BAB 17

"Ini di kamar kamu, nggak ada yang liat, udah cepetan kasihh"ucap Varo mendekatkan pipinya pada Aira.

"Ck"decak Aira. Aira menoleh ke arah pintu berjaga jaga siapa tau ada yang lewat atau mengintip. Saat dirasa aman, Aira mendekatkan bibirnya pada pipi Varo dan

"He'em"

Mata Aira membulat sempurna saat mendengar suara deheman di pintu kamarnya. Dengan segera dia menjauhkan wajahnya dari Varo seraya menunduk takut takut di marahi.

"Ckckck, kalian ini nggak tau tempat banget, mau gitu gituan dirumah"omel Vero.

"Ganggu lo emang"sahut Varo.

"Makanya, lain kali kalau mau ehem ehem tutup pintunya"sungut Vero. Dia kesal dengan kembarannya itu. Niat hati mencari ingin menanyakan apakah Aira ikut atau tidak malah disuguhkan pemandangan menyayat hati.

"Ngapain lo kesini?"tanya Varo.

"Nyariin lo lahh"ucap Vero masih dengan nada kesal.

"Ngapain lo nyariin gue?"tanya Varo.

"Tadinya mau tanya Aira ikut apa nggak, tapi berhubung sekarang ketemu sama Aira juga, gue mau tanya sama Aira langsung"jawab Vero.

"Gimana Ra? lo ikut kan?"tanya Vero.

"A_aku ikut kalau Putri ikut"jawab Aira gugup.

"Oke, berarti lo ikut"ucap Vero.

"Kan aku bilang kalau Putri ikut aku ikut, sedangkan aku belum tanya Putri mau nggak"ucap Aira menatap Vero.

"Putri ikut, udah gue telfon tadi"jawab Vero santai. Aira menatap Vero dengan tatapan intimidasi. Dia takut jika Vero hanya membohonginya dengan alasan sudah menelfon Putri agar dirinya ikut.

"Beneran Ra gue udah telfon Putri, lo tanya aja sendiri kalau nggak percaya"ucap Vero. Aira mengambil ponselnya di atas nakas dan segera menelfon Putri untuk menanyakan kepastiannya. Setelah cukup lama berbicara dengan Putri, Aira menatap Vero dengan cengiran khasnya.

"Percaya kan lo sekarang"ucap Vero. Aira hanya mengangguk saja.

.

.

.

Di ruang tamu Keira sedang kedatangan teman sosialitanya. Mereka tengah heboh mengobrol karena memang sudah lama tidak bertemu. Risa teman Keira yang suamima tak lain adalah rekan bisnis Kevin. Dia sudah lama menetap di Perancis setelah kejadian 13 tahun silam. Dan baru kini menginjakkan kakinya kembali ke tanah air.

"Ris, kamu makin cantik aja"ucap Keira.

"Ahh, kamu bisa aja Kei, kamu juga cantik kokk"ucap Risa merendah.

"Ohh iya, anak kamu mana? katanya mau diajak?"tanya Keira.

"Maaf Kei, dia nggak jadi ikut, dia ada acara sendiri sama temen temennya"jawab Risa tak enak hati.

"Ahh, baiklah, lain kali kalau ada waktu kita agendakan yaa"ucap Keira antusias.

"Pasti Kei"jawab Risa.

"Ohh iya, si kembar mana nihh? kok sepi banget?"tanya Risa.

"Biasalah, mereka lagi beres beres, besok pada mau liburan mumpung libur sekolah"jawab Keira. Risa mengangguk mengiyakan ucapan Keira.

Mereka kembali pada obrolan mereka. Membicarakan kegiatan selama tidak pernah ketemu. Namun di tengah tengah perbincangan mereka, Risa menangkap seorang gadis berjalan kearah dapur.

"Siapa anak itu"batin Risa.

"Kenapa Ris?"tanya Keira saat melihat Risa seperti melamun.

"Ahh tidak, aku seperti melihat seorang gadis, apa dia anak mu?"tanya Risa.

"Oo, bukan, itu anak bibi pembantu"jawab Keira. Risa terlihat menganggukkan kepalanya. Dia merasa tidak asing dengan gadis itu. Tapi siapa? pikir Risa.

.

.

.

Aira keluar dari kamarnya setelah Varo dan Vero pergi. Aira berniat kedapur mengambil air minum, namun dari ruang tv dia bisa melihat di ruang tamu sedang ada tamu. Temennya bu Keira, batin Aira. Dia sempat menatap wanita yang sedang berbincang dengan majikannya itu. Bahkan Aira terlihat tersenyum senang menyaksikan 2 ibu ibu itu bercerita.

Aira segera berlalu menuju dapur. Sampai didapur Aira melihat sang ibu sedang membuatkan minum untuk tamu majikannya.

"Biar Aira bantu buk"ucap Aira.

"Udah selesai kok Ra, kamu potongin sayur itu aja ya buat masak makan malam, ibu anter minuman ini dulu"ucap bi Rumi. Aira mengangguk mengerti perkataan sang ibu. Dia segera mengambil sayur sayuran serta daging ayam yang sudah di siapkan ibunya untuk dimasak.

Tak berselang lama bi Rumi kembali kedapur.

"Ra, tadi den Varo ngajakin kamu liburan. Kamu mau?"tanya bi Rumi.

"Emm, iya buk, Aira mau"jawab Aira.

"I_ibu nggak apa apa kan pulang kampung sendiri?"tanya Aira tak enak hati.

"Nggak apa apa Ra, kamu liburan aja sama den Varo dan yang lainnya"jawab bi Rumi tersenyum.

"Beneran bu nggak apa apa?"tanya Aira lagi.

"Bener"jawab bi Rumi meyakinkan. Aira langsung berhambur memeluk sang ibu. Tak henti hentinya dia mengucapkan terima kasih kepada ibunya.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka berpelukan. Dia menatap sendu kepada dua wanita beda usia itu.

"Ya Tuhan, kenapa hatiku begitu sakit melihat gadis itu memeluk ibunya"batinnya. Ingin rasanya dia melihat wajah gadis itu, namun karena gais itu membelakanginya, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Risa. Dia melihat Aira yang memeluk sang ibu dengan penuh kasih sayang. Dia yang tadinya ingin ke kamar mandi namun urung saat melihat pemandangan yang menyayat hatinya.

TBC

Terpopuler

Comments

Heru Kuswanto

Heru Kuswanto

next

2022-11-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!