Pagi hari semuanya sudah berada di meja makan. Tangan Keira dengan terampil menuangkan nasi serta lauk pauknya ke piring suami dan anak anaknya. Setelah semua piring terisi barulah mereka melaksanakan sarapan dengan khidmat.
"Emm, yah, motor aku boleh ya aku pake sekolah?"tanya Vero di sela sarapannya.
"Tumben mau pake motor"sela Keira.
"Iya, tumben kamu mau pake motor, biasanya juga barengan sama Varo"timpal Kevin.
"Ya nggak apa apa kali yah"ucap Vero.
"Bolehkan yah?"tanya Vero lagi.
"Boleh"jawab Kevin.
"Makasih ayahh"ucap Vero. Kevin tersenyum dan mengangguk pada Vero. Sedangakan Varo sedari tadi menatap Vero dengan tatapan memgintimidasi. Buat apa Vero sekolah naik motor?
"Ohh iya yahh, aku juga mau minta ijin, Aira berangkatnya barengan sama aku yaa"ucap Vero. Kevin dan Keira saling pandang mendengar penuturan anaknya itu. Ada apa ini?
"Kamu tanya aja Airanya mau apa nggak"pungkas Kevin.
"Pasti mau lahh, siapa coba yang nolak dibonceng cowok ganteng"ucap Vero sombong. Kevin dan Keira geleng geleng kepala melihat sifat anaknya itu.
"Aku selesai, aku duluan yah, bund"pamit Varo sambil menyalami kedua orang tuanya. Varo berlalu dari meja makan sambil menatap Vero sinis. Sedangkan Vero hanya mengendikan bahunya acuh.
"Varo kenapa Ver?"tanya Keira.
"Nggak tau bund, patah hati kali"jawab Vero asal.
"Udah ahh, aku juga mau berangkat, takut telat"ucap Vero sambil menyalami kedua orang tuanya.
.
.
.
Di garasi Varo terlihat berdiri di samping mobilnya dengan tangan bersedekap didepan dada. Dia sengaja menunggu saudara kembarnya untuk menanyakan apa tujuannya ingin naik motor.
"Maksud lo apa mau naik motor?"tanya Varo saat melihat Vero datang.
"Ya jelas mau mesra mesraan sama ayang lahh"jawab Vero santai.
"Emang lo nggak punya ayang"lanjut Vero menyindir. Varo mengepalkan tangannya mendengar ejekan Vero. Ingin rasanya dia memukul wajah kembarannya itu.
"Gue duluan"pamit Vero saat melihat Aira keluar.
Vero berjalan menghampiri Aira yang sudah rapi dengan seragam serta tas di pundaknya.
"Udah siap?"tanya Vero. Aira mengangguk mengiyakan Vero.
"Yuk berangkat"ajak Vero. Vero menuntun Aira menuju motornya. Kemudian mengulurkan helm pada Aira. Dirasa Aira sudah nyaman dengan posisi duduknya, Vero melajukan motornya pelan.
"Pegangan dong ayang, biar nggak jatuh"ucap Vero sengaja sedikit keras saat melewati Varo yang sibuk memperhatikan keduanya. Tentu dengan tangan kirinya menarik tangan Aira agar pepegangan memeluk pinggangnya. Terang saja, hal itu sukses membuat Varo mengepalkan tangannya kuat dan meninju ninju udara.
"Varo, kok belum berangkat?"tanya Kevin.
"Hahh, eh, ini baru mau berangkat yah"ucap Varo kaget. Dia segera masuk kedalam mobilmya dan melajukannya. Kevin hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anak kembarnya yang terkadang aneh.
.
.
.
Sampai disekolah kadatangan Vero dan Aira menjadi pusat perhatian para siswa. Pasalnya mereka yang biasanya datang bertiga dengan Varo, tapi kini mereka hanya berdua saja. Bahkan mereka berboncengan naik motor dengan tangan Aira terus melingkar sempurna di perut Vero. Ahh tidak, lebih tepatnya Vero yang memaksa Aira memeluknya dengan dalih agar tidak jatuh. Namun dari sudut pandang para siswa yang melihat, Aira dengan mesra memeluk Vero.
Aira turun dari motor Vero dan segera melepas helmmya. Begitu pula dengan Vero. Vero tersenyum manis sebelum kemudian tangannya terulur untuk merapikan rambut Aira yang berantakan.
"Udah rapi, yuk"ajak Vero mengulurkan tangannya. Namun Aira tak bergeming, dia tak tau harus menerima uluran tangan Vero atau tidak.
"Udah ayokk"ucap Vero menarik tangan Aira.
Sepanjangan koridor menuju kelasnya, banyak pasang mata yang menatap mereka. Sudah hal biasa memang mereka selalu bersama. Namun kali ini formasinya berbeda, hanya berua saja? Biasanya bertiga sama Varo? Banyak siswa bertanya tanya akan hal itu. Banyak juga siswa yang menebak nebak kalau Aira dan Vero berpacaran.
Vero terus mengembangkan senyumnya. Berbeda dengan Aira yang hanya menundukkan kepalanya. Apalagi dia bisa mendengar bisik bisik para siswa yang sengaja membicarakannya. Ahh, ingin rasanya menghilang dari hadapan mereka, batin Aira.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments