang. Akhirnya karena memang perjalanan yang masih jauh dan tak ada teman mengobrol, akhirnya Aira pun tertidur dengan bersandar dada bidang Varo.

.

.

.

"Da, kamu beneran mau ke Bandung?"tanyanya.

"Iya ma, aku mau liburan dulu sebelum masuk sekolah di sini"jawabnya.

"Sendirian?"tanya sang mama.

"Aku bawa supir mama"jawabnya.

"Ahh, baiklah, hati hati dijalan ya, jangan lama lama"pesan mama.

"Siap mama, paling Aida cuma 1 minggu disana"jawab Aira. Ya, Aida nama gadis yang sedang bercengkrama dengan sang mama, Risa. Aida baru 3 hari sampai di tanah air setelah sekian lama menetap di Perancis bersama kedua orang tuanya dan pernah sekalipun mereka pulang ke Indonesia. Dan baru kali ini lah mereka memutuskan untuk kembali menetap ke negri tercinta.

Aida pergi meninggalkan mamanya setelah berpamitan. Dengan di antarkan oleh supir pribadinya, dia akan pergi ke Bandung. Aida menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan mata terpejam.

"Semoga gue bener bener sembuh dan bisa nyari lo, saudaraku"ucap Aida dalam hati.

Dia membuka matanya dan menatap keluar jendela. Jalanan yang begitu padat dengan suara deru mesin yang saling bersautan, serta kepulan asap kendaraan menjadi pemandangannya kali ini. Dia tersenyum simpul, 13 tahun dia tidak menginjakkan kaki di Jakarta, ternyata keadaannya masih sama.

"Pak, saya mau tidur, kalau udah sampai bangunkan saja"ucap Aida pada sang supir.

"Baik non"jawab supir patuh. Aida memejamkan matanya bersiap untuk tidur. Dan dalam hitungan tak sampai 5 menit, nafas Aida sudah teratur pertanda dia sudah tidur.

.

.

.

Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam, rombongan Varo sudah sampai di depan villa kakeknya yang ada di Bandung. Vero, Darrel dan Putri sudah turun dari mobil. Namun Varo masih membangunkan Aira.

"Ai, bangun, usah sampai"ucap Varo menepuk bahu Aira pelan. Aira menggeliat pelan seraya mengerjapkan matanya.

"Udah sampai ya"ucap Aira dengan mada serak khas orang bangun tidur.

"Udah, yuk turun"ajak Varo. Aira mengangguk dan sedikit merapikan penampilannya yang agak berantakan. Aira terpesona dengan pemandangan yang ada didepan matanya. Sepanjang mata memandang hamparan sawah juga perkebunan teh yang disuguhkan. Tak lupa suara gemercik air sungai yang tak jauh dari persawahan menambah keelokan pesona alam yang indah. Ditambah banyak warga yang berlalu lalang pergi ke kebuh teh maupun ke sawah menambah rasa keharmonisan yang jarang dia dapatkan di ibukota.

"Kalo kayak gini, gue jadi betah tinggal disini"ucap Putri.

"Kita disini seminggu, tenang aja, gue bakal jak lo jalan jalan disini"sahut Vero. Putri tersenyum senang mendengar itu.

"Masuk yuk, istirahat dulu, baru nanti kita rencanain mau ngapain"ucap Varo. Semua orang mengangguk dan mulai melangkahkan kaki masuk kedalam villa.

Bersamaan dengan itu di villa lain yang letaknya tak jauh dari tempat Varo dan temannya tinggal, seorang gadis juga baru saja turun dari mobil dengan senyum yang merekah.

"Gue harap, setelah ini gue ketemu lo lagi"batinnya.

TBC

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!