BAB 15

Sampai di kelas Aira langsung mendapat tatapan tajam dari sang sahabat, Putri. Aira melepas tautan jemarinya dengan Varo dan segera menghampiri Putri. Sedangkan Varo duduk di bangku belakang Aira dengan di temani Darrel.

"Lo utang penjelasan sama gue"ucap Putri menatap tajam Aira.

"Nanti gue cerita"jawab Aira.

"Tapi pas istirahat akhir"lanjut Aira.

"Kenapa emang?"tanya Putri.

"Istirahat awal gue mau makan dulu sama Varo"jawab Aira cengengesan. Putri hanya mencebikan bibirnya mendengar jawaban Aira. Sedangkan Aira terkekeh pelan melihat sabahatnya kesal.

Tak berselang lama bel masuk berbunyi dan para siswa berlarian masuk kekelas dengam di ikuti guru pengajar. Aira pun menghentikan kekehannya saat sang guru sudah masuk. Kini para siswa mengikuti pelajaran dengan khidmat. Tak ada suara selain sang guru yang menjelaskan tentang pelajaran. Hingga waktu istirahat tiba para siswa berhamburan keluar menuju kantin.

Berbeda dengan siswa lainnya yang ingin segera keluar kelas. Aira kini masih santai mengemasi buki bukunya.

"Ra, lo mau kekantin?"tanya Putri.

"Nggak, gue mau makan di taman belakang sekolah aja"jawab Aira.

"Yahh, gue sendirian dongg"ucap Putri memelas.

"Nggak kok, tuhh ada Darrel sama Vero"ucap Aira.

"Yuk Ai"ajak Varo di sela sela perbincangan Aira dan Putri. Aira tersenyum dan mengangguk.

"Gue duluan yaa"pamit Aira.

"Vero, aku titip Putri"lanjut Aira. Vero hanya mengangguk saja. Aira memang terbiasa menggunakan sapaan lo gue jika itu dengan Putri atau Darrel. Namun itu tidak berlaku untuk Varo dan Vero, mengingat mereka adalah majikannya.

Kembali pada Varo dan Aira. Mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri koridor kelas menuju taman belakang dengan tangan Aira yang membawa tas berisikan bekal.

"Kenapa ngajak kesini?"tanya Varo. Pasalnya tadi Aira mengirim pesan mengajak Varo ke taman belakang saat istirahat awal. Dengan senyum mengebang, Aira mengangkat tas bekal yang dia bawa tadi.

"Apa tuh?"tanya Varo penasaran.

"Bekal"jawab Aira semangat. Dia segera membuka tas itu dan mengeluarkan 2 kotak bekal.

"Ini buat kamu"ucap Aira menyodorkan bekal pada Varo. Varo tersenyum senang dengan perlakuan pacarnya itu. Dengan segera Varo membuka kotak itu dan melihat isinya.

"Nasi goreng? lo yang masak?"tanya Varo.

"Iya,, yuk makan dulu, baru ngobrol"ucap Aira. Dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya, Varo melahap nasi goreng buatan Aira sampai habis tak tersisa.

.

.

.

Sedangkan di kantin, Vero, Darrel dan Putri sama sama diam karena sedang makan. Darrel yang benar benar sudah lapar karena pagi tadi tidak sempat sarapan, dengan cepat dia menghabiskan makanannya.

"Ahh, kenyang"cicit Darrel sambil mengusap usap perutnya. Di liriknya Vero yang masih fokus pada mangkuk bakso yang hanya tinggal 2 buah bakso saja.

"Ver, tadi si Varo sama Aira mau kemana?"tamya Darrel penasaran.

"Pacaran"jawab Vero singkat.

"What!"pekik Darrel dan Putri. Darrel dan Putri kompak berteriak karena terkejut. Pasalnya tak ada tanda tanda Varo PDKT dengan Aira tapi tau tau mereka jadian.

"Lo serius Ver?"tanya Putri. Vero hanya mengangguk seraya menyedot es teh yang dia pesan.

"Sejak kapan?"tanya Darrel kepo.

"Nggak tau gue, kemarin mungkin"jawab Vero.

"Kenapa lo sewot gitu gue nanya tentang Varo sama Aira?"cibir Darrel.

"Lo cemburu? atau lo patah hati karena Aira lebih milih kembaran lo daripada lo"ledek Darrel. Vero tersenyum miring mendengar ocehan Darrel.

"Nggak, gue sama sekali nggak cemburu, patah hati, iya. Tapi gue berusaha buat nerima itu semua, toh yang bikin mereka jadian juga gue, jadi buat apa gue cemburu"ucap Vero.

"Wait wait, lo tadi bilang apa? lo yang bikin mereka jadian?"tanya Darrel memastikan. Sedangkan Putri jangan ditanya, dia sedang fokus mendengarkan obrolan 2 cowok tampan itu.

"Ya, gue bikin mereka jadian"jawab Vero.

"Dari awal gue tau Varo suka sama Aira, tapi dia lebih milih buat pendem sendiri perasaannya, makanya dengan terang terangan gue nyatain perasaan gue sama Aira, berharap Varo bakal usaha buat dapetin Aira. Tapi kenyataan nggak, dia seolah pasrah kalaupun Aira jadi milik gue. Sampai pada akhirnya, gue tau kalau Aira suka sama Varo. Dan disitulah gue kepikiran buat satuin mereka"jelas Vero.

"Kenapa? kan lo suka sama Aira? kenapa lo nggak usaha buat dapetin Aira dan malah lo kasih buat Varo?"tanya Putri yang sedari tadi diam.

"Karena gue nggak mungkin mencintai seorang diri terus terusan, gue nggak mau Aira jadi punya beban buat jatuh cinta sama gue. Beda kalau sama Varo, mereka saling mencintai"jawab Vero. Darrel dan Putri terkesima dengan ucapan Vero. Hati orang mana yang mau merelakan orang yang dia sukai buat orang lain. Darrel dan Putri tak menyangka bahwa Vero benar benar melakukan pengorbanan untuk saudara kembarnya.

TBC

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!