Cinta memang sebuah misteri. Datang tanpa bisa kita cegah juga tak dapat memilih. Namun ketika kita tau bahwa seseorang yang kita cintai ternyata mencintai orang lain, kita tak bisa berbuat apa apa. Memaksa pun tak akan baik untuk semuanya.
Seperti halnya yang dialami Vero. Dia mencintai gadis yang sama dengan saudara kembarnya. Namun berbeda dengannya yang terang terangan mengungkapkan isi hatinya, Varo, saudara kembarnya memilih mencintai dalam diam. Berkali kali Vero mengatakan cinta pada Aira, namun Aira tak pernah sekali pun menganggap ucapan Vero adalah keseriusan. Hingga suatu hari Vero tahu bahwa ternyata Aira mencintai saudara kembarnya.
Sulit bagi Vero menghilangkan perasaan dalam hatinya. Namun seiring berjalannya waktu dia bisa sedikit menerima kenyataan. Namun lagi lagi Vero harus dihadapkan dengan kebimbangan ketika tiba tiba Aira datang dan mengatakan ingin mencoba membuka hati. Vero benar benar dibuat berfikir kala itu. Hingga terbersit rencana untuk Aira dan saudara kembarnya.
Vero menghela nafas panjang sebelum dia turun dari motornya. Kini dia sudah sampai di sebuah cafe tempat yang ia janjikan dengan Varo. Vero sudah memutuskan untuk merelakan Aira untuk saudara kembarnya. Meskipun itu sulit, namun dia sadar tidak baik memaksakan perasaan. Dia akan lebih bahagia ketika melihat Aira bahagia dengan Varo daripada Aira yang merasa tertekan dengan berusaha mencintainya.
Vero melangkahkan kakinya menuju cafe. Sampai didalam dia celingukan mencari keberadaan saudara kembarnya. Hingga sudut matanya melihat seorang pria tampan dengan wajah yang sama dengannya duduk di bangku paling pojok. Vero berjalan menghampiri dengan santai.
"Sorry lama"ucap Vero sambil mendudukan dri di samping Aira. Varo dan Aira hana mengangguk mengiyakan.
"Minum dulu"ujar Aira. Vero tersenyum dan secepat kilat dia minum milkshake yang sudah dipesankan Varo hingga tersisa setengahnya saja. Mungkin karena dia naik motor dan kondisi cuaca yang panas membuatnya haus.
Hening. Tak ada pembicaraan setelah itu. Semuanya sibuk dengan urusan masing masing. Hingga Vero yang merasa sudah cukup menguatkan hati, dia membuka pembicaraan.
"Aira"panggil Vero. Aira menoleh kearah Vero dan meletakkan ponselnya di atas meja.
"Seandainya gue mau lo jujur tentang perasaan lo, lo mau jawab jujur?"tanya Vero. Aira menyerngitkan keningnya. Kenapa Vero bertanya seperti itu? Jelas dia tau jawabannya. Baru kemarin Aira mengatakan akan belajar membuka hati. Mana bisa hanya dalam waktu satu hari. Ahh, Aira benar benar bingung harus menjawab apa. Dia mengigit bibir bawahnya gugup.
"Gue tau, lo sebenernya nggak ada perasaan apa apa sama gue, dan gue juga tau apa alasan lo ngomong kalau lo mau belajar membuka hati buat gue"ucap Vero.
"Lo nggak seharusnya lakuin itu Ra, kalau lo nggak suka sama gue ngomong aja, gue nggak keberatan, dan kalau lo suka sama Varo, perjuangin, jangan malah ambil jalan lain dan ngebiarin Varo di ambil orang lain"lanjut Vero. Aira yang semula menunduk langsung mengangkat kepalanya tegak menghadap Vero.
"Nggak usah kaget gitu"ledek Vero.
"Ka_kamu tau darimana?"tanya Aira gugup.
"Gue tau semuanya tentang lo"jawab Vero dengan senyum mengejek.
"Dan setelah ini, lo bakal tau fakta yang lebih mengejutkan"sambung Vero sambil melirik Varo yanh sedari tadi diam. Aira mengikuti arah mata Vero yang melirik saudara kembarnya. Ada apa dengan Varo? Fakta yang mengejutkan? Apa ini?
.
.
.
Terhitung sudah 3 hari setelah Aira, Varo dan Vero membicarakan hal serius dari hati ke hati. Dan sudah 3 hari pula Aira terus menghindari Varo. Namun hal itu tak menggentarkan tekad Varo untuk terus mendekati Aira. Sedikit cerita 3 hari yang lalu, Varo mengungkapkan isi hatinya kepada Aira. Varo meminta Aira untuk menjadi pacarnya.
Bukan perkara mudah bagi Aira untuk menerima pernyataan cinta Varo. Aira sadar diri siapa dirinya. Aira yang hanya anak seorang pembantu tidak mungkin cocok bersanding dengan anak majikannya. Apalagi setelah kejadian Della yang mengurungnya di gedung tak terpakai hingga Della yang memperlakukannya dengan kasar di taman sekolah. Aira benar benar harus berfikir keras untuk menerima perasaan Varo kepadanya.
"Ra"panggil Putri menepuk bahu Aira.
"Putri, bikin kaget tau"kesal Aira.
"Lagian lo ngalamun terus"ucap Putri seraya duduk di samping Aira.
"Ada apa sihh? gue perhatiin akhir akhir ini lo sering ngalamun"ucap Putri lagi. Aira menghembuskan nafasnya berat. Dia menatap lekat manik mata hitam milik sahabatnya itu.
"Gue bingung Put"ucap Aira menunduk.
"Gue nggak tau harus gimana sama perasaan gue, jujur aja gue seneng saat tau Varo juga suka sama gue, tapi gue belum siap bahkan gue nggak siap kalau terus terusan jadi bulan bulanannya Della. Gue nggak sanggup untuk itu"keluh Aira.
"Lo jangan lemah gini dong Ra, kalau emang lo suka sama Varo ya terima aja, dan gue yakin kok Varo nggak bakal ngebiarin Della gangguin lo, dia pasti jagain lo Ra"sahut Putri.
"Pikirin baik baik sebelum lo nyesel"lanjut Putri. Obrolan mereka pun terhenti saat bel masuk sudah berbunyi. Aira dan Putri segera berlalu ke kelas sebelum guru pengajar masuk kekelas mereka.
.
.
.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Aira dengan segera membereskan buku bukunya dan segera meninggalkan kelas. Dengan sedikit berlari Aira keluar menuju gerbang sekolah dimana sudah ada sang sopir yang menunggunya. Memang semenjak kejadian di cafe waktu itu, Aira memilih berangkat dan pulang sekolah dengan dijemput sopir seperti biasanya.
Aira dengan cepat sampai di depan sekolah. Tangannya terulur untuk membuka pintu. Namun belum sempat tangan Aira menyentuh gagang pintu, sebuah tangan kekar lebih dulu menahannya. Aira tersentak kaget saat tangan itu menggenggamnya erat. Dia menoleh kepada sang pemilik tangan dan betapa terkejutnya Aira saat tau Varolah yang menggenggam tangannya. Ahh, sia sia dia berlari untuk menghindari Varo, ujung ujungnya ketangkap juga.
"Jalan pak, nanti Aira pulang sama saya"ucap Varo pada sang sopir. Sang sopir mengangguk patuh pad anak majikannya itu dan segera melajukan mobilnya. Sedangkan Aira hanya bisa pasrah saat Varo membawanya ke parkiran.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Heru Kuswanto
next
2022-11-14
0