Hari hari Aira lewati seperti biasanya. Selalu menyenangkan. Apalagi dengan statusnya yang berpacaran dengan Varo. Ahh, menambah semangat tersendiri dalam diri Aira. Tak terasa sudah 3 bulan hubungan mereka. Meskipun masih sembunyi sembunyi dari keluarganya, namun itu tak menjadi masalah untuk keduanya.
Hari ini hari pertama libur akhir semester. Rencananya Varo dan Vero akan liburan ke villa kakeknya yang ada di Bandung. Tidak berdua saja, mereka juga mengajak Darrel karena orang tua Darrel sedang di luar kota, akhirnya Darrel ikut berlibur dengan si kembar.
"Gimana? lo jadi ngajak Aira nggk?"tanya Vero.
"Pengennya sih gitu, tapi dia pasti nggak mau"jawab Varo.
"Coba aja dulu, siapa tau mau"ucap Vero.
"Atau kalau nggak ajak Putri sekalian, gue jamin Aira pasti mau"usul Vero. Seketika muncul binar terang di wajah Varo. Wajah yang semula menunduk lesu kini sudah tersenyum dengan semangat. Tanpa pikir panjang Varo segera berlari menuruni anak tangga mencari keberadaan Aira. Sedangkan Vero di tinggal sendiri didalam kamarnya.
Sampai di lantai bawah, Varo bertemu dengan sang bunda.
"Varo, kamu apa apaan sih turun tangga lari lari gitu, ntar jatuh"cicit Keira.
"Hehe,, maaf bund"ucap Varo nyengir.
"Nyariin apa sihh?"tanya Keira.
"Aira mana bund?"tanya Varo balik.
"Nggak tau, bi Rumi tu di dapur, coba tan_" ucap Keira terpotong karena Varo lebih dulu ngacir berlari kedapur. Keira hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anaknya itu.
Didapur Varo melihat bi Rumi sedang menata sayuran dan daging di kulkas.
"Bi"panggil Varo.
"Iya den, ada apa?"tanya bi Rumi.
"Aira mana bi?"tanya Varo.
"Aira lagi berkemas den"jawab bi Rumi.
"Berkemas? emang mau kemana bi?"tanya Varo heran.
"Anu den, rencananya bibi sama Aira mau pulang kampung selama 1 minggu, sekalian liburan buat Aira den, kan sekolahnya libur"jelas bi Rumi.
"Nggak boleh bi"ucap Varo.
"Lho? kenapa nggak boleh den? bibi sudah minta ijin sama tuan dan nyonya di ijinin den"tanya bi Rumi.
"Ehh, ma_maksud Varo, Varo mau ngajak Aira liburan bareng bi, makanya aku nggak bolehin"jelas Varo.
"Aduhh, gimana ya den, Airanya udah setuju juga den"ucap bi Rumi tidak enak hati.
"Gini aja bi, bibi pulang kampung sendiri, Airanya biar liburan sama saya, gimana?"tawar Varo.
"Berdua gitu aja liburannya den?"tanya bi Rumi polos.
"Ya enggak lah bi, rame rame, sama Vero, Darrel sama Putri temennya Aira juga ikut bi"jawab Varo.
"Aduh, gimana ya den. Bibi sih nggak masalah kalau Airanya mau ikut sama aden"ucap bi Rumi.
"Jadi Aira di ijinin kan bi pergi sama aku?"tanya Varo.
"Kalau Aira mau ya silahkan den"jawab bi Rumi.
"Oke, makasih bibi"ucap Varo seraya melenggang pergi meninggalkan bi Rumi di dapur.
.
.
.
Didalam kamar Aira sedang merapikan benerapa baju yang akan dia bawa pulang kampung bersama ibunya. Namun saat dia fokus pada kegiatannya, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Dengan segera dia membukakan pintu.
Varo masuk begitu saja setelah Aira membukakan pintu kamarnya.
"Varo, kamu apa apaan sihh main masuk masuk aja, nanti kalau ada yang tau gimana"kesal Aira.
"Gue udah ijin sama ibu kamu"jawab Varo santai. Semenjak berpacaran dengan Aira, Varo merubah panggilannya dengan Aira menjadi aku kamu. Aira berjalan mendekati Varo yang duduk ditepian ranjangnya. Aira membiarkan pintu kamarnya terbuka agar tidak terjadi fitnah. Ahh bukan fitnah, melainkan agar tidak ada setan yang membujuk mereka melakukan hal yang tidak sehrusnya.
"Ada apa sihh sampe ke kamar aku segala?"tanya Aira.
"Kamu beres beres baju mau kemana?"tanya Varo.
"Mau pulang kampung"jawab Aira yang kini juga duduk di samping Varo.
"Aku nggak ijinin"ucap Varo.
"Lhoo, kok gitu?"tanya Aira kesal.
"Ibu udah ijin sama tuan dan nyonya di ijinin kok"cicit Aira.
"Karena aku pacar kamu, dan aku nggak ijinin kamu pergi jauh dari aku"ucap Varo menatap lekat Aira.
"Aku cuma pulang kampung, paling cuma 1 minggu"ucap Aira.
"Kamu nggak bakal ikut bi Rumi pulang kampung, karena kamu harus ikut aku liburan"ucap Varo.
"Liburan?"tanya Aira.
"Iya, kita liburan ke villa kakek Aryo yang ada di Bandung, sama Vero sama Darrel juga"jelas Varo.
"Aku cewek sendiri dongg"ucap Aira memberengut.
"Nggak, kamu bisa ajak Putri"ucap Varo.
"Beneran aku boleh ajak Putri?"tanya Aira senang.
"Beneran sayang"jawab Varo seraya mengusap pipi Aira lembut. Aira memejamkan matanya saat measakan usapan lembut dari tangan Varo.
"Makasih"ucap Aira menggenggam tangan Varo dan menciumnya.
"Makasih doang nihh, hadiahnya mana"ucap Varo.
"Hadiah apa sihh, inget ini di rumah"ucap Aira kesal.
"Ini di kamar kamu, nggak ada yang liat, udah cepetan kasihh"ucap Varo mendekatkan pipinya pada Aira.
"Ck"decak Aira. Aira menoleh ke arah pintu berjaga jaga siapa tau ada yang lewat atau mengintip. Saat dirasa aman, Aira mendekatkan bibirnya pada pipi Varo dan
"He'em"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Riska Desi
yah ketahuan deh
2023-06-07
0
Heru Kuswanto
nextkk
2022-11-18
0